Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN MENGENAL, MENULIS, DAN MENERBITKAN PUISI BERMUATAN NILAI UTAMA KARAKTER REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Nurul Setyorini; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i1.5786

Abstract

Ada tiga karakter utama era revolusi industri 4.0 antara lain: inovasi, otomasi dan transfer informasi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan Terdapat tiga hasil penelitian yang akan dibahas pada bagian ini, yaitu1 (1) penerapan nilai karakter utama era revolusi industri 4.0 dengan pendekatan konstruktivisme melalui pembelajaran mengenal puisi bagi mahasiswa di perguruan tinggi, (2) penerapan nilai karakter utama era revolusi industri 4.0 dengan pendekatan konstruktivisme melalui pembelajaran mencipta puisi bagi mahasiswa di perguruan tinggi, (3) penerapan nilai karakter utama era revolusi industri 4.0 dengan pendekatan konstruktivisme melalui pembelajaran menerbitkan puisi bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan proses pembelajaran nilai pendidikan karakter melalui pembelajaran puisi bagi mahasiswa perlu memperhatikan empat tahapan meliputi, (1) memilih materi, (2) memilih sumber belajar, (3) memilih objek puisi, (4) memilih model pembelajaran, dan (5) penerapan nilai karakter utama era revolusi industri 4.0 dengan pembelajaran. Kedua, dengan memperhatikan enam tahapan pembelajaran puisi maka dosen dan mahasiswa sudah mengintegrasikan nilai-nilai karakter 4.0 dalam pembelajaran puisi, baik inovasi, otomasi dan transfer informasi. Kata kunci: nilai karakter, revolusi 4.0, puisi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI PUISI MELALUI E-MODUL MEMAHAMI PUISI BERBASIS HOTS TERINTEGRASI NILAI BELA NEGARA PADA MAHASISWA PRODI SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Nurul Setyorini; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya; Kunti Nur Jannah
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i3.9959

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peningkatan kemampuan memahami dan mengapresiasi puisi Indonesia oleh mahasiswa sastra Indonesia melalui e-modul puisi berbasis HOTS terintegrasi nilai bela negara. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Purworejo.. Penelitian ini akan dilakukan dalam beberapa siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman dan apresiasi puisi Indonesia untuk mengukur kemampuan mahaMahasiswa dalam memahami dan mengapresiasi puisi. Melalui metode penelitian tindakan kelas, peneliti akan dapat mengamati meningkatkan kemampuan pemahaman dan apresiasi puisi serta kesadaran bela negara e-modul memahami puisi berbasis HOTS terintegrasi nilai bela negara  yang terintegrasi nilai bela negar. Hasil penelitian bahwa e-modul memahami puisi berbasis HOTS terintegrasi nilai bela negara yang digunakan dalam pembelajaran apresiasi sastra mengalami peningkatan. Pada siklus 1 dan siklus 2 terjadi peningkatan hasil belajar sehingga e-modul memahami puisi berbasis HOTS terintegrasi nilai bela negara efektif digunakan dalam pembelajaran apresiasi sastra puisi Indonesia. Kata kunci: Apresiasi Puisi, HOTS, nilai bela negara
Analisis Pola Pembentukan Bahasa Gaul dalam Novel Gibran Dirgantara Karya Falistiyana dan Modul Ajar Kelas XII SMA Nabila Farah Setyaningrum; Bagiya Bagiya; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu karya sastra yang masih banyak diminati terutama oleh remaja adalah novel fiksi remaja. Novel tersebut banyak diminati karena menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami dan banyak menggunakan bahasa-bahasa gaul remaja masa kini, salah satunya adalah novel Gibran Dirgantara karya Falistiyana. Bahasa gaul merupakan salah satu bentuk ekspresi linguistik yang berkembang di kalangan remaja dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial dan budaya mereka. Novel Gibran Dirgantara karya Falistiyana menjadi salah satu contoh karya sastra yang menggunakan bahasa gaul sebagai elemen utama untuk menggambarkan dinamika kehidupan remaja. Meskipun bahasa gaul sering kali dianggap tidak baku, penggunaannya dalam karya sastra memiliki nilai lebih, khususnya dalam menggambarkan interaksi sosial yang lebih hidup dengan pembaca muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembentukan bahasa gaul yang ditemukan dalam novel tersebut, yang mencakup akronim, pemendekan kata, pemelesetan kata, serta kata baru dan kata sudah ada yang mengalami pergeseran makna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik simak dan catat. Penelitian ini difokuskan pada penggunaan bahasa gaul berdasarkan pola pembentukannya. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan empat pola pembentukan bahasa gaul yang dominan, yakni: (1) akronim, (2) pemendekan kata, (3) pemelesetan kata, serta (4) kata baru dan kata yang sudah ada yang mengalami pergeseran makna. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai evolusi bahasa gaul di kalangan remaja serta kontribusinya dalam pengajaran bahasa Indonesia, khususnya pada modul ajar kelas XII SMA sebagai bahan penyusunan materi ajar.
CITRA MASKULIN DALAM FILM CINTA LAKI-LAKI BIASA SUTRADARA GUNTUR SOEHARJANTO DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS X SMA Nurisa Ramadhani; Bagiya Bagiya; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya media, termasuk film, dalam membentuk pemahaman tentang gender di kalangan remaja. Film tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat edukasi yang dapat menyampaikan nilai-nilai sosial, moral, dan budaya. Dalam konteks pendidikan, penggunaan film sebagai media pembelajaran di kelas dapat membantu siswa memahami berbagai perspektif, termasuk tentang peran gender dan maskulinitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) citra maskulin dalam film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto, (2) relevansinya sebagai media ajar di kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitian dialog pada film Cinta Laki-laki Biasa sutradara Guntur Soeharjanto. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kartu pencatat data. Dalam pengumpulan data digunakan metode dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan ialah teknik analisis isi Content analysis. Dari hasil penelitian ini ditemukan antara lain: (1) Citra maskulin dalam film Cinta Laki-laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto meliputi: (a) penampilan fisik sebanyak 5 data, meliputi: tubuh gagah 4 data, dan kekuatan super 1 data, (b) fungsional sebanyak 18 data, meliputi: pencari nafkah 3 data, penanggung jawab 10 data, dan tumpuan keluarga 5 data, (c) seksual sebanyak 8 data, meliputi: tertarik pada wanita 8 data, (d) emosi sebanyak 16 data, meliputi: emosional 8 data, gembira 5 data, dan selalu tenang 3 data, (e) intelektual sebanyak  6 data, meliputi: logis 5 data, dan objektif 1 data, (f ) interpersonal sebanyak 11 data, meliputi: disiplin 2 data, mandiri 4 data, dan penyayang keluarga 5 data, (g) karakter personal sebanyak 3 data, meliputi: ambisius 2 data, dan bangga 1 data, (2) relevansi sebagai media pembelajaran siswa dapat membuat resensi film atau menulis esai sesuai dengan tema yang diangkat dalam film.
Co-Authors Abid Mustofa Adi Nugroho Afan Nurfatah Agung Prasetyo Agus Susanto Ahmad Hamid Ahmad Zuhri Akhmad Alwi Subhan Alfian Rizki Febriyadi Alfiani Alfiani Alfiani Rahmawati Alif Nurcahyo Alvian Budi Wicaksono Aminataz Zuhriyah Ana Wahyu Lestari Anesty Okta Fianty Angga Prastyo Nugroho Angga Prianto Anis Mata’at Hasanah Anisa Mayasaroh Anisa Nurul Hikmah Anisa Setyaningrum Aprilia Alvianti Ari Handayani Ari Hotamah Arif Rifai Arina Dina Sofiyatun Arisun Arisun Arum Bariani Arum Kusumawardani Arum Ratnaningsih Asmini Asmini Asri Indah Lestari Asri Tobibah Ayuk Dian Purwanti Azizah Diah Pangesti Banar Meilya Bangun Wicaksono Beni Cahyo Hartono Binan Herlinda Budi Prasetyo Aji Budi Sarwoko Cintya Nurika Irma Dedeh Candra Kirana Dela Safira Desi Damayanti Desi Priyatni Desty Rachmawati Dewi Astuti Dewi Damayanti Dewi Purwati Dewi Retnosari Dian Kirana Ningrum Dian Rahmawati Dini Indriyani Diyah Sulistiyani Dwi Nugroho Dwi Puji Lestari Dwi Rita Setiawati Dwi Suharsih Dwi Wulandari Edi Sunjayanto Masykuri Edok Ariyani Sadam Eka Astuti Wahyuningsih Eka Fatmawati Elia Junitasari Endah Ayu Puspita Arum Ersa Fitriana Ervi Nurhidayah Eti Suryati Eva Suciyana Evi Azzafira Honesty Fanik Bani Kuningrum Farhan Rafifidananto Fatma Hidayati Fauzia Ika Rosiani FEBRINA DWI SEKARINI Fitri Azizah Fitriyani Fitriyani Frida Nur Aini Ghaida Hardian Nissa Hafizda Amandari Azzaki Halimah Sa’diyah Hardina Rizkyana Harisun Harisun Haryanti Haryanti Hasanah Diah Li Heru Heru Hikmahtul Ngulumiyah Ige Janet L. W. Iis Wulandari Ika Defi Riyanti Insan Dewi Intani Nurkasanah Irma, Cintya Nurika Ismin Asmiarti Istiana Ita Saputri Joko Purwanto Joko Purwanto Joko Wahyudiyanto Junaedi Setiyono Kadaryati, Kadaryati Kartika Purnaningsih Khabib Sholeh Khamid Khamid Kharisma Annisa Febriani Khusnul Fatimah Khusnul Khotimah Krista Mutiara Wijayanti Kunti Nur Jannah Kurnia Eka Saputri Laras Nilamsari Lia Rosdiana Lilik Purbosari Lisa Dian Pertiwi Lisvita Lidiyaningsih Maftuhatul Mubarokah Main Sufanti Mari’ah Mari’ah Maya Anggun Nuraeni Mega Kristina Mida Hidayatul Aisyiyah Misbakhumunir Misbakhumunir Mochammad Yusuf Mohamad Fakhrudin Mohammad Fakhrudin Muflikhul Khaq Muhammad Febriansyah Qodri Muhammad Khayatul Khikam Mujiharti Mujiharti Mukhlisotun Mukhlisotun Murni Cahyani Mutmainah Larasati Nabila Farah Setyaningrum Nabila Husna Afifah Nala Putra Yudha Nanda Putriningsih Nanik Pujiasih Nita Fuji Kosmasari Nova Cristiana Novaliana Ardani Noviana Tri Astuti Nur Anif Nur Canggih Tri Wiguna Nur Habibah Rohmatu S Habibah Rohmatu S Nur Khikmah Nur Khotidiyah Nurhalimah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nurisa Ramadhani Nurul Aprilia Nurul Habibah Nurul Setyorini Nysha Agustyanti Panji Pradana Paramita Ida Safitri Pariyati Pariyati Peni Febriyani Prafitri Dayasri Prayudi Nursodik Prisca Meyta Dewanti Purwanto Purwanto Putut Hasanudin Rais Sulaiman Ranna Ranna Ratna Tri Hartani Ratri Mei Adhadilla Refa Kartika Yunarning Fajar Retno Sofyana Ria Maretna Rini Puji Astuti Ririn Nurul Azizah Riska Dwi Kurniawati Rizki Giwa Apriani Rizki Laela N.A Rofiq Handoyo Rojab Mustova Sahdi Tamamunni'am Salimah Salimah Santoso Cahya Putra Sari Oktaviati Sefy Selma Anggraini Sindi Denta Ramadhani Siti Fathonah Siti Fatimah Siti Masruroh Siti Minzahroh Sri Astuti Sri Suyati Sri Utami Fatimah Sri Wahyuningsih Suci Amalia Suci Rizkiana Suci Utami Sukirno Sukirno Sukirno Sukirnoo Sukma Berlianti Fiqri Sulastri Sulastri Suparti Suparti Supriyanto Supriyanto Suryo Budi Sriwinoto Suryo Daru Santoso Syati Antika Asna Taufik Taufik Teguh Irianto Teguh Priyambodo Tri Ambarwati Tri Liawati Tri Setia Utomo Tri Sugiarti Trio Marta Ulfalilah Ulfalilah Umi Faizah Umi Faizah Umi Fatonah Umi Hanik Umi Maemunah Ummi Khasanah Vira Oktaviani Havsari Wahyu Astuti Wahyu Detriantoro Wahyu Indah jiwandan Wahyu Noor Lita Dewi Wahyu Subodro Wahyu Yazid Rizquna Widji Setiowati Wijianti Saputri Winda Dwi Suprihantini Yofa Shafitri Yuannita Suryandari Yudi Setyawan Yuli Nirwanti