Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Asupan Makronutrien dengan Kejadian Stunting di Desa Kluwut Faris Tidar; Yuniarti Dewi Rahmawati; Anggray Duvita Wahyani
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 5 No 1 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v5i1.1263

Abstract

Stunting merupakan penilaian status gizi berdasarkan indikator tinggi badan sesuai umur (TB/U) dengan hasil antopometri menunjukkan nilai Z-score -2 sampai -3 (pendek/stuned) dan -3 (sangat pendek/stuned berat) akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan oleh gangguan pertumbuhan yang tidak sesuai dengan kebutuhan serta asupan gizi yang tidak mencukupi, kesehatan yang buruk, dan kurangnya perawatan yang mencukupi. Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik variabel bebas dan variabel terikat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square (uji x2). Jika hasil p-value 0.05 maka terdapat hubungan yang bermakna antara variabel bebas dengan variabel terikat. Nilai p-value pada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting adalah 0,002 yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting. Nilai p-value pada hasil hubungan asupan energi dengan kejadian stunting adalah 0,049 yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan kejadian stunting. Nilai p-value pada hasil hubungan asupan protein dengan kejadian stunting adalah 0,153 yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian stunting. Nilai p-value pada hasil hubungan asupan lemak dengan kejadian stunting adalah 0,103 yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dengan kejadian stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting di Desa Kluwut.
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN DAN DAYA TERIMA PADA BISKUIT TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus sp) DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI (Glycine mix) UNTUK PMT-P BALITA GIZI KURANG Ratnasari, Diah; Wahyani, Anggray Duvita
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2022): J-KESMAS Volume 8 Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v8i2.2674

Abstract

AbstrakSalah  satu  potensi  perikanan  laut  di  Indonesia  adalah  ikan  teri  ( Stolephorus  Sp ) Pemanfaatan ikan teri belum maksimal, upaya dikembangkan melalui penganekaragaman ikan teri salah satunya untuk pembuatan tepung ikan. Tepung Ikan teri diolah menjadi biskuit berpotensi menjadi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat untuk balita gizi kurang dan disubstitusi dengan isolat protein kedelai yang dimanfaatkan dalam  pembuatan  biskuit Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan teri dan isolat protein kedelai terhadap nilai gizi dan daya terima biskuit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan satu faktor yang dicoba yaitu proporsi tepung ikan teri dan isolat protein kedelai yang terdiri dari 5 taraf, yaitu: P1 = 100% : 0%; P2 = 80% : 20%; P3 = 60% : 40%; P4 = 40% : 60%; P5 =20% : 80%.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap. dengan 3 kali pengulangan.  Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata kandungan protein tertinggi adalah P5 (formula 5) Hasil uji ANOVA diketahui p< 0,05 sehinngga dapat disimpulkan terdapat perbedaan kandungan protein pada tiap perlakuan Demikian pula dengan proporsi ikan teri dan isolat protein kedelai berpengaruh terhadap daya terima biskuit  yaitu Rasa, Warna, aroma dan Tekstur biskuit (p<0,05). Kata kunci : tepung ikan teri, isolat protein kedelai  , biskuit
HUBUNGAN ASUPAN MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP STATUS GIZI SISWA SMKN 1 KOTA TEGAL Risky Fatikasari; Anggray Duvita Wahyani; Rifatul Masrikhiyah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.287 KB) | DOI: 10.55606/jurrikes.v1i1.210

Abstract

Humans need nutrients to live, grow, develop, move, and maintain health. Nutritional needs are not the same for everyone. The growth and development of school-age children, especially teenagers, depends on providing adequate and balanced nutrition. Teenagers have more a lot of activities that affect the amount of energy the body needs. If there is an imbalance between food intake and output of energy for a long time, it can also affect the value of a person's nutritional status. Nutritional status is one of the important elements in shaping health status. Nutritional status is a condition caused by a balance between food intake and nutritional needs. The purpose of this study was to determine the relationship between food intake, physical activity, and nutritional status in students of Vocation High School 1 Tegal City. The research design use analytic with a cross sectional design approach. The research instrument use a questionnaire and direct measurement. The number of samples in this study are 33 people. Sampling methode use simple random sampling. Statistical tests were carried out using the Somers’d test with a value of 0,05. If the p value is less than 0,05 then the results of the study are meaningful. From the results of the analysis, it finds that there is a relationship between food intake and nutritional status, and there was no relationship between physical activity and nutritional status.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Asupan Makronutrien terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Desa Pagejugan Sari, Meliana Meta; Wahyani, Anggray Duvita; Rahmawati, Yuniarti Dewi
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe , dan jumlah asupan makronutrien dengan kejadian anemia pada ibu hamil di desa pagejugan. Penelitian menggunakan teknik proposive sampling. Hasil penelitian enunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi Fe patuh 32 (64%) tidak patuh 18 ( 36%). Tingkat kecukupan asupan karbohidrat sesuai 17 (34%) tidak sesuai 33 (66%). Tingkat kecukupan asupan protein sesuai 25 (50%) tidak sesuai 25 (50%). Tingkat asupan lemka sesuai15 (30%) tidak sesuai 35 (70%) . Hasil uji chis-quare variabel kepatuhan konsumsi Fe ( p= 0,962) tingkat asupan karbohidrat (p= 0,752) tingkat asupan protein(p=0,04) tingkat asupan lemak (p= 0,135). Kesimpulan Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe, asupan karbohidrat, asupan lemak dan terdapat adanya hubungan antara asupan protein dengan kejadian anemia pada ibu hamil di desa Pagejugan
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU MENGENAI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BALITA DI DESA KUPU, KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH Wahyani, Anggray Duvita; Purwanti, Yunika; Ratnasari, Diah
MINDA BAHARU Vol 8, No 2 (2024): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v8i2.6986

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis komunitas memegang peran strategis dalam mengedukasi masyarakat, terutama melalui kader-kadernya. Namun, keterbatasan pengetahuan kader Posyandu tentang pentingnya pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi seimbang sering kali menjadi kendala dalam memberikan pelayanan yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa pelatihan dan pendampingan yang fokus pada peningkatan kapasitas kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu di Desa Kupu Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah mengenai PMT balita yang bergizi seimbang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan dan praktik pengolahan makanan. Kegiatan dilaksanakan selama empat minggu dengan melibatkan 25 kader Posyandu. Hasil pengabdian enunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pelatihan, dimana sebelum pelatihan hanya 20% peserta yang memiliki pengetahuan cukup, dan meningkat menjadi 84% setelah pelatihan. Selain itu, para kader berhasil mempraktikkan penyusunan dan pengolahan menu PMT berbasis bahan pangan lokal. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Desa Kupu Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah serta menurunkan prevalensi stunting di daerah tersebut.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Desa Wanasari ratna, diah ratnasari; Qurotunnisa, Lulu Hammada; Wahyani, Anggray Duvita
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 02 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i02.1680

Abstract

Berdasarkan hasil data Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, data menunjukan status gizi balita berdasarkan indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB selama tahun 2019. Jumlah balita yang ditimbang sebanyak 113.144 balita. sebanyak 9.366 balita ( 8,28% ) dikategorikan balita gizi kurang. Desa Wanasari menempati urutan pertama dari 6 desa, di wilayah Puskesmas Sidamulya Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes sejumlah 38 balita atau 17% di tahun 2019 dari sejumlah 218 balita di Desa Wanasari dan di tahun 2020 angka balita gizi kurang menjadi 35 balita dari 15% dari sejumlah 227 balita, dan data balita terbaru di tahun 2021 yaitu sebanyak 129 dari 168 balita. Penelitian ini merupakan penelitian exsplantory reaserch (penjelasan) hubungan antara 2 variabel atau lebih yaitu variabel terikat (Status Gizi Balita) dan variabel bebas (ASI ekslusif, pengetahuan, perilaku, pekerjaan ibu dan asupan makan balita). Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita di Desa Wanasari Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes telah dilaksanakan sejak bulan Juli 2021. Responden dalam hal ini adalah Ibu- ibu yang memiliki balita usia 12-24 bulan.Tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita di Desa Wanasari, Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita di Desa Wanasari, ada hubungan antara perilaku ibu dengan status gizi balita di Desa Wanasari, ada hubungan asupan makan dengan status gizi balita.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Pada Pelayanan Makanan di Rumah Sakit Tk IV 04.07.01 Tegal Rahmawati, Yuniarti Dewi; Eliyanti; Wahyani, Anggray Duvita
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 02 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i02.1686

Abstract

ABSTRACT Hospital kitchen Tk.IV 04.07.01 Tegal is part of a nutrition installation that functions as a services operations process, it is necessary to improve food services for inpatients at Tk.IV Hospital 04.07.01 Tegal through customer satisfaction. Objective in this riset is To determine patient satisfaction with nutrition services at Tk.IV Hospital 04.07.01 Tegal. Researchers used a survey method on patients aged 25-45 years. In Tangibles patient satisfaction (real form) obtained 66.6%, in the aspect of Reliability (reliability) obtained 65%, the aspect of Responsiveness expectation (agreness) obtained a score of 63%, in the aspect of Assurance (assurance) obtained a score of 80% and on the aspect of Empathy (empathy) obtained a percentage of 78%. all aspects of expectations have a smaller score than the reality score so it can be said that the food service has met expectations because reality is greater than expectations. Patient satisfaction with food service at Tk.IV Hospital 04.07.01 Tegal at the Satisfied level with the aspect that has a big influence on customer satisfaction, namely Assurance (guarantee)
Pendampingan dan Pelatihan Drafting Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai Upaya Optimalisasi Perlindungan terhadap Karya Inovatif Masyarakat Brebes Umisara, Elinda; Kurniawan, Prasetyo Yuli; Yulianto, Andi; Wahyani, Anggray Duvita
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 5 No. 02 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v5i02.1691

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Brebes, khususnya para inovator lokal, tentang pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terhadap karya-karya inovatif. Kurangnya pengetahuan mengenai HKI menyebabkan banyak inovasi lokal tidak terlindungi dengan baik, sehingga rentan terhadap pencurian atau penggunaan tanpa izin. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan drafting HKI, serta pendampingan dalam penyusunan dokumen HKI. Dalam proses ini, peserta diberikan pengetahuan dasar mengenai konsep HKI dan teknik penyusunan dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran hak cipta. Selain itu, simulasi pengajuan HKI juga dilakukan agar peserta lebih familiar dengan langkah-langkah proses pendaftaran. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman peserta terhadap mekanisme HKI dan kemampuan mereka dalam menyusun dokumen HKI. 10 dokumen HKI telah selesai diajukan oleh peserta melalui pendampingan ini. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan minat masyarakat Brebes dalam melindungi karya-karya inovatif mereka secara hukum, sehingga ekosistem inovasi lokal semakin berkembang dan kuat.
Analisis Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Perubahan Berat Badan dan LILA Pada Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja PUskesmas Kemurang Wetan Nurjanah, Nana; Wahyani, Anggray Duvita; Rahmawati, Yuniarti Dewi
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 01 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i01.1790

Abstract

Backgroud: Pregnant women with nutritional and health problems impact the health and safety of both the mother and the baby, as well as the quality of the baby born. The condition of pregnant women with KEK is at risk of reducing muscle strength that helps the birth process, which can result in fetal death (miscarriage), premature birth, birth defects, Low Birth Weight (LBW) and even infant death. Pregnant women with KEK can interfere with fetal growth and development, namely physical growth (stunting), brain and metabolism, which can cause non-communicable diseases in adulthood. The prevalence of KEK pregnant women in the Kemurang Wetan Community Health Center area is higher at 18.67% compared to the district level prevalence of only 11.94%. Therefore, in 2024 to improve the nutritional status of pregnant women with KEK, a program will be implemented to provide PMT to pregnant women. Objective: To analyze the provision of additional food on changes in body weight and LILA of KEK pregnant women in the Kemurang Wetan Community Health Center work area. Methods:This study used a descriptive analytical study with a cohort design. Descriptive analytical research analyzes the relationship between independent and dependent variables. Researchers analyzed the provision of supplementary feeding with changes in body weight and MUAC in pregnant women with chronic energy deficiency (CED) in the Kemurang Wetan Community Health Center working area using primary data. The study sample consisted of all pregnant women with CED in the first and second trimesters in February 2025. The results: In the body weight variable before and after PMT, the p value was obtained = 0.00, p <α with a paired t-test, meaning Ha was accepted. And in the LILA variable before and after PMT, the p value was obtained = 0.00, p <α with the Wilcoxon test, so Ha was also accepted. Conclusion: There is a difference between the body weight and LILA of KEK pregnant women before and after giving additional food. Key Word: Supplemental feeding, Chronic Energy Deficiency, Body weight, LILA
Hubungan Tingkat Kepatuhan Konsumsi PMT Lokal dengan Status Gizi Balita Wasting di Puskesmas Bulakamba Brebes Ida Eliyah; Setyaningsih, Sulasyi; Wahyani, Anggray Duvita
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 7 No 01 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v7i01.1795

Abstract

Wasting is a form of malnutrition reflected in a child's weight being too low for their height. Wasting is caused by several factors, including direct and indirect causes. First, direct causes are dietary intake or infection, or a combination of both. One effective approach to addressing malnutrition in toddlers is to provide nutrient-rich supplementary foods. Compliance with the consumption of local supplementary foods is considered a determining factor in the success of nutritional interventions. The purpose of this study was to analyze the relationship between compliance with local supplementary foods (PMT) and the nutritional status of wasted toddlers. This study was conducted in the Bulakamba Community Health Center (Puskesmas) area of Brebes Regency. This was a quantitative observational study with a cross-sectional design. Most (63.7%) of wasted toddlers who were given local supplementary foods were compliant with their supplementary foods, while 36.3% were non-compliant. Most (60%) of wasted toddlers experienced an improvement in their nutritional status to normal, while 40% of wasted toddlers did not experience any improvement in their nutritional status. The results of the chi-square test on the variable level of compliance with nutritional status obtained a p value <0.05 (p = 0.037). There is a significant relationship between the level of compliance with local supplementary food consumption and the nutritional status of wasting toddlers.