Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran STEAM Berbasis PjBL Terhadap Kemampuan Problem Solving pada Materi Energi Alternatif di SD Enggar Kusuma Triprani; Nawang Sulistyani; Dian Fitri Nur Aini
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 13 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.js.2023.v13.i2.p176-187

Abstract

The students’ problem solving abilities in science about the alternative energy resulted in a low level. A few of the causes were the teacher-centered method and the lack of students' creativity development opportunity in the learning process. This study aims to determine the effect of applying the STEAM approach using the Project-based Learning (PjBL) learning model to aid the students' problem solving abilities about the alternative energy material. This type of research is a quantitative experiment with a quasi-experimental design. The research was conducted at Ngaglik 1 Batu Elementary School in the even semester of the 2022/2023 academic year. The population was grade 5 students, and the samples were taken with purposive sampling technique. There were 28 students in the control class and 29 students in the experimental class. The data was collected using the pretest and posttest instruments. The pretest and posttest results were analyzed by parametric inferential statistics based on the prerequisite tests. The normality test used the Shapiro-Wilk and the homogeneity was tesedt using the Levene Statistics. The Independent Sample t-test was used to analyze the research problem and obtained Sig. (2 tailed) of 0.000, which meant that there was a significant difference in the posttest data in the control and experimental classes, so that the application of STEAM-PjBL learning model is concluded to be able to improve students' problem solving abilities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KOMUNITAS PEMBATIK TULIS BERBASIS KEARIFAN LOKAL KELURAHAN DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Nawang Sulistyani; Putri, Viajeng Purnama
Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat (Janayu) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian dan Peningkatan Mutu Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/janayu.v4i1.23035

Abstract

Pengembangan sumber daya alam sangat berpotensi dalam peningkatan sektor ekonomi bagi masyarakat. Hal ini disadari dan didukung penuh oleh pemerintah Kota Batu melalui berbagai kegiatan yang melatih masyarakat mandiri. Salah satu wilayah di Kota Batu yang terus melakukan pengembangan dan manajemen pemanfaatan sumber daya alam adalah Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Salah satu program kerja kelurahannya Dadaprejo adalah membentuk masyarakat ekonomi mandiri. Berbagai kegiatan dilakukan pada kelurahan tersebut sebagai upaya pemanfataan sumber daya alam dan optimalisasi seumber daya manusia. Kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi PKK membentuk komunitas batik tulis. Komunitas ini dirintis dan diinisiasi oleh salah satu Ibu Rumah Tangga di Kelurahan tersebut. Sampai saat ini komunitas batik tulis di Kelurahan Dadaprejo masih dalam proses perintisan dan pengembangan.
Analisis kesalahan penyelesaian soal cerita Matematika HOTS berdasarkan Teori Newman pada siswa kelas V SD Devi Nur Hidayati; Nawang Sulistyani; Yuni Pantiwati
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jppg.v1i1.12448

Abstract

Analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika HOTS menjadi sentra pembahasan dalam pendidikan karena adanya penyempurnaan standar isi kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kesalahan penyelesaian soal cerita matematika bertipe HOTS siswa kelas V SD. Kesalahan tersebut dianalisis menggunakan Newman’s Error Analysis (NEA) yang terdiri dari 5 tahapan yaitu (1) Reading, (2) Comprehension, (3) Transformation, (4) Process skill, (5) Encoding. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD Negeri Tulusrejo 3 Kota Malang . Data diambil menggunakan teknik tes, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan pada tahap reading (kesalahan dalam membaca, memahami kata/simbol) rata-rata persentase kesalahannya sebesar 36,47% dengan kualifikasi rendah, tahap comprehension (kesalahan dalam memahami suatu permasalahan) rata-rata persentase kesalahannya sebesar 70,16% dengan kualifikasi tinggi, tahap transformation (kesalahan menentukan metode/rumus atau operasi hitung) rata-rata persentase kesalahannya sebesar 58,03% dengan kualifikasi sedang, tahap process skill (kesalahan dalam perhitungan) rata-rata persentase kesalahannya sebesar 67,84% dengan kualifikasi tinggi dan tahap encoding (kesalahan dalam menuliskan jawaban akhir) rata-rata persentase kesalahannya sebesar 72,54% dengan kualifikasi tinggi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan NEA siswa banyak melakukan kesalahan di tahap encoding (menuliskan jawaban akhir) dengan tipe soal C6 (Create).
Analyzing the Quality of Game-based Assessment Design in Basic Arithmetic Operations Azzmi. H., M. Naufal; Yuhana, Umi Laili; Sulistyani, Nawang; Husniah, Lailatul
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 8, No. 1, February 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kinetik.v8i1.1599

Abstract

The use of Serious Games in education has experienced rapid development. However, not all studies have been able to show evidence that game-based methods are superior to other methods. It is important to analyze the quality of game designs used in learning and assessment used to assess students. This study focuses on how to design a serious game called B-block used in the assessment. The researcher validates the quality of the serious game first before conducting a pilot study regarding the feasibility of the Serious Game given for assessment. The game focuses on basic arithmetic, including addition, subtraction, division, and multiplication, and involves positive and negative numbers. The study was conducted in one of the schools in Indonesia and given to 35 students with an age range of 11-12 years with different student backgrounds in their experience with game-based exams. Based on these results, 85.7% of respondents agreed that this game could be used as a substitute for paper-based exams, with the analysis of game design quality having an average value of 78% pedagogic specifications and 73% playful and 80% technical specifications. Thus, the average value of this game quality analysis is considered superior and meets almost all the specifications needed for assessment. We also argue that serious game is closely related to how game design meets specifications for use as educational tools.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASSESMEN DIAGNOSTIK MATEMATIKA UNTUK MENDESAIN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR Tyas Deviana; Nawang Sulistyani; Falistya Roisatul MN; Mochammad Archi Maulyda
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i4.9773

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang masih ditemukan beberapa masalah dalam implementasinya. Salah satu kebingungan yang dirasakan guru adalah menyusun instrumen asesmen diagnostik yang digunakan sebagai dasar penyusunan pembelajaran berdiferensiasi khusunya pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen assesmen diagnostik matematika yang dapat digunakan untuk memetakan kemampuan awal dan mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Desain penelitian yang digunakan sesuai dengan model ADDIE mulai dari analisis hingga menghasilkan produk yang dibutuhkan kemudian di uji kelayakannya. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi pembelajaran, wawancara, serta hasil analisis tes asesmen diagnostik kepada peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan instrumen asesmen diagnostik yang telah diuji secara empiris untuk mendukung pengajaran matematika yang efektif dalam merespon keunikan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Tes diagnostik yang dihasilkan memberikan wawasan yang penting bagi guru mengenai pola kesulitan belajar yang sering muncul, seperti dalam pemecahan masalah atau pemahaman konsep bilangan. Hal ini dapat digunakan guru untuk memetakan materi prasyarat sehingga dapat mendesain pembelajaran berdiferensiasi yang tepat. Guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang responsif dan adaptif dengan kebutuhan peserta didik. Instrumen asesmen diagnostic ini digunakan guru sebagai dasar desain pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar baik secara konten, proses dan produk. Rekomendasi penelitian selanjutnya yaitu melakukan studi komparatif untuk mengeksplorasi efektivitas instrumen asesmen diagnostic matematika dalam jenjang kelas yang berbeda untuk memperluas penerapannya dalam kurikulum.
Pengembangan LKPD Matematika HOTS (Higher of Order Thinking Skills) Berorientasi Kearifan Lokal Daerah untuk Sekolah Dasar Sulistyani, Nawang; Deviana, Tyas
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i1.1722

Abstract

The improvement 2013 curriculum has implications for the exit of mathematics from thematic learning. However, this separation don’t ignore 4C skills which include critical, creative, collaborative, and communication. One of these skills can be achieved through HOTS (Higher of Order Thingking Skills) learning. One of the HOTS learning achievements, which is proven through student learning activities that reflect learning with high level thinking skills. One of the teaching materials which contains various learning activities is the Student Activity Sheet (LKPD). The purpose of this research is to produce a HOTS Mathematics Student Worksheet which is oriented towards local of Malang city for elementary schools which is valid, interesting, practical and effective. The research method used was the Dick & Carey research and development model. The subjects of this study were all 5th students of SD Muhammadiyah 5 Malang. The type of data used is qualitative data obtained from the validation responses of experts, teachers and students in the form of suggestions for improvement, while quantitative data is obtained from the results of learning activities of students and the calculation of the response questionnaire validation from experts, teachers and students. Based on the results of field trials, it was found that the HOTS Mathematics Worksheet was oriented towards local wisdom of Malang City which was developed to be very valid, interesting, practical and effective in facilitating students in a more meaningful mathematics learning which is integrated with the environment around the students.
Pengembangan Instrumen Penilaian E-Quiz (Electronic Quiz) Matematika Berbasis HOTS (Higher of Order Thinking Skills) untuk Kelas V Sekolah Dasar Dian Fitri Nur Aini; Nawang Sulistyani
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 2 (2019): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v3i2.137

Abstract

The purpose of this study is to (1) produce a mathematical e-quiz assessment instrument based on HOTS (high order thinking skills) for grade V elementary school, (2) describe the feasibility of a mathematical e-quiz assessment instrument based on HOTS (high order thinking skills) for grade V SD. This research design uses the Lee and Owens development research model which consists of five stages, namely; (1) Assessment / Analysis which consists of two main parts namely Requirement Analysis and Front-end Analysis; (2) Design ; (3) Development ; (4) Implementation ; and (5) Evaluation. Data collection techniques using observation, documentation and questionnaires. Analysis of the data in this study is descriptive qualitative and quantitative analysis. The results showed that the product of the development met the validity aspect with a validation coefficient of 86,5%. The field trial results obtained a percentage of product practicality of 90%. HOTS (high order thinking skills) based e-quiz assessment instruments developed in this study were appropriate for use in learning assessments especially in mathematics because they met the criteria of validity and practicality.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MILIEU PRAKTIK MENGAJAR GURU BERBASIS RISET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA DI SEKOLAH DASAR Purnomo, Yoppy Wahyu; Prananto, Irfan Wahyu; Sayekti, Octavian Muning; Sulistyani, Nawang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26475

Abstract

Abstrak: Kemampuan numerasi siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bantul masih rendah, sebagaimana ditunjukkan data Asesmen Nasional yang mencatat hanya 46,67% siswa di atas batas minimum, serta hanya 20,5% dari 78 guru yang memiliki tingkat numerasi tinggi. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh pembelajaran yang belum berbasis riset. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa dan guru masih di bawah rata-rata dan belum optimal sehingga diperlukan pendampingan untuk guru dalam penyusunan milieu praktik mengajar guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan numerasi siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill guru dalam merancang milieu praktik mengajar berbasis riset dan softskill guru dalam menerapkan strategi pengajaran dalam meningkatkan kemampuan numerasi ssiwa. Metode kegiatan meliputi praktik langsung dan FGD penyusunan milieu dengan melibatkan 25 guru SD serta kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag Kabupaten Bantul Yogyakarta. Evaluasi dilakukan melalui angket untuk menilai pemahaman konsep, observasi praktik penyusunan milieu, serta umpan balik terkait penerapan strategi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran efektif hingga 90%.Abstract: Elementary school students' numeracy skills in Bantul Regency still need to improve, as shown by National Assessment data, which recorded only 46.67% of students above the minimum limit and only 20.5% of 78 teachers had a high level of numeracy. This low ability is caused by learning that still needs to be research-based. This finding shows that the numeracy skills of students and teachers are still below average and not optimal, so mentoring is needed for teachers in compiling teaching practice milieu in order to improve the quality of student learning and numeracy. This activity aims to improve teachers' hard skills in designing research-based teaching practice milieu and teachers' soft skills in implementing teaching strategies to improve students' numeracy skills. The activity methods include direct practice and FGD on compiling a milieu involving 25 elementary school teachers and collaboration with the Bantul Regency Youth and Sports Education Office, Yogyakarta. Evaluation is carried out through questionnaires to assess understanding of concepts, observation of milieu compilation practices, and feedback related to strategy implementation. This activity has succeeded in increasing teacher competence in designing effective learning by up to 90%.
Pendampingan penyusunan instrumen asesmen diagnostik matematika untuk mendesain pembelajaran beriferensiasi di Sekolah Dasar Falistya Roisatul MN; Nawang Sulistyani; Mochammad Archi Maulyda; Tyas Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22258

Abstract

Abstrak Salah satu kesulitan yang dialami guru di sekolah mitra dalam implementasi kurikulum merdeka yaitu mendesain pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Hal penting yang harus dilakukan guru dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi adalah melakukan asesmen diagnostic yang dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kebutuhan dan memetakan kemampuan siswa. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan penyusunan instrument asesmen diagnostic matematika untuk mendesain pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan  untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu melalui kegiatan: 1) workshop penyusunan instrumen asesmen diagnostik; 2) pendampingan penyusunan instrumen asesmen diagnostik; 3) implementasi asesmen diagnostik; 4) monitoring dan evaluasi; serta 5) pelaporan. Keberhasi;an program pengabdian kepada masyarakat ini ditunjukkan adanya peningkatan hasil pre-test dan post-test pengetahuan guru tentang konsep dan penyusunan instrument asesmen diagnostic. Instrument assessment diagnostic yang telah disusun berdasarkan hasil pendampingan, digunakan guru sebagai acuan dalam mendesain pembelajaran berdiferensiasi. Kelas yang bediferensiasi dapat menyajikan jalan yang berbeda dalam rangka memperoleh pengetahuan, memahami ide-ide dan mengembangkan produk sehinga pembelajaran terlaksana secara efektif. Kata kunci: asesmen diagnostic; instrumen asesmen; kurikulum Merdeka; pembelajaran berdiferensiasi  Abstract One of the difficulties experienced by teachers at partner schools in implementing the merdeka curriculum is designing differentiated learning in mathematics subjects. The important thing that teachers must do in designing differentiated learning is to carry out diagnostic assessments that can help teachers identify needs and map student abilities. This activity aims to assist in preparing mathematics diagnostic assessment instruments to design differentiated learning in elementary schools. The method used to overcome partner problems is through activities: 1) workshops on preparing diagnostic assessment instruments; 2) assistance in preparing diagnostic assessment instruments; 3) implementation of diagnostic assessments; 4) monitoring and evaluation; and 5) reporting. The success of this community service program is demonstrated by an increase in pre-test and post-test results in teacher knowledge regarding the concept and preparation of diagnostic assessment instruments. Teachers use the diagnostic assessment instrument prepared based on the mentoring results as a reference in designing differentiated learning. Differentiated classes can present different paths to gaining knowledge, understanding ideas, and developing products so that learning can occur effectively. Keywords: diagnostic assessment; assessment instruments; independent curriculum; differentiated learning
Analisis Kompetensi dan Kesiapan Mahasiswa PGSD dalam Pengelolaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusi Endang Poerwanti; Nawang Sulistyani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 30 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p47-56

Abstract

One of the superior profiles that prospective elementary school teacher students should have is competence in providing inclusive education services. The importance of these competencies is analyzed in this study to describe the competence and readiness of University Muhammadiyah Malang Elementary School Teacher Education Study Program students in managing ABK learning in inclusive schools. The mixed-method research with research subjects was 300 students, five lecturers, and one East Java inclusion development team. The research data were collected through a group discussion forum, questionnaires, and documentation which were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. From the research results obtained the formulation of ten competencies in the management of inclusive learning that should be mastered by prospective elementary school teacher students. The results also showed that the majority of UMM PGSD Study Program students had good readiness in mastering the ten competencies, including 85 percent mastering criteria 1, 2, 3, 4, 7, and 8; 65 percent mastered criteria 5 and 6; 80 percent mastered criteria 9 and 10. Salah satu profil unggul yang hendaknya dimiliki mahasiswa calon guru SD adalah kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan inklusi. Pentingnya kompetensi tersebut dianalisis dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan kompetensi dan kesiapan mahasiswa Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang dalam pengelolaan pembelajaran ABK di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan mix method dengan subjek penelitian adalah 300 mahasiswa, lima dosen dan satu tim pengembang inklusi Jawa Timur. Data penelitian dikumpulkan melalui forum group discussion, angket dan dokumentasi yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh rumusan sepuluh kompetensi pengelolaan pembelajaran inklusi yang hendaknya dapat dikuasai mahasiswa calon guru SD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Prodi PGSD UMM memiliki kesiapan yang baik dalam menguasai sepuluh kompetensi tersebut, antara lain 85 persen menguasai kriteria 1, 2, 3, 4, 7 dan 8; 65 persen menguasai kriteria 5 dan 6; 80 persen menguasai kriteria 9 dan 10.