Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

3D Culture Cells Technique for Exosomes Isolation of HEK293 and its Application on WiDr Cells Audina, Mia; Mariya, Silmi; Zaelani, Bella Fatima Dora; Yuliana; Darusman, Huda Shalahudin
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 31 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.31.6.1173-1180

Abstract

Three-dimensional (3D) culture is a technique commonly utilized in bioprocessing and biomedical research. Exosomes have been investigated as carriers for medications in numerous studies employing 3D culture methodologies. The objective of this research is to employ 3D cell culture for the isolation and treatment of exosomes targeting colon cancer cells. The isolation of exosomes obtained from HEK293 cells was conducted through the ultracentrifugation technique. Subsequently, exosome treatment was administered to WiDr cells at concentrations of 3.5 µg/ml, 7 µg/ml, and 14 µg/ml.The validation of molecular markers of exosomes (CD9 and CD81), along with BAX, BCL-2, and CD133, was performed using qRT-PCR. The findings revealed the successful isolation of exosomes derived from HEK293 cells, which exhibited the expression of markers CD9 and CD81. Furthermore, the expression of BAX and BCL-2 indicated the potential of exosomes to induce apoptosis, while the expression level of CD133 decreased with treatment at varying concentrations. These results suggest that exosome treatment has the capability to impede the proliferation of WiDr cells and reduce the expression of CD133, thereby signifying the potential application of exosomes as an in-vitro model for investigating cancer therapy in the future.
Meminimalisir Sampah Plastik Melalui Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Akuarium Perikanan di SD Negeri 22 Seladu Saputri, Dwi; Kusumawardani, Sagita; Febri, Febri; Yayan, Krisentia; Lugeri, Leo; Hanavi, Muhammad Ilham; Agam, Beryaldi; Urabi, Debby; Haq, Izhar Amirul; Jordi, Jordi; Kristiandi, Kiki; Sigiro, Oktavia Nurmawaty; Agusti, Evelin; Mahgfirah, Indria; Audina, Mia; Sangkala, Sangkala; Masara'T, Sudirman
Hippocampus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPPM) POLITEKNIK NEGERI SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/hippocampus.v4i1.1070

Abstract

Plastic waste is a serious environmental problem that requires immediate handling, especially in educational environments. SD Negeri 22 Seladu faces the challenge of managing plastic waste, especially used bottles, which have not been utilized optimally. This condition shows the need to increase students' awareness of plastic waste management and the provision of environmentally based learning media. This service activity aims to minimize plastic waste, increase students' understanding of waste management, and create learning media in the form of aquariums from used bottles. The method used includes preparation stages, delivery of materials, and practice of making aquariums from used plastic bottles. Activities are carried out with a participatory approach to actively involve students. The results of the activity show that students are able to understand the concept of recycling, increase creativity, and have a higher awareness of the importance of protecting the environment. This program provides significant educational and environmental benefits. By using used bottles as a learning medium, this activity can be used as a model for environmental education in other schools to support sustainable plastic waste management.
Pelatihan Pembuatan Ecoenzym Dari Limbah Organik Pada Kelompok Tani Buluh Serumpun Kristiandi, Kiki; Sangkala, Sangkala; Mulyati, Sri; Mahyudi, Indra; Jordi, Jordi; Audina, Mia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.774

Abstract

Kelompok tani buluh serumpun merupakan kelompok pertanian yang aktif dalam bidang pertanian diantaranya adalah jeruk, nanas, pisang dan jenis pertanian lainnya. Kendala yang dihadapi oleh kelompok ini adalah adanya limbah organik yang tidak terolah dengan baik dan menimbulkan ketidaknyamanan akibat hasil pembusukan yang tidak terkelola dengan baik. sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat proses pembusukan yang tidak terkelola secara optimal. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dalam pembuatan ecoenzym yang berasal dari limbah organik. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah participatory rural appraisal (par) dan penyebaran kuesioner dalam bentuk data diri peserta. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa jumlah peserta yang terlibat dalam PKM yaitu sebanyak 22 peserta dengan jumlah laki-laki sebanyak 7 orang dan 15 orang perempuan. Dan untuk latar belakang pendidikan yaitu 12 orang Sekolah Dasar, 6 orang Sekolah Menengah Pertama dan 3 orang Sekolah Menengah Atas. Sedangkan untuk pekerjaan petani sebanyak 17 orang, 1 orang sebagai siswa dan 4 orang sebagai ibu rumah tangga. Dari kegiatan ini peserta mendapatkan pengalaman baru dalam melakukan pengolahan limbah, dimana sebelumnya kegiatan di kelompok tani buluh serumpun belum pernah ada kegiatan dalam pengolahan dan memiliki antusias yang tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan.
Struktur Komunitas Estimasi Simpanan Karbon Tegakan Mangrove Di Pesisir Sungai Sambas Besar, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas: Community Structure and Estimation of Mangrove Stand Carbon Stock on the Coast of the Sambas Besar River, Tekarang Subdistrict, Sambas Regency Haq, Izhar Amirul; Urabi, Debby; Jordi, Jordi; Audina, Mia; Junaidi, Junaidi
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i2.49796

Abstract

ABSTRACT Mangrove ecosystems play an important role in coastal protection, habitat provision, and carbon storage (blue carbon). This study aimed to analyze mangrove community structure and to estimate carbon stocks and CO₂ sequestration along the Sambas Besar River, Tekarang Subdistrict, Sambas Regency. The research was conducted in September 2025 using an exploratory approach with purposive sampling near a bridge construction area. Vegetation data were collected using line transects and quadrats of 10×10 m, 5×5 m, and 2×2 m according to growth stages. Community structure was assessed using density, frequency, dominance, and the Importance Value Index (IVI). Biomass was estimated using allometric equations for Sonneratia caseolaris, Nypa fruticans, and a general mangrove model. Carbon stocks were calculated using a carbon fraction of 0.47, and CO₂ sequestration was estimated based on molecular ratios. Three mangrove species were identified (S. caseolaris, N. fruticans, and Acanthus ilicifolius), with S. caseolaris as the dominant species (mean IVI 226.026 at the tree level and 300 at the sapling level). The average stand biomass was 35.355 t/ha, mean carbon stock was 14.266 t/ha, and estimated CO₂ sequestration reached 111.302 t/ha. Measured water parameters (pH ≈ 6.9; DO ≈ 5.4 mg/L; temperature ≈ 30 °C; salinity ≈ 12 ppt) supported mangrove ecosystem functions. These results confirm the contribution of mangrove stands to carbon storage and emission mitigation and emphasize the need for conservation management, periodic monitoring, and targeted rehabilitation.   Keywords: biomass, community structure, Sambas River, stand carbon.   ABSTRAK Ekosistem mangrove berperan penting dalam proteksi pesisir, habitat, dan penyimpanan karbon (blue carbon). Pemahaman mengenai struktur komunitas dan estimasi simpanan karbon tegakan diperlukan untuk perencanaan konservasi dan mitigasi iklim. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur komunitas dan mengestimasi simpanan karbon serta serapan CO₂ pada tegakan mangrove di pesisir Sungai Sambas Besar, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September 2025 dengan pendekatan eksplorasi dan pemilihan stasiun purposive di sekitar pembangunan jembatan. Data vegetasi dikumpulkan melalui transek garis dan kuadran 10×10 m, 5×5 m, dan 2×2 m sesuai kategori pertumbuhan. Analisis meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi, dan Indeks Nilai Penting (INP). Biomassa tegakan diperkirakan menggunakan persamaan allometrik spesifik untuk S. caseolaris, N. fruticans, dan model umum mangrove. Simpanan karbon dihitung dengan faktor fraksi karbon 0,47; serapan CO₂ dihitung berdasarkan rasio molekuler CO₂ terhadap C. Tiga spesies teridentifikasi yaitu S. caseolaris, N. fruticans, dan A. ilicifolius. S. caseolaris sebagai spesies yang dominan (INP rata-rata 226,026 pada tingkat pohon; 300 pada tingkat pancang). Rata-rata biomassa tegakan 35,355 ton/ha, simpanan karbon 14,266 ton/ha, dan estimasi serapan CO₂ 111,302 ton/ha. Parameter perairan yang telah diukur (pH ≈ 6,9; DO ≈ 5,4 mg/L; suhu ≈ 30 °C; salinitas ≈ 12 ppt) memenuhi standar yang relevan serta mendukung fungsi ekosistem mangrove. Hasil menegaskan kontribusi tegakan mangrove terhadap stok karbon dan mitigasi emisi serta menuntut pengelolaan konservasi, monitoring berkala, dan rehabilitasi terarah.   Kata kunci: biomassa, karbon tegakan, struktur komunitas, Sungai Sambas.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH MATERI SEL KELAS XI DI SMAS KEMALA BHAYANGKARI Audina, Mia; Setiadi, Anandita Eka; Pasah Kahar, Adi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Bioeducation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.132 KB) | DOI: 10.29406/.v6i2.1167

Abstract

Media pembelajaran yang digunakan di SMAS Kemala Bhayangkari pada materi sel menarik tetapi masih tidak interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis flashmateri sel yang layak digunakan. Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis flash ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) model 4-D, yaitu tahap Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Pada tahap Disseminate (Penyebaran) tidak dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan kevalidan pada aspek materi sebesar 83,33% (sangat valid), bahasa sebesar 85 % (sangat valid), dan aspek media sebesar 80,42 % (sangat valid). Berdasarkan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar, respon siswa dan respon guru terhadap media pembelajaran interaktif berbasis flash baik, sehingga media dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Keefektifan media pembelajaran diperoleh berdasarkan nilai postest. Ketuntasan klasikal kelas 91,42%, yang menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis flash materi sel dinyatakan efektif. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis flash layak digunakan untuk siswa dalam pembelajaran biologi materi sel.
Peningkatan Literasi Lingkungan Siswa melalui Pembuatan Media Pembelajaran Herbarium Berbasis Proyek Qurbaniah, Mahwar; Audina, Mia; Amri, Ahmad Faisal; Kurniawan, Arif Didik; Muldayanti, Nuri Dewi; Susilowati, Susilowati
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i1.892

Abstract

This community service program aims to enhance students’ environmental literacy through the development of project-based herbarium learning media at SMP IT Az-Zahira Khatulistiwa. The problem identified in the partner school includes low levels of environmental literacy, limited use of contextual learning media, and the absence of structured project-based activities aligned with local biodiversity. The program employed the PDCA (Plan–Do–Check–Action) approach through need analysis, training, project implementation, and evaluation. Students and teachers participated in workshops on local plant identification, ethical specimen collection, drying techniques, and herbarium preparation. The project enabled students to explore their school environment, collect and classify plant specimens, and produce physical herbarium sheets as learning materials. The results showed a significant improvement in environmental literacy across knowledge, skills, and attitudes, with increases ranging from 35% to 58% based on pre- and post-test scores. The school also obtained a permanent herbarium collection as a contextual learning resource. Overall, the program strengthened students’ scientific skills, teachers’ capacity in project-based learning, and the school’s environmental literacy ecosystem.