Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Konten Digital Dakwah Islam di PRM Bangunharjo I oleh Universitas Ahmad Dahlan Robi'in, Bambang Robi'in,; Prayudha, Prayudha; Rahani, Faisal Fajri; Prathisara, Gibbran; Sari, Eka Anisa
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6532

Abstract

AURELIA: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunharjo I dalam memanfaatkan teknologi digital untuk dakwah Islam. Pelatihan ini mencakup perencanaan konten dakwah digital, pembuatan konten dakwah digital, pengelolaan media sosial, serta strategi komunikasi dakwah berbasis digital. Metode pelatihan meliputi beberapa tahapan yaitu sosialisai, penerapan teknologi, pelatihan, pendampingan, evluasi dan rencana tindak lanjut.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat serta mengelola konten digital untuk keperluan dakwah. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta berkisar antara 40% hingga 60%, dengan rata-rata keseluruhan 52%. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman menjadi 80% hingga 100%, dengan rata-rata keseluruhan 92%. Peningkatan rata-rata sebesar 40% ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman peserta. Dengan adanya program ini, diharapkan PRM Bangunharjo I dapat lebih aktif dan efektif dalam menyampaikan pesan-pesan Islam melalui media digital.
Empowerment of MSMEs Kube Lestari and Ngudi Mulyo through the Universitas Ahmad Dahlan PMM Program: Implementing Technopreneurship and Digital Marketing Strategies Robi'in, Bambang Robi'in,; Prathisara, Gibbran; Pungkiawan, Pius Rino; Hakiki, Qori Alfiani; Aliyah, Himatul
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7212

Abstract

The Community Empowerment Program by Students (PMM) of Universitas Ahmad Dahlan was conducted in Triwidadi Village, Pajangan Subdistrict, Bantul Regency, in collaboration with two local MSME partners, Kube Lestari and Ngudi Mulyo. The program aimed to enhance entrepreneurial capacity and strengthen the competitiveness of local products through a technopreneurship and digital marketing approach. Based on the situational analysis, both partner groups showed strong economic potential in the production of emping and palm sugar but faced challenges in production management, business governance, and digital promotion. The implementation consisted of five stages: socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation for sustainability. The training covered topics on online advertising strategies, packaging design, product branding, and promotional photography, involving MSME members from two hamlets—Polaman and Butuh Kidul. The results indicated significant improvements in partners’ abilities to design better packaging, utilize social media and online marketplaces, and create engaging digital promotional content. Furthermore, participants demonstrated increased motivation and confidence in managing their businesses and expanding their markets through technology-based solutions. Overall, the program successfully fostered independence and professionalism among local MSMEs, guiding them toward a sustainable model of digital entrepreneurship.
REPRESENTASI NILAI BUDAYA MINANGKABAU DALAM SERIAL SAIYO SAKATO: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Handayani, Rika; Prathisara, Gibbran
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 1 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i1.2676

Abstract

Abstract This study aims to analyze the representation of Minangkabau cultural values in the Saiyo Sakato series. The focus of this research includes the representation of deliberation and consensus, the matrilineal kinship system, the tradition of migration, the symbolism of traditional foods, and the use of the Minangkabau language in the context of modern life, particularly in relation to family economic issues. This study applies Roland Barthes’ semiotic approach through the analysis of denotation, connotation, and myth. The method used is descriptive qualitative by examining relevant scenes and dialogues in the series. The results show that myths construct Minangkabau culture as a value system that remains relevant in modern life, especially in regulating family economic responsibilities, the division of roles between men and women, and conflict resolution through deliberation. The series represents Minangkabau customs as a guide to life that adapts to the social and economic dynamics of contemporary society.
Analisis Resepsi Penggemar K-Drama terhadap Adaptasi A Business Proposal Versi Indonesia Salwia, Salwia; Gibbran Prathisara
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i2.7564

Abstract

This study aims to analyze the audience reception of K-Drama fans toward the Indonesian adaptation of A Business Proposal. The research employs a qualitative approach using reception analysis based on Stuart Hall’s theory, particularly through the concepts of encoding and decoding. Data were collected through in-depth interviews with ten informants who are active K-Drama viewers. The findings indicate that audience interpretations are diverse and are influenced by their experience of watching the original version, expectations toward the adaptation, as well as their social and cultural backgrounds. The analysis identifies three decoding positions: dominant, negotiated, and oppositional. The dominant position is reflected in audiences who accept the intended meaning constructed by the producers and perceive the adaptation as still relevant within the local context. However, the negotiated and oppositional positions are more prevalent. In the negotiated position, audiences accept the core narrative but express criticism toward emotional delivery, dialogue, and production quality. Meanwhile, the oppositional position reflects a rejection of the adaptation, as it is perceived as failing to adequately represent the essence of the original version. These findings confirm that audiences play an active role in interpreting media texts.
Representasi Persahabatan dalam Film Jumbo (2025) Jefry Putra Hakimi; Gibbran Prathisara
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i3.63894

Abstract

Film Jumbo (2025) merupakan film animasi Indonesia yang menampilkan dinamika persahabatan anak melalui pendekatan naratif dan visual yang sarat makna simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi persahabatan dalam film Jumbo dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika yang mencakup tiga tahapan pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap adegan-adegan terpilih, dokumentasi visual, serta studi pustaka yang relevan dengan kajian semiotika, komunikasi, dan persahabatan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Jumbo merepresentasikan persahabatan sebagai relasi sosial yang dibangun atas dasar empati, penerimaan, perhatian, dan dukungan emosional. Pada tingkat denotatif, persahabatan ditampilkan melalui aktivitas kolektif seperti kebersamaan, kerja sama, dan tindakan saling menolong dalam menghadapi situasi emosional maupun tantangan. Pada tingkat konotatif, interaksi antartokoh mengandung makna solidaritas, kepedulian, kepercayaan, dan kehadiran emosional yang berkelanjutan. Sementara itu, pada level mitos, film Jumbo membangun ideologi bahwa persahabatan masa kanak-kanak merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan identitas sosial, serta berfungsi sebagai ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi dan menerima perbedaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Jumbo tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang sarat dengan nilai edukatif dan ideologis dalam merepresentasikan persahabatan anak.