Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Kebutuhan Model Aligned and Skilled Learning pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Nirmayani, L. Heny; Winangun, I Made Ari
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v6i3.51976

Abstract

Pada masa pandemi covid 19, pembelajaran dengan sistem dalam jaringan untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Adanya degradasi karakter dan learning loss akibat terbatasnya aktivitas belajar dalam perkuliahan daring Proses pembelajaran khususnya pada jenjang pendidikan tinggi diharapkan mampu mengintegrasikan kearifan lokal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan model aligned and skilled learning pada program studi pendidikan guru sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 131 mahasiswa dan 5 dosen. Teknik pengumpulan data dilaksanakan secara primer dengan angket yang diberikan kepada mahasiswa dan dosen serta secara sekunder dengan analisis dokumen perkuliahan. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan triangulasi yang didasarkan atas beberapa literatur relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran menggunakan mode blended learning dengan model dan metode yang beragam. Proses pembelajaran belum menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal sehingga diperlukan teknis belajar baru yang bersifat kontekstual, berbasis kearifan lokal, dan kekinian yakni model aligned and skilled learning. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan pemilihan proses pembelajaran, yaitu situasi peralihan pasca Covid-19, efesiensi ruang dan waktu, serta pemberian kesempatan mahasiswa untuk berkomunikasi dan berkolaborasi. Implikasi penelitian ini untuk memaksimalkan proses pembelajaran, mode blended learning diharapkan difasilitasi dengan media pembelajaran yang berbasis digital.
Interactive E-Modules with Cases of Local Wisdom in Learning Animal Diversity to Improve Student Learning Outcomes Winangun, I Made Ari
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v8i1.69028

Abstract

E-modules and other learning resources are still limited in the form of softcopy and film packaging so they are less interactive. Therefore, interactive e-modules as a learning resource with cases of local wisdom to facilitate the student learning process, especially on Animal Diversity material are needed. This study aims to analyze the effectiveness of interactive e-modules accompanied by cases of local wisdom in improving student learning outcomes. This research is the implementation stage in the research and development of the ADDIE model which is carried out with a one-group pretest-posttest design. The subjects in this study were 60 PGSD Study Program students. The instrument in this study is a test of learning outcomes on Animal Diversity learning material. Data collection techniques are carried out before the implementation of interactive e-modules (pretest) and after the implementation of interactive e-modules (posttest). Data analysis was carried out descriptively to obtain an overview of learning outcomes before and after the application of interactive e-modules and was carried out inferentially with t and N-gain tests. The results of this study show that interactive e-modules with cases of local wisdom are quite effective in improving student learning outcomes in the subject of Animal Diversity. The implication of this research is that interactive e-modules with local wisdom cases are effective in improving student learning outcomes on Animal Diversity material, showing the potential for the use of more interactive learning resources in learning. It was concluded that interactive e-modules with cases of local wisdom can improve student learning outcomes.
Innovative Science Textbook Development: Integrating Local Wisdom into the Basic Science Concepts Course for Pre-Service Teachers Winangun, I Made Ari; Suma, Ketut; Subagia, I Wayan; Sudiatmika, A.A. Istri Agung Rai
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i1.95301

Abstract

The limitation of representative learning resources is still a challenge in organizing science learning in higher education. This study aims to analyze the characteristics, test the validity, and evaluate the practicality of case-based Basic Concepts of Elementary Science Series 1 (Physics) textbooks with the context of local wisdom. This research is a research and development (R&D) study using the ADDIE model. The research subjects consisted of 72 students, 8 experts, and 6 lecturers in the field of elementary science. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation at each stage of development. The instruments used included interview guidelines and questionnaires to identify characteristics, as well as assess the validity and practicality of the textbooks. Data analysis techniques were carried out descriptively qualitative and quantitative. The results showed that the textbook developed covered seven physics topics with a chapter structure consisting of an introduction, material preceded by local wisdom-based case studies, summaries, exercises, and reference lists. The coursebook was rated as highly valid from the content and cultural aspects (Aiken's V = 0.983) and language aspects (Aiken's V = 0.925). In addition, the practicality of the coursebook was rated very high by lecturers and students, with an average score of 4.448 and 4.300 respectively at the initial trial stage, as well as 4.805 and 4.348 at the main trial stage. The conclusion of this study confirms that the developed textbooks are valid and practical, and support contextualized and culturally responsive science learning. The implication of this research highlights the importance of integrating local wisdom in the development of science learning resources to increase relevance and learner engagement.
Peran literasi sains dalam membentuk generasi berfikir kritis dan inovatif: kajian literature review Sanjiartha, I Gede Dodik; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr499900

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran literasi sains dalam membentuk generasi berpikir kritis dan inovatif melalui kajian literatur. Literasi sains tidak hanya mencakup pemahaman konsep ilmiah, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan menciptakan inovasi berbasis pengetahuan ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi sains berkontribusi signifikan dalam melatih analisis data, evaluasi informasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan proyek efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Namun, tantangan dalam infrastruktur pendidikan, akses sumber daya, dan metode pengajaran masih menjadi kendala utama dalam pengembangan literasi sains di Indonesia. Kajian ini merekomendasikan strategi pedagogis inovatif untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 melalui integrasi literasi sains dalam pendidikan formal dan informal.
Strategi efektif meningkatkan literasi sains di era digital Santosa, I Komang Edi; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr499700

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk literasi sains. Artikel ini mengeksplorasi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi sains di era digital melalui tinjauan pustaka sistematis. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi digital, seperti e-Modul interaktif, laboratorium virtual, dan aplikasi simulasi, secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sains memberikan manfaat besar dalam meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital dan kurangnya keterampilan digital guru tetap menjadi hambatan utama. Artikel ini merekomendasikan pelatihan guru yang komprehensif, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan konten berbasis bukti untuk mendukung literasi sains di era digital secara inklusif dan berkelanjutan.
Peran literasi sains dalam membentuk generasi berfikir kritis dan inovatif: kajian literature review Sanjiartha, I Gede Dodik; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Education and Social Sciences Review Vol. 5 No. 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr499900

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran literasi sains dalam membentuk generasi berpikir kritis dan inovatif melalui kajian literatur. Literasi sains tidak hanya mencakup pemahaman konsep ilmiah, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan menciptakan inovasi berbasis pengetahuan ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi sains berkontribusi signifikan dalam melatih analisis data, evaluasi informasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan proyek efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Namun, tantangan dalam infrastruktur pendidikan, akses sumber daya, dan metode pengajaran masih menjadi kendala utama dalam pengembangan literasi sains di Indonesia. Kajian ini merekomendasikan strategi pedagogis inovatif untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 melalui integrasi literasi sains dalam pendidikan formal dan informal.
Peningkatan Literasi Membaca Melalui Media Pias Kata Pada Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri 1 Bengkala Luh Putu Parwika; Komang Surya Adnyana; I Made Ari Winangun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.7024

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring melalui penggunaan media pias-pias kata pada siswa kelas I SD Negeri 1 Bengkala. Prosedur penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus langkah-langkah dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada tahap observasi observer dan peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui penggunaan media pias-pias kata. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa saat proses pembelajaran berlangsung tercipta pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) hal ini terlihat dari ketertarikan siswa pada kondisi awal 35 % menjadi 60% pada siklus I meningkat 25% dan menjadi 75% pada siklus II meningkat 15%. Pada indikator partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran dari siklus I 65,65% menjadi 91,3% pada siklus II meningkat 25,65%, dari pengamatan performance siswa dalam membaca nyaring pada siklus I 60% menjadi 90% pada siklus II meningkat 30% dan dari hasil kuesioner siswa 72,5% pada siklus I menjadi 92,5% pada siklus II meningkat 20%. Kemampuan guru dalam menerapkan penggunaan media pias-pias kata pada kondisi awal mencapai 1,9 dalam kriteria cukup baik menjadi 3,24 dalam kriteria sangat baik pada siklus I meningkat 1,34 poin dan menjadi 3,9 dalam kriteria sangat baik pada siklus II meningkat 0,66 poin.
Meningkatkan Literasi Menulis Melalui Media Gambar Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Galungan I Gede Bayu Indrawan; Komang Surya Adnyana; I Made Ari Winangun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.7025

Abstract

Salah satu peran guru yang sangat penting adalah menciptakan proses pembelajaran yang bermutu, berkualitas dan menyenangkan. Adapun tujuan dari penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui seberapa besar dampak peningkatan minat literasi siswa terhadap penggunaan media gambar. Meningkatkan kemampuan minat literasi siswa dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : aktivitas siswa, aktivitas guru dan efektivitas proses pembelajaran, dan nilai hasil prestasi siswa . Teknik yang digunakan adalah dengan pendekatan penelitian tindakan kelas, teknik pengumpulan data observasi, dan tes hasil belajar siswa. Perolehan data baik aktivitas siswa maupun nilai hasil literasi siswa pada siklus I dan II dalam penelitian tindakan kelas dapat ditafsirkan sebagai berikut; (1) Minat dan kemampuan siswa terhadap literasi sangat baik. (2) Media Gambar sangat membantu siswa dalam meningkatkan imajinasi berliterasi. (3) Siswa mampu menginterprestasikan literasi sederhana dengan cara mengkaitkan gambar seri yang diamatinya. (4) Siswa mampu mengkomunikasikan tulisannya berdasarkan hasil pengamatan kepada temannya maupun kepada guru.
PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TEKNOLOGI SISWA SEKOLAH DASAR Devi, Luh Putu Sherly Arima; Winangun, I Made Ari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 4 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i4.4681

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat modern, termasuk di bidang pendidikan. Transformasi digital ini menuntut kemampuan literasi digital yang memadai pada siswa sekolah dasar agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara optimal, aman, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran literasi digital dalam meningkatkan kompetensi teknologi siswa sekolah dasar sebagai bagian dari kesiapan mereka menghadapi era digital. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan 15 artikel ilmiah dari jurnal internasional dan nasional yang relevan dengan topik ini. Melalui analisis data yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berperan penting dalam meningkatkan berbagai aspek kompetensi teknologi siswa, termasuk pemahaman konsep dasar teknologi, kemampuan menggunakan perangkat digital secara efektif, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang dinamis. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa literasi digital tidak hanya penting, tetapi juga harus diintegrasikan secara komprehensif ke dalam kurikulum sekolah dasar. Hal ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan, serta memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
PENGGUNAAN BUKU BACAAN BERMUTU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA KELAS V SD NEGERI 3 BONGAN Yudha Pradana, I Gde Andika; I Made Ari Winangun
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35887

Abstract

This study aims to improve the literacy skills of fifth-grade students at SD Negeri 3 Bongan through the implementation of high-quality reading books in a classroom action research (CAR) design. Data from the pre-cycle phase revealed low literacy mastery, with only 37.5% of students (9 out of 24) achieving the minimum completeness criteria (≥70), primarily due to monotonous lecture-based instruction using conventional textbooks. The CAR was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Interventions included the use of Ministry of Education’s high-quality reading books combined with differentiated read-aloud strategies for low-ability readers. Results showed a significant increase in classical learning completeness: 75.0% in Cycle I and 91.7% in Cycle II, surpassing the success indicator of ≥80%. Qualitative observations also confirmed higher student engagement and focus during lessons. These findings indicate that contextually relevant, high-quality reading materials—when integrated with responsive teaching strategies—effectively enhance literacy development in elementary settings. The study contributes to practical insights for teachers in optimizing existing national learning resources to support AKM-oriented literacy instruction. Keywords: literacy skills, classroom action research, high-quality reading books, elementary education, AKM