Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Guru BK Dalam Mengatasi Siswa Ketergantungan Game Online (Studi Kasus SMP Negeri 12 Tambun Selatan) Salma Nuraisyah; Hamida Syari Harahap
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/gg2rkb89

Abstract

Kemunculan game online menjadi salah satu fenomena yang sangat mencolok, popularitas game online kini telah membuat mayoritas orang menjadi ketergantungan akan game online. Akibatnya, hal ini memiliki konsekuensi negatif yang sangat berbahaya, terutama ketika anak-anak mulai menghabiskan waktunya secara berlebihan untuk bermain game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal orang tua dan guru BK dalam mengatasi siswa ketergantungan game online di SMPN 12 Tambun Selatan. Untuk dapat menemukan jawaban dari permasalahan tersebut, peneliti menggunakan konsep komunikasi interpersonal dan teori Johari Window dengan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal orang tua, guru BK, dan siswa yang didasari keterbukaan, empati, sikap positif, sikap suportif, dan kesamaan. Dalam keterbukaan terjadi ketika orang tua dan guru BK saling berbagi informasi mengenai kebiasaan siswa, dari empati menunjukkan bahwa orang tua dan guru BK memahami perspekti siswa dalam menceritakan masalahnya. Selanjutnya, sikap positif meningkatkan motivasi dan percaya diri orang tua kepada siswa. Sikap suportif yang dilakukan oleh orang tua memberikan dorongan ke siswa untuk mengikuti aktivitas positif untuk mengurangi aktivitas siswa dalam bermain game online. Dengan kesamaan, dapat mendukung siswa dalam pengambilan keputusan untuk mengurangi ketergantungan game online.
Komunikasi Virtual dan Solidaritas Digital Perempuan: Analisis Etnografi Virtual dan Social Network Analysis pada Akun Instagram @perempuanpunyakarya Dzakwan Amar Zuhdi; Ramadhani Utami Dewi; Hamida Syari Harahap
Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/9rzpgf32

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi media sosial dari sekadar sarana berbagi informasi menjadi ruang interaksi sosial yang membentuk identitas, solidaritas, dan komunitas berbasis nilai. Salah satu platform yang memiliki peran signifikan dalam proses ini adalah Instagram, yang memungkinkan pengguna, khususnya perempuan, untuk mengekspresikan diri, berbagi pengalaman, serta membangun jaringan sosial. Akun @perempuanpunyakarya hadir sebagai ruang digital yang merepresentasikan komunitas perempuan dengan nilai pemberdayaan, solidaritas, dan dukungan sosial. Meskipun fenomena komunitas digital perempuan semakin berkembang, kajian mengenai pola interaksi dan struktur jaringan komunikasi di dalamnya masih belum banyak dianalisis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi (komentar, likes, dan sharing) serta menjelaskan bagaimana komunikasi virtual membentuk komunitas berbasis gender pada akun tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan kombinasi digital ethnography dan social network analysis (SNA). Data diperoleh melalui observasi digital, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pengguna aktif perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi didominasi oleh keterlibatan simbolik seperti likes dan konsumsi konten visual, yang meskipun tampak pasif, memiliki makna sebagai bentuk dukungan dan solidaritas digital. Struktur jaringan komunikasi bersifat terpusat dengan akun sebagai node utama, sementara interaksi yang lebih intens dan mendalam terjadi di luar Instagram melalui media komunikasi internal komunitas. Selain itu, komunikasi virtual berperan dalam membangun rasa memiliki (sense of belonging), memperkuat identitas kolektif, serta menciptakan ruang aman (safe space) bagi perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, berfungsi sebagai ruang representasi dan visibilitas perempuan, sedangkan kekuatan komunitas digital berbasis gender terbentuk melalui integrasi antara makna simbolik interaksi dan struktur jaringan sosial yang melampaui satu platform.
Self-Disclosure and Communication Security in Tinder Relationships: An Online Dating Study Hamida Syari Harahap
Jurnal The Messenger Vol. 15 No. 2 (2023): May-August
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v15i2.4970

Abstract

Introduction: The culture of dating has changed a lot, and young people today are more interested in finding romantic partners through online dating sites. This study aims to describe interpersonal relationships that are formed through an online dating application called Tinder. Methods: This study used a qualitative design with a phenomenological approach. Three users of the online dating application Tinder, namely two men and one woman, were selected purposively as research informants. Data collection was carried out virtually using interview techniques and observation of informant conversations on the dating application. Meanwhile, in-depth interview data were only obtained from research informants who actively used the application. To reduce research bias, the researcher conducted further data exploration by extending the research time and recording and collecting verbal and nonverbal data virtually. The data obtained were analyzed using NVivo12 software. Findings: These findings suggest that communication security in daring relationships is a concern for Tinder users. Furthermore, the study found that self-disclosure does not always guarantee privacy security in online interpersonal relationships. This study proves that the theory of self-disclosure contradicts the assumption of self-disclosure and privacy. Originality: The novelty of this study is that it brings together the concept of communication security with social media studies. Many studies place the concept of self-disclosure in relation to interpersonal communication and are studied using a quantitative approach. Meanwhile, this study places self-disclosure within the framework of communication security studies with mixed methods.