Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGUJIAN CEMARAN BAKTERI (CYCLEA BARBATA MYERS) CINCAU HIJAU PADA MINUMAN AIR AKAR YANG DIJUAL DI DAERAH PEKANBARU Musyirna Rahmah Nasution; Ronapadua Sahara; Emma Susanti
Sistem Informasi Vol 3 No 1 (2012): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i1.146

Abstract

Telah dilakukan pengujian cemaran bakteri dalam cincau hijau (Cyclea barbata myers) pada minuman air akar yang dijual di Kota Pekanbaru. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metoda hitungan cawan dan analisis data berdasarkan metoda Standar Plate Count. Identifikasi morfologi dan klasifikasi gram bakteri dilakukan dengan pewarnaan sederhana dan pewarnaan gram. Sampel cincau hijau diambil dari penjual minuman air akar di delapan jalan raya kota Pekanbaru. Sampel cincau selanjutnya diuji angka lempeng total untuk mengetahui cemaran bakteri. Hasil uji didapatkan bahwa seluruh sampel cincau hijau yang diambil memiliki nilai ALT melebihi batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yang dipersyaratkan oleh BPOM dan SNI 7388 untuk jeli agar yaitu 1x104 koloni/g. Bentuk bakteri yang dominan ditemukan berdasarkan pewarnaan bakteri adalah golongan kokus gram positif.
PEMANFAATAN CAMPURAN KARBON AKTIF DARI ARANG BAMBU DAN SERBUK HABBATUSSAUDA SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENYARINGAN AIR BAKU UNTUK AIR MINUM Hasmalina -; Musyirna Rahmah Nasution
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.154

Abstract

Daerah Riau merupakan dataran rendah umumnya dengan tipe tanah gambut sehingga air yang didapatkan masih kurang layak untuk dikonsumsi, karena berwarna kuning kecoklatan dan memiliki kandungan ion logam-logam, anion serta mikroba. Cakupan pelayan air bersih sebagai air baku air minum juga masih sangat rendah. Perusahaan penyedia air bersih (Perusahaan Air Minum/PAM) hanya mampu memasok kebutuhan di kota-kota saja dengan kuantitas yang juga masih kecil. Akibatnya sebahagian besar masyarakat tidak terjangkau oleh pelayanan air bersih umumnya menggunakan air tanah atau air permukaan untuk keperluan hidupnya sehari-hari. Pada penelitian ini telah dihasilkan alat saringan air dengan memanfaatkan campuran karbon aktif dari arang bambu dan habatussauda yang memiliki kemampuan sebagai adsorben. Nilai parameter fisika, kimia dan mikrobiologi air baku yang dihasilkan dari alat saringan ini masih dibawah ambang batas baku mutu air baku air minum yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air, Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Persyaratan Kualitas Air Minum (Permenkes RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 dan Kepmenkes No. 907/2002).
ISOLASI JAMUR PENYEBAB INFEKSI KULIT DAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DAN LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum) Musyirna Rahmah Nst; Emma Susanti; Sumiati Rahman
Sistem Informasi Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v3i2.159

Abstract

Telah dilakukan isolasi jamur penyebab penyakit panu, kurap dan bisul dengan teknik gores.Terdapat 5 isolat jamur diantaranya yaitu 1 isolat pada sampel panu, 2 isolat pada sampel kurap dan 2 isolat pada sampel bisul dengan ciri mempunyai hifa, spora dan spora yang berkelompok. Ke-5 isolat digunakan dalam pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dan lengkuas merah(Alpinia purpurata K.Schum) dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, 4%, 8%, 16%, 32% dan 64%. Aktivitas antimikroba dikategorikan mempunyai aktivitas sedang dengan diameter hambat 10-19 (mm). Analisa ANOVA dua arah memperlihatkan aktivitas antimikroba berbeda secara signifikan antara ekstrak lengkuas merah dan bawang putih terhadap bakteri panu, kurap dan bisul dengan P<0,05 pada konsentrasi 8%-64%.
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus Indica Linn) TERHADAP ENZIM ALFA GLUKOSIDASE Hasmalina Nasution; Musyirna Rahmah Nst; Reza Abdifi
Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2013): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i1.172

Abstract

Secara empiris tanaman obat tradisional terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah. Salah satunya daun asam jawa (Tamarindus Indica Linn). Telah dilakukan pengujian penentuan aktivitas antidiabetes daun asam jawa terhadap enzim α-glukosidase. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun asam jawa mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, fenolik dan saponin. Pengujian aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun asam jawa terhadap enzim alfa glukosidase dilakukan dengan menggunakan metoda spektrofotometri. Pada konsentrasi 1000 ppm ekstrak etanol memiliki efek antidiabetes melalui penghambatan enzim α-glukosidase sebesar 20,8%. Efek antidiabetes daun asam jawa lebih kecil dibanding glukobay.
EFEK INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI EKSTRAK ETIL ASETAT, ETANOL, DAN INFUSA DAUN JAMBU MENTE (Anacardium occidentale Linn) Musyirna Rahmah Nasution; Maria Yella Ladiona; Enda Mora
Sistem Informasi Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v4i2.175

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji efek inhibisi enzim α-glukosidase dari ekstrak etil asetat, etanol, dan infusa daun jambu mente (Anacardium occidentale Linn). Penelitian ini menggunakan metoda spektrofotometri dengan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etil asetat terhadap inhibisi enzim α-glukosidase sebesar 700,696 μg/ml. Sedangkan nilai IC50 ekstrak etanol sebesar 259,840 μg/ml. Akarbose sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 0,128 μg/ml. Selain pengujian ekstrak, dilakukan juga pengujian infusa berdasarkan penggunaan masyarakat secara tradisional yang memberikan daya inhibisi enzim α-glukosidase pada konsentrasi 0,5 g/ml sebesar 98,006 %.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK TEH HERBAL CAMPURAN DAGING BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) DAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Lemairei (HOOK.) BRITTON & ROSE) Yulisma Sudarsi; Musyirna Rahmah Nst
Sistem Informasi Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v8i2.717

Abstract

Herbal tea is a herbal mixture made from flowers, leaves, seeds and or roots of various plants. Some of herbal tea consumed for adds energizing, help relaxation, overcome digestive problems and also strengthen the immune system. Research on antioxidant activity and organoleptic characteristic mixflesh of bitter melon fruit (Momordica charantia L.) and red dragon fruit skin (Hylocereus lemairei (Hook.) britton & rose) herbal tea has been done. The objective of this research was to make a herbal tea formulation that has a high antioxidant activity and is preferred from a mixture of bitter melon fruitand red dragon fruit skin that has been dried at 50-60°C. The antioxidant activity were measured by free radical scavenging method with DPPH; whereas organoleptic test was measured by hedonik method. The results of 5 formulas indicate that antioxidant activity is the highest in FIII formula that has the most content of bitter melon fruit. Data were analyzed using one way ANOVA and Tukey method at 99% confidence level. The herbal tea formulation of a coarse powder mixture of 1.75 g of bitter melon fruit and a coarse powder of 0.25 g red dragon fruit showed the highest antioxidant activity with percent inhibition of 98,249% and preferably with the likes after adding 30 mL of honey.
Aktivitas Antioksidan Teh Herbal Dari Campuran Daging Buah Pare (Momordica charantia L.), Jahe Merah (Zingiber officinalle Roscoe) Dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Musyirna Rahmah Nasution; Syamira
Sistem Informasi Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.94 KB) | DOI: 10.37859/jp.v10i2.1379

Abstract

Herbal tea is a formulation of herbal flowers, seeds, leaves, roots, and bark of various plants. It has affectiveness in energizing, healing constipation and approving immune. It has been done an experiment of antioxidant activity of herbal tea from the mixture of bitter melon (Momordica charantia L), red ginger (Zingiber officinale Roscoe) and curcuma (Curcuma xanthorrhiza Roxb). The purpose of this experiment is to make formulation of herbal tea that has strong antioxidant activity and preferably from a mixture of bitter melon (Momordica charantia L), red ginger (Zingiber officinale Roscoe) and curcuma (Curcuma xanthorrhiza Roxb) that has been dried at a temperature of 50-60°C.The activity of antioxidant is measured by DPPH method, meanwhile organoleptic is analyzed by hedonic method. The result of the experiment from 4 formulations indicates that high antioxidant activity is FIII based on analysis one way ANOVA and Tukey test 99% true. The compositions of FIII are 1,25 g bitter melon, 0,375 g red ginger and 0,375 g curcuma has high antioxidant in 97,25%. Hedonic test indicates FIII in liking category after added 2 g palm sugar and 5mL lemon.
Effect of Storage Duration on Physicochemical and Antibacterial Activities of Sweet Corn-based Synbiotic Yogurt with Honey Musyirna Rahmah Nasution; Winda Sri Wahyuni
Acta Chimica Asiana Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Chemistry Education Program, the University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/aca.v3i2.38

Abstract

Synbiotic yogurt is fermented milk containing probiotics and prebiotics. The quality of symbiotic yogurt products during cold storage must meet the SNI quality requirements (2981-2009). This study aimed to find the effect of yogurt storage duration on physicochemical properties and antibacterial activity for the best yogurt storage time. In this study, synbiotic yogurt was made from sweet corn, honey, and full cream milk as prebiotics and Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium bifidum as probiotics. The tests carried out include testing total coliform, total lactic acid bacteria, degree of acidity (pH), total titrated acid, organoleptic quality, and antibacterial activity. The tests were carried out on days 0, 5, 10, 15, and 20. The results showed that storage duration affected product quality and antibacterial activity. The best storage duration for yogurt was found to be ten days, where the yogurt stored for ten days found to have a total coliform of 0 APM/g, total lactic acid bacteria of 2.81 x 1012, total lactic acid of 1.684%, pH value of 3.5 and was still preferred and could be accepted by the panelists, based on the organoleptic assessments. The yogurt stored for ten days also gave the largest average inhibition diameter of 21.78 mm with the category 'very strong' against Escherichia coli and 22.13 mm with the classification 'very strong' against Salmonella typhi. The yogurt stored for up to 10 days still met the SNI yogurt quality standard requirements (2981: 2009).
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MARPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack): FORMULATION AND SUNSCREEN ACTIVITY OF CREAM CONTAINING MARPUYAN LEAVES (Rhodamnia cinerea Jack) EXTRACT ETHANOL Musyirna Rahmah Nst; Deni Anggraini; Gressy Novita; Mustika Furi; Ihsan Ihtiarudin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.778

Abstract

Sinar matahari memiliki manfaat bagi kesehatan. Sering terpapar sinar matahari menyebabkan kulit kemerahan, peradangan, dan menyebabkan terjadinya kanker kulit. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) mempunyai kandungan flavonoid total dan fenolik total yang tinggi serta memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif alami krim tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi dan mengevaluasi krim tabir surya ekstrak etanol daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) serta mengetahui nilai persen transmisi eritema (%Te), persen transmisi pigmentasi (%Tp), dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Dibuat empat formula dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun marpuyan dalam krim yaitu, F0 (0%), F1 (0,1% b/b), F2 (0,5% b/b), dan F3 (1% b/b). Hasil menunjukkan nilai SPF F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut 1,05; 4,68 (proteksi sedang); 4,74 (proteksi sedang); dan 9,36 (proteksi maksimal). Nilai SPF antar formula berbeda signifikan yang mana konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan nilai SPF. Kata kunci : Tabir surya, daun marpuyan, formulasi, Sun Protection Factor (SPF)
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN MARPUYAN (Rhodamnia cinerea Jack): FORMULATION AND SUNSCREEN ACTIVITY OF CREAM CONTAINING MARPUYAN LEAVES (Rhodamnia cinerea Jack) EXTRACT ETHANOL Musyirna Rahmah Nst; Deni Anggraini; Gressy Novita; Mustika Furi; Ihsan Ihtiarudin
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.778

Abstract

Sinar matahari memiliki manfaat bagi kesehatan. Sering terpapar sinar matahari menyebabkan kulit kemerahan, peradangan, dan menyebabkan terjadinya kanker kulit. Salah satu cara untuk melindungi kulit dari sinar matahari yaitu dengan menggunakan tabir surya. Daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) mempunyai kandungan flavonoid total dan fenolik total yang tinggi serta memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat sehingga dapat digunakan sebagai bahan aktif alami krim tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi dan mengevaluasi krim tabir surya ekstrak etanol daun marpuyan (Rhodamnia cinerea Jack) serta mengetahui nilai persen transmisi eritema (%Te), persen transmisi pigmentasi (%Tp), dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Dibuat empat formula dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun marpuyan dalam krim yaitu, F0 (0%), F1 (0,1% b/b), F2 (0,5% b/b), dan F3 (1% b/b). Hasil menunjukkan nilai SPF F0, F1, F2, dan F3 berturut-turut 1,05; 4,68 (proteksi sedang); 4,74 (proteksi sedang); dan 9,36 (proteksi maksimal). Nilai SPF antar formula berbeda signifikan yang mana konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan nilai SPF. Kata kunci : Tabir surya, daun marpuyan, formulasi, Sun Protection Factor (SPF)