Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Combine Harvester Terhadap Pendapatan Petani Dari Usahatani Padi Di Desa Lambunot Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar Noufal Fadlul Rahman; Agustina Arida; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.338 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18238

Abstract

Rice is one of the commodities as an ingredient to meet the basic needs of the community and as a source of income for farmers. Lambunot Village is one of the villages in Simpang Tiga Subdistrict, Aceh Besar Regency which in the last 2 years has switched to using a modern rice harvester combine harvester in the rice harvesting process. The advantages of using this tool are that it can reduce yield loss, reduce labor and agricultural tools, and shorten harvesting time, so that it is considered to increase the income of user farmers. This study aims to determine the ratio of income and to determine the largest cost component during one growing season in rice farming farmers using combine harvester machines with non-combine harvester farmers in Lambunot Village. The analytical technique used in this research is income analysis and t-test (Independent sample T Test). The results showed that the average net income per 1 ha of rice farming using combine harvester farmers was greater than the net income of non-combine harvester farmers, which was Rp. 12,502,572 compared to Rp. 9,646,198. The results of the t-test test also explain that there is a significant difference in net income between rice farming farmers using combine harvesters and rice farming farmers using non-combine harvesters. Then the largest cost component in rice farming for combine harvester farmers is the cost of harvesting or biaya combine harvester dengan biaya Rp. 2.778.718 atau 30,78% dari total biaya produksi, sedangkan komponen biaya terbesar pada usahatani padi non-combine harvester adalah biaya tenaga kerja atau biaya sebesar Rp. 3.246.344 atau 31,48% dari total biaya produksi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan combine harvester rice harvester sangat layak untuk digunakan petani di kemudian hari karena terbukti mampu memangkas biaya produksi dan mengurangi kerugian sehingga meningkatkan pendapatan petani pengguna.
Analisis Pemasaran Pupuk Urea Di Kabupaten Pidie (Studi Kasus Produk PT. Pupuk Iskandar Muda Aceh Utara) Zeveni Zulisma Sari; Edy Marsudi; Sofyan sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.853 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.5564

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bentuk saluran pemasaran dan lembaga pemasaran pupuk urea PT. PIM Aceh Utara di Kabupaten Pidie dan menghitung margin pemasaran serta faktor yang berperan dalam kelangkaan pupuk urea.Penelitian ini menggunakan metode survey. Jumlah sampel dari pedagang besar adalah 4 orang, dipilih dengan metode sampel total atau sensus yaitu 100% dari jumlah populasi. Sedangkan pengambilan sampel pada pedagang pengecer dipilih dengan menggunakan metode Snowball Sampling yang dimulai dengan sedikit orang dan membesar sehubungan pergerakan penelitian dan untuk sampel petani dilakukan dengan menggunakan metode Cluster Sampling atau pengambilan sampel secara kelompok atau gugus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk saluran pemasaran pupuk urea PT. PIM Aceh Utara di Kabupaten Pidie adalah bentuk saluran dua tingkat (Two Level Channel) yaitu dengan menggunakan dua perantara lembaga pemasaran seperti pedagang besar dan pedagang pengecer. Margin pemasaran di tingkat pedagang besar adalah Rp. 150/Kg lebih kecil dibandingkan dengan margin pemasaran tingkat pedagang pengecer yaitu Rp. 175/Kg. Terdapat beberapa faktor yang berperan dalam kelangkaan pupuk urea PT. PIM di Kabupaten Pidie, yaitu : realisasi penyaluran pupuk tidak sesuai dengan kebutuhan petani, adanya pihak-pihak yang melakukan penyimpangan atau kecurangan dan lemahnya pengawasan dari pihak produsen dan pemerintahan setempat.The Marketing Analysis Of Urea Fertilizer In Pidie (Case Study Product of PT. Pupuk Iskandar Muda, North Aceh)Abstract. This research aim to obtain the information and to analyze the marketing channel and organization of urea fertilizer of PT. PIM North Aceh in Pidie district, and to count the marketing margin along with the factors that influence the lack of urea fertilizer. The type of the research was survey method. The number of the traders was which chosen by the totol sampling method or the 100% census of the population. The method used for choosing the retailers was snowball sampling that started from a few samples then grew up along with the research movement. Meanwhile, the method used for choosing the farmer sample was cluster sampling. The result of the study showed that the marketing channel which had two mediator organizations such as the big traders and the retailers. Marketing margin on the big traders’ level was Rp. 150/Kg which was smaller than on the retailers’ level which was Rp. 175/Kg. There were three factors had roles in the lack of urea fertilizer in Pidie district: the realization of fertilizer distribution was not as the farmers’ needs, fraud and the lack of supervision by the producer and the government. 
Analisis Nilai Tambah Buah Kelapa Dan Kelayakan Usaha Minyak Goreng Kelapa Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen Dhiyan Nublina; Sofyan Sofyan; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.535 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.855

Abstract

Abstrak - Kelapa merupakan tanaman perkebunan dengan areal terluas di Indonesia, lebih luas dibandingkan karet dan kelapa sawit serta menempati urutan teratas untuk tanaman budidaya setelah padi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai tambah buah kelapa dan produk turunannya yang diperoleh petani dan pengolah kelapa di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen, dan untuk mengetahui kelayakan usaha Kilang Minyak Goreng Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dengan menggunakan metode purposive sampling. Data nilai tambah dianalisis menggunakan metode Hayami. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh petani kelapa bulat yaitu sebesar Rp.325 per Kg, sedangkan nilai tambah yang diperoleh dari produk turunan kelapa berupa arang sebesar Rp.560 per Kg, minyak goreng sebesar Rp.550 per Kg dan kelapa cungkil sebesar Rp.400 per Kg. Sedangkan data kelayakan usaha dianalisis menggunakan kriteria kelayakan yaitu NPV, Net B/C, IRR dan BEP. Hasil analisis kelayakan usaha Kilang Minyak Goreng Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen menunjukkan usaha tersebut layak dijalankan, dimana nilai NPV sebesar Rp. 2.511.492.137, Net B/C sebesar 1,77, IRR sebesar 63,48%, dan BEP sebesar 4,99 atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya BEP yaitu 4 tahun 11 bulan 24 hari.Kata Kunci : Buah Kelapa, Minyak Goreng Kelapa, Nilai Tambah, Kelayakan Usaha Abstract  -Coconut is a plantation crop with the largest acreage in Indonesia, even larger than the rubber and palm oil as well as ranks the top spot for the crop after rice. The purpose of this study is to determine the value added of coconut and its derivativeproducts that coconut farmers and entrepreneurs obtained in Juli District of Bireun and to determine the feasibility of cooking oil refinery in Juli District of Bireuen. This study was conducted in Juli District of Bireuen Regencyby using purposive sampling method. The data of value added were analyzed using Hayami method. The results of the value added analysis showed that the raw coconut farmers value added equal to Rp.325/kg, while the value added from coconut derivative products in the form of a charcoal equal to Rp.560/Kg, cooking oil equal to Rp.550/Kg, and coconut chunks equal to Rp.400/kg.While the data of feasibility were analyzed using the eligibility criteria, namely NPV, Net B/C, IRR and BEP, the results of feasibility analysis of cooking oil refinery in Juli District of Bireuen showed that the business was viable, with the NPV value of Rp. 2.511.492.137; Net B/C of 1,77; IRR of 63,48%, and BEP of 4,99 or length of time required for the BEP was 4 years 11 months and 24 days. Keywords: Coconut, Coconut Cooking Oil, Value Added, Feasibility
Analisis Perbandingan Pendapatan Petani Pola Tanam Monokultur Dan Polikultur Di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Rizael Zoelfahmie; Safrida Safrida; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.066 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1266

Abstract

In the District Meureudu, there are two types of cropping farming in paddy fields, namely Monoculture cropping pattern and cropping patterns poly. Monoculture is planting only one crop a year, namely rice, whereas polyculture cropping is planting more than one plant within a year, namely rice and soybeans. The method used in this research is survey method. The sampling technique is cluster sampling and data used are primary data and secondary data. Average - Average area of land that did monoculture is 0.22 hectares, while the area of land on the cropping pattern polyculture is 0.15. Average - Average harvests of farmers practicing monoculture of 3.2 ton / year, while the average - average yields in cropping patterns polyculture 1.9 ton / year for rice and 0.48 Kg / year for soybeans. Comparison of farmers using monoculture and polyculture in District Meureudu is 65: 35. In general, farmers in Sub Meureudu that uses monoculture earn 42 million / ha / year, while the use of polyculture cropping patterns to earn 58 million / ha / Year. Constraints faced by farmers practicing monoculture of the interview that the pest rodents, sparrows and waterways, while the polyculture cropping patterns from the interviews that the pest rodents, sparrows, waterways and livestock citizens. Keywords: Income, monoculture, and poly
Pengaruh Modal, Lama Usaha, Tingkat Pendidikan dan Implementasi Digital Marketing Terhadap Pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh Putri Melania; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24445

Abstract

Abstrak. Pendapatan merupakan suatu penambahan aset perusahaan yang berdampak pada peningkatan kekayaan pemilik perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan serta kesejahteraan karyawan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yaitu modal, lama usaha, tingkat pendidikan  dan implementasi digital marketing. Terdapat perbedaan antara pelaku UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan pelaku UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing dalam usahanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh modal, lama usaha, tingkat pendidikan dan implementasi digital marketing terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh dan menganalisis perbedaan pendapatan UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji mann whitney. Metode penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Populasinya sebanyak 525 orang, responden yang mengimplementasikan digital marketing sebanyak 23 responden dan responden yang tidak mengimplementasikan digital marketing sebanyak 20 responden. Hasil dari penelitian analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel modal dan implementasi digital marketing berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Sedangkan variabel lama usaha dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kota Banda Aceh. Hasil analisis uji mann whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara UMKM yang mengimplementasikan digital marketing dengan UMKM yang tidak mengimplementasikan digital marketing di Kota Banda Aceh.The Influence of Capital, Length of Business, Education Level and Implementation of Digital Marketing on MSME Income in Banda Aceh CityAbstract. Revenue is an addition to company assets that has an impact on increasing the wealth of company owners with the aim of improving company performance and employee welfare. The factors that affect income are capital, length of business, level of education and implementation of digital marketing. There is a difference between MSME actors who implement digital marketing and MSME actors who do not implement digital marketing in their business. This study aims to determine the effect of capital, length of business, education level and implementation of digital marketing on MSME income in Banda Aceh City and analyze the differences in the income of MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh City. This study was analyzed using multiple linear regression analysis and the Mann Whitney test. The sampling method was carried out using purposive sampling. The population is 525 people, respondents who implement digital marketing are 23 respondents and respondents who do not implement digital marketing are 20 respondents. The results of the multiple linear regression analysis study show that the variables of capital and digital marketing implementation have a significant effect on the income of MSMEs in Banda Aceh City. While the variables of length of business and education level have no significant effect on the income of MSMEs in Banda Aceh City. The results of the Mann Whitney test analysis show that there is a significant difference between MSMEs that implement digital marketing and MSMEs that do not implement digital marketing in Banda Aceh City.
Penerapan Tema Cultural Symbol Pada Perancangan Kawasan Wisata Pusat Pengolahan Biji Kakao di Kabupaten Gayo Lues Khairul Azhar; Elysa Wulandari; Sofyan sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.694 KB)

Abstract

Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu wilayah yang memiliki komoditi pertanian biji kakao yang unggul. Berdasarkan  data statistik pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Gayo Lues menunjukkan tanaman kakao di Kabupaten Gayo Lues terus meningkat dan meluas. Namun, nilai jual dan pemasaran biji kakao masih rendah dan belum efektif memenuhi ekonomi masyarakat daerah setempat, berdasarkan dari informasi yang didapatkan melalaui masyarakat serta kepala desa di beberapa desa penghasil pertanian biji kakao di Kabupaten Gayo Lues. Hal ini disebabkan tidak adanya wadah atau tempat untuk mengolah hasil pertanian kakao yang menyebabkan sulitnya proses pemasaran selain menjual bahan mentah.Dalam mewujudkan perancangan Pusat Pengolahan Biji Kakao di Kabupaten Gayo Lues ini, maka akan diterapkan tema yang menyesuaikan dengan kondisi geografis serta lingkungan sosial pada site, yaitu menerapkan tema cultural symbol. Cultural symbol merupakan sebuah identitas budaya yang dilakukan oleh masyarakat baik dalam kehidupan sehari–hari maupun adat istiadat setempat. Oleh karena itu, pendekatan tema ini diharapkan akan menghadirkan bangunan yang sesuai dengan pola prilaku kebiasaan masyarakat sehingga akan terciptanya rancangan bangunan gedung Pengolahan Biji Kakao di Kabupaten Gayo lues yang efektif dan efesien sesuai fungsinya.
pengaruh tingkat kandungan air dalam media tanam terhadap kinerja termal atap hijau putri pratama; sofyan sofyan; abdul munir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.667 KB)

Abstract

Salah satu strategi untuk mereduksi panas suhu perkotaan adalah dengan penerapan sistem atap hijau (green roof). Green roof merupakan sebagian atau seluruh permukaan atap suatu bangunan yang ditutupi oleh vegetasi dan media tumbuh yang ditanam diseluruh lapisan/membran yang tahan air dan terintegrasi yang memungkinkan adanya system drainase di seluruh permukaan atap. Penelitian ini diharapkan mampu mengembangkan prototype desain sistem extensive green roof (EGR) yang menggunakan tanaman yang mudah ditemukan dinegara Indonesia, sehingga dapat digunakan khususnya di Aceh . Penelitian ini hanya menggunakan satu model jenis tanaman. Pemilihan jenis tanaman EGR didasarkan pada pertimbangan cuaca dan iklim di lingkungan serta tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Tahap berikutnya adalah melakukan observasi pada aspek kemampuan ketahanan tanaman pada iklim tropis dengan system pengaruh kandungan air yang ada pada media tanam. Alat yang digunakana adalah Moisture Meter. Pada tahap akhir adalah pengujian kinerja termal pada objek penelitian. Pengukuran kinerja termal dilakukan dengan mengukur suhu dan aliran panas pada sistem EGR ketika sistem tersebut diletakkan di bawah matahari langsung selama 24 jam. Alat yang digunakan adalah Termokopel  dan Data Logger. Model Prototipe atap hijau system media tanam pada rumput jepang ditempatkan pada tempat terbuka yang terpapar langsung sinar matahari dari pagi sampai sore. Kemampuan penyimpanan air dalam media tanam menurun setiap harinya dan kemampuan atap hijau terbaik dalam menyimpan kandungan air yaitu pada hari kedua, oleh sebab itu sebaiknya penyiraman pada tanaman rumput jepang dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu.
Kajian Tingkat Kenyamanan Termal Rumah Aceh Di Desa Lubuk Sukon Salsabilah Monique; Abdul Munir; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.224 KB)

Abstract

Rumah Aceh merupakan kearifan lokal dengan penerapan penghawaan alami yang berfungsi untuk menciptakan kenyamanan termal yang mendukung aktivitas pengguna. Dengan memudarnya nilai budaya yang disebabkan perawatan rumah tradisional yang lebih sulit dan mahal menyebabkan masyarakat meninggalkan Rumah Aceh. Desa Lubuk Sukon merupakan desa wisata yang melestarikan Rumah Aceh sebagai tempat tinggal masyarakat. Penelitian ini mengkaji kenyamanan termal dua objek Rumah Aceh yang menggunakan material atap daun rumbia dan seng untuk mengetahui kinerja kenyamanan termal masing-masing bangunan. Pengukuran dilakukan dengan dua metode pengukuran yang berbeda yaitu pengukuran variabel fisik dan psikologis. Data pengukuran suhu udara, suhu radiasi, kelembaban, dan kecepatan udara diperoleh menggunakan alat Heat Stress WBGT Meter, Anemometer dan Thermorecorder kemudian hasil pengukuran di analisis dengan standar SNI, indeks PMV dan kenyamanan termal adaptif. Hasil perbandingan kedua objek yaitu Rumah Aceh Tradisional memiliki standar SNI Hangat Nyaman dengan Effective Temperature 29,9°C, indeks PMV Hangat dan kenyamanan termal adaptif Nyaman, sedangkan Rumah Aceh Perubahan memiliki standar SNI Hangat Nyaman dengan Effective Temperature 31,0°C, indeks PMV Panas dan kenyamanan termal adaptif Hangat. Dapat disimpulkan bahwa Rumah Aceh Tradisional lebih nyaman dibandingkan Rumah aceh Perubahan.
Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 1 Juni Tahun 2023 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v13i1.8171.i-ii

Abstract

Front Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 1 Juni Tahun 2023
Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 1 Juni Tahun 2023 Sofyan Sofyan
Jurnal Litbang Industri Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v13i1.8172.iii-xiii

Abstract

Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 1 Juni Tahun 2023