Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sifat Kimia Cookies dengan Substitusi Tepung Sorgum Yuniarti Dewi Rahmawati; Anggray Duvita Wahyani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v8i1.135

Abstract

Tepung sorgum dapat dijadikan sebagai bahan substitusi pembuatan makanan misalnya cookies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia dari cookies yang dibuat dari substitusi tepung sorgum. Metode yang dilakukan yaitu menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kadar air, protein dan karbohidrat menurun berbanding terbalik dengan bertambahnya konsentrasi tepung sorgum sedangkan kadar abunya semakin bertambah.
Hubungan antara Pengetahuan Gizi, Asupan Purin, dan Status Gizi terhadap Kejadian Gout Arthritis Susi Yulianingsih; Anggray Duvita Wahyani; Yuniarti Dewi Rahmawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.511 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4746

Abstract

Artritis gout merupakan penyakit degeneratif yang disebabkan oleh metabolisme purin yang abnormal yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah antara lain genetik, asupan purin, obesitas, jenis kelamin, dan konsumsi obat-obatan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, asupan purin, dan status gizi dengan kejadian gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Bulakamba. Desain penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 74 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa formulir pengetahuan gizi, formulir Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire, pengukuran berat badan dan tinggi badan serta pengukuran kadar asam urat. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dengan nilai 0,05. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa p-value untuk variabel pengetahuan gizi (0,009), asupan purin (0,000), dan status gizi (0,001) dimana p-value 0,05 yang artinya ada hubungan antara pengetahuan gizi, asupan purin, dan status gizi dengan kejadian gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Bulakamba.
HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR DAN STATUS GIZI BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA PESANTUNAN, KECAMATAN WANASARI, KABUPATEN BREBES Risky Fatikasari; Anggray Duvita Wahyani; Diah Ratnasari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 01 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i01.786

Abstract

Usia balita rentan terhadap berbagai penyakit termasuk yang dipengaruhi oleh makanan. Status gizi tergantung dari asupan gizi dan kebutuhan. Asupan makan balita dapat mempengaruhi status gizi. Kurangnya berat badan menurut umur (BB/U) dapat menjadi indikasi gizi kurang pada balita. Asupan makan utama pada bayi baru lahir adalah ASI. Pemberikan ASI eksklusif memungkinan anak memiliki status gizi yang lebih baik. Berat badan bayi lahir terutama BBLR dapat menjadi prediktor kasus underweight. penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan makan, pemberian ASI eksklusif, dan berat bayi lahir terhadap status gizi balita usia 24-59 bulan di Desa Pesantunan.Jenis penelitian ini observasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian adalah kuisioner dan pengukuran berat badan. Total sampel 80 balita dari 290 populasi. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Hasil p-value uji Chi-Square variabel asupan energi terhadap status gizi 0,795, asupan protein terhadap status gizi 1,000, asupan lemak terhadap status gizi 1,000, asupan karbohidrat terhadap status gizi 0,508, pemberian ASI eksklusif terhadap status gizi 0,085, berat bayi lahir terhadap status gizi 0,046. Terdapat hubungan antara berat bayi lahir terhadap status gizi balita, serta tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan asupan makan dari total energi, protein, lemak, dan karbohidrat terhadap status gizi balita.
HUBUNGAN ASUPAN MAKAN, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI DENGAN KADAR KOLESTEROL DARAH PRA LANSIA DAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOSARI Sofiatun Ahnia; Diah Ratnasari; Anggray Duvita Wahyani
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 4 No 01 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v4i01.788

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang telah menjadi perhatian nasional maupun global. Salah satu penyebab terjadinya PTM adalah tingginya kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol darah tinggi mudah melekat pada dinding pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan aterosklerosis. Kolesterol tinggi terjadi pada sebagian besar kelompok umur > 60 tahun. Meningkatnya kadar kolesterol dapat dipengaruhi oleh asupan makan, aktivitas fisik dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makan, aktivitas fisik, dan status gizi dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Losari. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 responden, dengan menggunakan analisis Chi square terdapat hubungan antara asupan lemak (p=0,040), asupan serat (p=0,042), dan status gizi (p=0,027) dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia, sedangkan asupan kolesterol (p=0,051) dan aktivitas fisik (p=0,506) tidak terdapat hubungan dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Losari. Terdapat hubungan antara asupan lemak, asupan serat dan status gizi dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia, dan tidak ada hubungan antara asupan kolesterol dan aktivitas fisik dengan kadar kolesterol darah pra lansia dan lansia. Menjaga asupan makan, serta meningkatkan aktivitas fisik dapat menghindari tingginya kadar kolesterol.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DAN FISIK PADA SERBUK JAHE MERAH, JAHE BESAR, DAN JAHE EMPRIT SEBAGAI IMUN BOOSTER Anggray Duvita Wahyani; Melly Fera
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v10i2.1168

Abstract

Sistem imun merupakan sistem daya tahan tubuh terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita. Substansi asing tersebut bisa berasal dari luar maupun dalam tubuh sendiri. Salah satu vitamin yang direkomendasikan sebagai peningkat imunitas tubuh adalah vitamin C. Vitamin C mempunyai efek meningkatkan sintesis vasopressor, meningkatkan fungsi sel kekebalan tubuh yaitu interferon dan sitokin. Jahe memiliki kandungan vitamin C yang relative tinggi dibandingkan dengan tanaman rimpang lainnya. Pengolahan jahe dari bahan mentah menjadi minuman membutuhkan beberapa proses tahapan. Pemanfaatan jahe menjadi produk olahan siap pakai merupakan salah satu cara agar konsumsi minuman herbal jahe menjadi lebih praktis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kandungan vitamin C pada serbuk jahe merah, jahe besar, dan jahe emprit. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu pembuatan serbuk jahe dengan 3 kali ulangan. Kandungan vitamin C dianalisis dengan uji one way Anova dengan signifikansi 95%. Hasil analisis diketahui rata-rata kandungan vitamin C tertinggi ada pada serbuk jahe merah, yaitu 18.11 mg/ 100 gr, dan kandungan terendah adalah jahe emprit, yaitu 10.21 mg/100 gr. Berdasarkan analisis organoleptic, diketahui serbuk jahe emrit mempunyai rasa paling pedas diantara kedua jenis jahe lainnya. Hasil uji Anova diketahui p= 0.000 (p<0.05), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan vitamin C pada serbuk jahe merah, jahe besar, dan jahe emprit.
Peningkatan Pengetahuan mengenai Kurang Energi Kronik (KEK) dan Gizi pada Ibu Hamil di Masa Pandemi Covid-19 Rifatul Masrikhiyah; Anggray Duvita Wahyani; Yuniarti Dewi Rahmawati; Rifqi Fery Balfas; Hanari Fajarini
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i6.10421

Abstract

One of the nutritional problems that occur in pregnant women is chronic energy deficiency (KEK) in pregnant women. KEK is a condition caused by an imbalance between intake and energy and protein requirements. Data for Basic Health Research (Riskesdas) in 2018 shows the prevalence of the risk of KEK in pregnant women (15-49 years) in Indonesia is still quite high at 17.3%. One of the causes of KEK is knowledge about low nutritional food intake. The purpose of this PkM is to increase the level of knowledge of pregnant women about nutrition and KEK. The method used in this PkM is counseling through lecture media. The results of the PkM show an increase in knowledge of pregnant women before (pre-test) and after (post-test) counseling on nutrition and KEK
ANALISIS KANDUNGAN SERAT PANGAN DAN ZAT BESI PADA COOKIES SUBSTITUSI TEPUNG SORGHUM SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF BAGI REMAJA PUTRI ANEMIA Anggray Duvita Wahyani; Yuniarti Dewi Rahmawati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v8i2.620

Abstract

Remaja putri termasuk salah satu kelompok yang rawan menderita malnutrisi dan anemia, yang dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh faktor gizi dan non gizi. Faktor gizi dapat disebabkan oleh ketidakcukupan asupan zat-zat gizi yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin, seperti energi, protein, zat besi, serat pangan dan asam folat. Oleh sebab itu, pemilihan makanan / camilan yang bergizi dan tinggi zat besi dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasinya. Sorghum merupakan salah satu jenis serealia bebas gluten yang mengandung protein, serat pangan dan zat besi tinggi. Cookies merupakan jenis kue kering yang disukai oleh remaja sebagai camilan. Subtitusi tepung sorghum dalam pembuatan cookies diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi terutama zat besi. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimental dengan satu faktor, yaitu proporsi tepung terigu dibanding dengan tepung sorghum yang terdiri dari 5 formula, yaitu: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 = 20% : 80%. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil kandungan serat pangan dan zat besi diketahui dengan uji laboratorium, sedangkan analisis statistik dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf keyakinan 95%. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kandungan zat besi (Fe) dan serat pangan tertinggi adalah P5 (formula 5) yaitu kandungan serat pangan 5.01% dan zat besi (Fe) 2.40 mg. Hasil uji ANOVA diketahui p< 0.05 sehinngga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan zat besi dan serat pangan pada tiap perlakuan
A FORMULASI BISKUIT DENGAN TEPUNG IKAN TERI DAN ISOLATE PROTEIN KEDELAI (Glycine mix) (Stolephorus sp) SEBAGAI PMT-P UNTUK BALITA GIZI KURANG Diah Ratnasari; Anggray Duvita Wahyani
Jurnal GIZIDO Vol 13 No 2 November (2021): Jurnal GIZIDO edisi November 2021
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/gizi.v13i2 November.1494

Abstract

The use of anchovy flour and soy protein isolate to be processed into biscuits has the potential to be an appropriate PMT Supplementary Feeding for undernourished toddlers than biscuits on the market. This study aims to determine the effect of substitution of anchovy flour and soy protein isolate on the nutritional content and acceptability of PMT-P biscuits. This research is a complete experimental design, namely anchovy flour biscuits with soy protein isolate. This research is included in the field of food technology and society. The method used in this study used an experimental method with one factor being tried, namely the proportion of wheat flour compared to anchovy flour and soybean protein isolate consisting of 5 levels, namely: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 = 20% : 80%. The experimental design used in this study was a completely randomized design. Each treatment was repeated 3 times to obtain 15 experimental units. The results of the calcium content in biscuits are known by laboratory tests, and acceptability will be carried out by hedonic test (preferred level) while statistical analysis by Analysis of Variance (ANOVA) test with 95% confidence level. The results showed that the highest average Calcium (Ca) content is P4 (formula 4) which is 1.32 mg Calcium content. The results of the ANOVA test are known to be p < 0.05 so that it can be concluded that there are differences in the content of Calcium in each treatment and preference test in the research that has been carried out and the analysis of color, texture, taste, aroma can be well received by consumers.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA MELALUI PARENTING GIZI BALITA (1-5 TAHUN) DIDESA JUBANG Nafisah Nafisah; Anggray Duvita Wahyani
ABDI MAKARTI Vol 2, No 1 (2023): ABDI MAKARTI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/abdimakarti.v2i1.411

Abstract

Nutritional problems will affect human resources (HR). Nutritional problems can occur due to direct factors and indirect factors. The direct factors are unbalanced nutritional intake and infectious diseases. While the indirect factors are the low availability of food at the household level, inadequate maternal parenting, and inadequate health services. Toddler nutritional status is measured based on age, weight (BB) and height (TB). based on a preliminary study conducted in the village of Jubang, stated that the highest prevalence was stunting of 11.1%, Underweight of 9.3%, and Malnutrition of 7.5%. . The counseling program was carried out in conjunction with the Posyandu program using lecture, discussion and question and answer methods. most of the education levels of mothers under five are SMA/SMK (50%) and work as housewives by 55% and there is an increase in knowledge of 2.05 points after the counseling program is carried out.
Hubungan Aktivitas Fisik, Frekuensi Latihan Senam dan Asupan Makan dengan Massa Lemak pada Peserta Senam Aerobik Sanggar Senam Poespyta Desa Cigedog Sinta Dewi Mulyani Sinta; Anggray Duvita Wahyani; Diah Ratnasari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 5 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v5i1.1262

Abstract

Berat badan ideal umumnya merupakan impian setiap perempuan, nyatanya tidak semua perempuan dapat memiliki berat badan yang ideal. Di Indonesia, sebanyak 13,5% usia 18 tahun keatas dengan status gizi lebih dan 28,7% mengalami kegemukan (IMT ≥ 25). Berdasarkan indikator RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) pada tahun 2015 hingga 2019 mencapai 15,4% mengalami obesitas (IMT ≥ 27). Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, frekuensi latihan senam dan asupan makan dengan massa lemak pada kelompok senam aerobik Sanggar Senam Poespyta Desa Cigedog. Penelitian ini menggunakan observasional analitik. Hubungan antara 2 variabel yaitu variabel terikat (massa lemak) dan variabel bebas (aktivitas fisik, frekuensi latihan senam dan asupan makan). Metode yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional sampel diambil dengan teknik total sampling dan analisa data menggunakan uji Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan Variabel aktivitas fisik terdapat hubungan yang bermakna dengan massa lemak diperoleh nilai p= 0,027. Variabel frekuensi latihan senam terdapat hubungan yang bermakna dengan massa lemak diperoleh nilai p=0,001. Variabel asupan lemak terdapat hubungan yang bermakna dengan massa lemak diperoleh nilai p=0,001. Variabel asupan karbohidrat tidak ada hubungan yang bermakna dengan massa lemak diperoleh nilai p=0,750. Variabel asupan protein tidak ada hubungan yang bermakna dengan massa lemak diperoleh nilai p=0,199. Kata kunci: aktivitas fisik, frekuensi latihan senam, asupan makan, massa lemak, aerobik