Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Wilayah Banyumas Galih Samodra; Fhadilla Risky Cahyani; Fikih Febriawan; Hanifah Dzakiyyatunnisa; Laela Suci Nofiyanti; Lusia Usun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.39123

Abstract

Resistensi antimikroba  di Indonesia masih tergolong tinggi akibat kurangnya edukasi masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar. Kelompok lanjut usia dengan tingkat pendidikan dasar merupakan salah satu demografi yang paling rentan terhadap risiko keterbatasan pemahaman ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang antibiotik pada masyarakat lansia di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur II dan Posyandu Lansia Kelurahan Pasir Kidul. Penelitian ini menggunakan desain studi intervensi edukatif melalui pendekatan one-group pre-test and post-test design terhadap 30 peserta. Intervensi dilakukan selama 30–45 menit menggunakan kombinasi media PowerPoint dan pembagian leaflet, lalu data dianalisis secara statistik menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pengetahuan awal peserta tergolong rendah dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 4,7 ± 1,83. Setelah diberikan intervensi terstruktur, terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata post-test menjadi 9,17 ± 0,69, di mana seluruh peserta (100%) berhasil mencapai kategori baik. Uji statistik Wilcoxon memperkuat hasil tersebut dengan nilai signifikansi p=0,000(p0,05), yang membuktikan adanya perbedaan pemahaman yang sangat signifikan setelah intervensi diberikan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan promosi kesehatan menggunakan metode visual melalui PowerPoint dan leaflet terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman penggunaan antibiotik pada masyarakat lansia berpendidikan dasar, sekaligus menjadi langkah preventif strategis dalam menekan risiko resistensi.  
Analysis of Antidiabetic Drug Utilization at Cilacap Regional General Hospital in 2022 Using ATC/DDD and DU90% Methods Irma Nur Oktavina; Sunarti; Galih Samodra
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1349

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease caused by metabolic disorders characterized by elevated blood glucose levels or hyperglycemia. The aim of diabetes mellitus treatment is to control blood glucose levels within the normal range, eliminate accompanying clinical symptoms, and reduce the risk of acute complications. To achieve therapeutic goals, pharmacological therapy can be administered using antidiabetic drugs. This research is an observational study involving retrospective data collection of outpatients with type 2 diabetes mellitus who used antidiabetic drugs. The prescribed antidiabetic drugs were then analyzed using the Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) and Defined Daily Dose (DDD) methods. Data on antidiabetic drugs were collected and entered into the Microsoft Excel program to calculate the DDD/1000 KPRJ value and the 90% Du segment. The results showed that there were 7 antidiabetic drugs used, namely glimepiride, gliquidone, gliclazide, metformin, acarbose, vildagliptin, and pioglitazone, with glimepiride having the highest DDD value of 445.92 DDD/1000 KPRJ and gliquidone having the lowest DDD value of 128.70 DDD/1000 KPRJ. Meanwhile, glimepiride and metformin were the antidiabetic drugs included in the 90% Du segment.
Determinants of Medication Adherence in Hypertension Patients in Level I Health Facilities in Kembaran District Silma Kaaffah; Galih Samodra; Yulinda Eka Pratiwi
Viva Medika Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i2.1399

Abstract

Medication adherence is the key to controlling blood pressure in hypertensive patients to minimize the risk of complications. The research aims to assess level of medication adherence and identify influencing factors. The quasi-experimental research method used purposive sampling to create a control group and 2 intervention groups (pill box and medication chart) with each group 30 patients. Prospective data collection with pre-post design (week-1 and week-4) as well as observing clinical data on blood pressure, medication adherence. Questionnaire of medication non-adherence determinants was taken at week 4. The questionnaire instrument was validated with Cronbach Alpha reliability >0.06. The results of the statistical analysis were significant (p-value <0.05) with increasing the mean score of medication adherence in the pill box was 1.2 and the medication chart was 0.7. The reduction in systolic blood pressure in the intervention group was significant (p-value <0.05) by more than 2 mmHg. A total of 35.6% of patients were reluctant to ask health workers for medication information and 45.6% needed someone to remind them to take medication. In conclusion, increasing medication adherence and reducing blood pressure can be achieved with intervention and requires social support from family and health-care professional.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING CAIR DENGAN PENAMBAHAN PERASAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) DAN DAUN PANDAN (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) DI DESA KARANGSARI Nadra Ayu Utami; Desy Nawangsari; Galih Samodra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59918

Abstract

Sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang hampir setiap hari digunakan masyarakat. Produk yang beredar di pasaran umumnya mengandung bahan kimia sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi kulit dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi sabun cuci piring cair berbahan alami yang lebih aman, ramah lingkungan, dan tetap efektif dalam membersihkan peralatan dapur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada ibu-ibu PKK Desa Karangsari mengenai pembuatan sabun cuci piring cair dengan penambahan perasan jeruk nipis dan daun pandan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, diskusi interaktif, serta pembagian booklet panduan pembuatan. Target kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan lokal seperti jeruk nipis yang memiliki sifat antibakteri dan daun pandan yang berfungsi sebagai pewarna alami sekaligus pemberi aroma. Produk akhir dari kegiatan ini berupa sabun cuci piring cair hasil formulasi bersama masyarakat yang dapat digunakan secara langsung maupun dikembangkan lebih lanjut sebagai produk usaha rumah tangga. Hasil evaluasi menggunakan skor N-Gain menunjukkan bahwa tidak ada peserta yang berada pada kategori rendah (0%), sebanyak 8 peserta (32%) berada pada kategori sedang (N-Gain 0,3–0,7), dan mayoritas yaitu 17 peserta (68%) berada pada kategori tinggi (N-Gain > 0,7). Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan bahan alami, meningkatkan higienitas rumah tangga, serta memberikan peluang ekonomi baru melalui inovasi produk ramah lingkungan.
Socialization Of The Risks Of Polypharmacy And Education On Safe Medication Management For Elderly Patients With Degenerative Diseases Siti Setianingsih; Galih Samodra; Mega Kartika Sari; Lukman Hakim; Rian Ardianto; Atina Salamah
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2073

Abstract

Peningkatan populasi lansia berdampak pada tingginya penggunaan obat yang berisiko menimbulkan masalah polifarmasi, yang dapat menyebabkan interaksi obat berbahaya dan menurunkan kualitas hidup pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) terkait pengelolaan obat berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) untuk mencegah risiko polifarmasi pada lansia penderita penyakit degeneratif. Metode yang digunakan adalah Edu-Tech Empowerment Cycle yang meliputi tahapan explore, design, build, implement, dan measure. Kegiatan dilaksanakan di Desa Karangrau dengan melibatkan 20 KPM melalui penyuluhan, diskusi, dan simulasi menggunakan media buku saku dan video tutorial. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator, dengan nilai rata-rata meningkat dari 74% pada pre-test menjadi 89% pada post-test. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi partisipatif berbasis teknologi efektif meningkatkan kapasitas KPM sebagai agen edukasi kesehatan, yang berpotensi mendukung perbaikan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya pada lansia penderita penyakit degeneratif.
Anti-Inflammatory Activity Test fo Ethanol Extract of Kluwih Leaves (Artocarpus camansi Blanco) on Male Wistar White Rats (Rattus norvegicus) Laela Suci Nofiyanti; Sunarti; Galih Samodra
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i1.2920

Abstract

Inflammation occurs when the body reacts to infection, irritation, or other damage. Some compounds in kluwih leaves are believed to have anti-inflammatory potential, one of which is flavonoids. The aim of this study was to find out the activity and effective dosage of the ethanol extract from kluwih leaves as an anti-inflammatory in male white Wistar rats. The experimental animals were divided into five groups: the negative control group (0.5% Na-CMC), the positive control group (Na-diclofenac), and the three treatment groups were given ethanol extract from kluwih leaves at doses of 175, 350, and 700 mg/KgBW orally. After 30 minutes, the soles of the rats' feet were induced with 0.1 ml of 1% carrageenan subplantarly. Edema volume was assessed every 1 hour for 6 hours using a plethysmometer. The data was statistically analyzed using One-Way ANOVA with LSD post hoc test. The research data shows that the ethanol extract of kluwih leaves at doses 175, 350, and 700 mg/KgBW has anti-inflammatory activity. The effective dose of kluwih leaf ethanol extract was 700 mg/KgBW (28.68%) with the second highest percentage of anti-inflammatory power value after the positive control group (31.75%). The LSD (Least Significant Difference) results indicate that the ethanol extract of kluwih leaf at a dose of 700 mg/KgBW does not show a significant difference in its anti-inflammatory effect with the positive control (0.442>0.05).