Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Shinta Maharani; Nelly Maryam; Tiara Pratiwi; Mardelia Astriani; Dedi Pahrul; Dhea Mega Arini; Latifah Latifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.7296

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian Covid-19 Indonesia terus meningkat. Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan dalam upaya mengantisipasi penyebaran covid-19 di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan gerakan PHBS. Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat. Masyarakat di Desa Sukadamai Kota Kayu Agung masih banyak yang mengabaikan PHBS terkait pencegahan penyebaran covid-19 yang dapat berdampak semakin tingginya masyarakat yang terkonfirmasi. Tujuan pemberian penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam masa adaptasi kebiasaan baru.  Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan leaflet dan power point.  Terdapat peningkatan pengetahuan tentang hubungan PHBS dengan pencegahan penyebaran covid-19 pada masyarakat di Desa Sukadamai Kota Kayu Agung. Kata Kunci: PHBS, Covid-19, Adaptasi Kebiasaan Baru ABSTRACT The number of cases of Covid-19 in Indonesia continues to increase. Public awareness is needed to take preventive measures in an effort to anticipate the spread of COVID-19 in the community. One of the efforts that can be done is through the PHBS movement. The main objective of the PHBS movement is to improve the quality of health through an awareness process that is the beginning of the contribution of individuals in living a clean and healthy daily life behavior. Many people in Sukadamai Village, Kayu Agung City, still ignore PHBS related to preventing the spread of covid-19 which can have an impact on the number of confirmed people. The purpose of providing health counseling is expected to increase public knowledge about PHBS in the adaptation period of new habits. The activities carried out were in the form of health education using leaflets and power points. There is an increase in knowledge about the correlation between PHBS and preventing the spread of covid-19 in the community in Sukadamai Village, Kayu Agung City. Keywords: PHBS, Covid-19, New Habit Adaptation
Pencegahan Penyakit Gangguan Reproduksi melalui Penyuluhan Kesehatan tentang Keputihan Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Gandus Putinah Putinah; Shinta Maharani; Dedi Pahrul; Abdul Syafei
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7829

Abstract

ABSTRAK Keputihan adalah peringatan dini dari berbagai kelainan di sistem reproduksi.Pada wanita disarankan untuk tidak menganggap remeh atau biasa adanya pengeluaran cairan keputihan sehingga dianjurkan untuk pemeriksaan khusus atau rutin sehingga dapat menetapkan secara dini penyebab keputihan. Untuk itulah sangat penting bagi ibu rumah tangga untuk mendapat pengetahuan yang memadai tentang penyakit gangguan reproduksi khususnya keputihan agar mereka tahu bagaimana seharusnya mereka bersikap ketika menghadapi penyakit keputihan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit gangguan reproduksi khususnya keputihan melalui pemberian pendidikan kesehatan kepada para ibu rumah tangga. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang berusia produktif di RT 19 Kelurahan Gandus Palembang. Bentuk kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Media pembelajaran yang digunakan adalah leaflet, alat peraga dan banner.  Peserta penyuluhan sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya sekitar materi penyuluhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga tentang keputihan, hal ini dibuktikan dari hasil pre-test dan post-test yang berubah sangat signifikan. Hasil pre-test didapatkan pengetahuan peserta tentang keputihan antara lain rendah (56,2%), cukup (34,4%) dan tinggi (9,4%), sedangkan hasil penilaian post-test didapatkan pengetahuan peserta antara lain rendah (12,5%), cukup (15,6%) dan tinggi (71,9%). Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kelurahan Gandus Palembang khususnya ibu-ibu rumah tangga dapat menjaga kesehatan organ reproduksi dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksinya secara rutin di puskesmas gandus. Kata Kunci: Keputihan, Pencegahan, Penyuluhan ABSTRACT  Vaginal discharge is an early warning of various disorders in the reproductive system. Women are suggested not to underestimate the presence of vaginal discharge so it is recommended for a special or routine examination so that it can determine the cause of vaginal discharge early. For this reason, it is very important for housewives to get adequate knowledge about reproductive disorders, especially vaginal discharge so that they know how they should behave when dealing with vaginal discharge. This community service activity aims to provide knowledge and understanding of reproductive disorders, especially vaginal discharge by providing health education to housewives. The target of this activity is housewives of productive age at RT 19 Gandus Village Palembang. The form of this activity is community empowerment through health education with lecture and discussion methods. The learning media used are leaflets, teaching aids, and banners. The counseling participants were very enthusiastic in participating in the counseling, this was evidenced by the large number of participants who asked questions about the extension material. The results of this activity showed an increase in the knowledge of housewives about vaginal discharge, this was evidenced by the results of the pre-test and post-test which changed very significantly. The results of the pre-test showed that the participants' knowledge about vaginal discharge was low (56,2%), sufficient (34,4%), and high (9,4%), while the post-test results showed that the participants' knowledge was low (12,5%), adequate (15,6%) and high (71,9%). Through this activity, it is hoped that the community of Gandus Palembang Village, especially housewives, can maintain the health of their reproductive organs by implementing a healthy lifestyle and conducting regular reproductive health check-ups at Gandus Public Health Center. Keywords: Vaginal discharge, Prevention, Counseling 
PENGARUH TERAPI BEKAM TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Abdul Syafe’i; Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni; Dedi Pahrul
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 01 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i01.336

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi karena terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah yang tidak terkontrol yang dapat menimbulkan kematian. Ada berbagai macam cara untuk mengendalikan kadar gula dalam darah yaitu dengan terapi bekam basah. Terapi bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe II di Klinik Holistik Center Asy- Syafii Pelambang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test design. Sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus tipe II berjumlah 20 orang pasien. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kadar gula darah sebelum terapi bekam 227.90 mg/dl dan setelah terapi bekam 217.80 mg/dl, hasil uji paired sample t-test didapatkan p= 0.000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Ada pengaruh terapi bekam basah terhadap kadar gula darah pada pasien diabtetes mellitus tipe II.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WARGA TAMA INDRALAYA Dedi Pahrul
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.505

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penggunaan obat tradisional sebagai pengobatan komplementer ataupun alternative semakin meningkat di seluruh dunia. Pengetahuan, sikap dapat mempengaruhi pemilihan pengobatan. Metode penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional menggunakan desain Cross Sectional yang dilakukan di Panti Soaial Tresna Werdha Warga Tama Indralaya menggunakan alat bantu kuisioner. Analisa data menggunakan analisa statistika Chi-square. Hasil penelitian 19 orang responden yang memiliki pengetahuan baik sebagian besar menggunakan obat tradional yaitu 63.2%. sama halnya dengan responen yang miliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang sebagian besar menggunkan obat tradional yaitu 69.6%. Sedangkan dari total 18 orang responden yang memiliki pengetahuan buruk sebagian besar tidak menggunakan obat tradisional yaitu 72.2% orang responden. 20 oarang responden yang memiliki sikap baik sebagian besar merupakan pengguna obat tradisional yaitu 13 (65%), dan sama halnya dengan responden yang memiliki sikap dalam kategori sedang sebagian besar merupakan pengguna obat tradional yaitu 10 (76.9%) dari total 13 orang responden. Sedangkan untuk kelompok responden yang memiliki sikap dalam kategori buruk sebagian besar tidak menggunakan obat tradisional yaitu 17 (60.7%) dari total 27 orang responden. Kesimpulan: hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan penggunaan obat tradisional dengan (p: 0.020 ≤ α: 0.05), dan terdapat hubungan yang siginifikan antara sikap dan penggunaan obat tradisional dengan (p: 0.033 ≤ α: 0.05). Diharapkan pihak panti dapat memberikan edukasi Kesehatan tentang penggunaan obat tradisional. Kata Kunci : Obat Tradisional, Pengetahuan, Sikap
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU Dedi Pahrul; Rahmalia Afriyani; Apriani Apriani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.897

Abstract

Latar belakang: Kepatuhan diet merupakan masalah besar yang terjadi pada penderita Diabetes mellitus tipe II saat ini. Hal ini disebabkan karena nilai rata-rata kepatuhan terendah pada pengobatan penderita Diabetes mellitus tipe II yaitu salah satunya adalah kepatuhan diet. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan pasen DM dan Tingkat Pengetahuan dengan kadar gula darah sewaktu. Metode: Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 4 Febuari-2 Maret 2019 di RSI Siti khadijah Palembang. Responden pada penelitian ini adalah penderitas DM tipe II berjumlah 72 orang. Data dianalisa dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: Menunjukan bahwa sebagian  besar responden memiliki kadar gula dalam kategori tidak normal yaitu 46 (63.9%), tidak patuh dalam menjalani diet diabetes melitus yaitu 41 (56,9%) dan Lebih banyak responden yang memiliki kurang memahami edukasi DM  yaitu 37(51,4%) sedangkan kategori yang paham edukasi DM  yaitu 35 (48,6%). analisa bivariat menunjukan bahwa  terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet (pvalue= 0,001) dan Tingkat Pengetahuan (pvalue=0.014) dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM. Saran: Perlunya peningkatan edukasi pasien DM dengan cara mem-follow up pemahaman pasien via telepon dan membuat ruang khusus untuk edukasi. Kata Kunci: Kadar Gula Darah, Kepatuhan, dan Tingkat Pengetahuan
Pengaruh Latihan Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Bhayangkara M.Hasan Palembang Lutfiany, Melly Triska; Dedi Pahrul; Setiawan; Asih Fatriansari; Putinah; Apriani
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v6i2.416

Abstract

Penderita Tuberkulosis Paru pada umumnya mengeluhkan sulit untuk bernafas akibat banyaknya sputum di saluran pernafasan yang berlebihan dan ketidaknyamanan saat akan mengeluarkan sputum. Batuk merupakan gejala paling sering ditemukan pada pasien tuberkulosis paru. Batuk efektif dapat membantu pasien mengoptimalisasi pengeluaran sputum. Tujuan penelitian ini pengaruh latihan efektif terhadap pengeluaran sputum pada penderita tuberkulosis paru. Metode penelitian ini menggunakan metode pre – eksperimental dengan pendekatan one group pre test – post test, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Hasil analisa univariat didapatkan rerata pengeluaran sputum sebelum dilakukan latihan batuk efektif adalah 2,06 ml dengan standar deviasi 0,73, kemudian rerata sesudah latihan batuk efektif adalah 3,12 ml dengan standar deviasi 0,70. Pada analisa bivariat digunakan uji parametik yaitu Paired Samples T-Test dengan hasil p-value = 0,000 < 0,05. Simpulan dari hasil penelitian ini ada pengaruh latihan batuk efektif terhadap pengeluaran sputum pada penderita tuberkulosis paru di Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Kota Palembang. Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit tersebut terhadap penderita Tuberkulosis Paru sudah baik, diharapkan kedepannya lebih ditingkatkan lagi pelayanan terutama dalam pelaksanaan latihan batuk efektif.
PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Putinah; Abdul Syafei; Helsy Desvitasari; M. Ramadhani Firmansyah; Asih Fatriansari; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.389

Abstract

Maraknya kekerasan seksual pada anak masa kini merupakan issue penting yang harus diperhatikan dan diantisipasi. Upaya dalam mencegah kekerasan seksual pada adalah salah satunya melalui pemberian edukasi seks anak usia dini. Tujuan dari kegaitan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi terkait pandangan orang tua terkait Pendidikan seks usia dini serta cara pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 November 2022 pukul 09.00 WIB s/d selesai di PAUD Mutiara Hati. Kegiatan ini dihadiri para Orang tua/wali siswa PAUD sebanyak 30 orang. Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi yaitu adanya peningkatan pemahaman terkait seks usia dini serta cara pencegahan kekerasan seksual dengan hasil sebelum diberikan edukasi tingkat pemahaman orang tua/wali pada kategori cukup baik sebanyak 19 (63%), sedangkan setelah diberikan edukasi tingkat pemahaman orang tua/wali meningkat pada kategori baik sebesar 24 (80%). Kegiatan ini hendaknya terus digalakkan dengan berkolaborasi antar orang tua dalam megamati dan mengawasi kegiatan anak sehari-hari.
PENTINGNYA SELF CARE BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 M Ramadhani Firmansyah; Helsy Desvitasari; Apriani; Latifah; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.426

Abstract

Diabetes melitus disebabkan oleh ketidakmampuan kelenjar pankreas menghasilkan insulin, adanya kekurangan kadar insulin, sehingga menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat. Bila kadar glukosa dalam darah terus meningkat maka dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Selfcare merupakan kemampuan seseorang dalam merawat dirinya sendiri sehingga mempunyai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya. Perawatan diri diabetes adalah tindakan yang dilakukan untuk membantu mengontrol gula darah sehingga dapat menghasilkan kondisi kesehatan yang lebih baik. Selfcare yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes melitus antara lain : diet, aktivitas fisik, perawatan kaki, minum obat secara teratur dan kontrol gula darah. Untuk dapat mengontrol kadar gula darah penderita tersebut perlu dilaksanakan promosi kesehatan tentang pentingnya selfcare bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu didapatkan Tingkat pengetahuan kurang pada peserta sebanyak 22 orang (63%) lebih banyak dibandingan dengan Tingkat pengetahuan baik sebanyak 7 orang (20%) dan Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (17%). Setelah dilakukan penyuluhan tentang diabetes selfcare bahwa Tingkat pengetahuan baik pada peserta sebanyak 21 orang (60%) lebih banyak dibandingan dengan Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (26%) dan Tingkat pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (14%). Diharapkan penderita diabetes melitus tipe 2 dapat menambah wawasan pengetahuan penderita agar dapat menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik atau latihan secara teratur, mengecek gula darah secara teratur, dan menjaga perawatan kaki.
EDUKASI KESEHATAN PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK Apriani; Asih Fatriansari; Putinah; Rahmalia Afriyani; Abdul Syafei; Helsy Desvitasari; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.456

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, dalam beberapa menit saja akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secara permanen dari batang otak. Penanganan pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada anak tersedak adalah Back blow, heimlich manuver, dan chest trust. Akan tetapi tidak semua ibu atau orang tua mampu melakukan pertolongan pertama dalam penanganan tersedak. Perlu adanya edukasi kesehatan untuk mengubah atau mempengaruhi perilaku orangtua tentang penanganan tersedak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengimplementasian hasil penelitian untuk meningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan tersedak pada anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media leaflet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 6 November 2023 dengan melibatkan 35 peserta penyuluhan. Hasil yang didapat dari kegiatan edukasi adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu dalam penanganan tersedak pada anak, sebelum diberikan edukasi tingkat pengetahuan kurang sebanyak 21 (60%) orang, baik sebanyak 14 (40%) orang. Setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan baik sebanyak 26 (74%) orang peserta dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 9 (27%) orang peserta. Disarankan kepada seluruh ibu khususnya ibu di Taman Kanak-Kanak Jayanti Palembang untuk selalu mengawasi dan memantau anak-anak mereka, dan dapat mengaplikasikan penanganan tersedak yang telah diajarkan, jika terdapat kasus tersedak di sekitar mereka.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN IBU DALAM MENGHADAPI KEGAWATDARURATAN KERACUNAN MAKANAN Apriani; Asih Fatriansari; Putinah; Rahmalia Afriyani; Helsy Desvitasari; Abdul Syafei; Dedi Pahrul
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.476

Abstract

makanan yang telah terkontaminasi baik oleh pathogen maupun non pathogen. Menurut World Health Organization, keracunan makanan memiliki resiko tiga kali lipat terjadi pada anak usia 1-5 tahun, maka peran seorang ibu sangat berpengaruh pada permasalahan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi kegawatdaruratan keracunan makanan. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan pre and post test. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu wali murid di Taman Kanak-Kanak X Palembang dengan menggunakan total sampling sebanyak 38 orang, penelitian ini dilakukan pada 24 – 27 Juni 2024 dengan menggunakan alat penelitian berupa lembar kuesioner. Kemudian data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil didapatkan p value = 0,000 (p< 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi keracunan makanan. Diharapkan kepada Kepala Sekolah untuk dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas dalam hal pemberian pendidikan kesehatan secara terjadwal minimal 1 kali dalam satu bulan terkait masalah keracunan makanan maupun kasus kegawatdaruratan lainnya.