Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Panggung

Analisis Visual Citra Kota dan Proses Kreasi Motif Batik Marunda Jakarta Dyah Woelandhary, Ayoeningsih; Damayanti, Nuning Yanti; Sunarya, Yan Yan; Adriati, Ira
PANGGUNG Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i1.3757

Abstract

Penelitian ini mengangkat Batik Marunda sebagai representasi produsen batik yang mengusung identitas Jakarta masa kini melalui motif bertema urban. Sebelumnya, kajian mengenai batik cenderung berfokus pada budaya Betawi, sementara objek kota Jakarta, dengan segala kompleksitas visual dan narasinya, jarang menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana elemen visual direpresentasikan dan diintegrasikan ke dalam motif batik, menggunakan teori Kevin Lynch sebagai kerangka analisis. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengurai proses kreasi motif yang melibatkan lima elemen path, edge, district, node, dan landmark, untuk memastikan setiap elemen visual ditempatkan secara strategis dan bermakna. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman baru bagi perancang batik mengenai pentingnya mengangkat citra kota secara holistik dalam proses kreatif, sehingga mampu menghadirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga relevan dengan identitas budaya dan visual dengan tema kota.
Dinamika Pertunjukan Lukah Gilo Di Kabupaten Tebo Apriyulia, Apriyulia; Adriati, ira; Damayanti, Nuning Yanti
PANGGUNG Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i2.3299

Abstract

Lukah Gilo dance from Tebo Regency, Jambi,  originated as a ritual to honour ancestral spirits before planting and harvest seasons. Over time, as socio-cultural dynamics shifted, the dance transformed from a sacred ritual into a secular form of artistic expression performed at public and communal events. This study describes the transformation of Lukah Gilo’s function and meaning in response to social change. The research adopts a qualitative approach using contemporary ethnography by Hammersley & Atkinson, combined with historical methods through the stages of heuristics, verification, interpretation, and historiography. The findings reveal three developmental phases: a ritual-based pre-independence era, an innovation phase in the early 2000s with two stylistic variations (Semabu Village and the Tebo Regency arts team), and an ongoing preservation phase. These changes are shaped by government support, artistic reinterpretation, community participation, and environmental factors. The study underscores how traditional performances can adapt to modern contexts while maintaining cultural identity.
Ngabandungan Banda Indung Interpretasi Kepercayaan Masyarakat Sunda Rancakalong melalui Seni Visual Maulina, Rini; Sabana, Setiawan; Damayanti, Nuning Yanti; Muhtadin, Teddi
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1204

Abstract

ABSTRACTIndung (mother) in Sundanese culture is not only meaningful as a mother who gives birth, but has a broadmeaning and contains motherhood. Sundanese people have a tradition of appreciating the indung, seenfrom the mention of the indung in Paribasa, Babasan, Carita Pantun, and mythology. The maternal natureof Sunan Ambu, Dayang Sumbi and Nyi Sri Pohaci, was placed in the highest position as a glorificationof the indung. The results of the study showed that the philosophy contained in the traditional ceremonyof Ngalaksa in Rancakalong, Sumedang, contains the meaning of broad indung, interpreted into the formof visual artwork “Ngabandungan Banda Indung”, based on the problem of interpretation the meaningof the mother in visual artwork has been limited to mothers who give birth. Using the Art Based Researchmethod, the creation of research-based artwork. Aimed at interpretation of the wider meaning of the landin the form of the depiction of the banda indung (mother’s wealth) such as rice plants, honje, Kawung,Kalapa, jagong, with the depiction of batik, using glass painting techniques.Keywords: Art Based Research, Banda Indung, Nyi Sri Pohaci, Rancakalong, Visual ArtABSTRAKIndung (ibu) dalam budaya Sunda tidak hanya bermakna sebagai ibu yang melahirkan, tapimemiliki makna yang luas dan mengandung sifat keibuan. Masyarakat Sunda memiliki tradisilebih menghargai indung, terlihat dari penyebutan indung pada paribasa, babasan, carita pantun,dan mitologi. Sifat keibuan terdapat pada Sunan Ambu, Dayang Sumbi, dan Nyi Sri Pohaci,ditempatkan pada posisi tertinggi sebagai pemuliaan indung. Hasil penelitian menunjukkanfalsafah yang terkandung dalam upacara adat Ngalaksa di Rancakalong, Sumedang,mengandung makna indung yang luas, diinterpretasikan ke dalam bentuk karya seni visualNgabandungan Banda Indung, berdasarkan permasalahan interpretasi terhadap makna ibu dalamkarya seni visual selama ini terbatas pada ibu yang melahirkan. Menggunakan metode ArtBased Research, penciptaan karya seni berbasis penelitian. Bertujuan sebagai interpretasi maknaindung yang lebih luas berupa penggambaran banda indung (kekayaan Ibu) seperti tanamanpadi, honje, kawung, kalapa, jagong, dengan penggambaran batik, menggunakan teknik lukiskaca.Kata Kunci: Art Based Research, Banda Indung, Nyi Sri Pohaci, Rancakalong, Seni Visual.
Artistic Affordance in Virtual Reality Painting Sidik, Muhamad Fauzan; Damayanti, Nuning Yanti; Mutiaz, Intan Rizky; Grahita, Banung
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.3260

Abstract

Kemunculan Virtual Reality (VR) memungkinkan kegiatan melukis dilakukan di dunia maya, menawarkan media seni yang unik dengan sifat yang sangat berbeda dengan media seni konvensional. Perbedaan materialitas ini berpotensi menghasilkan alternatif media baru, sebuah teori yang dikemukakan oleh Gibson tentang bagaimana suatu lingkungan/sistem menawarkan alternatif berkreasi yang baru. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen untuk mengeksplorasi pengalaman pembuatan karya seni dalam ranah virtual menggunakan software VR-Pain. Kami menggunakan pendekatan kualitatif heuristik yang terdiri atas keterlibatan awal, pencelupan, inkubasi, iluminasi, penjelasan, dan sintesis kreatif. Pada proses penelitian, ditemukan bahwa kemungkinan berkreasi dengan VR-Pain dihasilkan dari kuas virtual. Simulasi lukisan dalam VR juga melahirkan sense of agency, yaitu rasa kontrol seniman saat menciptakan karya seni pada lingkup virtual. Studi ini mengusulkan konsep baru keterjangkauan artistik dalam VR, yang mengacu pada segala sesuatu di lingkungan virtual yang memengaruhi proses kreatif dan ekspresi artistik selama pembuatan seni VR. Pemahaman terhadap kemampuan artistik membantu mengomunikasikan fungsionalitas dan kegunaan VR ke sarana kreatif dan artistik serta dapat meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pengguna dalam praktik pembuatan seni. Studi ini menunjukkan bahwa diperlukan kolaborasi antara umpan balik diperlukan pengembang, peneliti, dan seniman untuk merancang antarmuka pengguna atau pilihan tools dalam sistem VR yang lebih kaya sehingga akan menjadikan VR sebagai media artistik yang lebih baik. Kata Kunci: alternatif-media-baru, lukis, rasa-kontrol, seni, virtual-reality