Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan penyusunan instrumen asesmen diagnostik matematika untuk mendesain pembelajaran beriferensiasi di Sekolah Dasar Falistya Roisatul MN; Nawang Sulistyani; Mochammad Archi Maulyda; Tyas Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22258

Abstract

Abstrak Salah satu kesulitan yang dialami guru di sekolah mitra dalam implementasi kurikulum merdeka yaitu mendesain pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Hal penting yang harus dilakukan guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi adalah melakukan asesmen diagnostic yang dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kebutuhan dan memetakan kemampuan siswa. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan penyusunan instrument asesmen diagnostic matematika untuk mendesain pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan  untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu melalui kegiatan: 1) workshop penyusunan instrumen asesmen diagnostik; 2) pendampingan penyusunan instrumen asesmen diagnostik; 3) implementasi asesmen diagnostik; 4) monitoring dan evaluasi; serta 5) pelaporan. Keberhasi;an program pengabdian kepada masyarakat ini ditunjukkan adanya peningkatan hasil pre-test dan post-test pengetahuan guru tentang konsep dan penyusunan instrument asesmen diagnostic. Instrument assessment diagnostic yang telah disusun berdasarkan hasil pendampingan, digunakan guru sebagai acuan dalam mendesain pembelajaran berdiferensiasi. Kelas yang bediferensiasi dapat menyajikan jalan yang berbeda dalam rangka memperoleh pengetahuan, memahami ide-ide dan mengembangkan produk sehinga pembelajaran terlaksana secara efektif. Kata kunci: asesmen diagnostic; instrumen asesmen; kurikulum Merdeka; pembelajaran berdiferensiasi  Abstract One of the difficulties experienced by teachers at partner schools in implementing the merdeka curriculum is designing differentiated learning in mathematics subjects. The important thing that teachers must do in designing differentiated learning is to carry out diagnostic assessments that can help teachers identify needs and map student abilities. This activity aims to assist in preparing mathematics diagnostic assessment instruments to design differentiated learning in elementary schools. The method used to overcome partner problems is through activities: 1) workshops on preparing diagnostic assessment instruments; 2) assistance in preparing diagnostic assessment instruments; 3) implementation of diagnostic assessments; 4) monitoring and evaluation; and 5) reporting. The success of this community service program is demonstrated by an increase in pre-test and post-test results in teacher knowledge regarding the concept and preparation of diagnostic assessment instruments. Teachers use the diagnostic assessment instrument prepared based on the mentoring results as a reference in designing differentiated learning. Differentiated classes can present different paths to gaining knowledge, understanding ideas, and developing products so that learning can occur effectively. Keywords: diagnostic assessment; assessment instruments; independent curriculum; differentiated learning
Analisis Kompetensi dan Kesiapan Mahasiswa PGSD dalam Pengelolaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusi Endang Poerwanti; Nawang Sulistyani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 30 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p47-56

Abstract

One of the superior profiles that prospective elementary school teacher students should have is competence in providing inclusive education services. The importance of these competencies is analyzed in this study to describe the competence and readiness of University Muhammadiyah Malang Elementary School Teacher Education Study Program students in managing ABK learning in inclusive schools. The mixed-method research with research subjects was 300 students, five lecturers, and one East Java inclusion development team. The research data were collected through a group discussion forum, questionnaires, and documentation which were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. From the research results obtained the formulation of ten competencies in the management of inclusive learning that should be mastered by prospective elementary school teacher students. The results also showed that the majority of UMM PGSD Study Program students had good readiness in mastering the ten competencies, including 85 percent mastering criteria 1, 2, 3, 4, 7, and 8; 65 percent mastered criteria 5 and 6; 80 percent mastered criteria 9 and 10. Salah satu profil unggul yang hendaknya dimiliki mahasiswa calon guru SD adalah kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan inklusi. Pentingnya kompetensi tersebut dianalisis dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan kompetensi dan kesiapan mahasiswa Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang dalam pengelolaan pembelajaran ABK di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan mix method dengan subjek penelitian adalah 300 mahasiswa, lima dosen dan satu tim pengembang inklusi Jawa Timur. Data penelitian dikumpulkan melalui forum group discussion, angket dan dokumentasi yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh rumusan sepuluh kompetensi pengelolaan pembelajaran inklusi yang hendaknya dapat dikuasai mahasiswa calon guru SD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Prodi PGSD UMM memiliki kesiapan yang baik dalam menguasai sepuluh kompetensi tersebut, antara lain 85 persen menguasai kriteria 1, 2, 3, 4, 7 dan 8; 65 persen menguasai kriteria 5 dan 6; 80 persen menguasai kriteria 9 dan 10.