Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM INDERA BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA Cinthya Indrastyawati; Paidi Paidi; Ciptono Ciptono
Jurnal Edukasi Biologi Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Prodi Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v5i7.4633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan media pembelajaran Android sistem indera yang layak; (2) mengetahui efektivitas media pembelajaran Android sistem indera untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMA; dan (3) mengetahui efektivitas media pembelajaran Android sistem indera untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA. Jenis penelitian ini adalah RD dengan model ADDIE dibatasi hanya tahap ADD. Subjek dalam penelitian ini yaitu 2 dosen ahli media, 2 dosen ahli materi, 2 guru biologi, kelas XI IPA 3 dan kelas XI IPA 4 SMA Negeri 2 Bantul. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian kualitas media pembelajaran, angket motivasi belajar, dan soal tes kognitif. Angket dianalisis dengan statistik deskriptif dan hasil belajar siswa dianalisis dengan uji ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kualitas media pembelajaran berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan guru biologi dikategorikan baik dan tanggapan siswa menunjukkan setuju bahwa layak digunakan; (2) Hasil perhitungan skor pada angket motivasi belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan motivasi pada kelas yang diberikan media pembelajaran; (3) Hasil uji ANCOVA menunjukkan bahwa media pembelajaran memberikan pengaruh terhadap hasil belajar dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bantul. Kata kunci: Android, indera, media, pembelajaran, pengembangan 
PENGARUH PEMBERIAN INSEKTISIDA METOMIL TERHADAP PERTUMBUHAN CACING TANAH (Eisenia foetida) Wahyu Nur Hidayati; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 8, No 2 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v8i2.18285

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai konsentrasi LC50-48 jam insektisida metomil terhadap cacing tanah (Eisenia foetida) dan pengaruhnya terhadap biomassa, panjang tubuh dan jumlah cacing tanah (Eisenia foetida). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tahap pertama yaitu uji pendahuluan untuk menentukan LC50-48 jam dan Tahap kedua yaitu uji pengaruh pemberian insektisida metomil konsentrasi 0 ppm; 4,64 ppm; 6,89 ppm; 10,23 ppm; 15,19 ppm dan 22,55 ppm. Analisis data biomassa, panjang tubuh dan jumlah cacing tanah dengan One Way ANOVA dan uji LSD (Least Significance Different) dengan aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi LC50-48 jam insektisida metomil terhadap cacing tanah (Eisenia foetida) adalah 14,03 ppm dan perlakuan pemberian insektisida metomil konsentrasi rendah dan tinggi menunjukkan hasil terdapat perbedaan jumlah cacing tanah yang signifikan dan tidak terdapat perbedaan biomassa dan panjang tubuh cacing tanah yang signifikan.Kata kunci: Eisenia foetida, insektisida, LC50, metomil, pertumbuhanThe aims of this research to find the value concentration of LC50-48 hours methomyl insecticide againts to earthworms (Eisenia foetida) and its effect on the biomass, body length and number of earthworms (Eisenia foetida) when given methomyl insecticide. This research is an experimental research with Completely Randomized Design. The first stage is a premilinary test to obtain concentrations of LC50-48 hours and second stage is a test the effect of the methomyl insecticide at concentrate 0 ppm; 4,64 ppm; 6,89 ppm; 10,23 ppm; 15,19 ppm and 22,55 ppm. Biomass, body length and number of earthworms analyzed with One Way ANOVA test and Least Significance Different (LSD Test) with SPSS 16.0 application. The results showed that the concentration value of LC50-48 hours methomyl insecticide in earthworms (Eisenia foetida) is 14,03 ppm and the treatment of methomyl insecticide at low dan high concentration showed that there was a significant difference in the number of earthworms dan there was no significant difference in biomass and body length of earthworm.Keywords: : Eisenia foetida, growth, iinsecticide, LC50, metomil 
PERFORMANS PERTUMBUHAN CACING TANAH (Eisenia foetida) AKIBAT PEMBERIAN INSEKTISIDA DIAZINON Anni Khamidah; Ciptono Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 8, No 1 (2022): Kingdom: The Journal of Biological Studies
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v8i1.18231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 48 jam insektisida Diazinon pada cacing tanah (Eisenia foetida) dan pengaruhnya terhadap performans pertumbuhan cacing tanah (Eisenia foetida). Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap penelitian: tahap pertama merupakan penelitian untuk mendapatkan LC50 48 jam dan tahap kedua adalah penelitian uji toksisitas sublethal yang menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 konsentrasi perlakuan yaitu 0,05 ppm, 0,25 ppm, 1,25 ppm, 6,25 ppm, dan 31,25 ppm. Data dianalisis dengan menggunakan one way anova dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini adalah pada uji pendahuluan didapatkan LC50 48 jam yaitu 1,18 ppm. Pada semua konsentrasi yang digunakan untuk uji toksisitas sublethal didapatkan hasil bahwa insektisida Diazinon dengan nilai signifikansi P0,05 berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot tubuh cacing, dan pertambahan panjang tubuh cacing. Pemaparan insektisida ini juga menyebabkan perubahan morfologi seperti warna tubuh cacing menjadi pucat dan mengalami perubahan perilaku menjadi lebih sensitif ketika disentuh.Kata kunci: Diazinon, Eisenia foetida, insektisida, LC50, pertumbuhan.
PENGARUH KOMBINASI MEDIA ONGGOK AREN DAN SERBUK GERGAJI BATANG POHON KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KOKON CACING TANAH Eudrilus eugeniae Hesti Lokaningrum; Suhandoyo Suhandoyo; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 7 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i7.7867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media onggok aren dan serbuk gergaji batang pohon kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi kokon cacing tanah Eudrilus eugeniae. Objek penelitian ini adalah cacing Eudrilus eugeniae yang telah memiliki klitelum dan dipelihara dalam 5 kombinasi media yang berbeda, yaitu onggok aren 100%, onggok aren 75% + serbuk gergaji kelapa 25%, onggok aren 50% + serbuk gergaji kelapa 50%, onggok aren 25% + serbuk gergaji kelapa 75%, dan serbuk gergaji kelapa 100%. Setiap kombinasi media dilakukan 5x ulangan. Pemeliharaan dilakukan pada bak plastik dengan ukuran 30 x 37 x 4 cm. Setiap bak media berisi 28 gram cacing. Semua perlakuan diberi pakan yang sama yaitu ampas tahu. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dengan 2 kali pengambilan data. Parameter dalam penelitian ini yaitu pertambahan biomassa cacing, jumlah kokon, bobot kokon, dan indeks kokon yang dianalisis menggunakan One Way Anova. Apabila terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji DMRT, sedangkan analisis jumlah kokon menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata dari kombinasi media onggok aren dan serbuk gergaji batang pohon kelapa terhadap biomassa dan jumlah kokon cacing Eudrilus eugeniae.  Kata Kunci: Eudrilus eugeniae, onggok aren, serbuk gergaji, batang, pohon kelapa, pertumbuhan, kokon
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris, L.) TERHADAP PERKEMBANGAN FOLIKEL OVARIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.) Rizka Qoria Dwi; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 3 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i3.6811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kacang merah (Phaseolusvulgaris, L.) terhadap perubahan pendewasaan dan jumlah folikel ovarium tikus putih (Rattus norvegicus,L.).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap. Menggunakan 25 ekor tikus putih betina galur Wistar, umur ±2 bulan denganberat badan ±200 gram, dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing 5 ekor, yaitu P0 satu kelompok tanpaekstrak kacang merah digunakan sebagai kontrol. Empat kelompok lain diberi ekstrak kacang merahdengan dosis yang berbeda-beda, masing-masig P1 (50 mg ekstrak kacang merah), P2 (75 mg ekstrakkacang merah), P3 (100 mg ekstrak kacang merah), dan P4 (125 mg ekstrak kacang merah).Pemberianektrak kacang merah dilakukan selama 21 hari secara oral. Preparat ovarium dibuat dengan pewarnaanHematoxylin-Eosin (HE). Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatifdengan menghitung jumlah folikel ovarium yaitu, folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, folikel deGraff, korpus luteum, dan folikel atresia. Data dialasisis dengan One Way Anova, jika terdapat perbedaanhasil, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test).Hasil penelitian dan pembahasan pemberian ekstrak kacang merah (Phaseolus vulgaris, L.)terhadap perkembangan jumlah folikel ovarium tikus putih (Rattus norvegicus, L.) yaitu dapat disimpulkanbahwa pemberian ekstrak kacang merah berpengaruh terhadap perkembangan folikel ovarium tikus putihsecara signifikan (P 0,05) pada jenis folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, folikel de Graff danfolikel atresia, sedangkan pada korpus luteum pemberian ekstrak kacang merah tidak berpengaruh secarasignifikan (P0,05). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kacangmerah (Phaseolus vulgaris, L.) dapat mempengaruhi perkembangan folikel ovarium tikus putih (Rattusnorvegicus, L.). Pemberian dosis bertingkat, terbukti semakin meningkatkan jumlah folikel ovarium tikusputih yang meliputi folikel folikel primer, folikel sekunder, folikel tersier, folikel de Graff dan folikelatresia.Kata kunci: Ekstrak kacang merah, folikel ovarium, tikus putih.
PENGARUH EKSTRAK SEMANGGI AIR (Marsilea crenata) TERHADAP JUMLAH KELENJAR ENDOMETRIUM DAN KETEBALAN LAPISAN ENDOMETRIUM TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus, L.) Atik Nur Affiyati; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Prodi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i1.11971

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak semanggi air (Marsilea crenata)terhadap jumlah kelenjar endometrium dan ketebalan lapisan endometrium tikus putih betina (Rattus norvegicus,L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pola acak lengkap. Objek yang digunakan dalampenelitian ini adalah 20 ekor tikus putih betina yang berumur 2 bulan dengan berat rata-rata 150 gram dan belumpernah bunting. Tikus tersebut dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu kontrol (tanpa pemberian ekstraksemanggi air) dan 3 kelompok perlakuan, yaitu P1 (20 mg/kg BB), P2 (30 mg/kg BB) dan P3 (40 mg/kg BB).Variabel tergayut dalam penelitian ini adalah jumlah kelenjar endometrium dan ketebalan lapisan endometriumtikus putih betina. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Data ketebalan lapisan endometrium dan jumlah kelenjarendometrium dianalisis dengan analisis statistik One Way Anova untuk mengetahui ada tidaknya perbedaanpengaruh antara kelompok kontrol dan perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan ujiLSD (Least Significance Different) untuk membedakan antara kelompok perlakuan dan antar perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak semanggi air tidak memberikan pengaruh (P0.05)terhadap jumlah kelenjar endometrium pada semua dosis. Sedangkan pemberian ekstrak semanggi air memberikanpengaruh terhadap ketebalan lapisan endometrium (P0,05) yaitu pada dosis 20 mg/kg BB dan 40 mg/kg BB tetapitidak memberikan pengaruh pada kontrol dan dosis 30 mg/kg BB.Kata kunci: Ekstrak semanggi air (Marsilea crenata), jumlah kelenjar endometrium, tebal lapisan endometrium,tikus putih betina (Rattus norvegicus, L.)
PENGARUH EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya, L.) TERHADAP KETEBALAN LAPISAN ENDOMETRIUM DAN KADAR HEMOGLOBIN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.) Nadya Novalinda; triharjana triharjana; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 4 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i4.6978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya, L.) terhadap ketebalan lapisan endometrium dan kadar hemoglobin tikus putih (Rattus norvegicus, L).            Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan pola penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Obyek yang digunakan dalam penelitian yaitu tikus putih betina galur Wistar yang berumur ± 2 bulan dengan berat 150-200 gram yang belum pernah bunting. Tikus dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kontrol (tanpa pemberian ekstrak biji pepaya), perlakuan 1 (300 mg/150 gram BB tikus/hari), perlakuan 2 (350 mg/150 gram BB tikus/hari), dan perlakuan 3 (400 mg/150 gram BB tikus/hari). Variabel tergayut dalam penelitian ini adalah ketebalan lapisan endometrium dan kadar hemoglobin tikus putih. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Analisis One Way Annova digunakan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak terhadap ketebalan lapisan endometrium dan kadar hemoglobin.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji pepaya tidak memberikan pengaruh secara nyata (P0,05) terhadap ketebalan lapisan endometrium, namun berpengaruh nyata terhadap kadar hemoglobin (P0,05). Kata kunci: biji pepaya, ketebalan lapisan endometrium, kadar hemoglobin
PENGARUH KOMBINASI MEDIA SERBUK GERGAJI BATANG POHON KELAPA (Cocos nucifera, L.) DAN ONGGOK AREN (Arenga pinnata, Merr.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KOKON CACING Eisenia foetida Nur Tsani Rahmawati; Suhandoyo Suhandoyo; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 8 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 8 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i8.7882

Abstract

Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media pemeliharaan serbuk gergaji pohon kelapa dan onggok aren terhadap pertumbuhan dan produksi kokon cacing Eisenia foetida .Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek penelitian cacing Eisenia foetida yang dipelihara dalam lima media yaitu 100% serbuk gergaji batang pohon kelapa, 100% onggok aren, 75% serbuk gergaji batang pohon kelapa + 25% onggok aren, 50% serbuk gergaji batang pohon kelapa + 50% onggok aren, dan 25% serbuk gergaji batang pohon kelapa + 75% onggok aren. Penelitian dilakukan selama dua bulan dan dua kali pengambilan data. Parameter penelitian adalah pertambahan biomassa cacing, berat kokon, dan indeks kokon yang dianalisis menggunakan One Way Anova dan jumlah kokon yang dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan kombinasi media serbuk gergaji batang pohon kelapa dan onggok aren berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan yang ditandai dengan pertambahan biomassa cacing dan produksi kokon Eisenia foetida yang ditandai dengan pertambahan jumlah kokon. Kata Kunci: Kata Kunci: Eisenia foetida, pohon kelapa, onggok aren, pertumbuhan, kokon
PENGARUH EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya, L.) TERHADAP JUMLAH KELENJAR ENDOMETRIUM, JUMLAH ERITROSIT DAN LEKOSIT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) BETINA Anis Anya Habibah; triharjana triharjana; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 4 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i4.6979

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak biji pepaya (Carica papaya, L.) terhadap jumlah kelenjar endometrium, jumlah eritrosit dan lekosit pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina. Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih betina berumur 2 bulan dengan berat 150-250 gr yang belum pernah bunting. Tikus tersebut dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu kontrol (tanpa pemberian ekstrak biji pepaya), perlakuan 1 (300 gr/tikus/hari), perlakuan 2 (350 gr/tikus/hari), dan perlakuan 3 (400 gr/ tikus/hari).Variabel tergayut adalah jumlah kelenjar endometrium, jumlah eritrosit dan lekosit tikus putih betina. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Uji Kruskal Wallis digunakan untuk menganalisi pengaruh perlakuan terhadap jumlah kelenjar endometrium, untuk jumlah eritrosit dan lekosit dilakukan uji One Way Annova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji pepaya tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap jumlah kelenjar endometrium, dan jumlah eritrosit dengan (P0,05), tetapi berpengaruh nyata pada jumlah lekosit tikus putih betina dengan (P0,05). Kata kunci: ekstrak biji pepaya, kelenjar endometrium, eritrosit dan lekosit.
PENGARUH EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) TERHADAP JUMLAH KELENJAR DAN KETEBALAN LAPISAN ENDOMETRIUM TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus, L.) Sohifatul Hikmah; Ciptono Ciptono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 3 Tahun 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i3.12999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) terhadapjumlah kelenjar endometrium dan tebal lapisan endometrium tikus putih betina (Rattus norvegicus, L.). Penelitianini merupakan penelitian eksperimen dengan pola acak lengkap. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah20 ekor tikus betina berumur 2 bulan dengan berat rata-rata 150 gr. Perlakuan dibagi menjadi 4 kelompokperlakuan yaitu kontrol (tanpa pemberian ekstrak daun binahong), P1 (17,10 mg/kg BB), P2 (21,37 mg/kg BB), P3(25,65 mg/kg BB). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah kelenjar dan ketebalan lapisanendometrium tikus putih betina. Perlakuan dilakukan selama 21 hari dengan cara oral. Data jumlah kelenjar danketebalan lapisan endometrium dianalisis menggunakan statistik One Way Anova untuk mengetahui ada tidaknyaperbedaan pengaruh antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata, makadilanjutkan dengan uji Least Significance Different (LSD) untuk membedakan antara kelompok perlakuan danantar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong tidak memberikanpengaruh nyata (P0,05) terhadap jumlah kelenjar dan tebal lapisan endometrium.Kata kunci: Binahong, endometrium, kelenjar, tikus betina.