Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Apakah Kualitas Institusi Berpengaruh pada Arus Masuk FDI di ASEAN? Septiantoro, Ali Akbar; Hasanah, Heni; Alexandi, Muhammad Findi; Nugraheni, Sri Retno Wahyu
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 20, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the impact of institutional quality (government effectiveness index, voice and accountability index, and political stability) and economic variables (Gross Domestic Product [GDP], inflation, trade openness, and gross fixed capital formation) on Foreign Direct Investment (FDI) inflows in ASEAN 2012–2016 by using panel data analysis. The obtained results indicate that economics variables have a greater impact on FDI than political stability indicator. Our findings also suggest that insignificant effect of democracy and institutional quality indicator on FDI caused by the high level of corruption in ASEAN which maybe has a crowding out effect to level of democracy and institutional quality.
Strategi Penciptaan Nilai Pada Produk Mikro Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Kantor Wilayah Jakarta Tahun 2021-2022) Rura, Guntur; Findi, Muhammad; Suprayitno, Gendut
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 18 No. 1 (2023): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.18.1.11-17

Abstract

BSI has a strong commitment to MSME to improve, grow and continue to develop. One form of BSI support for MSME is by distributing financing to the micro business segment. The aims of the research are (1) to formulate internal strengths and weaknesses, as well as external opportunities and threats, (2) to determine business strategies that can be implemented, and (3) to explain strategies that will be used to influence customer decisions in selecting micro products at BSI. Jakarta area. Determination of respondents by purposive sampling, with consideration of those who master the problem, totaling five people from BSI management, practitioners and academics. Data analysis with Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal-External (IE) and Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) matrices. and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) to determine strategic priorities. The results of the identification of internal strategy factors found that the main strength of BSI Jakarta regional office in distributing microfinance was an easy and fast financing process with a total score was 0.49. The main weakness that affects the microfinance distribution process at the BSI Jakarta regional office is the lack of Islamic banking literacy with a total score is 0.28. The large number of people who do not have an Islamic bank account is the main opportunity with a total score is 0.47. The main threat to BSI's Jakarta regional office in distributing microfinance is the strong existence of conventional banks with a total score is 0.33. The positioning of the IE matrix strategy is based on the results of the total IFE values weighted on the x-axis and the total values of the EFE matrix on the y-axis. The total value of the IFE matrix is 3.01 and EFE matrix is 2.63. This value shows the position of BSI Jakarta regional office in the distribution of micro-financing located in cell IV, namely growth and development.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair dalam Kegiatan KKN-T di Kampung Rarahan, Cimacan, Cipanas Alexandi, Muhammad Findi; Firdaus, Ibrahim Dhiaulhaq; Widyarahman, Shaummiracle; Apriliani, Khairunnisa; Rahmawati, Anindya Intan; Setia, Muhammad Fuadi; Nuraisha, Asila Shafa; Ginting, Nurrul Auliannisa; Damayanti, Aprillia; Aisyah, Nabilla
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.2.159-167

Abstract

Kampung Rarahan merupakan salah satu dusun yang berada di Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Salah satu permasalahan umum yang ada di Desa Cimacan khususnya di dusun ini yaitu pengelolaan sampah yang masih belum baik. Program sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat Dusun Rarahan terkait dengan pemilahan sampah organik maupun anorganik, serta memberikan inovasi tepat guna berupa pembuatan pupuk organik cair dari limbah organik rumah tangga. Pupuk organik cair ini mudah untuk dipraktikkan serta bernilai ekonomis. Program sosialisasi ini diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan sampah di Kampung Rarahan. Kegiatan yang dilakukan di Dusun Rarahan meliputi pemberian materi, sesi diskusi, dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan pupuk organik bersama perwakilan petani dan ibu rumah tangga. Hasil pembuatan pupuk organik cair dari limbah organik rumah tangga dengan bantuan bioaktivator effective microorganism 4 (EM4) menunjukkan kualitas yang baik, dilihat dari warna kuning kecoklatan memiliki aroma yang asam khas fermentasi. Pada permukaan pupuk terdapat lapisan putih yang merupakan jenis jamur yang tumbuh setelah terbentuknya pupuk.
KLASIFIKASI INFLASI 34 IBUKOTA PROVINSI DI INDONESIA SEBELUM DAN SAAT COVID-19 MELALUI PENGELOMPOKAN WILAYAH DENGAN K-MEANS CLUSTERING Etrisia, Novi; Alexandi, Muhammad Findi; Asmara, Alla
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 12 No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v12i2.1597

Abstract

The magnitude of the national inflation rate is the formation of aggregate figures from regional inflation. Formulating policies that target inflation is increasingly complex in the era of regional autonomy because each region has different factors and conditions that make it difficult to control. For this reason, special attention is needed in dealing with regional inflation. This study aims to classify regional inflation that occurred in Indonesia before and during the Covid-19 pandemic through a clustering approach using the K-Means Clustering method. The secondary data used in this study comes from the Central Bureau of Statistics (BPS) publications of the Republic of Indonesia. The results showed that after clustering, there were 19 provinces (55.88%) that experienced a decrease in the cluster level, 6 provinces (17.64%) experienced an increase in the cluster level and 9 provinces (26.4%) were stable at the cluster level. Overall, the Covid-19 outbreak that has hit the world economy has harmed provinces in Indonesia. This can be observed from the largest percentage of clusters, namely provinces that experienced a decrease in the inflation category, which was 55.88% and the highest number of provinces which were originally in 2017 were in cluster 3 (high inflation category) in 2021 which shifted to cluster 1 (inflation category). low). Based on the Paired Sample T-Test, there was a significant difference in clustering before Covid-19 (2017) and during Covid-19 (2021).
Dampak Akses-Infrastruktur, Penggunaan, Dan Keahlian Teknologi Informasi Dan Komunikasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hutagaol, Manuntun Parulian; Sibarani , David Richardo; Ahmad, Fahmi Salam; Asmara, Alla; Alexandi, Muhammad Findi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 8 No. 2 (2023): Inovasi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin pesat dan pemerintah akan memanfaatkannya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi utama di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak pembangunan TIK terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan dan membandingkannya antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur. Variabel independen utama yang digunakan, yaitu subindeks akses-infrastruktur TIK, subindeks penggunaan TIK, serta subindeks keahlian TIK. PDRB digunakan sebagai variabel dependen. Data terdiri dari 33 provinsi sepanjang tahun 2012 – 2021. REM menjadi pilihan terbaik untuk ketiga model. Berdasarakan hasil model pertama sisi akses-infrastruktur dan penggunaan TIK secara signifikan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, hasil model kedua dan ketiga menunjukkan bahwa Indonesia bagian timur merasakan dampak lebih besar untuk sisi akses-infrastruktur. Sedangkan, pada sisi penggunaan hanya Indonesia bagian barat saja yang secara signifikan berdampak positif. Kata Kunci: Akses-Infrastruktur, Keahlian, Penggunaan, Pertumbuhan Ekonomi, TIK
Ekonomi Politik Kebijakan Bantuan Sosial Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Findi, Muhammad; Marzidah, Marzidah; Probokawuryan, Mutiara
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 5 No. 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.739-742

Abstract

Beberapa rekomendasi strategis yang perlu diperhatikan diantaranya Kementerian Sosial sebagai lembaga eksekutif yang bertanggung jawab di dalam pengelolaan program bantuan sosial seperti PKH dan BPNT sebelumnya harus melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke daerah pada lokasi kantung-kantung kemiskinan yang terdampak pandemik Covid-19, baik dari aspek jumlah maupun kualitas barang dan dana yang disalurkan. Keluarga penerima manfaat atau KPM yang akan menerima PKH maupun BPNT harus dipantau keberlangsungan hidupnya, jangan sampai terjadi penambahan miskin baru akibat terlambatnya pencairan dana PKH maupun BPNT, ataupun ada pemanfaatan dana yang keliru oleh KPM secara tidak terkendali yang tidak berdampak dalam mengurangi beban keluarga penerima manfaat. Perlunya sistem yang terintegrasi dan koordinatif antar lembaga pemerintah pusat yang diwakili oleh kementerian sosial dengan DPR RI dan pemerintahan daerah, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kota dan kabupaten dalam mencegah terjadinya korupsi pemotongan dana bansos. Penegakan hukum yang tegas tanpa tebang pilih wajib dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK bagi pelaku kejahatan korupsi yang memanfaatkan dana bantuan sosial secara sepihak dan merugikan anggaran negara.
Analisis Strategi Untuk Meningkatkan Daya Saing Program Warung BAZNAS Kabupaten Sukabumi Findi, Muhammad; Muhandri, Tjahja; Ayu, Esti Rahmani
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.19.2.120-126

Abstract

Usaha mikro dalam penyerapan tenaga kerja merupakan sektor usaha yang berhasil mengurangi jumlah pengangguran. Warung BAZNAS terbentuk tahun 2019 sebagai usaha sembako berjumlah 50 warung. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengidentifikasi jumlah Warung BAZNAS yang masih beroperasi dan yang tidak beroperasi (tutup). 2. Mengidentifikasi berapa persen Warung BAZNAS yang menjadi munfiq. 3. Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman Warung BAZNAS. 4. Menyusun strategi Warung BAZNAS. Data yang diperoleh menggunakan Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT) dan Lima Kekuatan Porter. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Warung BAZNAS yang semula berjumlah 50, kini hanya 33 yang masih beroperasi. 2. Jumlah Warung BAZNAS yang menjadi munfiq pada tahun 2021-2023 sebanyak 32 warung atau 64%. 3. Warung BAZNAS berada pada kuadran V termasuk perusahaan yang tahan dan mempertahankan. Fokus organisasi ini adalah terobosan di pasar dan pengembangan produk (David et al 2011). 4. Strategi analisis SWOT adalah pencatatan penjualan sederhana, pelayanan prima, diskon atau potongan harga, sistem pembayaran kepada distributor, pemilihan lokasi strategis, pengembalian barang kepada distributor, sistem pengiriman barang dari distributor, pengadaan barang dagangan dari distributor, harga jual yang bersaing. Sedangkan strategi Five Forces meliputi persaingan dalam industri yaitu warung sembako, potensi masuknya pesaing baru yaitu warung baru, potensi pengembangan produk substitusi yaitu keragaman produk sembako, daya tawar pemasok yaitu distributor, dan daya tawar konsumen yaitu persepsi harga
Strategi Pemasaran Produk Mitraguna Di PT Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus Di Region IV Jakarta) Suharjo, Budi; Findi, Muhammad; Tuanaya, Syarief Hidayat
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.20.1.63-71

Abstract

Bank Syariah Indonesia (BSI) Region IV Jakarta adalah salah satu wilayah dari BSI yang memfokuskan pertumbuhan pembiayaan mitraguna kepada instansi pemerintah maupun BUMN di Jakarta. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi profil nasabah yang memilih pembiayaan consumer Mitraguna di BSI; (2) Menganalisis faktor lingkungan eksternal dan internal yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan pembiayaan consumer Mitraguna BSI; dan (3) Menyusun strategi bisnis yang tepat sesuai dengan faktor lingkungan eksternal dan internal BSI. Penelitian dilakukan di BSI Region IV Jakarta, pemilihan lokasi kajian dilakukan secara purposive, dengan pertimbangan kesediaan pihak manajemen bank untuk dijadikan lokasi kajian dan tersedianya data yang diperlukan. Waktu penelitian dilakukan bulan Juni-September 2024. Penelitian bersifat studi kasus yang dilakukan dengan cara menelusuri data dan informasi berupa faktor-faktor lingkungan, yaitu internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja bank yang digambarkan dengan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil skor total matriks IFE dan EFE selanjutnya dilakukan pemetaan dengan matriks Internal-External (IE) dan perumusan strategi untuk merumuskan alternatif strategi utama dengan matriks strengths, weaknesses, opportunities and threaths (SWOT). Penentuan prioritas strategi dengan quantitative strategic planning matrix (QSPM). Hasil identifikasi faktor lingkungan internal sebagai dasar penentuan posisi perusahaan dengan matriks IE menunjukkan PT BSI Region IV Jakarta terletak pada sel V, yaitu jaga dan pertahankan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh alternatif strategi yang dapat diterapkan dan berdasarkan perhitungan dalam matriks QSP, diperoleh hasil strategi yang diprioritaskan untuk diimplementasikan, yaitu membangun kemitraan atau kolaborasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan memenuhi harapan nasabah
The Political Economy of Household Expenditure in Indonesia Alexandi, Muhammad Findi; Murti, Prima Puspita Indra
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v14i1.22794

Abstract

The study analyzed the data released by BPS RI from 2010 to 2019. There is a tendency for the growth rate of Indonesian people's spending on food and non-food to be lower than the growth rate of its national disposable income. This shows that Indonesian income has entered the upper-middle-income level. Further, some of the income earned has been saved or invested. A descriptive analysis and double linear regression analysis are used in this study. Data shows that household spending on GDP in Indonesia is more than 50%. This study finds a shift in household expenditure structure between food and non-food consumption. Food expenditure experienced a steep decline from 1999 to 2019. The analysis shows that independent variables encompassing inflation, national disposable income, public saving position and ZIS funds distribution significantly influenced household expenditure.  AbstrakPenelitian ini menganalisis data yang dirilis BPS RI tahun 2010 hingga 2019 tentang kecenderungan laju pertumbuhan pengeluaran masyarakat Indonesia untuk makanan dan nonmakanan. Data menjelaskan bahwa pengeluaran makana lebih rendah dari pendapatan disposabel nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat Indonesia memasuki tingkat pendapatan menengah ke atas. Saat ini, lebih banyak orang yang menginvestasikan pendapatan mereka. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda dan menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga terhadap PDB di Indonesia lebih dari 50%. Struktur pengeluaran rumah tangga dari konsumsi makanan bergeser ke bukan makanan. Ditemukan bahwa pengeluaran pangan mengalami penurunan tajam dari tahun 1999 hingga 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel bebas yang meliputi inflasi, pendapatan disposabel nasional, posisi tabungan masyarakat, dan penyaluran dana ZIS berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga.
Website Design for Providing Product Price Information of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Retail Business Sipahutar, Luat Paska; Findi, Muhammad; Neyman, Shelvie Nidya
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 7 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v4i7.1122

Abstract

MSMEs dominate Indonesia’s economy, comprising 99.99% of business units, yet face challenges in digital adoption. This study addresses the gap by designing a website to streamline retail pricing information for Bekasi Regency’s MSMEs, leveraging rebranding and technology to enhance market reach. The research aims to develop a user-friendly website (www.produkumkmsejahtera.com) for price transparency, validate its effectiveness, and analyze MSME digital engagement. Conducted from November 2024 to January 2025, the research employed a mixed-method approach: surveys with 150 MSMEs, validity/reliability tests (Cronbach’s alpha 0.956), and iterative website development using CSS, HTML, JavaScript, and Laravel. Data collection included GPS-based price tracking and WhatsApp integration for customer interaction. The logo and responsive design significantly improved user engagement. Dominant sectors were crafts (weaving, leather) and food (presto milkfish). Validity tests confirmed robust metrics for information quality and trust. The study highlights the need for digital tools in MSME growth, recommending a future Play Store app with payment features. Findings support policymakers and MSMEs in adopting scalable digital solutions.