Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Rasio Ketinggian dan Luasan Lantai Setback Dua Arah Terhadap Respons Dinamik Struktur Remigildus Cornelis; Raynaldo Lewlelek; Andi Kumalawati
Jurnal Permukiman Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.83-91

Abstract

Struktur bangunan setback adalah jenis struktur dengan luasan lantai yang berkurang akibat tonjolan ke dalam atau memiliki suatu lonjakan bidang lantai. Beberapa faktor yang mempengaruhi respons struktur dengan desain setback terhadap beban gempa meliputi rasio luasan setback, rasio tinggi setback, arah setback (satu arah atau dua arah), dan letak setback (simetris atau asimetris) akan ditinjau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak dari rasio luasan dan ketinggian lantai setback dua arah terhadap respons dinamik struktur menggunakan beberapa variasi model setback yang sesuai dengan persyaratan SNI 1726:2019. Dalam penelitian ini, terdapat sepuluh model struktur yang diteliti, terdiri dari satu model struktur tanpa setback (model kontrol) dan sembilan model struktur dengan desain setback dua arah. Respons struktur pada model-model ini terhadap beban gempa dianalisis menggunakan metode respons spektrum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio luasan dan ketinggian setback yang semakin meningkat akan mengakibatkan penurunan perpindahan antar tingkat, gaya geser dasar, gaya geser antar tingkat, dan kekakuan struktur antar tingkat. Pada lantai setback, simpangan antar tingkat, momen maksimum balok dan momen maksimum kolom antar tingkat akan semakin besar sebaliknya akan semakin kecil pada lantai tingkat non setback. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan rasio luasan dan ketinggian setback yang memenuhi persyaratan SNI 1726:2019 adalah struktur setback jenis MRL36 yaitu jenis struktur dengan rasio luasan setback 36% dari luasan total dan rasio ketinggian setback 25% dari tinggi total struktur.
Evaluasi Kinerja Ruas Jalan dan Penataan Area Parkir di Pasar Tradisional : (Studi Kasus Pasar Baru Atambua) Fernandes, Elena Sofia Junita; Frans, John H.; Cornelis, Remigildus
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 4 No 1 (2024): Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 No.1 Mei 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v4i1.14785

Abstract

Pasar merupakan elemen sentral dalam kehidupan ekonomi masyarakat, namun seiring berkembangnya suatu kota dan peningkatan jumlah kendaraan telah menimbulkan tantangan signifikan, terutama di kawasan Pasar Baru Atambua. Peneliti ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan dan penataan area parkir di ruas jalan kawasan Pasar Baru. Data penelitian mencakup parameter derajat kejenuhan untuk kinerja lalu lintas dan karakteristik area parkir. Hasil evaluasi kinerja ruas jalan menunjukkan bahwa ketiga ruas jalan di Pasar Baru memiliki tingkat pelayanan yang baik. Ruas Jl. Vetor Lidak memiliki derajat kejenuhan sebesar 0.41, ruas Jl. Adam Malik sebesar 0.53, dan ruas Jl. Pramuka sebesar 0.49. Meskipun tingkat pelayanan baik, masalah parkir muncul dan mempengaruhi kinerja ruas jalan. Parkir on-street yang tidak teratur dan variasi pola parkir menyebabkan kemacetan pada jam tertentu. Data juga menunjukkan bahwa meskipun turnover parkir baik, indeks parkir yang melebihi 100% kapasitas maksimum dapat mengurangi tingkat pelayanan.
Pengaruh Kapur, Fly Ash dan Bottom Ash Pada Stabilisasi Lempung Bobonaro Terhadap Sifat Makrostruktur Dan Mikrostruktur Hangge, Elsy Elisabet; Cornelis, Remigildus; Peni, Lilys N.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 4 No 1 (2024): Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 No.1 Mei 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v4i1.15669

Abstract

Lempung Bobonaro merupakan lempung ekspansif yang terdapat di Pulau Timor, Provinsi NTT. Lempung Bobonaro sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi akibat fluktuasi kadar air, sehingga perlu dilakukan stabilisasi tanah. Penelitian ini menggunakan sampel lempung Bobonaro dari Desa Oebelo yang distabilisasi dengan kapur 5%, fly ash dengan variasi 10%, 20%, dan 30% dan bottom ash 20% dari berat kering tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan stabilisasi pada lempung Bobonaro terhadap sifat makrostruktur dan mikrostruktur tanah menggunakan metode eksperimental. Hasil pengujian sifat makrostruktur tanah menunjukkan penambahan stabilisator menyebabkan penurunan berat jenis, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, kadar air optimum, potensi dan tekanan pengembangan tanah, serta peningkatan batas susut dan berat volume kering. Hasil pengujian sifat mikrostruktur tanah yang distabilisasi menunjukkan penurunan persentase mineral montmorilonit dan tanah yang distabilisasi menjadi struktur kristal atau blok sehingga meningkatkan kekompakan dan integritas tanah karena bahan stabilisator membuat pori-pori tanah dan retakan tanah terisi.
Efek Rasio Ketinggian Dan Luasan Lantai Setback Dua Arah Terhadap Respons Dinamik Struktur Cornelis, Remigildus; Raynaldo Lewlelek; Andi Kumalawati
Jurnal Permukiman Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.83-91

Abstract

Struktur bangunan setback adalah jenis struktur dengan luasan lantai yang berkurang akibat tonjolan ke dalam atau memiliki suatu lonjakan bidang lantai. Beberapa faktor yang mempengaruhi respons struktur dengan desain setback terhadap beban gempa meliputi rasio luasan setback, rasio tinggi setback, arah setback (satu arah atau dua arah), dan letak setback (simetris atau asimetris) akan ditinjau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak dari rasio luasan dan ketinggian lantai setback dua arah terhadap respons dinamik struktur menggunakan beberapa variasi model setback yang sesuai dengan persyaratan SNI 1726:2019. Dalam penelitian ini, terdapat sepuluh model struktur yang diteliti, terdiri dari satu model struktur tanpa setback (model kontrol) dan sembilan model struktur dengan desain setback dua arah. Respons struktur pada model-model ini terhadap beban gempa dianalisis menggunakan metode respons spektrum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio luasan dan ketinggian setback yang semakin meningkat akan mengakibatkan penurunan perpindahan antar tingkat, gaya geser dasar, gaya geser antar tingkat, dan kekakuan struktur antar tingkat. Pada lantai setback, simpangan antar tingkat, momen maksimum balok dan momen maksimum kolom antar tingkat akan semakin besar sebaliknya akan semakin kecil pada lantai tingkat non setback. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan rasio luasan dan ketinggian setback yang memenuhi persyaratan SNI 1726:2019 adalah struktur setback jenis MRL36 yaitu jenis struktur dengan rasio luasan setback 36% dari luasan total dan rasio ketinggian setback 25% dari tinggi total struktur.
PKM Penggunaan Limbah Plastik Untuk Akuaponik Pada Yayasan Tabor Mulia Kelurahan Lasiana Bunganaen, Wilhelmus; Cornelis, Remigildus; Krisnayanti, Denik Sri; Simatupang, Partogi H.; Pah, Jusuf J.S; Hangge, Elsy E.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 19 No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v19i1.18857

Abstract

Kupang merupakan ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kondisi iklim kering, karena musim hujan berlangsung hanya kurang lebih empat bulan dan delapan bulan musim kemarau. Ketersediaan air yang tidak cukup, menyebabkan pengolahan tanah dan tanaman sayur untuk skala rumah tangga terbatas. Begitupula untuk pemeliharaan ikan (kolam ikan) skala rumah tangga mengalami kesulitan. Sehingga diperlukan inovasi untuk pemenuhan kebutuhan, dengan cara pembudidayaan sayur mayur dan ikan air tawar melalui pembuatan akuaponik. Budidaya sayuran dan ikan air tawar melalui teknologi akuaponik dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah plastik. metode yang digunakan dalam pengabdian yakni Metode Diskusi atau Metode Ceramah, Metode Demonstrasi dan Metode Pendampingan. Pada pengabdian ini, sasaran kegiatan yakni para kaum difable di Yayasan Tabor Mulia (YTM) yang terletak di RT. 26 RW 07, Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil dari pelatihan dan demonstrasi yang dilakukan oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai pemahaman pada kaum difable Yayasan Tabor Mulia (YTM) terkait materi yang diberikan, melalui demonstrasi. Kata kunci: teknologi akuaponik, limbah plastik, kolam ikan, tanaman sayur.
Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Bersih di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur tapoona, Karolus Linus; Bunganaen, Wilhelmus; Cornelis, Remigildus
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 No. 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i1.20589

Abstract

Kebutuhan air bersih terus meningkat setiap tahun akibat pertumbuhan penduduk, perubahan musim, dan faktor sosial ekonomi. Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dengan luas 75,91 km² dan jumlah penduduk 41.690 jiwa pada 2021, mengalami tantangan serupa. Air bersih di wilayah ini disuplai dari beberapa mata air yaitu Mata Air Wai Okin, Mata Air Gere, Mata Air Letomatan, Mata Air Wai Bao, Mata Air Wai Doko, Mata Air Suban Poar dan Kali Bama yang berada di Desa Bama, Kecamatan Demon Pagong. Penelitian ini bertujuan memproyeksikan kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Larantuka hingga tahun 2041 dan menganalisis potensi ketersediaannya. Metode analisis meliputi proyeksi jumlah penduduk, murid, dan fasilitas, serta perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air bersih serta menghitung keseimbangan air. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih pada 2022 sebesar 56,208 liter/detik, meningkat menjadi 72,323 liter/detik pada 2041. Potensi ketersediaan air mencapai 1.280,531 liter/detik. Analisis keseimbangan air menunjukkan kelebihan suplai sebesar 1.224,323 liter/detik pada 2022 dan 1.208,208 liter/detik pada 2041. Dengan demikian, kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Larantuka hingga 2041 dipastikan terpenuhi.
PEMBANGUNAN KINCIR AIR UNTUK IRIGASI DI POLO DAN TURBIN AIR TIPE CROSSFLOW UNTUK JARINGAN LISTRIK DI DESA LINAMNUTU KABUPATEN TTS, PROPINSI NTT Cornelis, Remigildus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1871

Abstract

Pembangunan kincir air untuk irigasi dan turbin air tipe open crossflow untuk jaringan listrik telah dilakukan di saluran irigasi desa Polo dan desa Linamnutu, Kecamatan Bena, Kabupaten TTS. Data-data potensi energy alternatif sesuai hasil survey lapangan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai berikut; a) Pada saluran irigasi desa Polo, debit aliran (pengukuran sesaat) berfluktuasi antara 0,2-1,0 m3/s, kecepatan 0,2-0,5 m/s, dan beda tinggi rata-rata 1 m per 300 m panjang saluran. b) Pada saluran irigasi desa Linamnutu, debit aliran (pengukuran sesaat) relatif stabil 1,34 m3/s, kecepatan 2,52 m/s dan beda tinggi pada salah satu terjunan 3,4 m. Berdasarkan data-data ini, dilakukan desain kincir air untuk desa Polo dan telah dibangun untuk mengalirkan air ke lahan pertanian dengan kapasitas 42 m3/s, sedangkan di Desa Linamnutu dilakukan desain turbin air tipe open crossflow dan telah dibangun untuk membangkit tenaga listrik dengan daya terpasang 20 kW. Kincir air yang dibangun dengan model kincir air Undershot untuk melayani kebutuhan irigasi pada lahan pertanian masyarakat desa Polo dan model turbin air open crossflow pembangkit daya listrik untuk jaringan listrik masyarakat desa Linamnutu.
Studi Perilaku Pasta Geopolymer Ordinary Portland Cement Hybrid Cornelis, Remigildus; Rustendi, Iwan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.764

Abstract

Abstrak Kuat tekan awal pada pasta geopolymer akan tinggi jika menggunakan bantuan perawatan panas. Hal ini karena reaksi geopolimer bersifat endotermik. Ini adalah salah satu hambatan aplikasinya. Paper ini bertujuan memaparkan karakteristik pasta geopolimer-OPC hybrid tanpa perawatan panas. Pasta geopolimer-Portland semen hybrid diperoleh dengan memvariasi prosentase subtitusi OPC terhadap fly ash yaitu 0%, 5%. 10% dan 15%. Parameter yang ditinjau adalah konsistensi, Setting time dan kuat tekan. Hasil pengujian menunjukan karakteristik pasta geopolimer-OPC hybrid bahwa Nilai konsistensi lebih kecil dari konsistensi normal OPC, Semakin tinggi prosentase subtitusi fly ash setting time awal dan akhir semakin singkat kurang dari 1 jam, namun kuat tekan semakin meningkat. Hal menunjukkan bahwa geopolimer-OPC hybrid dapat digunakan untuk pekerjaan pengecoran yang membutuhkan waktu pengikatan awal yang singkat misalnya paving blok atau lapisan perkerasan jalan. Kata kunci: Karakteristik, Pasta, Geopolimer, Ordinary Portland Cement, Hybrid    Abstract Heat treatment on the geopolymer paste can result in high early compressive strength because the geopolymer reaction is endothermic. This condition is one of the obstacles to its application. This article describes the characteristics of geopolymer-Portland cement hybrid pastes without heat treatment. The hybrid geopolymer-Portland cement paste was obtained by varying the percentage substitution of Portland cement to fly ash, namely 0%, 5%, 10%, and 15%. Parameters observed are consistency, setting time, and compressive strength. The results show the characteristics of the hybrid geopolymer-Portland cement paste  Its consistency is smaller than standard Portland cement. The higher the percentage of substitution, the initial and the final setting time are shorter, less than one hour, but the compressive strength increases. This shows that hybrid geopolymer-Portland cement can be used for the works that require a short initial setting time, such as paving blocks or road pavement layers. Keywords: Characteristic, Paste, Geopolymer, Ordinary Portland Cement, Hybrid
Pemodelan Kinerja Lalu Lintas Simpang Bersinyal Menggunakan Metode Simulasi Vissim ( Studi Kasus : Simpang Bersinyal Patung Kirab, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang) Amuntoda, Odorikus Richard L.; Kumalawati, Andi; Cornelis, Remigildus
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 No.2 September 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v4i2.16081

Abstract

Simpang bersinyal adalah suatu persimpangan yang terdiri dari beberapa lengan dan dilengkapi dengan pengaturan sinyal lampu lalu lintas (traffic light). Simpang bersinyal merupakan suatu elemen yang cukup penting dalam sistem transportasi di pusat kota, salah satu simpang yang berada di Jln Frans seda Kota Kupang tepatnya di Bundaran Oebobo kecamatan Oebobo, Kota Kupang . Adapun metode yang digunakan untuk menganalisa simpang bersinyal dengan menggunakan metode simulasi software Vissim. Pada analisis menggunakan simulasi software vissim pada kondisi eksisiting di dapat nilai tundaan pada masing - masing kaki simpang antara lain , pada kaki simpang jalan frans seda arah timur laut memiliki nilai tundaan 56,01 dtk/skr ,pada kaki simpang jalan veteran memiliki nilai tundaan 53,99 dtk/skr , pada kaki simpang jalan frans seda arah barat daya memiliki nilai tundaan 47,01 dtk/skr dan pada kaki simpang jalan thamrin memiliki nilai 36,19 dtk/skr.
PEMETAAN POTENSI SUMBER DAYA AIR UNTUK PERTANIAN LAHAN PRODUKTIF (STUDI KASUS: DESA KAMBUHAPANG DAN DESA KAMBATAWUNDUT) Wilis, Kezia Georginia Patricia; Krisnayanti, Denik Sri; Cornelis, Remigildus
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v20i2.892

Abstract

Desa Kambuhapang and Desa Kambatawundut are villages located in the Lewa District of East Sumba Regency. This area is characterized by arid conditions and experiences an 8-month-long dry season. Most of the population in this region is engaged in agriculture, particularly dryland farming. The main water supply for agriculture in this area comes from low rainfall, resulting in limited water availability. The purpose of this study is to assess the water discharge potential in these two villages. Secondary data, including rainfall data, was obtained from two stations: the Waingapu meteorological station and the Lewa Paku rain station. Additionally, climatological data from 2012 to 2021 was used. ArcGIS 10.7 software was employed to map the area using Digital Elevation Model (DEM) data. The Modified Penman method was used to determine evapotranspiration, while the F.J. Mock method was applied to calculate the reliable discharge. The results showed that the average annual water availability, according to the F.J. Mock method, is 16.45 m³/s for the Lay Mbeda River and 16.54 m³/s for the Wai Wei River. The villages of Kambuhapang and Kambatawundut have sufficient water availability, with a total of 74.18% across an area of 63.12 km². The adequate water availability in these two villages is evident from the minimum discharge during the dry season, ranging from 6.60 to 7.12 m³/s. This indicates that the villages have sufficient water resources to support the expansion of productive agricultural land for the local community. The utilization of these water resources could be further optimized by providing supporting infrastructure to increase runoff storage, such as water reservoirs, small ponds, or retention basins.Keywords: mapping, water potential, water availability, waingapu, lewa paku