Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EMITVEL (Earthquake Mitigation Visual Novel): Media For Learning Earthquake Mitigation in Elementary Schools Abdillah, Fais Ahnaf; Juhadi, Juhadi; Darmawanti, Ira
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 3 No. 2 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.58 KB) | DOI: 10.47134/ijsl.v3i2.175

Abstract

The study aimed to determine the process of developing EMITVEL application media as a medium for earthquake disaster mitigation in elementary schools and the effectiveness of EMITVEL media as a learning medium for earthquake disaster mitigation. This study uses questionnaires and documentation data collection techniques to adapt the research and development (R/D) phase 1 approach with EMITVEL media development variables. This study concludes by analyzing quantitative descriptions; the EMITVEL application, from the assessment of media experts, is reasonably practical as a learning medium for earthquake disaster mitigation, with details of software engineering aspects at 65%, learning design aspects at 61%, and visual communication aspects 64%. Meanwhile, the practitioner's assessment has effective criteria as a learning medium for earthquake disaster mitigation, with details of 69% software engineering, 66% learning design, and 69% visual communication. This means that the EMITVEL media is suitable as a learning medium for earthquake disaster mitigation in elementary schools.
Hubungan antara Self-Efficacy dengan Kecemasan Akademik pada Mahasiswa sedang Menyusun Skripsi di Universitas X Susanto, Alviony Ave Yunan Firdaus; Darmawanti, Ira
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i02.2394

Abstract

Tingginya tingkat kecemasan akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dapat menjadi hambatan yang besar dalam proses penyelesaian skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi penelitian yang digunakan adalah Mahasiswa aktif Fakultas Psikologi angkatan 2021 yang berjumlah 180 mahasiswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria Mahasiswa aktif Fakultas Psikologi angkatan 2021 yang sudah memprogram skripsi sebagai tugas akhir, yaitu sebanyak 170 mahasiswa dan 32 mahasiswa digunakan sebagai responden untuk uji coba. Analisa data dilakukan dengan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 26.0 for Windows dengan hasil nilai signifikansi 0,000 (p<0,005) dan nilai koefisien korelasi sebesar (-0,714) . Hal ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dengan kecemasan akademik, yaitu semakin tinggi tingkat self-efficacy maka semakin rendah tingkat kecemasan akademik, begitu juga sebaliknya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan variabel kecemasan akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya peran self-efficacy bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengeksplor variabel-variabel lain selain self-efficacy yang berhubungan dengan kecemasan akademik.
Pengaruh Asertivitas terhadap Psychological Well-being pada Istri di Usia Awal Pernikahan Ketrin, Irene; Darmawanti, Ira
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i02.2395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh variabel asertivitas terhadap psychological well-being pada istri yang berada di usia awal pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi penelitiannya yaitu istri yang berada pada usia pernikahan di bawah 5 tahun. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan meliputi skala asertivitas dan skala psychological well-being. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asertivitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap psychological well-being (p = 0,000 ; p < 0,05), yang berarti semakin tinggi asertivitas, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis istri. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus subjek istri di usia awal pernikahan yang masih belum banyak diteliti, serta penggunaan variabel asertivitas sebagai faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi intervensi psikologis dan program pemberdayaan perempuan dalam menghadapi dinamika awal kehidupan pernikahan.
Pengaruh Parent Attachment terhadap Self Compassion pada Remaja Akhir yang Mengalami Broken Home Nugraha, Mustika; Darmawanti, Ira
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2383

Abstract

Fenomena peningkatan angka kasus perceraian yang terjadi di Indonesia turut berdampak signifikan pada kondisi psikologis anak, khususnya di tahap remaja akhr. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh parent attachment terhadap self compassion pada remaja akhir yang mengalami broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif yang melibatkan 40 remaja akhir broken home akibat perceraian orang tua berusia 18-21 tahun yang menempuh pendidikan pada salah satu Universitas di Surabaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan instrumen yang diadopsi dari penelitian sebelumnya dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara parent attachment terhadap self compassion (p = 0,018, p < 0,05) yang berkontribusi sebesar 13,8%, sedangkan sisanya berasal dari atau dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan artian, semakin tinggi parent attachment individu dengan figur orang tuanya, maka diikuti juga semakin tingginya self compassion yang dimiliki individu, dan juga sebaliknya. Peneliti selanjutnya diharapkan agar mempertimbangkan dalam menyertakan variabel lain guna memperluas dan memperdalam kajian terkait hubungan antara parent attachment dan self compassion. 
Kesejahteraan Psikologis pada Ibu Peran Ganda yang Memiliki Anak Usia Dini Khairunnisa, Nabila Putri Cahya; Darmawanti, Ira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61020

Abstract

Ibu peran ganda seringkali menghadapi berbagai tantangan akibat tuntutan dari pekerjaan dan perannya sebagai orang tua, khususnya mereka yang baru memiliki satu orang anak usia dini. Namun, dengan adanya dukungan dari keluarga dan lingkungan tempat bekerja, peran ganda dapat dimaknai melalui sudut pandang yang positif sehingga ibu peran ganda mampu mencapai kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesejahteraan psikologis pada ibu peran ganda dalam pengalaman pertama mengasuh anak usia dini sekaligus perannya sebagai pekerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima ibu yang memiliki satu orang anak berusia 0-5 tahun dan bekerja di sektor formal swasta. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode member checking. Hasil penelitian menunjukkan keenam dimensi kesejahteraan psikologis saling berkaitan antara satu dengan lainnya sehingga akhirnya membentuk kondisi kesejahteraan psikologis pada ibu peran ganda yang memiliki anak usia dini. Dimensi penguasaan lingkungan berperan penting terhadap keberhasilan subjek dalam mengelola dan menyeimbangkan peran ganda.
Pengaruh Persepsi Dukungan Lingkungan Keluarga Terhadap Motivasi Belajar pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Sulfyaningdyah, Oktadiva Cahya; Darmawanti, Ira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61029

Abstract

Pengasuhan Orang Tua Bekerja dalam Mengembangkan Literasi Anak Usia Dini Fitri, Isna Lalena; Darmawanti, Ira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61036

Abstract

Adanya perubahan dinamika keluarga berupa kedua orang tua yang bekerja dalam memenuhi kebutuhan keluarga memiliki pengaruh pada peran yang diberikan orang tua pada anak, khususnya anak usia dini yang membutuhkan orang dewasa dalam proses perkembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk pengasuhan yang diterapkan orang tua bekerja dalam mengembangkan literasi anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan arsip dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah dua pasangan orang tua yang bekerja. Diperoleh hasil penelitian yakni bentuk pengasuhan yang membantu meningkatkan keterampilan literasi anak usia dini yakni melalui responsivitas orang tua dalam pembelajaran seperti pemenuhan kebutuhan belajar, pemahaman akan karakteristik dan tantangan yang dihadapi anak selama proses belajar, serta pemberian penghargaan atas capaian dan usaha belajar anak. Serta pengasuhan berupa kontrol positif dengan menerapkan jadwal pembelajaran dan pembiasaan sehingga tercipta disiplin diri pada proses belajar anak.
Hubungan Antara Gegar Budaya Dengan Resiliensi Diri Pada Mahasiswa Tingkat Pertama Luar Jawa Juliantika, Rianti Dwi; Darmawanti, Ira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p828-843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara gegar budaya dan resiliensi pada mahasiswa perantau diawal masa perkuliahan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa yang merantau sebagai tryout dan 100 mahasiswa tingkat awal yang berasal dari luar Jawa dan merupakan mahasiswa aktif Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner secara online menggunakan googleform dengan instrumen skala gegar budaya dan skala resiliensi yang telah dikembangkan oleh peneliti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil uji korelasi dengan bantuan program SPSS 26.0, mendapatkan nilai signifikasi 0.000 (p< 0,05) sehingga menunjukan hubungan yang signifikan antara gegar budaya dengan resilinsi diri dengan nilai koefisien korelasi atau hubungan (R) sebesar -0,422. Nilai tersebut menunjukan hubungan yang signifikan antara gegar budaya dengan resiliensi dan bersifat negatif yang berarti berlawanan. Dengan nilai koefisien korelasi (R squre) sebesar 0,232 yang berarti hubungan variabel bebas (Gegar Budaya) terhadap variabel variabel terikat (Resiliensi Diri) adalah sebesar 23,2%. Dengan demikan penelitian ini memberikan hasil bahwa adanya hubungan antara gegar budaya terhadap resiliensi diri pada mahasiwa rantau tingkat awal.
FEAR OF FAILURE PADA SISWA SMA MENJELANG UJIAN TULIS BERBASIS KOMPUTER (UTBK) TAHUN 2025 Syahid, Muhammad Panji Nur; Darmawanti, Ira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p730-749

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran siswa yang mengalami perasaan Fear of Failure menjelang UTBK 2025. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pemilihan metode ini didasarkan pada relevansinya dengan tujuan penelitian, yaitu memahami pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur yang melibatkan empat siswa sebagai partisipan utama. Pada penelitian ini enam tema utama berhasil diidentifikasi, yaitu: (1) luka psikologis dan validasi diri sebagai sumber daya motivasi, (2) ketegangan antara aspirasi pribadi dan harapan eksternal, (3) strategi regulasi emosi: antara afirmasi, menarik diri, dan spiritualitas, (4) Fear of Failure dan strategi ketahanan mental, (5) kritik, validasi sosial, dan ambivalensi ekspresi diri, serta (6) rasionalisasi dan adaptasi sebagai bentuk ketangguhan. Selain itu, ditemukan pula tema khas (idiosinkratik) yang hanya muncul pada partisipan tertentu, seperti keterbukaan terhadap kegagalan tanpa pencitraan (R3), menyembunyikan nilai demi menjaga ekspektasi orang tua (R4), dan transformasi kritik menjadi semangat pengembangan diri (R4). Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan, terutama dalam menjelaskan bagaimana siswa SMA memaknai Fear of Failure dalam situasi tekanan akademik menjelang UTBK. Pendekatan fenomenologis yang digunakan memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pengalaman personal siswa, sehingga dapat menjadi dasar penguatan teori maupun praktik pendampingan psikologis pada masa transisi pendidikan yang penuh tantangan. Abstract The aim of this study is to explore how students define and experience Fear of Failure in the context of the Computer-Based Written Exam (UTBK), identify the factors associated with this fear, examine its impact on exam preparation, assess the role of social support, and analyzed how students cope with the Fear of Failure in anticipation of the 2025 UTBK. This research employs a qualitative phenomenological approach with data analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The selection of this methodology is based on its alignment with the research objective, which is to gain an in-depth understanding of participants' subjective experiences. Data collection was conducted through semi-structured in-depth interviews, involving four high school students as primary participants. In this study, six main themes were successfully identified: (1) psychological wounds and self-validation as motivational resources, (2) the tension between personal aspirations and external expectations, (3) emotion regulation strategies: between affirmation, withdrawal, and spirituality, (4) Fear of Failure and mental resilience strategies, (5) criticism, social validation, and ambivalence of self-expression, and (6) rationalization and adaptation as forms of resilience. Additionally, idiosyncratic themes emerged in specific participants, such as openness to failure without pretense (R3), concealing values to manage parental expectations (R4), and transforming criticism into self-development motivation (R4). The findings of this study are expected to enrich the body of knowledge in educational psychology and developmental psychology, particularly in explaining how high school students interpret the Fear of Failure in situations of academic pressure leading up to the UTBK (University Entrance Exam). The phenomenological approach employed allowed for an in-depth exploration of students' personal experiences, which can serve as a basis for strengthening theories and psychological counseling practices during this challenging educational transition period.
Menemukan Kebermaknaan Hidup: Perspektif Seorang Biarawati yang berperan sebagai Caregiver di Panti Asuhan Adji, Anggrina Deisya Wulan; Darmawanti, Ira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p794-808

Abstract

Hasrat mendalam yang ada pada diri setiap manusia adalah hasrat untuk hidup bermakna. Kebermaknaan hidup harus ditemukan secara sadar oleh seorang individu untuk dijadikan sebuah tujuan hingga terwujudnya kehidupan yang bermakna. Keinginan menjadi seorang biarawati merupakan panggilan iman untuk hidup membiara selama seumur hidupnya, sehingga dalam prosesnya menjadi biarawati pun tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendalami pengalaman subjektif dari seorang biarawati selama berproses menemukan kebermaknaan hidupnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap partisipan yang sesuai dengan kriteria dari penelitian. Partisipan penelitian ini berjumlah 3 orang. Hasil data dianalisis dengan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dan diuji keabsahannya menggunakan teknik member check. Hasil data menunjukkan bahwa melalui pertemuan dengan seseorang, berkarya, dan sikap dalam menghadapi tantangan yang ada menjadi proses dalam menemukan kebermaknaan hidup. Adanya kebahagiaan yang dirasakan menjadi salah satu tanda bahwa para partisipan telah menemukan kebermaknaan dalam hidupnya. Abstract The deep desire that exists in every human being is to live meaningfully. The meaning of life must be found consciously by an individual as a goal until it is fullfilled. The desire to be a nun is a call of faith to live in a monastery for a lifetime, so the process of becoming a nun cannot be done carelessly. This research aims to explore the subjective experience of a nun during the process of finding the meaning of their life. The research use qualitative as a method with phenomenological approach. Data collection for this study was carried out through interviews with participants who fit the criteria of this research. The participants of this study amounted to 3 people. The data results were analyzed using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) technique and tested for validity using member check technique. The results show that through meeting someone, working, and attitudes in facing of existing challenges are part of the process in finding the meaning of life. The happiness is one of the things that indicates the participants have found meaning in their lives.