Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Fan Engagement dan Strategi Sports Marketing Klub Satya Wacana Saints Salatiga Tegar Rakhy Bayuga; Rini Darmastuti; Deasy Carolina
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2026): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the sports industry demands strategic digitalization in building relationships with fans . This study aims to analyze the implementation of digital fan engagement strategies on the Instagram of the Satya Wacana Saints (SWS) basketball club in Salatiga, and examine its impact on the escalation of fan loyalty and participation . Using a descriptive qualitative method, data was collected through in-depth interviews with club management, active fans, and player fans . The results indicate that SWS's digital marketing strategy is suboptimal and experiences a "digital acquisition deficit" . Social media management is still dominated by asymmetric one-way communication, monotonous visual content, and a lack of storytelling tactics that humanize athletes off the court . Fan awareness and emotional attachment are currently driven purely by organic local identity proximity (UKSW alma mater and Salatiga City), rather than effective digital campaigns . Consequently, fan involvement stalls at passive observation and fails to transform into digital advocacy or active co-creation participation . This study concludes the urgency for SWS to integrate Customer Relationship Management (CRM) and revamp its content strategy to be more interactive to convert offline allegiance into militant digital loyalty. ABSTRAK Perkembangan industri olahraga menuntut digitalisasi strategis dalam membangun hubungan dengan penggemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi digital fan engagement pada media sosial Instagram klub basket Satya Wacana Saints (SWS) Salatiga, serta mengkaji dampaknya dalam membangun eskalasi loyalitas dan partisipasi fans. Tulisan ini didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif,  pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada manajemen klub, fans aktif dan fans pemain. Hasil penelitian menunjukkan strategi pemasaran digital SWS masih mengalami "defisit akuisisi digital". Pengelolaan media sosial masih didominasi komunikasi asimetris satu arah, konten visual yang monoton dan minimnya taktik storytelling yang memanusiakan atlet di luar lapangan. Awareness dan Attachment penggemar murni didorong oleh kedekatan organik identitas lokal (almamater UKSW dan Kota Salatiga), bukan efektivitas kampanye digital. Akibatnya, keterlibatan penggemar terhenti pada level observasi pasif dan gagal bertransformasi menjadi advokasi digital (allegiance) atau partisipasi ko-kreasi aktif. Menjadi urgensi bagi SWS mengintegrasikan Customer Relationship Management (CRM) dan merombak strategi konten menjadi lebih interaktif guna mengonversi kesetiaan luring menjadi loyalitas digital yang militan.
Model of Financial Communication to Reinforce Financial Literacy for Indonesian Society Endang Haryani; Rini Darmastuti; Sri Winarso Martyas Edi
ULTIMA Comm Vol 16 No 1 (2024): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v16i1.3891

Abstract

Cases of financial fraud, investment scam and illegal financial activities in the society have become urgent problems and solutions must be resolved. One of the things that greatly affects the emergence of this problem is that many of our people have no understanding of finance. Financial communication and financial models are urgently needed by the society. The purpose of this paper is to map the concept of financial communication and model of financial communication. This paper is based on the results of research conducted with a constructivist approach to construct the concept of financial communication and model of financial communication. Data were obtained from the results of Focus Group Discussions with several experts in the field of finance and law. The results of this research are first, financial communication is an urgency in the lives of Indonesian people at this time. Second, financial communication is the process of conveying messages from the source of the message to the society as a communicant related to finance and financial literacy. Third, the financial communication model is an interactive and two-way communication with several criteria for several components. The components of this communication model are credible communicators, financial messages that suit the needs of the communicators, communicators who have certain criteria, media that suit the communicators and the last is the impact. The impact of this communication model is financial literacy for the society.
Strategi Komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Mensosialisasikan Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (Studi Kasus Nelayan Kota Tegal) Kirsten Kimberly Injily Gerungan; Rini Darmastuti; Dian Novita Kristiyani
Scriptura Vol. 14 No. 1 (2024): JULY 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.1.1-13

Abstract

Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) merupakan suatu kebijakan yang dilakukan dengan menerapkan sistem kuota dan pembagian zona atau wilayah penangkapan ikan yang diatur dalam PP 85 Tahun 2021. Sekalipun sudah ada sudah ada sosialisasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nelayan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa termasuk nelayan Kota Tegal bergejolak memberikan respon negatif terhadap kebijakan ini. Strategi komunikasi yang kurang tepat dan perbedaan persepsi menjadi permasalahannya. Tujuan dari tulisan ini pertama, memetakan strategi komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada nelayan dalam membangun pemahaman tentang kebijakan penangkapan ikan terukur. Kedua, memahami persepsi nelayan terkait kebijakan ini dan memberikan masukan untuk membangun persepsi yang sama. Tulisan ini didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, ada beberapa strategi komunikasi yang digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mensosialisasikan kebijakan penangkapan ikan terukur ini. Strategi tersebut adalah Word of Mouth (WOM), konsultasi publik dan publikasi melalui media. Kedua, strategi yang digunakan KPP belum berhasil, karena ada perbedaan persepsi antara pemerintah, dalam hal ini KPP dengan nelayan. Nelayan di Pantura beranggapan kebijakan PIT ini sangat merugikan nelayan. Karena itu, strategi komunikasi KPP seharusnya didasarkan dari persepsi nelayan.
Analisis Ketidakpastian pada Wisatawan Mancanegara dalam Pengembangan Pariwisata di Biak Numfor Papua Ryand Christian Derek; Rini Darmastuti
Scriptura Vol. 14 No. 2 (2024): DECEMBER 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/scriptura.14.2.117-127

Abstract

Biak Numfor merupakan Kabupaten yang menempati posisi 10 dari bawah di provinsi Papua sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Suatu kondisi yang ironis, karena Biak Numfor memiliki potensi wisata yang tinggi baik dari sumber daya alam maupun dari sisi budaya. Hanya saja, dalam beberapa waktu terakhir ini sektor pariwisata di Biak Numfor terjadi penurunan jumlah wisatawan asing. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya ketidakpastian pada saat berkomunikasi antara wisatawan asing dengan penduduk asli. Berdasarkan dari latar belakang diatas yang menjadi pertanyaan adalah ketidakpastian apa saja yang dihadapi wisatawan asing di kabupaten Biak Numfor berdasarkan teori ketidakpastian Gudykunst dan bagaimana solusinya? Tujuan dari tulisan ini adalah mengindentifikasi dan mendiskripsikan ketidakpastian yang terjadi antara wisatawan dengan penduduk asli dan solusi dalam mengatasi ketidakpastian tersebut. Analisa pada tulisan ini didasarkan pada teori ketidakpastian Gudykunst, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kasus pariwisata di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, wisatawan asing di Biak Numfor mengalami ketidakpastian informasi, ketidakpastian budaya dan bahasa. Ketidak pastian informasi terkait dengan informasi situasi kegiatan, informasi atraksi wisata, informasi fasilitas pendukung, informasi akomodasi serta akesibilitas. Kedua, solusi dalam mengatasi ketidakpastian bagi wisatawan asing di Biak Numfor adalah dengan membuat pusat informasi terpadu berbentuk website maupun blog yang terintegrasi dengan pihak terkait dan didukung optimalisasi mesin pencari.