Articles
IMPLEMENTASI KUIS INTERAKTIF BERBASIS HOTS BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DAERAH MELALUI APLIKASI QUIZIZZ DI SEKOLAH DASAR
Tyas Deviana;
Nawang Sulistyani
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.295 KB)
|
DOI: 10.33578/jpfkip.v10i1.8174
The Covid 19 pandemic caused the need for an adaptation in all areas including in the field of education. The online learning was the way to adapt with the pandemic. Many institutions increased their human resources through training for the preparation of online learning tools. The result was that the teachers were able to make HOTS-based interactive quizzes oriented on local wisdom at Kab. Tulungagung through the quizizz application and its implementation. The goal was that interactive quizzes through the quizizz application could be applied and provided benefits to online learning. This study aimed to analyze the implementation of HOTS-based interactive quizzes oriented on local wisdom at Kab. Tulungagung. The scope of this research included question making, interactive quiz implementation, and evaluation. The study involved 25 students at grade V SDN Mojosari 1 consiting of 11 male and 14 female students. The process of making evaluation questions started from making the question lattice then converted into multiple choice questions by paying attention to HOTS based on local wisdom at Kab. Tulungagung. The implementation of the interactive quiz resulted in the effectiveness of the interactive quiz by 88%. The result of evaluation of HOTS interactive quiz implementation based on local wisdom at Kab. Tulungagung found that 1) interactive quizzes through the quizizz application were needed as an online learning assessment instrument; 2) the use of interactive quizzes eased the teachers to provide assessments without having to make manual corrections as well as being able to analyze the questions made; 3) it fostered competition between students.
Pengembangan Teknologi Asistif “Dif-Able Apps” Untuk Mahasiswa dengan Hambatan Penglihatan dan Pendengaran
Vivi Kurnia Herviani;
Kuncahyono Kuncahyono;
Beti Istanti Suwandayani;
Arina Restian;
Tyas Deviana;
Bustanol Arifin
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jpkk.v6i1.617
Melakukan pelayanan dan pendampingan dari relawan kepada mahasiswa berkebutuhan khusus dibutuhkan suatu teknologi bantu atau asistif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan teknologi bantu atau asistif untuk mahasiswa kebutuhan hambatan pendengaran dan penglihatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan menggunakan model Lee dan Owens. Hasil pengembangan aplikasi dilakukan validasi oleh ahli materi menunjukan 87,72 % dan validasi ahli media menunjukan 93, selanjutnya diadakan uji public kelompok kecil kepada 5 mahasiswa berkebutuhan khusus dan 5 relawan/fasilitator. Berdasarkan hasil respon pengguna menunjukkan bahwa media dapat digunakan dengan kemudahan 80%. Media yang dikembangkan ini sesuai dengan tujuan dengan prosentase 92,5%. Media ini juga memberikan kebermanfaatan dalam membantu proses akademik mahasiswa berkebutuhan khusus dengan prosentase 95%. Desain media yang dikembangkan sangat menarik, dan disertai petunjuk yang jelas. Aplikasi di dalam media sangat mudah dipahami oleh mahasiswa berkebutuhan khusus dengan prosentase sebesar 92,5%.
Learning Progression Guru Sekolah Dasar dalam Pengembangan Konten Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Tyas Deviana;
Dian Fitri Nur Aini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2095
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang learning progression guru Sekolah Dasar dalam menyusun soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), learning progression (kemajuan pembelajaran) berkaitan dengan proses kesinambungan antara jenjang dan kemampuan berpikir. Kesinambungan pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dapat dilihat dari aspek konten teks, level kognitif yang diukur, dan indikator yang temuat dalam soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtitatif dengan metode deskriptif. Subyek penelitian adalah guru SD, Kepala Sekolah dan siswa SD pada Gugus V Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses learning progression soal yang dikembangkan dibuat sesuai dengan cakupan serta keluasan pada masing-masing level. Cakupan permasalahan pada level 1 mencakup permasalahan di rumah dan di sekolah, kemudian pada level 2 cakupan lebih luas lagi yaitu pada cakupan lingkungan sekitar dan kearifan lokal daerah, dan pada level 3 cakupan teks yang dikembangkan lebih luas lagi meliputi nasional dan permasalahan-permasalahan global.
ASSISTANCE OF MINIMUM ASSESMENT LITERACY TOWARDS A NATIONAL ASSESSMENT AS TEACHER COMPETENCY DEVELOPMENT AT KKG SD GUGUS V, KEC. TUMPANG
Tyas Deviana;
Dian Fitri Nur Aini
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v4i1.7184
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan salah satu instrument penilaian hasil belajar peserta didik yang mendasar dalam aspek kognitif yaitu literasi membaca dan numerasi. Pengertian minimum untuk menunjukkan literasi membaca dan numerasi merupakan kompetensi yang setidak-tidaknya harus dimiliki untuk seseorang dapat berfungsi secara produktif dalam kehidupan. Konten yang diukur bersifat esensial serta berkelanjutan lintas kelas maupun jenjang. Tidak semua konten pada kurikulum diujikan. Asesmen literasi membaca dan numerasi pada AKM dapat ditinjau dari 3 komponen (aspek), yaitu konten, proses kognitif, serta konteks. Berdasarkan wawancara dan observasi pada mitra pada tanggal 10 Februari 2021, KKG Gugus V Kec. Tumpang mempunyai permasalahan terkait kebijakan AKM ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kendala dan permasalahan mitra antara lain: 1) kurangnya sosialisasi dan pelatihan terkait Asesmen Nasional secara umum, dan AKM secara khusus; 2) kurangnya kompetensi guru terkait literasi membaca maupun numerasi, dan; 3) kurangnya pemahaman guru dalam ibentuk soal yang digunakan dalam AKM, harapannya guru mampu menyiapkan perseta didik dalam AKM kelas yang sesuai kisi-kisi dan bentuk soal yang bervariasi. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra yaitu melalui kegiatan: 1) workshop penyusunan soal literasi AKM; 2) pendampingan penyusunan soal literasi AKM; 3) implementasi soal literasi AKM pada pembelajaran; 4) monitoring dan evaluasi; serta 5) pelaporan. Adapun judul kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Pendampingan Penyusunan Soal Literasi Asesmen Kompetensi Nimimum Menuju Asesmen Nasional Sebagai Pengembangan Kompetensi Guru Pada KKG SD Gugus V Kec. Tumpang.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 2 SD MUHMMADIYAH 03 ASSALAAM
Elok Dara Pramiswari;
Beti Istanti Suwandayani;
Tyas Deviana
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Elementary School Teacher Education (PGSD), STKIP PGRI Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36379/autentik.v7i2.343
Pada pembelajaran abad ke-21 terdapat 4 keterampilan yang perlu dikembangkan, yaitu berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), dan keterampilan berkomunikasi (communication skills) yang disebut dengan 4C. Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting untuk ditanamkan pada peserta didik sejak masih duduk dibangku sekolah dasar kelas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran project based learning terhadap keterampilan kolaborasi peserta didik mata pelajaran matematika kelas 2 SD Muhammadiyah 3 Assalaam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan wawancara semiterstruktur, lembar observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas 2 SD Muhammadiyah 3 Assalaam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik kelas 2 memiliki minat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran project based learning. Mayoritas peserta didik menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa mereka merasa senang belajar mata pelajaran matematika dengan menggunakan model project based learning dan lebih mengerti dengan materi matematika yang bersifat abstrak dikarenakan salah satu faktor yaitu dapat berdiskusi dengan teman dalam satu kelompok sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model project based learning meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik.
IMPLEMENTATION OF THEMATIC LEARBING BASED ON HOTS (HIGHER OF ORDER THINKING SKILLS) IN 2013 CURRICULUM AT SD MUHAMMADIYAH 05 BATU
Tyas Deviana
PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Nurul Jadid University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.339 KB)
|
DOI: 10.33650/pjp.v6i2.696
Learning in the 2013 curriculum uses a thematic approach that integrates several content lessons in a theme and sub-theme (except for high classes, for separate Mathematics and PJOK content). The implementation of thematic learning at elementary school level is due to the characteristics and mindset of students that are holistic and concrete operational. The thematic learning process places more emphasis on students' thinking abilities in analyzing a problem, not just being able to answer right and wrong. This is very related to HOTS (Higher of Order Thinking Skills) based learning which emphasizes high-level thinking skills. SD Muhammadiyah 5 Batu is one of the elementary schools that has implemented a 2013 curriculum that applies a thematic approach. Based on the results of interviews with the Principal it was found that SD Muhammadiyah had conducted workshops and assisted in the preparation of HOTS-based thematic learning tools. The purpose of this study is to analyze the planning, implementation, assessment of HOTS learning, as well as the relationship between planning, implementation, and assessment in a good learning.
Learning Progression Guru Sekolah Dasar dalam Pengembangan Konten Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
Deviana, Tyas;
Aini, Dian Fitri Nur
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2095
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam tentang learning progression guru Sekolah Dasar dalam menyusun soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), learning progression (kemajuan pembelajaran) berkaitan dengan proses kesinambungan antara jenjang dan kemampuan berpikir. Kesinambungan pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dapat dilihat dari aspek konten teks, level kognitif yang diukur, dan indikator yang temuat dalam soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtitatif dengan metode deskriptif. Subyek penelitian adalah guru SD, Kepala Sekolah dan siswa SD pada Gugus V Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Tahapan penelitian dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada proses learning progression soal yang dikembangkan dibuat sesuai dengan cakupan serta keluasan pada masing-masing level. Cakupan permasalahan pada level 1 mencakup permasalahan di rumah dan di sekolah, kemudian pada level 2 cakupan lebih luas lagi yaitu pada cakupan lingkungan sekitar dan kearifan lokal daerah, dan pada level 3 cakupan teks yang dikembangkan lebih luas lagi meliputi nasional dan permasalahan-permasalahan global.Â
ANALISIS PERAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI PESERTA DIDIK DI SEKOLAH
Cahyaningtyas, Aura;
Arifin, Bustanol;
Deviana, Tyas
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 13, No 3 (2023): SHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/sejpgsd.v13i3.51072
One of Malang's top libraries, Muhammadiyah Elementary School No. 4 Library offers excellent facilities, infrastructure, and a range of literacy-boosting programs. The goal of this study is to determine how Muhammadiyah Elementary School No. 4's library contributes to children' increased literacy in the current digital era. The study's technique was qualitative. To gather information about the study subject and study objects in the field, the researcher employed observation, interviewing, and documenting techniques. The chief librarian and the research documents were the study's topics and objects. The chief librarian's interview served as the major data source, while the results of the observation and documentation research served as the secondary data source. The outcomes of the results of the survey analysis showed that both the volume of books checked out and the number of library visitors are not constant. However, it was discovered through the numerous activities carried out by the library that the function of the library in raising the literacy rate of Malang Muhammadiyah Elementary School fourth grade pupils is entirely doable.
Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik berbasis Project Based Learning pada Materi Komposisi Bangun Datar Kelas 4 Sekolah Dasar
Cahyaningtyas, Aura;
Arifin, Bustanol;
Deviana, Tyas
EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Vol 4 No 1 (2024): EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Rooiba
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47467/edui.v4i1.5569
The purpose of this study is to develop a project-based learning activity sheet (PBLA) to reinforce the learning of content related to the construction of plane figures in mathematics classes. The study was conducted in Gianti Sidoarjo's Class IV SDN 1 with a sample of 10 students. The ADDIE model was used as the design method. The validators of the study were experts in teaching materials and LCAP. The data collected were qualitative and quantitative. Observation, interview, questionnaire, survey, and documentation methods were used to collect data. Pre-tests and post-tests were administered in the sample class. The analysis of the data yielded the following data: (1) the results of the material test were good (70.0%); (2) the results of the LCAP test were good (80.75%); (3) according to the responses to the questionnaire, the appearance, motivational qualities, and usefulness in the learning process were acceptable for all students; (4) the learning results were good (0.8). Thus, the conclusion of this study is that the Project-Based Learning Activity Sheet (PBLA) is highly rated, suitable as teaching material for SR Class IV, and furthermore, can improve students' learning outcomes.
Teacher Thinking Process in Providing Scaffolding in the form of Questions in Mathematics Learning
Yayuk, Erna;
Deviana, Tyas;
Wahyuni, Indah
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD) Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jp2sd.v12i1.33466
Two things must be considered to realize teacher professionalism: the teacher's thinking process and actions. These two things are very important and influence each other. The teacher's activity in providing scaffolding for students' questions is an action that certainly requires a thinking process. Among the research that has been carried out is teacher actions in providing scaffolding; however, there is no disclosure of teachers' thinking processes in helping students with difficulties in solving numeracy questions. Implementing questioning scaffolding in learning will help teachers create better learning and enrich the body of knowledge. This research reveals how the teacher's thinking process is predominantly contingent when scaffolding questions to students. This research uses scaffolding of teachers' thinking processes, which has never been researched before. This research uses a qualitative approach (grounded theory design), which is carried out in the context of mathematics learning. The research subjects were two teachers with dominant analytical contingent (GA) and intuitive contingent dominant (GI) characteristics. These two subjects were selected based on the results of very long observations of 12 teachers in Malang Raya, and only two met the research criteria. In general, it can be concluded that optimizing students' abilities to solve problems can be stimulated through the teacher's thinking process in providing scaffolding in the form of questions in mathematics learning.