Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ETHNOMATHEMATICA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (PEMBELAJARAN BILANGAN DENGAN MEDIA BATIK MADURA, TARI KHAS TRENGGAL DAN TARI KHAS MADURA) Ekowati, Dyah Worowirastri; Kusumaningtyas, Dian Ika; Sulistyani, Nawang
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol 5, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.723 KB) | DOI: 10.22219/jp2sd.v5i2.4820

Abstract

Abstract: Cultural-based mathematics learning is a model of learning approach that prioritizes students' activities with a variety of cultural backgrounds, which are known as ethnomathematica. In this article will be elaborated mathematical activities that use cultural background. Therefore, this paper will describe a) how the application of ethnomathematica in mathematics learning, b) how the number of learning with batik madura, typical trenggal dance and typical madura dance.Keyword: learning mathematics, batik madura, dance typical trenggal, dance typical maduraAbstrak: Pembelajaran matematika berbasis budaya merupakan suatu model pendekatan pembelajaran yang lebih mengutamakan aktivitas siswa dengan berbagai ragam latar belakang budaya yang dimiliki, yang selanjutnya dikenal dengan ethnomathematica. Dalam artikel ini akan dijelas aktivitas matematika yang menggunakan latar belakang budaya. Oleh karenanya, makalah ini akan menjabarkan a) Bagaimana penerapan ethnomathematica dalam pembelajaran matematika, b) Bagaimana pembelajaran bilangan dengan media batik madura, tari khas trenggal dan tari khas madura.Kata Kunci: ethnomathematica, pembelajaran matematika, batik madura, tari khas trenggal, tari khas madura
ANALISIS BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS V SD DI KOTA MALANG Sulistyani, Nawang; Deviana, Tyas
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol 7, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.371 KB) | DOI: 10.22219/jp2sd.v7i2.9692

Abstract

The purpose of this paper is to explain the analysis of Mathematics teaching materials of Grade V Elementary Schools in Malang. The research method used is the type of qualitative research. The subject of this research is the fifth grade elementary school teacher in Malang. The type of data used is qualitative data obtained from the responses of teachers and students as users of teaching materials, as well as observational studies of the implementation of learning and documentation which includes the school curriculum, teaching material, and photos of learning activities. The research results that the teaching materials of Mathematics in Class V learning steps are accommodating for the achievement of learning objectives. The material is presented in an integrated and holistic manner according to the basic competencies that must be achieved. In general, the material is more on the discovery of concepts learned by students, not yet up to the application of concepts. Learning resources, facilities and learning experiences of students have not accommodated the local wisdom
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN HOTS PADA SISWA KELAS 4 SEKOLAH INDONESIA BANGKOK THAILAND Yayuk, Erna; Deviana, Tyas; Sulistyani, Nawang
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 5, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v5i2.7106

Abstract

ABSTRAK Implementasi kurikulum 2013 menuntut guru untuk melakukan penilaian  HOTS. Pada dasarnya penilaian HOTS harus diawali dengan pembelajaran yang HOTS juga. Hasil yang didapatkan berdasarkan pengamatan di SIB Thailand bawasannya masih ditemukan adanya (1) beberapa guru yang masih memerlukan updating tentang pengetahuan terutama kurikulum 2013, (2) kurang lebih 45% siswa masih pasif ketika diajar dan keaktifan kelas sering didominasi oleh anak-anak yang pintar. (3) dalam proses pembelajaran soal-soal yang dibuat guru kebanyakan masih pada level C1-C3, dan (4) kemampuan siswa dalam berfikir kritis dan analitis sangat kurang. Berdasarkan analisis masalah tersebut, tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan guru-guru terhadap pembelajaran dan penilaian HOTS. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Adapun hasil yang didapatkan meliputi (a) hasil contoh perangkat pembelajaran dan penilaian HOTS yang meliputi RPP, (b) Lembar Kegiatan Siswa (LKS), (c) evaluasi pembelajaran, (d) instrumen penilaian HOTS, dan (e) video pembelajaran dan penilaian HOTS. Kata kunci: Pembelajaran, Penilaian, HOTS ABSTRACTThe implementation of the 2013 curriculum requires teachers to conduct HOTS assessments. Basically the HOTS assessment must begin with HOTS learning as well. The results obtained based on observations at SIB Thailand are still found in (1) some teachers who still need updating of knowledge, especially the 2013 curriculum, (2) approximately 45% of students are still passive when taught and class activeness is often dominated by smart children. (3) in the learning process the questions made by the teacher are mostly still at levels C1-C3, and (4) the ability of students in critical and analytical thinking is very lacking. Based on the analysis of the problem, the purpose of this study was to improve the ability of teachers to learn and assess HOTS. The research method used is qualitative research. The results obtained include (a) the results of examples of HOTS learning and assessment devices which include lesson plans, (b) Student Activity Sheets (LKS), (c) learning evaluation, (d) HOTS assessment instruments, and (e) videos learning and assessment HOTS. Key words: Learning, Assessment, HOTS
ETHNOMATHEMATICA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (PEMBELAJARAN BILANGAN DENGAN MEDIA BATIK MADURA, TARI KHAS TRENGGAL DAN TARI KHAS MADURA) Dyah Worowirastri Ekowati; Dian Ika Kusumaningtyas; Nawang Sulistyani
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 5 No. 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v5i2.4820

Abstract

Abstract: Cultural-based mathematics learning is a model of learning approach that prioritizes students' activities with a variety of cultural backgrounds, which are known as ethnomathematica. In this article will be elaborated mathematical activities that use cultural background. Therefore, this paper will describe a) how the application of ethnomathematica in mathematics learning, b) how the number of learning with batik madura, typical trenggal dance and typical madura dance.Keyword: learning mathematics, batik madura, dance typical trenggal, dance typical maduraAbstrak: Pembelajaran matematika berbasis budaya merupakan suatu model pendekatan pembelajaran yang lebih mengutamakan aktivitas siswa dengan berbagai ragam latar belakang budaya yang dimiliki, yang selanjutnya dikenal dengan ethnomathematica. Dalam artikel ini akan dijelas aktivitas matematika yang menggunakan latar belakang budaya. Oleh karenanya, makalah ini akan menjabarkan a) Bagaimana penerapan ethnomathematica dalam pembelajaran matematika, b) Bagaimana pembelajaran bilangan dengan media batik madura, tari khas trenggal dan tari khas madura.Kata Kunci: ethnomathematica, pembelajaran matematika, batik madura, tari khas trenggal, tari khas madura
ANALISIS BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS V SD DI KOTA MALANG Nawang Sulistyani; Tyas Deviana
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 7 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v7i2.9692

Abstract

The purpose of this paper is to explain the analysis of Mathematics teaching materials of Grade V Elementary Schools in Malang. The research method used is the type of qualitative research. The subject of this research is the fifth grade elementary school teacher in Malang. The type of data used is qualitative data obtained from the responses of teachers and students as users of teaching materials, as well as observational studies of the implementation of learning and documentation which includes the school curriculum, teaching material, and photos of learning activities. The research results that the teaching materials of Mathematics in Class V learning steps are accommodating for the achievement of learning objectives. The material is presented in an integrated and holistic manner according to the basic competencies that must be achieved. In general, the material is more on the discovery of concepts learned by students, not yet up to the application of concepts. Learning resources, facilities and learning experiences of students have not accommodated the local wisdom
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul Matematika HOTS Beroerintasi Kearifan Lokal Daerah di Kelas IV Sekolah Dasar Tyas Deviana; Nawang Sulistyani
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 9 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jp2sd.v9i2.18147

Abstract

Pandemi covid-19 berimplikasi pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar. Salah satu materi dengan ketuntasan belajar rendah yaitu pada muatan pembelajaran matematika materi bangun datar. Peserta didik memerlukan bahan ajar penunjang yang dapat memfasilitasi untuk belajar secara mandiri. Salah satu bahan ajar yang sesuai untuk permasalahan yang dialami tersebut yaitu E-modul matematika. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan untuk pengembangan E-Modul Matematika materi bangun datar di kelas IV SD yang berorientasi HOTS dan kearifan lokal daerah Malang Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 24 peserta didik dan guru kelas IV SDN Tumpang 6. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi serta dilaksakan sesuai dengan prosedur penelitaian yang telah disusun peneliti. Hasil  penelitian yang  diawali dengan studi pendahuluan (studi pustaka dan studi lapangan), analisis kurikulum, analisis pembelajaran, analisis peserta didik, dan analisis lingkungan sekitar peserta didik menunjukkan perlu adanya pengembangan E-modul matematika yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri dengan didekatkan berbagai permasalahan di lingkungan sekitar
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN HOTS PADA SISWA KELAS 4 SEKOLAH INDONESIA BANGKOK THAILAND Erna Yayuk; Tyas Deviana; Nawang Sulistyani
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 5 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v5i2.7106

Abstract

ABSTRAK Implementasi kurikulum 2013 menuntut guru untuk melakukan penilaian  HOTS. Pada dasarnya penilaian HOTS harus diawali dengan pembelajaran yang HOTS juga. Hasil yang didapatkan berdasarkan pengamatan di SIB Thailand bawasannya masih ditemukan adanya (1) beberapa guru yang masih memerlukan updating tentang pengetahuan terutama kurikulum 2013, (2) kurang lebih 45% siswa masih pasif ketika diajar dan keaktifan kelas sering didominasi oleh anak-anak yang pintar. (3) dalam proses pembelajaran soal-soal yang dibuat guru kebanyakan masih pada level C1-C3, dan (4) kemampuan siswa dalam berfikir kritis dan analitis sangat kurang. Berdasarkan analisis masalah tersebut, tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan guru-guru terhadap pembelajaran dan penilaian HOTS. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Adapun hasil yang didapatkan meliputi (a) hasil contoh perangkat pembelajaran dan penilaian HOTS yang meliputi RPP, (b) Lembar Kegiatan Siswa (LKS), (c) evaluasi pembelajaran, (d) instrumen penilaian HOTS, dan (e) video pembelajaran dan penilaian HOTS. Kata kunci: Pembelajaran, Penilaian, HOTS ABSTRACTThe implementation of the 2013 curriculum requires teachers to conduct HOTS assessments. Basically the HOTS assessment must begin with HOTS learning as well. The results obtained based on observations at SIB Thailand are still found in (1) some teachers who still need updating of knowledge, especially the 2013 curriculum, (2) approximately 45% of students are still passive when taught and class activeness is often dominated by smart children. (3) in the learning process the questions made by the teacher are mostly still at levels C1-C3, and (4) the ability of students in critical and analytical thinking is very lacking. Based on the analysis of the problem, the purpose of this study was to improve the ability of teachers to learn and assess HOTS. The research method used is qualitative research. The results obtained include (a) the results of examples of HOTS learning and assessment devices which include lesson plans, (b) Student Activity Sheets (LKS), (c) learning evaluation, (d) HOTS assessment instruments, and (e) videos learning and assessment HOTS. Key words: Learning, Assessment, HOTS
IMPLEMENTASI KUIS INTERAKTIF BERBASIS HOTS BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DAERAH MELALUI APLIKASI QUIZIZZ DI SEKOLAH DASAR Tyas Deviana; Nawang Sulistyani
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.295 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i1.8174

Abstract

The Covid 19 pandemic caused the need for an adaptation in all areas including in the field of education. The online learning was the way to adapt with the pandemic. Many institutions increased their human resources through training for the preparation of online learning tools. The result was that the teachers were able to make HOTS-based interactive quizzes oriented on local wisdom at Kab. Tulungagung through the quizizz application and its implementation. The goal was that interactive quizzes through the quizizz application could be applied and provided benefits to online learning. This study aimed to analyze the implementation of HOTS-based interactive quizzes oriented on local wisdom at Kab. Tulungagung. The scope of this research included question making, interactive quiz implementation, and evaluation. The study involved 25 students at grade V SDN Mojosari 1 consiting of 11 male and 14 female students. The process of making evaluation questions started from making the question lattice then converted into multiple choice questions by paying attention to HOTS based on local wisdom at Kab. Tulungagung. The implementation of the interactive quiz resulted in the effectiveness of the interactive quiz by 88%. The result of evaluation of HOTS interactive quiz implementation based on local wisdom at Kab. Tulungagung found that 1) interactive quizzes through the quizizz application were needed as an online learning assessment instrument; 2) the use of interactive quizzes eased the teachers to provide assessments without having to make manual corrections as well as being able to analyze the questions made; 3) it fostered competition between students.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN E-QUIZ (ELECTRONIC QUIZ) MATEMATIKA BERBASIS HOTS (HIGHER OF ORDER THINKING SKILLS) UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR Dian Fitri Nur Aini; Nawang Sulistyani
Widyagogik Vol 7, No 2 (2020): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.101 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v7i2.5980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan instrumen penilaian e-quiz matematika berbasis HOTS (high order thinking skills) untuk kelas V SD, (2) mendeskripsikan kelayakan instrumen penilaian e-quiz matematika berbasis HOTS (high order thinking skills) untuk kelas V SD. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan model Lee and Owens yang terdiri dari lima tahapan, yaitu; (1) Assesment/ Analysis yang terdiri dari dua bagian utama yaitu Analisis Kebutuhan dan Analisis Front-end; (2) Desain (Design); (3) Pengembangan (Development); (4) Penerapan (Implementation); dan (5) Evaluasi (Evaluation). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hasil pengembangan memenuhi aspek kevalidan dengan nilai koefisien validasi sebesar 86,5 persen. Hasil uji coba lapangan  memeroleh persentase kepraktisan produk sebesar 90 persen. Instrumen penilaian e-quiz berbasis HOTS (high order thinking skills) yang dikembangkan pada penelitian ini telah layak digunakan dalam penilaian pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika karena telah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODUL NUMERASI BERORIENTASI ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM DI SEKOLAH DASAR Nawang Sulistyani; Adi Slamet Kusumawardana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.618 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6431

Abstract

Abstrak: Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang mendasar dalam aspek kognitif yaitu literasi membaca dan numerasi. Asesmen literasi membaca dan numerasi pada AKM dapat ditinjau dari tiga aspek yaitu konten, proses kognitif, serta konteks. Permasalahan di SD Muhammadiyah 5 Kota Malang antara lain belum ada bentuk asesmen pembelajaran yang berorientasi pada AKM. Melihat permasalahan tersebut, perlu dilakukan pendampingan penyusunan modul numerasi berorientasi AKM di Sekolah Dasar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan empat tahapan antara lain workshop penyusunan modul numerasi berorientasi AKM, pendampingan penyusunan modul numerasi berorientasi AKM, implementasi modul numerasi berorientasi AKM, serta refleksi dan tindak lanjut. Mitra pengabdian ini yaitu SD Muhammadiyah 5 Kota Malang yang diwakili oleh 10 orang guru SD. Hasil pelaksanaan diperoleh kompetensi guru meningkat, hal ini ditunjukkan dengan variasi bentuk soal yang disusun oleh guru setelah adanya kegiatan workshop. Jenis soal yang disusun guru tidak hanya pilihan ganda, jenis soal yang disusun berupa pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian. Tanggapan dan evaluasi dari guru bahwa modul numerasi berorientasi AKM sangat diperlukan dan memudahkan guru untuk memetakan ketercapaian kompetensi dasar peserta didik dan perlu adanya variasi soal serta pembimbingan peserta didik sebelum mengerjakan modul AKM.Abstract: Minimum Competency Assessment (MCA) assesses student learning outcomes fundamental in the cognitive aspect, namely reading literacy and numeracy. Reading literacy and numeracy assessment in the MCA can be viewed from three aspects: content, mental processes, and context. Problems at SD Muhammadiyah 5 Malang City, there is no form of learning assessment oriented to the MCA. It is necessary to assist in preparing MCA-oriented numeracy modules in elementary schools. The implementation of the activity is in four stages, including workshops on the preparation of the MCA-oriented numeracy module, assistance in the preparation of the AKM-oriented numeracy module, the implementation of the MCA-oriented numeracy module, as well as reflection and follow-up. SD Muhammadiyah 5 Malang City is this service partner, represented by ten elementary school teachers. The implementation results showed that teacher competence increased, indicated by variations in the teacher's questions after the workshop activities. The types of questions compiled by the teacher are multiple-choice and arranged in the form of multiple complex choices, matchmaking, short entries and descriptions. Responses and evaluations from teachers that the MCA-oriented numeracy module is essential and makes it easier for teachers to map the achievement of students' necessary competencies and the need for variations in questions and student guidance before working on the MCA module.