Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Budidaya Jamur dan Pembuatan Media Tumbuh Jamur Tiram Untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa FKIP UM Pontianak Arif Didik Kurniawan; Nuri Dewi Muldayanti
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 16, No 2 (2019): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.889 KB) | DOI: 10.29406/br.v16i2.1858

Abstract

Salah satu peran dan fungsi mahasiswa yaitu peranan sosial, yan memiliki arti bahwa segala sesuatu perbuatanya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri tetapi juga harus membawa manfaat terhadap lingkungan dan masyarakat. Salah satunya kegiatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yaitu mengembangkan diri pada bidang kewirausahaan. Salah satu unit usaha yang dapat diterapkan adalah unit usaha jamur tiram. Dalam menjalankan budidaya jamur ada beberapa bagian sulit yang perlu pelaku usaha pahami yaitu bagaimana membudidayakan jamur tiram dan bagaimana proses pembuatan baglog. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa FKIP UM Pomntianak. Metode kegiatan dilaksananan dengan dua tahap yaitu tahap 1) sosialisasi dengan metode ceramah dan diskusi tentang bagaimana budidaya jamur tiram, dan tahap 2) praktek pembuatan media tumbuh jamur tiram (baglog). Kegiatan pengabdian ini melibatkan mitra pengusaha jamur tiram. Hasil dari kegiatan ini adalah kegiatan sosialisasi tentang budidaya jamur tiram dan pelatihan pembuatan media jamur diikuti oleh 17 mahasiswa FKIP dapat berjalan lancar. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta kegiatan pengabdian diperoleh bahwa 75% peserta memahami bagaimana berbudidaya jamur tiram dan 25% peserta terdapat beberapa yang belum paham dengan proses budidaya jamur tiram. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian tentang pelatihan budidaya jamur bagi mahasiswa FKIP UM Pontianak dapat berjalan lancar dan peserta memahami proses budidaya jamur tiram.
PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN, KESEHATAN, DAN PENDAPATAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA 3T Dedi Hariyanto; Arif Didik Kurniawan; Devi Yasmin
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 14, No 2 (2017): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.17 KB) | DOI: 10.29406/br.v14i2.879

Abstract

Empaci village was underdeveloped particularly in education, public health, and economic sector. As a deprived area, support on those particular sectors were needed. Few integrated programs in education, health, and economy has been implemented to promote resident welfare. The programs started by recruiting students to play an active role to manage the programs. Most of the programs empowered local people by means of participative and communicative approach. The programs has been very successful in which it was fully supported by local government. As a result, new local public bodies have been formed including volunteer to remove illiteracy and posyandu cadres. In addition, medicinal herbal garden (toga) and commercial fishery was also erected to improve resident income. We also taught the locals to creat their own fish food from local materials. Keywords: people empowerment, Empaci village, 3T, integrated programs
Analisis Ketersediaan dan Pemanfaatan Media Pembelajaran IPA (Biologi) Kelas VIII di SMP Negeri Kecamatan Capkala Ismawati Ismawati; Arif Didik Kurniawan; Hanum Mukti Rahayu
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2022): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v11i1.1587

Abstract

Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri Kecamatan Capkala ditemukan keterbatasan media pembelajaran IPA (Biologi) yang dimiliki sekolah sehingga guru hanya memanfaatkan media yang tersedia dan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui media pembelajaran IPA (Biologi)  yang sering digunakan dan penggunaan serta manfaat dari media pembelajaran IPA (Biologi) yang ada di SMP Negeri Kecamatan Capkala. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah guru mata pelajaran IPA dan Siswa kelas VIII. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling berdasarkan hasil belajar nilai. Alat pengambilan data menggunakan lembar observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah jenis media pembelajaran IPA (biologi) yang sering digunakan pada kelas VIII di SMP Negeri Kecamatan Capkala yaitu Media cetak. Adapun penggunaan dari media tersebut yang paling sering digunakan jenis media cetak. Hasil analisis angket guru terhadap pemanfaatan media pembelajaran secara keseluruhan rata-rata 90,28% dengan kategori sangat kuat dan hasil analisis angket respon siswa terhadap pemanfaatan media pembelajaran IPA (biologi) secara keseluruhan memiliki rata-rata 81,75% dengan kategori sangat kuat. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan dan pemanfaatan media pembelajaran dengan kategori sangat kuat.                                               Kata Kunci: Analisis, Media pembelajaran, mata pelajaran biologi.
Pendekatan CTL Terhadap Sikap Ilmiah Pada Materi Ciri-ciri Makhluk Hidup Kelas VII MTs Mathla'ul Anwar Heny Jayanti; Arif Didik Kurniawan; Ari Sunandar
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 11, No 1 (2022): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v11i1.1417

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemauan guru untuk memperbaiki pembelajaran dikarenakan rendahnya sikap ilmiah siswa kelas VII MTs Mathla’ul Anwar Pontianak pada pelajaran biologi. pembelajaran kontekstual atau yang dikenal dengan CTL ( Contextual Teaching and Learning) adalah suatu strategi mengajar dimana konsep yang sedang dipelajari diberikan dalam situasi nyata sehingga siswa memahami konsep tersebut dan melihat keterkaitannya dalam penggunaannya di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap ilmiah siswa kelas VII pada materi ciri-ciri mahluk hidup yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional dengan pembelajaran CTL dan mengetahui pengaruh pembelajaran CTL terhadap sikap ilmiah siswa kelas VII MTs Mathla’ul Anwar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah komunikasi tidak langsung dan teknik observasi langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar angket dan observasi. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah effect size dan analisa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa MTs Mathla’ul Anwar Pontianak kelas kontrol dan kelas eksperimen  pada pelajaran biologi didapat nilai rata-rata tiap sikap ilmiah pada kelas eksperimen diperoleh nilai sebesar 71,81 sedangkan kelas kontrol diperoleh nilai lebih rendah yaitu sebesar 60,75. Pengaruh pembelajaran CTL terhadap sikap lmiah siswa maka dilakukan perhitungan effect size. Berdasarkan perhitungan dengan effect size  diperoleh nilai 2,89 yang termasuk kriteria tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan sigmifikan perolehan sikap ilmiah yang diajarkan dengan pembelajaran CTL dan Pembelajaran Konvensional. Hal ini terlihat dari hasil uji statistik U-Mann Whitney bahwa taraf signifikan 0,00 < 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaan antara kelas ekperimen dan kelas kontol.
IMPLEMENTASI KURIKULUM CAMBRIDGE PADA MATAPELAJARAN SCIENCE di SD AL-MUKHLISUN Arif Didik Kurniawan; Nuri Dewi Muldayanti; Mahwar Qurbaniah
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i2.2490

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum Cambridge pada pelajaran sains. Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Alat yang digunakan untuk mengambil data yaitu dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian bahwa diawal pembelajaran sekolahan melakukan sosialisasi kepada guru terkait dengan penerapan kurikulum cambridge yang bertujuan supaya guru lebih siap dalam menyiapkan semua perangkat yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Untuk perencanaan pembelajaran yang digunakan oleh guru science sudah baik dimana guru sudah menyiapkan frame work (silabus) dan lesson plan (RPP) serta sekolahan sudah menyiapkan sumber belajar yang diperlukan selama pembelajaran. Untuk pelaksaan pembelajaran guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah dengan menitik beratkan pada aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Untuk evaluasi pembelajaran yang dilakukan yaitu ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester dan evaluasi check progression test (CPT) dan checkpoint yang diadakan untuk kelas 6 untuk mengukur dan memetakan kompetensi peserta didik khusus dari Cambridge. Hambatan yang muncul selama proses pembelajaran yaitu lemahnya kemampuan bahasa inggris siswa sehingga guru dalam mengajar harus menggunakan dua bahasa.
Pengembangan Penuntun Praktikum Fotosintesis Berbasis Audio Visual Menggunakan Program Camtacia Studio di SMAN 1 Hulu Gurung Asif Alexander; Hanum Mukti Rahayu; Arif Didik Kurniawan
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.133 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v6i2.12075

Abstract

Pembuktian oksigen sebagai hasil reaksi terang fotosintesis dapat diamati melalui metode praktikum di laboraturium. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi dan siswa kelas XII IPA SMAN 1 Hulu Gurung diketahui bahwa guru menggunakan penuntun praktikum yang terdapat di dalam buku paket. Penuntun praktikum ini hanya menampilkan sedikit gambar pada cara kerja sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami cara kerja dan menggunakan alat praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penuntun praktikum fotosintesis berbasis audio visual yang lanyak digunakan berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Pengembangan penuntun praktikum fotosintesis berbasis audiovisual ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model 4-D, yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran, tetapi tahap penyebaran tidak dilakukan. Hasil peneltian menunjukkan kevalidan pada aspek bahasa sebesar 83,33% (sangat valid), aspek materi sebesar 84,03% (sangat valid) dan aspek kegrafikan sebesar 84,72% (sangat valid). Berdasarkan uji coba skala kecil dan skala besar, kepraktisan penuntun praktikum fotosintesis berbasis audio visual bernilai posistif. Keefektifan media pembelajaran diperoleh berdasarkan nilai postest. Ketuntasan klasikal sebesar 77,77% yang menunjukkan bahwa penuntun praktikum fotosintesis berbasis audiovisual dinyatakan efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penuntun praktikum fotosintesis berbasis audio visual yang telah dikembangkan dapat dikatakan valid, praktis dan efektif. 
IMPLEMENTASI KURIKULUM CAMBRIDGE PADA MATAPELAJARAN SCIENCE di SD AL-MUKHLISUN Kurniawan, Arif Didik; Muldayanti, Nuri Dewi; Qurbaniah, Mahwar
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i2.2490

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum Cambridge pada pelajaran sains. Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Alat yang digunakan untuk mengambil data yaitu dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian bahwa diawal pembelajaran sekolahan melakukan sosialisasi kepada guru terkait dengan penerapan kurikulum cambridge yang bertujuan supaya guru lebih siap dalam menyiapkan semua perangkat yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Untuk perencanaan pembelajaran yang digunakan oleh guru science sudah baik dimana guru sudah menyiapkan frame work (silabus) dan lesson plan (RPP) serta sekolahan sudah menyiapkan sumber belajar yang diperlukan selama pembelajaran. Untuk pelaksaan pembelajaran guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah dengan menitik beratkan pada aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Untuk evaluasi pembelajaran yang dilakukan yaitu ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester dan evaluasi check progression test (CPT) dan checkpoint yang diadakan untuk kelas 6 untuk mengukur dan memetakan kompetensi peserta didik khusus dari Cambridge. Hambatan yang muncul selama proses pembelajaran yaitu lemahnya kemampuan bahasa inggris siswa sehingga guru dalam mengajar harus menggunakan dua bahasa.
THE ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII SMPN 11 SINGKAWANG TIMUR: THE ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII SMPN 11 SINGKAWANG TIMUR Heny, Dwi Anggra; Kurniawan, Arif Didik; Qurbaniah, Mahwar
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v8i2.3297

Abstract

Based on the results of interviews with science teachers at SMPN 11 Singkawang Timur, that in class VIII students experience learning difficulties indicated by the existence of certain obstacles to achieving learning outcomes. The purpose of the study was to find out how the students' learning difficulties in science subjects in class VIII SMPN 11 Singkawang Timur. The method used in this research is a descriptive qualitative approach. Primary data sources were obtained from students in grades VIII A, VIII B, and VIII C of SMPN 11 Singkawang Timur. Meanwhile, secondary data sources were obtained from science teachers in class VIII and students in grades VIII A, VIII B, and VIII C of SMPN 11 Singkawang Timur. Data collection techniques using indirect communication, interviews and documentation. Data collection tools using a questionnaire sheet, interview guidelines. Data analysis techniques perform data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. The results showed that students' learning difficulties in science subjects in class VIII of SMPN 11 Singkawang Timur were classically stated as moderate according to the results of the questionnaire scores obtained were interpreted as moderate with a percentage of 60.13%. The conclusion in this study is that when carrying out science learning students have learning difficulties with different percentages of each class, in class VIII A the questionnaire score of 61.23% is interpreted as high which states that learning difficulties in science are low, class VIII B the percentage is 59.13% moderately interpreted and grade VIII C with a percentage of 59.23% interpreted as being in accordance with the scores obtained by class VIII B and VIII C stating that students' learning difficulties in science subjects were moderate.
BIMBINGAN TEKNIS MANAGEMEN LABORATORIUM SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN BELAR MENGAJAR IPA BIOLOGI Muldayanti, Nuri; Kurniawan, Arif Didik
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.477 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.29895

Abstract

Manajemen laboratorium merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru laboran yang diperlukan untuk mengelola laboratorium guna mendukung pembelajaran. Tujuan kegiatan yaitu memberikan pelatihan kepada guru dan laboran di sekolah menengah. Metode dalam melaksanakan kegiatan secara online dengan metode ceramah dan tanya jawab antara pemateri dan peserta kegiatan. Hasil pengabdian yaitu 52,6 % peserta menyatakan sangat setuju dan 47,4 % peserta menyatakan setuju bahwa kegiatan tentang manajemen laboratorium sesuai dengan kebutuhan. Untuk 55% peserta menyatakan sangat setuju dan 45 % peserta menyatakan setuju bahwa penyampaian materi pada kegiatan manajemen laboratorium dapat dipahami oleh peserta. Untuk 85% peserta menyatakan sangat setuju dan 15 % peserta menyatakan setuju bahwa hasil kegiatan pelatihan dapat diimplementasikan pada saat di sekolah. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu kegiatan pengabdian ini sangat diperlukan oleh guru terutama kepala laboratorium dan laboran dalam meningkatkan kompetensinya.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA: PENDEKATAN EXPLORATORY DAN CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS Muldayanti, Nuri Dewi; Kurniawan, Arif Didik
PENA KREATIF : JURNAL PENDIDIKAN Vol 15 No 1 (2026): Pena Kreatif : Jurnal Pendidikan
Publisher : FKIP UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpk.v15i1.8609

Abstract

Scientific attitude is an essential component in science learning, as it supports students’ ability to think critically, engage in scientific processes, and actively participate in learning activities. The purpose of this study was to develop a scientific attitude instrument for junior high school students using Exploratory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA). This research employed a descriptive quantitative approach, in which data and information related to students’ scientific attitudes were collected comprehensively. The collected data were subsequently used to construct a scientific attitude instrument. Data were gathered using a questionnaire as the research instrument. Data analysis techniques involved Exploratory Factor Analysis (EFA) to identify the relationships among manifest variables or indicator variables in forming latent constructs, and Confirmatory Factor Analysis (CFA) to examine whether the indicators grouped according to their latent variables were consistently represented within their respective constructs. The results of the EFA indicated that the scientific attitude instrument consisted of two factors with eigenvalues greater than one, each comprising seven items. Furthermore, the CFA results demonstrated that the constructed model showed a good fit and consistency across both factors. In conclusion, the developed scientific attitude instrument consists of 14 items and can be used to measure students’ scientific attitudes.