Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Green–Blue Infrastructure untuk Ketahanan Iklim dan Air di Nusa Tenggara Timur: Sebuah Systematic Literature Review dari Perspektif Semi-Arid Urban Systems Bara, Alvin Alfredo; Cornelis, Remigildus; Lau, Debora
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 7 No 02 (2025): Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v7i02.1902

Abstract

The semi-arid region of East Nusa Tenggara (NTT) faces increasing environmental pressures, including prolonged droughts, rising surface temperatures, and rapid runoff during short, intense rainfall events. These conditions necessitate nature-based solutions to restore hydrological balance and strengthen climate resilience. This study aims to identify the effectiveness of Green Infrastructure (GI) and Blue Infrastructure (BI) in addressing water scarcity and urban heat challenges, and to formulate an integrated GI–BI model that is adaptive to the socio-ecological conditions of NTT. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following PRISMA guidelines by examining nine recent international publications on GI–BI performance in semi-arid regions. Synthesis of the nine studies indicates that combinations of GI elements (bio-retention, green roofs, vegetated spaces, street trees) and BI components (retention ponds, natural channels, micro-reservoirs) consistently contribute to restoring 82–90% of pre-development water balance, reducing runoff by 35–45%, and lowering air temperatures by 3–5°C, depending on spatial configuration and local climatic variability. Key barriers to implementation include limited financing, weak cross-sectoral coordination, and insufficient long-term performance data. These findings underscore that GI–BI functions not only as technical interventions but also as critical policy instruments for adaptive spatial planning, green financing frameworks, and remote-sensing–based environmental monitoring in NTT. The study highlights the urgency of developing an integrated long-term implementation framework to ensure the sustainability of GI–BI adoption in enhancing regional climate resilience
IbM PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN BERNILAI EKONOMI BAGI SANTRI PANTI ASUHAN PUTRI AISYIYAH KOTA KUPANG Kumalawati, Andi; Rizal, Andi Hidayat; Cornelis, Remigildus; Sina, Dantje A.; Utama, Andi Agung Wahyu; Lestari, Tri Ayu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian bagi masyarakat (IPM) ini adalah untuk 1) Pengolahan dan penfaatan limbah organik (sampah) yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. 2) Meningkatkan ketrampilan produktif bagi Anak – anak Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kota Kupang untuk mengaplikasikan metode pengolahan dan pemanfaatan limbah organik (sampah) yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dan praktek pengolahan dan pemanfaatan limbah organik (sampah) yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Tolak ukur dari hasil yang diperoleh dalam pengolahan dan pemanfaatan limbah organik (sampah) rumah tangga yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi dapat dinikmati, sebagai sumber pendapatan kelurga jika hasil olahan limbah organik ini di perjualbelikan, dapat meningkatkan pengetahuan serta inovasi baru melalui teori dan praktek yang telah diberikan oleh Tim IbM LPM Universitas Nusa Cendana ini.
Mechanistic Analysis of the Influence of Curing Processes on the Microstructural Development and Durability of Concrete in Hot and Semi-Arid Climates: A Synthetic Review Rupidara, Yohanes; Remigildus Cornelis
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hot and semi-arid climates present critical challenges to concrete performance due to rapid water evaporation and the interruption of cement hydration. Curing, as the post-casting phase, functions to maintain adequate temperature and moisture to ensure complete hydration. This paper presents a mechanistic synthesis of six major international studies analyzing the effect of curing on microstructural development and durability of concrete under hot and semi-arid environments. Findings show that curing effectiveness strongly depends on maintaining thermal and moisture stability within the first 3–7 days. Methods such as film curing, moist curing, and thermal–moisture insulation curing (TMIC) effectively reduce water loss by up to 40% and increase compressive strength by 20–35% compared to uncured specimens. Mechanistically, effective curing enhances the formation of dense Calcium Silicate Hydrate (C–S–H) gels, reduces porosity, and improves resistance to chloride ion penetration. The synthesis concludes that adaptive climate-based curing strategies are crucial for ensuring long-term durability of concrete infrastructures, especially in semi-arid regions like East Nusa Tenggara, Indonesia.
PKM Penggunaan Limbah Plastik Untuk Akuaponik Pada Yayasan Tabor Mulia Kelurahan Lasiana Wilhelmus Bunganaen; Remigildus Cornelis; Denik Sri Krisnayanti; Partogi H. Simatupang; Jusuf J.S Pah; Elsy E. Hangge
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 19 No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v19i1.18857

Abstract

Kupang merupakan ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kondisi iklim kering, karena musim hujan berlangsung hanya kurang lebih empat bulan dan delapan bulan musim kemarau. Ketersediaan air yang tidak cukup, menyebabkan pengolahan tanah dan tanaman sayur untuk skala rumah tangga terbatas. Begitupula untuk pemeliharaan ikan (kolam ikan) skala rumah tangga mengalami kesulitan. Sehingga diperlukan inovasi untuk pemenuhan kebutuhan, dengan cara pembudidayaan sayur mayur dan ikan air tawar melalui pembuatan akuaponik. Budidaya sayuran dan ikan air tawar melalui teknologi akuaponik dapat dilakukan dengan pemanfaatan limbah plastik. metode yang digunakan dalam pengabdian yakni Metode Diskusi atau Metode Ceramah, Metode Demonstrasi dan Metode Pendampingan. Pada pengabdian ini, sasaran kegiatan yakni para kaum difable di Yayasan Tabor Mulia (YTM) yang terletak di RT. 26 RW 07, Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil dari pelatihan dan demonstrasi yang dilakukan oleh Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai pemahaman pada kaum difable Yayasan Tabor Mulia (YTM) terkait materi yang diberikan, melalui demonstrasi. Kata kunci: teknologi akuaponik, limbah plastik, kolam ikan, tanaman sayur.
ANALISIS KELAYAKAN STRUKTUR ATAS MUNGKUNG OVERPASS MENGGUNAKAN METODE RATING FACTOR Debora Lau; Miguel Felix Wijaya; Yulita Prasinda; Remigildus Cornelis; Alvin A. Bara; Irvebry Ayu Wulandari; Akhmad Aminullah
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v15i1.13577

Abstract

Keandalan struktur jembatan tol eksisting perlu dievaluasi secara berkala untuk menjamin keselamatan pengguna dan keberlanjutan layanan lalu lintas. Peningkatan volume serta beban kendaraan yang tidak selalu sesuai dengan asumsi perencanaan awal berpotensi memengaruhi kapasitas aktual struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan struktur atas Overpass Mungkung yang berada pada ruas Tol Ngawi–Kertosono melalui pendekatan load rating dengan indikator rating factor (RF). Objek penelitian merupakan jembatan beton prategang tipe PCI girder dengan empat bentang, yang dianalisis menggunakan data sekunder berupa dokumen perencanaan dan data teknis, serta data hasil survei lapangan untuk verifikasi kondisi eksisting. Pemodelan numerik struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 dengan merepresentasikan geometri, properti material, sistem tumpuan, dan konfigurasi tendon prategang sesuai kondisi aktual. Pembebanan dimodelkan mengacu pada ketentuan SNI dan AASHTO yang meliputi beban mati, beban mati tambahan, dan beban lalu lintas. Evaluasi kelayakan dilakukan dengan menghitung rating factor momen (RFM) dan rating factor gaya geser (RFS) pada girder interior dan eksterior di setiap bentang. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh elemen superstruktur memiliki nilai RFM dan RFS yang berada di atas batas minimum kelayakan, yang mengindikasikan bahwa struktur masih mampu menahan beban layanan dengan cadangan kapasitas yang memadai. Bentang 1 dan 4 menunjukkan kinerja struktural yang relatif lebih baik dibandingkan bentang lainnya, sementara bentang 2 dan 3 tetap berada pada kategori aman tanpa indikasi kebutuhan rehabilitasi struktural. Secara keseluruhan, struktur atas Mungkung Overpass dinyatakan masih layak beroperasi sebagai jembatan tol aktif, dengan rekomendasi pemantauan rutin sebagai bagian dari pengelolaan aset jembatan.
PENGARUH METODE PERAWATAN MORTAR BERBASIS SUSPENSI Bacillus subtilis TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Alvin Alfredo Bara; Remigildus Cornelis; Moses Kopong Tokan
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.7579

Abstract

This study aims to investigate the effect of curing methods based on Bacillus subtilis suspension on the compressive strength of cement mortar. The curing methods included immersion and wrapping using flannel cloth, non-woven geotextile, and plastic wrapping, with bacterial suspension concentrations of 3%, 6%, 9%, and 12%, and curing ages of 7, 14, 28, and 56 days. Compressive strength tests were conducted on control mortar and bacterial-treated mortar in accordance with standard testing procedures. The results indicate that mortars cured using Bacillus subtilis suspension exhibited higher compressive strength than the control mortar at all curing ages. The strength enhancement became more pronounced at 28 and 56 days, reaching a maximum value of 55.07 MPa for immersion curing, compared to 36.48 MPa for the control mortar. Wrapped curing methods also produced higher compressive strength values than the control, reaching 39.18 MPa, indicating effective moisture retention during the curing process. The variation in bacterial concentration showed an optimum trend, suggesting that compressive strength improvement does not increase proportionally with higher bacterial concentrations. Overall, the findings demonstrate that Bacillus subtilis–based curing methods significantly improve mortar compressive strength and have strong potential as an alternative, practical, and sustainable curing approach.
KUANTIFIKASI PENGARUH TERMINAL BAYANGAN TERHADAP KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL BERBASIS PKJI 2023 Ridwan Rinaldo Loe; Andi Kumalawati; Remigildus Cornelis; Alvin Alfredo Bara4
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.8126

Abstract

Informal terminals are unofficial public transport stopping points that generate side friction and may degrade the performance of urban unsignalized intersections. This study evaluates the performance of the Sikumana four-leg unsignalized intersection in Kupang City and quantifies performance changes caused by informal terminal activities. A quantitative descriptive case-study approach was applied using the Indonesian Highway Capacity Guidelines (PKJI) 2023, with level of service classified according to HCM 2000. Primary data were collected through surveys of geometry, traffic volume, speed, side friction, and informal terminal activities over seven days during three peak periods. Four scenarios were analyzed: existing 2025 with the informal terminal, 2025 without it, and 2030 projections with and without it. At the peak hour (Monday, 11 August 2025, 17.00–18.00), traffic flow reached 2,765.60 pcu/hour against a capacity of 2,701.10 pcu/hour, yielding a degree of saturation of 1.024, delay of 20.184 sec/pcu, queue probability of 42.15–83.59%, and LoS C. Removing the informal terminal increased capacity by 2.15%, reduced the degree of saturation to 1.002 and delay to 19.160 sec/pcu, yet the intersection remained oversaturated at LoS C. The 2030 projection shows LoS E in both scenarios; therefore, informal terminal management should be combined with staged traffic management.
Efek Rasio Ketinggian Dan Luasan Lantai Setback Dua Arah Terhadap Respons Dinamik Struktur Remigildus Cornelis; Raynaldo Lewlelek; Andi Kumalawati
Jurnal Permukiman Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.83-91

Abstract

Struktur bangunan setback adalah jenis struktur dengan luasan lantai yang berkurang akibat tonjolan ke dalam atau memiliki suatu lonjakan bidang lantai. Beberapa faktor yang mempengaruhi respons struktur dengan desain setback terhadap beban gempa meliputi rasio luasan setback, rasio tinggi setback, arah setback (satu arah atau dua arah), dan letak setback (simetris atau asimetris) akan ditinjau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak dari rasio luasan dan ketinggian lantai setback dua arah terhadap respons dinamik struktur menggunakan beberapa variasi model setback yang sesuai dengan persyaratan SNI 1726:2019. Dalam penelitian ini, terdapat sepuluh model struktur yang diteliti, terdiri dari satu model struktur tanpa setback (model kontrol) dan sembilan model struktur dengan desain setback dua arah. Respons struktur pada model-model ini terhadap beban gempa dianalisis menggunakan metode respons spektrum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio luasan dan ketinggian setback yang semakin meningkat akan mengakibatkan penurunan perpindahan antar tingkat, gaya geser dasar, gaya geser antar tingkat, dan kekakuan struktur antar tingkat. Pada lantai setback, simpangan antar tingkat, momen maksimum balok dan momen maksimum kolom antar tingkat akan semakin besar sebaliknya akan semakin kecil pada lantai tingkat non setback. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan rasio luasan dan ketinggian setback yang memenuhi persyaratan SNI 1726:2019 adalah struktur setback jenis MRL36 yaitu jenis struktur dengan rasio luasan setback 36% dari luasan total dan rasio ketinggian setback 25% dari tinggi total struktur.
Pengelolaan Retribusi Parkir Kendaraan Bermotor Dikawasan Pertokoan Kota Kupang Andi Hidayat Rizal; Remigildus Cornelis; Johan Septianto Maisal
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 , No.1, mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v6i1.25181

Abstract

Jalan Piet A. Tallo di Kota Kupang berfungsi sebagai salah satu sarana transportasi, sementara retribusi parkir merupakan kewajiban pembayaran atas penggunaan kawasan yang dikelola pemerintah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan penerimaan retribusi parkir di kawasan pertokoan Kota Kupang dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, termasuk wawancara dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas parkir di Kota Kupang masih besar. Analisis volume parkir di Toko Kahang dan Toko Borneo mengungkapkan volume maksimum kendaraan roda dua, empat, dan enam pada hari tertentu. Indeks parkir untuk kendaraan roda dua menunjukkan fasilitas parkir tidak bermasalah (<1), namun untuk roda empat dan enam menunjukkan masalah (>1), yang berarti kebutuhan lahan parkir melebihi kapasitas. Retribusi parkir di Toko Kahang mencapai Rp. 8.050.000, dengan penyetoran 40% (Rp. 3.220.400) ke pemerintah, sementara Toko Borneo menghasilkan Rp. 5.425.000, dengan penyetoran 40% (Rp. 2.170.000). Kesimpulannya, penelitian ini menyarankan pengelolaan retribusi parkir yang lebih efisien untuk meningkatkan efektivitasnya di kawasan pertokoan Kota Kupang.
Studi Perilaku Pasta Geopolymer Ordinary Portland Cement Hybrid Remigildus Cornelis; Iwan Rustendi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.764

Abstract

Abstrak Kuat tekan awal pada pasta geopolymer akan tinggi jika menggunakan bantuan perawatan panas. Hal ini karena reaksi geopolimer bersifat endotermik. Ini adalah salah satu hambatan aplikasinya. Paper ini bertujuan memaparkan karakteristik pasta geopolimer-OPC hybrid tanpa perawatan panas. Pasta geopolimer-Portland semen hybrid diperoleh dengan memvariasi prosentase subtitusi OPC terhadap fly ash yaitu 0%, 5%. 10% dan 15%. Parameter yang ditinjau adalah konsistensi, Setting time dan kuat tekan. Hasil pengujian menunjukan karakteristik pasta geopolimer-OPC hybrid bahwa Nilai konsistensi lebih kecil dari konsistensi normal OPC, Semakin tinggi prosentase subtitusi fly ash setting time awal dan akhir semakin singkat kurang dari 1 jam, namun kuat tekan semakin meningkat. Hal menunjukkan bahwa geopolimer-OPC hybrid dapat digunakan untuk pekerjaan pengecoran yang membutuhkan waktu pengikatan awal yang singkat misalnya paving blok atau lapisan perkerasan jalan. Kata kunci: Karakteristik, Pasta, Geopolimer, Ordinary Portland Cement, Hybrid    Abstract Heat treatment on the geopolymer paste can result in high early compressive strength because the geopolymer reaction is endothermic. This condition is one of the obstacles to its application. This article describes the characteristics of geopolymer-Portland cement hybrid pastes without heat treatment. The hybrid geopolymer-Portland cement paste was obtained by varying the percentage substitution of Portland cement to fly ash, namely 0%, 5%, 10%, and 15%. Parameters observed are consistency, setting time, and compressive strength. The results show the characteristics of the hybrid geopolymer-Portland cement paste  Its consistency is smaller than standard Portland cement. The higher the percentage of substitution, the initial and the final setting time are shorter, less than one hour, but the compressive strength increases. This shows that hybrid geopolymer-Portland cement can be used for the works that require a short initial setting time, such as paving blocks or road pavement layers. Keywords: Characteristic, Paste, Geopolymer, Ordinary Portland Cement, Hybrid