Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN INSOMNIA PADA REMAJA Abdul Syafei; Rahmalia Afriyani; Dedi Pahrul; M. Ramadhani Firmansyah
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 2 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i2.376

Abstract

Game online saat ini sangat diminati dan sudah sangat meluas pada semua kategori usia khususnya remaja. Maraknya penggunaan gadget memudahkan remaja untuk mengakses game online yang tanpa disadari dampaknya menyebabkan kecanduan. kecanduan pada game online dapat dikategorikan sebagai golongan penyakit mental yang disebut gaming disorder. Menurut Survei yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) tentang jumlah pemakai internet, dan hasil survey menunjukkan bahwa pemakai internet di Indonesia terdapat 63 juta orang. Tujuan dari penelitian ini diketahuinya hubungan kecanduan bermain game online dengan insomnia pada remaja di SMA Adabiyah Palembang. Metode Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 5-26 September 2022 di SMA Adabiyah Palembang. Sampel pada penelitian ini adalah siswa dan siswi di SMA Adabiyah Palembang berjumlah 54 siswa sebagai responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari total 20 orang responden yang memiliki kecanduan game online dalam kategori tinggi, sebagian besar mengalami insomnia yaitu 14(70%). Sedangkan dari total 34 orang responden yang memiliki kecanduan game online dalam aktegori rendah sebagian besar tidak mengalami insomnia yaitu 23(67.6%). Hasil uji chi square didapat nilai p value = 0.017 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan bermain game online dan kejadian insomnia. Semakin tinggi tingkat kecanduan bermain game online semakin besar pula kecenderungan untuk terjadinya insomnia
PELAKSANAAN KEPERAWATAN METODE TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP Helsy Desvitasari; Asih Fatriansari; Putinah; Rahmalia Afriyani; Apriani; M. Ramadhani Firmansyah; Dedi Pahrul; Abdul Syafei
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.450

Abstract

Kepuasan kerja perawat menjadi elemen penting dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kontribusi dan peran serta perawat dalam pelayanan sebagai ujung tombak pelaksana pelayanan keperawatan berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga pasien. Tercapainya semua kebutuhan asuhan yang diperlukan tidak terlepas dari metode pelayanan yang diberikan salah satunya melalui pendekatan metode tim. Metode tim yang diterapkan dapat menciptakan sinergi antar perawat dam peningkatkan keterampilan antar tim dalam penyelesaian masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan keperawatan metode tim terhadap kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Ruang Rawat Inap. Sampel diambil dengan cara non probability dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah 64 responden. Data diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pelaksanaan keperawatan metode tim terhadap kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Siti Khadijah dengan nilai p value = 0,016. Diharapkan pihak RS dapat melakukan evaluasi kinerja perawat khususnya di ruang rawat inap dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama dalam aplikatif metode tim.
EDUKASI KESEHATAN PENTINGNYA SELF EFFICACY DALAM PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS Apriani; Putinah; Helsy Desvitasari; Dedi Pahrul
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.367

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang menjadi masalah di seluruh dunia. Pertolongan yang diberikan di lokasi kejadian merupakan bagian dari pre-hospital care yang diberikan kepada korban sebelum korban kecelakaan lalu lintas sampai di rumah sakit. Tingginya angka kematian pada korban kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan karena pemberian pertolongan pertama yang kurang tepat pada korban. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan self efficacy siswa dalam pertolongan pertama kecelakaaan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan menggunakan media leaflet tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2022 dengan melibatkan 26 peserta penyuluhan. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan self efficacy dalam pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas. Kesimpulan semakin baik tingkat pengetahuan siswa, semakin baik pula self efficacy dalam melakukan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas.
Effectiveness of Telecare in Reducing Stress Patients with Chronic Diseases Imas Yoyoh; Abdul Syafei; Apriani; Dedi Pahrul
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 3 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v3i2.547

Abstract

Chronic diseases such as diabetes mellitus, hypertension, and heart failure require long-term management that often leads to psychological stress in patients. In Bogor City, limited access to face-to-face healthcare services and the burden of routine medical visits may further increase stress levels. Telecare, a remote healthcare model based on communication technology, offers a potential solution to enhance continuous psychosocial support and health monitoring. This study aimed to analyze the effectiveness of telecare in reducing stress levels among patients with chronic diseases in Bogor City. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was employed. A total of 60 patients were selected using purposive sampling, consisting of 30 respondents in the intervention group (receiving telecare for 8 weeks) and 30 in the control group (receiving standard care). Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10). Data were analyzed using paired t-tests and independent t-tests with a significance level of 0.05. The results showed a significant reduction in stress scores in the intervention group (24.6 ± 4.2 to 16.8 ± 3.9; p<0.001), while the control group showed no significant change (p=0.087). Telecare was effective in reducing stress levels and can be implemented in primary healthcare settings to improve patients’ psychological well-being.