Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Cublak-cublak Suweng Game: Can it Improve the Socio-emotional Development of Alpha Generation Children? Hasni, Nazlah; Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh; Karmiyati, Diah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.14413

Abstract

Games are a natural way for children to learn and develop physically, cognitively and socio-emotionally. Traditional games are a learning medium that has many benefits for children's development. This research aims to find out how the traditional game "Cublak-cublak Suweng" influences the socio-emotional development of Alpha generation children amidst the current dominance of digital technology. This research is a quantitative research with a one group pretest-posttest design. The research subjects were alpha generation children, who grew up with technological facilities, aged 7-10 years and lived in Malang City with a total of 12 children participating, using a purposive sampling technique. Data analysis used Wilcoxon statistical test analysis. The results showed that children who took part in the game "Cublak-cublak Suweng" showed significant improvements in socio-emotional skills such as empathy, cooperation, and emotional regulation compared to the control group. This research provides an understanding that traditional games are able to support the socio-emotional development of alpha generation children in the modern era. Thus, it is hoped that these findings can open the minds of educatorsand parents to consider traditional games as an approach in educating children.Permainan merupakan salah satu cara alami bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang baik secara fisik, kognitif, dan juga sosio-emosional. Permainan tradisional merupakan media belajar yang memiiki banyak manfaat untuk perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana permainan tradisional "Cublak-cublak Suweng" mempengaruhi perkembangan sosio-emosional anak-anak generasi Alpha ditengah dominasi teknologi digital saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-postest. Subjek penelitian adalah anak-anak generasi alpha, yang tumbuh bersama fasilitas teknologi, berusia 7-10 tahun dan berdomisili di Kota Malang dengan jumlah total partisipan 12 anak, dengan Teknik sampling purposive. Analisis Data menggunakan analisis uji statistik Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang ikut serta dalam permainan "Cublak-cublak Suweng" menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan sosio-emosional seperti empati, kerjasama, dan regulasi emosi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa permainan tradisional mampu mendukung perkembangan sosio-emosional anak generasi alpha di era modern. Dengan demikian, diharapkan temuan ini dapat membuka wawasan para pendidik dan orang tua untuk mempertimbangkan permainan tradisional sebagai salah satu pendekatan dalam mendidik anak.
Capacity Building Berbasis Dukungan Perilaku Positif Komunitas bagi Pendamping Disabilitas Berat Jawa Timur Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh; Permata Sari, Atikah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2346

Abstract

Dinas sosial memiliki 168 pendamping yang bertugas memberikan pendampingan kepada 4,000 penyandang disabilitas berat yang tersebar di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Para pendamping ini bertugas untuk untuk memberikan layanan prima bagi penyandang disabilitas berat dan orangtuanya melaui program asistensi ini berpotensi untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyelesaikan permasalahan berupa kemudahan tersampaikannya program pemerintah bagi disabilitas. Persoalanya adalah para pendamping ini belum memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mensukseskan program dinas sosial ini. Pengabdin ini mencoba untuk memberikan peningkatan karakter interpersonal skill untuk optimalisasi Layanan Pendamping Disabilitas Berat Dinas Sosial Jawa Timur. Melalui pelatihan karakter building, para pendamping diberikan keterampilan mengelola emosi, asesemen dan membangun jejaring. Hasil pelatihan membuktikan bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dan memiliki pemahaman dan pengetahuan dalam melakukan asesemen dan membangun jejaring untuk membantu penyandang disabilitas berat berkegiatan. Program pengabdian yang dilakukan terbukti dinilai positif oleh peserta pengabdian. Peserta menilai bahwa pemahaman, cara penyampaian dan cara menjawab pemateri sudah memuaskan. Selain itu, terjadi peningkatan rata-rata skor pre-test peserta yang awalnya berada pada skor 43 menjadi 51 saat post-test. Hal ini menunjukkan bahwa pengabdian yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta pengabdian.
The Influence of Self-Control on Aggressiveness in Adolescents: A Systematic Review Yusfia, Yusfia Hadisty; Sudirman, Dhiya Fauziyyah; Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v1i2.1035

Abstract

Aggressiveness is the tendency to behave harshly, violently, or hostilely towards others. It can be physical, verbal, or even emotional. Aggressiveness is often considered a negative trait because it can lead to conflicts and harm both oneself and others. One of the factors that can influence it is self-control, which is the ability to restrain or manage impulsive or excessive urges and behaviors. Eight out of 15 international journals indicate that adolescent aggressive behavior includes various types, such as physical aggression, verbal aggression, and modeling aggression. Self-control has a significant influence on adolescent aggressiveness. The results of the systematic review show that good self-control can help manage and direct aggressiveness toward more positive and constructive outcomes. Other factors that influence aggressiveness include gender, parenting styles, and emotional regulation. Therefore, understanding the interaction of these factors is crucial in addressing and managing aggressiveness to foster healthier social interactions and personal well-being.