Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pengembangan Project Based Teaching Module untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMK Pariwisata Dwi Tunggal I Gusti Ayu Agung Sinta Diarini; I Made Ari Winangun; I Putu Pranatha Sentosa; Ni Made Erpia Ordani Astuti
Jurnal Penelitian Agama Hindu Special Issue Budaya dan Pendidikan
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.226 KB)

Abstract

The teaching module is a concrete form of learning planning in the implementation of an independent curriculum. Therefore, teaching modules are needed to facilitate the student learning process. This is the basis for proposing a study to describe needs analysis in the development of project based teaching modules. This type of research is descriptive which aims to describe the needs analysis for the development of a project based teaching module to increase the creativity of students of Dwi Tunggal Tourism Vocational School. The subjects of this study were 59 students of class X of the Culinary Study Program and 4 teachers of culinary sciences. Sources of data in this study in the form of primary data through the technique of giving questionnaires and secondary data through the analysis of the Culinary Basics learning program. Data analysis techniques in this study were carried out by data reduction, data presentation, and triangulation based on some relevant literature. The results of this study indicate that the development of a project based teaching module to increase the creativity of students at the Dwi Tunggal Tabanan Tourism Vocational School is very much needed by teachers and students as an effort to overcome some problems in the learning process. This module has a project implementation basis in its learning which consists of 8 scopes of material in the odd semester Culinary Basics subject and has a structure in the form of general information, core components, and attachments according to the pocket book for the development of independent curriculum teaching modules. In accordance with the results of the needs analysis, further efforts are recommended as a follow-up to the findings in this study. These efforts are: (i) designing a project based teaching module (blueprint) design; (ii) developing project based teaching modules to facilitate student learning processes; and (ii) testing the effectiveness of the implementation of the project based teaching module in accordance with the expected instructional impact.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KARAKTER MAHASISWA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA SD I Made Ari Winangun; Putu Budi Adnyana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v7i1.2726

Abstract

Tujuan pengembangan instrumen ini, yaitu: (i) mendeskripsikan analisis kebutuhan instrumen karakter; (ii) mendeskripsikan desain instrumen karakter; (ii) mengembangkan instrumen karakter yang divalidasi ahli; dan (iv) melaksanakan uji coba sebagai bentuk implementasi instrumen karakter pada mata kuliah Konsep Dasar IPA SD. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah 2 orang judges untuk ahli budaya dan ahli pendidikan serta uji coba instrumen terhadap 39 mahasiswa. Instrumen dan teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan kuesioner yang diberikan kepada judges dan mahasiswa. Metode analisis data untuk menilai validitas isi instrumen didasarkan pada tabel Gregory dan analisis data untuk menilai validitas butir dan reliabilitas instrumen menggunakan persamaan pearson product moment dan alpha cronbach.  Adapun temuan dalam penelitian ini, yaitu: (i) analysis dilaksanakan melalui kajian literatur yang menunjukkan bahwa instrumen karater sangat diperlukan untuk mengukur aktualisasi sikap positif peserta didik dalam proses pembelajaran yang mendukung visi STAHN Mpu Kuturan Singaraja; (ii) design instrumen karakter mahasiswa berbasis kearifan lokal diukur melalui enam dimensi, yaitu: religious, respect, responsibility, honesty, wisdom and knowledge, dan humanity; (iii) development dilakukan melalui uji judges pada bidang budaya dan bidang pendidikan dengan nilai validitasi isi sebesar 0,92; (iv) Implementation dilaksanakan melalui uji coba lapangan yang menunjukkan hasil bahwa 66 butir instrumen dinilai valid dengan reliabilitas sebesar 0,942 (sangat tinggi).
Integrasi Aktivitas Belajar Tri Hita Karana Berorientasi 4C dalam Mata Kuliah Konsep Dasar IPA SD I Made Ari Winangun
Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/edukasi.v4i1.2719

Abstract

This study aims to integrate the 4C-oriented Tri Hita Karana learning activities in the Elementary Science Basic Concepts course in: (i) initial activities; (ii) core activities; and (iii) closing activities. The results of this literature review, namely: (i) the integration of learning activities in the initial activities carried out by paying attention to the learning environment, learning resources, and the readiness of educators and students from both psychological and cognitive aspects; (ii) the integration of learning activities into the core activities is carried out by conveying learning objectives, presenting natural phenomena, carrying out technical learning according to the design or lesson plans, and concluding lessons; and (iii) the integration of learning activities in closing activities is carried out by maintaining the learning environment, assessing the learning process, and submitting the next learning plan. The three forms of learning activities implement Tri Hita Karana-based educational and teaching values, namely religious, spiritual, humanist, democratic, nationalist, environmental aesthetics, and ecological and are oriented towards creativity and innovation, critical thinking and problem solving, collaboration, communication ( 4C)
Analisis Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Fisika SMA I Made Ari Winangun
Pramana: Jurnal Hasil Penelitian Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Pramana: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/jp.v2i1.2639

Abstract

The Lesson Plan (RPP) is a very important component as a guide for the teaching and learning process. Therefore, the designed RPP must be adaptive, applicable, and simple. This is the basis for carrying out research that aims to describe the simplification of lesson plans according to the Circular of the Minister of Education and Culture Number 14 of 2019 in physics learning in terms of structure, content, and alignment aspects. This study uses a qualitative method. The subjects of this study were public and private high school teachers in Karangasem Regency who were taken by purposive sampling as many as 5 teacher informants who had been certified at 4 schools. The data analysis technique was carried out through the study of the Lesson Plan (RPP) document of the subjects and the relevant literature review so that the results of the analysis and submission of recommendations were obtained. The results of this study indicate that: (i) most physics teachers do not simplify the lesson plans according to the Circular of the Minister of Education and Culture Number 14 of 2019; (ii) the RPP designed by all physics teachers is appropriate in terms of the depth of the material, learning techniques, and time allocation, but there are RPPs that do not show the learning mode applied, namely online or face-to-face; and (iii) most teachers are not able to adjust the learning objectives to the assessment to be carried out.
PENGENALAN LIFE SCIENCE BAGI ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA FLASHCARD BERKONTEN LOKAL I Made Ari Winangun
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v1i2.934

Abstract

AbstrakSains merupakan pengetahuan yang harus dikenalkan kepada anak, diawali dari berbagai kejadian dan keadaan alam sekitarnya menuju hal yang lebih kompleks sesuai perkembangan kognitif baik dalam bentuk sains sebagai sikap, proses, dan produk. Pengenalan sains pada anak khususnya anak usia dini dapat diawali dengan pengenalan sains kehidupan atau life science yaitu pengenalan berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Proses pengenalan ini sangat baik dilaksanakan dengan media yang mampu menarik perhatian anak dalam belajar, yaitu media flashcard berkonten lokal. Flashcard berkonten lokal merupakan pengembangan jenis flashcard pada umumnya yang mengutamakan konten lokal berupa foto hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya sehingga menunjukkan citra yang konkret dan memperkenalkan tiga bahasa, salah satunya bahasa lokal yakni Bahasa Bali. Konten lokal dalam flashcard ini mampu meningkatkan perkembangan kognitif anak karena mampu mengetahui berbagai jenis hewan dan tumbuhan sekitar melalui proses pengenalan menggunakan flashcard dan terkonfirmasi kembali saat anak melaksanakan observasi di lingkungan sekitar tentang hewan dan tumbuhan.Kata kunci: life science, flashcard berkonten lokal 
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Hariyantini, Made Rian; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11050

Abstract

Literasi membaca merupakan keterampilan dasar yang penting bagi pengembangan diri siswa, namun tingkat literasi di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan literasi membaca siswa di SDN 3 Banyuning. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 22 siswa kelas 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dilakukan melalui langkah-langkah yang meliputi persiapan pembelajaran, kegiatan awal yang menarik, eksplorasi kelompok, presentasi, dan refleksi. Siswa menunjukkan keterlibatan yang tinggi, aktif berdiskusi, dan mampu menganalisis informasi dengan lebih baik. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan literasi membaca siswa secara signifikan, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Penelitian ini menyarankan agar guru menerapkan model ini sebagai alternatif efektif dalam pembelajaran, serta pentingnya dukungan sumber daya dan pelatihan bagi guru untuk mengoptimalkan implementasi model pembelajaran yang inovatif.
Pengaruh Model Pembelajaran Children Learning in Science Berbasis Tri Kaya Parisudha Terhadap Sikap Spiritual Dan Hasil Belajar Agama Hindu Siswa Surini, Ketut; Winangun, I Made Ari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i1.11134

Abstract

Penelitian ini menguji dampak model Children Learning in Science (CLIS) yang didasarkan pada nilai-nilai Tri Kaya Parisudha (pikiran baik, perkataan baik, dan perbuatan baik) terhadap sikap spiritual dan hasil belajar siswa kelas empat SD di Gugus VII Banyuning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan fokus pada dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan model CLIS dan kelompok kontrol yang menerapkan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengevaluasi kinerja siswa dalam pelajaran agama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CLIS secara signifikan meningkatkan sikap spiritual dan prestasi akademik siswa dibandingkan dengan metode konvensional. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan substansial dalam sikap spiritual, dengan skor yang meningkat dari rata-rata 75,6 menjadi 88,4. Selain itu, prestasi akademik juga meningkat secara nyata, dengan kelompok eksperimen mencapai nilai rata-rata post-test 85,7, dibandingkan dengan 75,2 pada kelompok kontrol. Analisis statistik mengkonfirmasi keefektifan model CLIS, dengan korelasi yang signifikan (r = 0,68) antara sikap spiritual dan hasil akademik. Pendekatan CLIS, yang diperkaya dengan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha, menumbuhkan lingkungan belajar holistik yang mengintegrasikan pendidikan etika dan moral dengan inkuiri ilmiah.
PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TEKNOLOGI SISWA SEKOLAH DASAR Devi, Luh Putu Sherly Arima; Winangun, I Made Ari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 4 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i4.4681

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat modern, termasuk di bidang pendidikan. Transformasi digital ini menuntut kemampuan literasi digital yang memadai pada siswa sekolah dasar agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara optimal, aman, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran literasi digital dalam meningkatkan kompetensi teknologi siswa sekolah dasar sebagai bagian dari kesiapan mereka menghadapi era digital. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan 15 artikel ilmiah dari jurnal internasional dan nasional yang relevan dengan topik ini. Melalui analisis data yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berperan penting dalam meningkatkan berbagai aspek kompetensi teknologi siswa, termasuk pemahaman konsep dasar teknologi, kemampuan menggunakan perangkat digital secara efektif, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang dinamis. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa literasi digital tidak hanya penting, tetapi juga harus diintegrasikan secara komprehensif ke dalam kurikulum sekolah dasar. Hal ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan, serta memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.
Strategi efektif meningkatkan literasi sains di era digital Santosa, I Komang Edi; Suwindia, I Gede; Winangun, I Made Ari
Education and Social Sciences Review Vol 5, No 2 (2024): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr499700

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk literasi sains. Artikel ini mengeksplorasi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi sains di era digital melalui tinjauan pustaka sistematis. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi digital, seperti e-Modul interaktif, laboratorium virtual, dan aplikasi simulasi, secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sains memberikan manfaat besar dalam meningkatkan relevansi dan keterlibatan siswa. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital dan kurangnya keterampilan digital guru tetap menjadi hambatan utama. Artikel ini merekomendasikan pelatihan guru yang komprehensif, peningkatan infrastruktur, dan pengembangan konten berbasis bukti untuk mendukung literasi sains di era digital secara inklusif dan berkelanjutan.
Tri Pramana-Based Digital Learning Media: Enhancing Students’ Science Learning Outcomes in Elementary Schools Winangun, I Made Ari
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 7 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v7i3.91408

Abstract

The underlying issue of this research is the need for innovative and effective learning media to support science education in elementary schools. This study aims to develop Tri Pramana-based digital learning media for the science subject to enhance the quality of teaching and learning processes. The research employed a development method using the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The study involved 43 participants, including experts, teachers, and students. Data were analyzed qualitatively and quantitatively to assess the validity, practicality, and effectiveness of the developed learning media. The results showed that the Tri Pramana-oriented digital learning media has unique characteristics and was designed for Plants as a Source of Life on Earth topic, in 8 sessions, divided into two parts per session. The media validity was rated very high, with an average score of 0.98 (content), 0.94 (media), and 0.93 (language). The practicality of the media received an average score of 4.79 from teachers and 4.37 from students, both categorized as very practical. The effectiveness of the media, based on a trial involving 24 students, resulted in an average n-gain score of 0.68, categorized as moderate. Thus, the Tri Pramana-based digital learning media is deemed valid, practical, and moderately effective in supporting science education for elementary school students and has the potential for broader implementation.