Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Matematika pada Siswa SMP Kelas VIII Rofyanter Leoh; Kristoforus Djawa Djong; Meryani Lakapu
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 1 No 1 (2019): Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika | November 2018 ~ Mei 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.259 KB) | DOI: 10.30822/asimtot.v1i1.93

Abstract

This study aims to determine the effect of emotional intelligence on the learning achievement of class VIII junior high school. This type of research is quantitative research. The population in this study is all students of class VIII SMP N 2 Kupang and the research sample is class VIII D students with the sampling technique is simple ramdom sampling. Data collection techniques using questionnaires and mathematics learning achievement tests. Data analysis was carried out in two ways, namely the SPSS program. From the results of the analysis, based on the tests of normality, linearity, significance, emotional intelligence has an influence on mathematics learning achievement and was obtained by equation of regression Y = 0,642X and t-count = 4.272 > 2, 052 = t table then, a push H0, it means that there is a significant effect of emotional intelligence on learning achievement. Based on the results of the study, the researcher concluded that there was a significant effect of emotional intelligence on mathematics learning achievement of class VIII students of SMPN 2 Kota Kupang.
PROFIL KESULITAN BELAJAR SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Barreto Maria; Djong Kristoforus
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 1 No 2 (2019): Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2019 - November 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.209 KB) | DOI: 10.30822/asimtot.v1i2.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa SMP dalam memecahkan masalah soal sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP Negeri 3 Kupang Tengah. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah 2 siswa yang dipilih dari 25 siswa. Subyek penelitian ini dipilih menggunakan pemilihan sampel bertujuan (purposive sample) dimana kedua siswa tersebut masing-masing dengan kemampuan sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes pemecahan masalah, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam analisis data adalah indikator Polya, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dipaparkan sebagai berikut: (a) siswa dengan tingkat kemampuan sedang dalam memecahkan masalah sesuai tahap Polya mampu memahami masalah, akan tetapi siswa belum mampu menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian. Namun dalam memeriksa kembali hasil siswa masih meyakinkan diri bahwa hasil pekerjaanya sudah benar. (b) siswa dengan tingkah kemampuan rendah dalam memechkan masalah sesuai dengan tahap Polya mampu memahami masalah, akan tetapi siswa belum mampu menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian. Namun dalam memeriksa kembali hasil siswa masih meyakinkan diri bahwa hasil pekerjaanya sudah benar. Hal ini disebabkan siswa tidak mampu membuat konsep-konsep yang berkaitan dengan soal yang diberikan, dan menyusun langkah-langkah penyelesaian yang berkaitan dengan soal yang diberikan agar soal dapat diselesaikan secara sistematis
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK SISWA SMA PADA MATERI PROGRAM LINEAR Yunico L. Maure; Kristoforus D. Djong; Wilfridus B. N. Dosinaeng
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 2 No 1 (2020): Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika | Desember 2019 - Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v2i1.500

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran pemahaman konsep matematik siswa SMA Kristen 1 Kupang dalam menyelesaikan tes pemecahan masalah pada materi program linear. Subyek dalam penelitian ini adalah tiga siswa kelas XI yang memiliki hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) tinggi, sedang, dan rendah. Pemilihan subyek juga berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dan guru mata pelajaran matematika. Data yang dikumpulkan berupa data hasil tes pemecahan masalah dan hasil wawancara berdasarkan indikator pemahaman konsep. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekkan keabsahaan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil analisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut; (1) Siswa dengan hasil PTS tinggi mampu menyelesaikan soal yang diberikan dan memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan, penafsiran, dan ekstrapolasi. (2) Siswa dengan hasil PTS sedang hanya memenuhi satu indikator pemahaman konsep yaitu indikator ekstrapolasi. (3) dan siswa dengan hasil PTS rendah tidak memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KESETARAAN PECAHAN MATA UANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA UANG Yuliarmawati Zendrato; Oktofianus Nggadas; Kristoforus Djawa Djong; Wilfridus Beda Nuba Dosinaeng
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 3 No 2 (2021): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2021 - November 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v3i2.1366

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDI Rinalolon pada materi kesetaraan pecahan uang dengan menggunakan media uang. Subjek dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas II SDI Rinalolon Tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 14 orang. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus. Dari hasil penelitian terlihat bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa pada test awal 55,36% siklus satu 67,71% dan siklus dua 73,57%. Pada aspek aktivitas siswa, peningkatan lebih terlihat pada aktivitas mengurutkan/menjumlahkan. Pada siklus 2, semua siswa sudah mampu melakukan lebih dari 1 aktivitas dengan benar; ini berbeda dengan pada siklus 1 di mana masih terdapat siswa yang hanya mampu melakukan 1 saja aktivitas mengurutkan/menjumlahkan nilai mata uang dengan benar. Sedangkan Pada aspek kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, ada peningkatan yang terjadi yaitu dari 67,71% pada siklus 1 dengan kategori baik ke 95,0% pada siklus 2 dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan kemampuan guru meningkat dari siklus 1 ke siklus 2 sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa siswa pada materi kesetaraan pecahan mata uang di kelas 2 SDI Rinalolon.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED Novel B. Molina; Kristoforus Djawa Djong; Wilfridus Beda Nuba Dosinaeng; Yohanes Ovaritus Jagom
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 3 No 2 (2021): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2021 - November 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v3i2.1374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal open-ended. Subyek dalam penelitian ini adalah satu orang siswa Kelas VIII SMPN 6 Amarasi Kabupaten Kupang. Pemilihan subyek berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dan guru mata pelajaran matematika. Data yang dikumpulkan dari hasil tes pemecahan masalah dan hasil wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data digunakan triangulasi waktu. Hasil analisis diperoleh kesimpulan subyek perempuan berkemampuan matematika tinggi mampu mengerjakan soal yang diberikan. Dalam aspek kelancaran (fluency), subyek dapat langsung mengerjakan soal yang diberikan dan menemukan 5 jawaban yang berbeda-beda. Dalam aspek keluwesan (flexibility) subyek menggunakan cara lain untuk menemukan harga pensil dan pulpen. Namun dalam kedua aspek ini (fluency dan flexibility) subyek menyelesaikan persoalan dengan cara yang biasa atau yang sudah diajarkan oleh guru. Sehingga dalam aspek elaborasi subyek tidak dapat menemukan cara lain yang berbeda dengan cara yang sudah diajarkan oleh guru.
Pelatihan Penggunaan Alat Peraga Matematika bagi Guru SD GMIT Koro’oto, Kupang, Nusa Tenggara Timur Kristoforus Djawa Djong; Yohanes Ovaritus Jagom; Samuel Igo Leton; Yohana Rina Rowa; Irmina Veronika Uskono; Wilfridus Beda Nuba Dosinaeng; Meryani Lakapu
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 6, No 3 (2021): August 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v6i3.5334

Abstract

Props are aids used to ease students understand well the mathematical concepts explained by the teacher. The elementary school level requires real concepts so that in concretizing abstract concepts the teacher should be able to use props to explain the concept. The purposes of the community service are teachers are able to produce props in learning activities and can instill basic concepts so that they are able to solve commonly faced problems in learning activities. The method used is a practical method. This community service was carried out at SD GMIT Koro’oto, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. Based on the evaluation result of the community service, it shows that teachers participated actively in the activity shown by their responses and interactions. In addition, the teachers felt the importance of this training because they gained a lot of new knowledge in solving every problem in learning activities and were able to produce props that could help explain basic concepts to students.
ANALISIS BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSEGI PANJANG Marta Hepo Lado; Kristoforus D. Djong; Irmina V. Uskono; Yohana R. Rowa; Maria, M.G. Gawa
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 4 No 1 (2022): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2022 - November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v4i1.1940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berpikir kreatif matematis siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal segiempat khususnya persegi panjang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulan data berupa soal tes berpikir kreatif dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah dua siswa yang berkemampuan tinggi. Indikator berpikir kreatif yang digunakan meliputi kefasihan (fluency), fleksibilitas (flexibility) dan kebaruan (novelty). Hasil penelitian disimpulkan berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kreatif (TBK). Hasil penelitian menunjukan subjek pertama dapat memenuhi ketiga indikator (kefasihan, fleksibilitas, kebaruan), sehingga digolongkan berada pada TBK 4 (sangat kreatif), sedangkan subjek kedua dapat memenuhi satu indikator (kebaruan), sehingga digolongkan berada pada TBK 2 (cukup kreatif).
PROFIL METAKOGNITIF SISWA KELAS XI DALAM PEMECAHAN MASALAH GARIS SINGGUNG LINGKARAN Marthinus Klomang; Kristoforus D. Djong; Wilfridus B.N. Dosinaeng; Agapitus H. Kaluge; Aloysius J. Fernandez
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 4 No 1 (2022): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Juni 2022 - November 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v4i1.1943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil metakognitif siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah dalam pemecahan masalah garis singgung lingkaran terlihat dari tahapan polya metakognitif memahami masalah, merencanakan, melaksanakan rencana, dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskripsi. Waktu pelaksanaan penelitian pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Subyek pada penelitian ini adalah kelas XI SMA Sint. Carolus Kupang yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa memiliki kemampuan matematika tinggi memenuhi pada tahap memahami masalah, merencanakan, melaksanakan rencana, dan evaluasi. Siswa yang memiliki matematika sedang memenuhi pada tahap memahami masalah, sedangkan siswa kurang merencanakan, melaksanakan rencana, dan evaluasi. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah kurang pada tahap memahami masalah, merencanakan, melaksanakaan rencana, dan evaluasi.
Profil Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Damianus Siki; Kristoforus Djong; Yohanes Jagom
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v1i1.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemahaman konsep matematika siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah yang ditentukan berdasarkan hasil nilai ujian tengah semester. Indikator yang digunakan dalam mengetahui pemahaman konsep yaitu penerjemah, penaksiran dan eksplorasi. Pengumpulan data berupa hasil tugas pemecahan masalah dan hasil wawancara berdasarkan indikator pemahaman konsep matematika. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis memberikan kesimpulan bahwa (1) siswa dengan kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan tugas pemecahan masalah dan memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan penafsiran ekstrapolasi (2) siswa dengan kemampuan matematika sedang memenuhi ketiga indikator pemahaman konsep yaitu indikator penerjemahan penafsiran dan ekstrapolasi (3) siswa dengan kemampuan matematika rendah hanya memenuhi dua indikator yaitu penerjemahan penafsiran.
Sosialisasi Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika di Sekolah Menengah Pertama Dosinaeng, Wilfridus Beda Nuba; Fernandez, Michael; Rowa, Yohana Rina; Djong, Kristoforus Djawa; Uskono, Irmina Veronika; Lakapu, Meryani
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v6i1p27-34

Abstract

Community Service Activities are based on the results of situation anlysis with mathematics teachers about what they need to be able to attract students' interest in learning mathematics and be able to create a learning process that produces. Ethnomatematics was chosen because it is rich in cultural values, contextual interactions, and in accordance with the 2013 Curriculum which emphasizes improving creative thinking skills and character education through integration in mathematics learning. The cultural element designated in this activity was lopo, one of the traditional Timorese houses that is close to the daily lives of students. Activities carried out in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. In preparation, the Team with the Mathematics Education Study Program students held a meeting that would be used when learning in class. Make this a learning medium to help students understand mathematical concepts specifically geometry. Learning begins with a brief description of lopo as a cultural artifact and then continues with a non-uncertain mathematical discussion through direct search and measurement on the lopo mockup. Overall this activity went well. In the evaluation activities, the subject teacher and students expressed enthusiasm for the activities that had been carried out. Learning mathematics using teaching aids has been done in class, but involving culture in learning mathematics is a new experience and adds insight to teachers and students of mathematics who are close to their daily lives. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didasarkan pada hasil analisis situasi bersama para guru mata pelajaran matematika tentang dibutuhkannya suatu pendekatan yang dapat menarik minat para siswa dalam belajar matematika dan mampu menciptakan suatu proses pembelajaran yang bermakna. Pendekatan etnomatematika dipilih sebab kaya akan nilai budaya, bersifat kontekstual, dan sejalan dengan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir ilmiah dan pendidikan karakter melalui integrasinya dalam pembelajaran matematika. Unsur budaya yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu lopo, salah satu rumah tradisional Suku Timor yang dekat dengan kehidupan keseharian para siswa. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Di tahap persiapan, Tim bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika merancang maket berbentuk lopo yang akan digunakan pada saat pembelajaran di kelas. Maket ini berfungsi sebagai media pembelajaran untuk membantu para siswa dalam mempelajari konsep-konsep matematika khususnya geometri. Pembelajaran diawali dengan deskripsi singkat tentang lopo sebagai artefak budaya dan kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi unsur-unsur matematis melalui pengamatan dan pengukuran langsung pada maket lopo. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan baik. Pada kegiatan evaluasi, guru mata pelajaran dan para siswa mengungkapkan antusiasme terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Mempelajari matematika menggunakan alat peraga sudah pernah dilakukan di kelas, namun melibatkan budaya dalam pembelajaran matematika merupakan suatu pengalaman yang baru serta menambah wawasan para guru dan siswa bahwa matematika sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.