Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Improving Reading Fluency Through Videoscribe For Student with Learning Disability Zulmiyetri Zulmiyetri; Kasiyati Kasiyati; Grahita Kusumastuti
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 3, No 2 (2019): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.214 KB) | DOI: 10.24036/0056za0002

Abstract

This study aims to determine the effect of videoscribe for improving reading fluently ability for student with learning disability. This research uses single subject research (SSR) experiment, A-B-A design and data analysis technique using visual graph analysis. The subject of this research is student with learning disability. Target behavior in this study is the speed of reading fluently in short discourse text. Observations were conducted in three sessions. First is baseline session (A1), second, interventions through media videoscribe (B) and last session baseline (A2). Based on the results of research, we knew that the ability of children in reading fluently can be increased through videoscribe. At the baseline condition (A1), the reading fluently ability of the student increases from the duration of four point five minutes to four minutes. In intervention condition (B), the duration becomes shorter in one minute. At the baseline condition (A2) the duration becomes shorter, even without any intervention. Based on data analysis, it can be explained that direction tendency, stability tendency, data trending trend, and level change increase positively, and overlape percentage on inter-condition analysis is 0%. It can be concluded that the media videoscribe can improve reading fluently ability for student with learning disability.
Meningkatkan Pembendaharaan Kata Melalui Media Kata Bergambar bagi Anak Tunarungu Riski Alfitri; Mega Iswari; Kasiyati Kasiyati
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk/vol2-iss1/96

Abstract

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang penulis temukan di SLB restu Ibu Bukittinggi, seorang siswa tunarungu yang memiliki keterbatasan dalam perbendaharaan kata. Hal ini dibuktikan dengan sedikit dan minimnya perbendaharaan kata anak tunarungu dalam mengucapkan kata benda yang ada dikelas. Penulisan ini bertujuan untuk menyatakan bahwa, dengan menggunakan media kata bergambar,dapat meningkatkan perbendaharaan kata anak tunarungu dalam mengucapkan kata benda yang ada dikelas. Hasil analisis perbendaharaan kata dalam mengucapkan kata benda yang ada di kelas menggunakan media kata bergambar pada anak tunarungu yakni kondisi baseline (A1) kemampuan yang dicapai anak 20%. Kondisi intervensi (B) kemampuan yang dicapai anak 70% dan kondisi baseline (A2) mencapai 80%. Artinya terdapat perubahan tingkat perbendaharaan kata dalam mengucapkan kata benda yang ada di kelas pada anak tunarungu. Dapat disimpulkan bahwa media kata bergambar ini efektif digunakan untuk meningkatkan perbendaharaan kata dalam mengucapkan kata benda yang ada dikelas pada anak tunarungu.
Pengaruh Model Pembelajaran Direct Instruction Terhadap Keterampilan Tata Boga Anak Tunarungu Fitri Rahma Utari; Marlina Marlina; Kasiyati Kasiyati
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v4i1.108

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dalam bidang keterampilan tata boga di SLB Perwari Padang yaitu kurangnya variasi dalam membuat olahan berbagai makanan dan minuman, metode yang digunakan guru kurang bervariasi. Tujuan penelitian untuk membuktikan bahwa model pembelajaran direct instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan tata boga membuat cokelat aneka bentuk pada anak tunarungu terutama kelas V di SLB Perwari Padang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, desain pre-eksperimental dengan dua kali observasi yaitu sebelum dan sesudah eksperimen. Data dikumpulkan dengan tes melalui kisi-kisi instrumen yang diuji menggunakan uji mann withney. Subjek penelitian yaitu empat orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan: 1) proses pembelajaran keterampilan tata boga membuat cokelat aneka bentuk dilakukan menggunakan model pembelajaran direct instruction. 2) hasil keterampilan tata boga membuat cokelat aneka bentuk anak tunarungu kelas V meningkat melalui model pembelajaran direct instruction. Maka disimpulkan model pembelajaran direct instruction efektif dalam meningkatkan keterampilan tata boga anak tunarungu kelas V di SLB Perwari Padang.
Pengelolaan Kelas Inklusif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Anak Berkeasulitan Belajar Cassandra Edward; Asep Ahmad Sopandi; Kasiyati Kasiyati
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan kelas berkaitan dengan strategi guru dalam mengatasi masalah-masalah selama pembelajaran berlangsung agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam pembelajaran terutama bagi guru yang melaksanakan pembelajaran di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan tidak memiliki guru pendidikan khusus. Salah satunya SDN 26 Rimbo Kaluang Padang yang telah menyelenggarakan pendidikan inklusif dan terdapat anak berkebutuhan khusus salah satunya anak berkesulitan belajar. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan pengelolaan kelas dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi anak berkesulitan belajar di kelas lima SDN 26 Rimbo Kaluang Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan yang terjadi sebagaimana adanya saat penelitian terjadi melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melaksanakan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru terhadap anak berkesulitan belajar tidak jauh berbeda dengan anak-anak pada umumnya, baik dari penyusunan rencana pembelajaran hingga pelaksanaannya dalam mengelola kelas.
Bermain Peran : Sebuah Metode Pembelajaran Untuk Mengembangkan Keterampilan Sosialisasi Anak Autis Mega Iswari; Elsa Efrina; Kasiyati Kasiyati; Arisul Mahdi
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v2i2.310

Abstract

Artikel ini membahas tentang metode bermain peran untuk mengembangkan sosialisasi anak autis. Empat sekolah inklusif yang memiliki anak autis dipilih dalam studi ini. Jumlah partisipan yang terlibat yaitu tujuh orang anak autis, tujuh orang tua dari anak autis, empat orang kepala sekolah, empat orang guru kelas dan empat orang guru pendidik khusus. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui kegiatan wawancara dan observasi. Data yang dikumpulkan berupa kemampuan dasar sosialisasi anak autis di sekolah dan informasi mengenai potensi sekolah yang kemudian dijadikan dasar untuk merancang metode bermain peran yang akan dilaksanakan mengembangkan kemampuan sosial anak autis di sekolah inklusif. Hasilnya, kemampuan sosial anak autis terlihat rendah, namun mereka rata-rata memiliki intelektual yang bagus. Dari dukungan lingkungan, seperti orang tua, guru kelas, guru pendidik khusus dan kepala sekolah memiliki potensi untuk berkoordinasi dalam melaksanakan metode bermain peran untuk mengembangkan kemampuan sosial anak autis.
Meningkatkan Kemampuan Guru pada Pembelajaran Membaca Anak Disleksia Irdamurni Irdamurni; Kasiyati Kasiyati; Zulmiyetri Zulmiyetri; Johandri Taufan
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 2 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v2i2.516

Abstract

The objective of this study was to investigate reading instruction training for teaching teachers to teach reading student with dyslexia. Training mothods uses multi methods I.e lectures vary, demonstrations, exercises and assignments. The increased aspects related to the implementation of identification and assesment, development of modification lesson plan and individualized educational program. Futhermore, reading instruction for dyslexia includes strategy and learning media as assesment of learning for students with dyslexia. .
Meningkatkan Kemampuan Menulis Melalui Metode VAKT Bagi Anak Berkesulitan Belajar Menulis Kelas IV di SDN 19 Kapalo Koto Puti Intan Anandani; Kasiyati
Attanwir : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2020): Maret
Publisher : STAI Attanwir Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.72 KB) | DOI: 10.53915/jurnalkeislamandanpendidikan.v11i1.30

Abstract

Tiga kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang siswa salah satunya adalah kemempuan menulis. Menulis adalah salah satu cara yang digunakan dalam berkomunikasi, anak dapat menyampaikan ide, pikiran dan perasaannya melalui uraian kata-kata yang bermakna. Anak berkesulitan belajar menulis atau yang bisa disebut disgrafia adalah suatu keadaan yang merujuk pada kesulitan dalam mengekpresikan pikiran secara tertulis. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SDN 19 Kapalo Koto Kecamatan Pauh di kelas IV, ditemukan 2 orang anak yang mengalami kesulitan belajar menulis. Untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut, salah satu metode pembelajarannya adalah dengan menggunakan metode visual, audiotori, kinestetik, dan taktil (metode VAKT). Metode VAKT adalah metode yang memanfaatkan seluruh rangsangan indera anak dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan design penelitian Single Subject Research Multiple Baseline Cross Subject. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode VAKT mampu meningatkan kemampuan menulis bagi anak berkesulitan belajar menulis di kelas IV SDN 19 Kapalo Koto.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Membedakan Toilet Pria dan Toilet Wanita Melalui Media Kartu Gambar di SLB Amanah Bunda Sitapung Ampek Angkek Gina Hapsari; Kasiyati Kasiyati
Tarbawi Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v5i1.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak dalam membedakan toilet laki-laki dan toilet perempuan yang dilakukan melalui media kartu gambar. Penelitian dilaksanakan selama 13 kali. Metode yang digunakan penelitian Single Subject Research (SSR) bentuk A-B-A. Kondisi baseline (A1) dilakukan empat kali. Kondisi intervensi (B) merupakan kondisi setelah diberikan perlakuan dilakukan sebanyak enam kali. Sedangkan kondisi baseline (A2) merupakan pemberhentian perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengamatan. Analisis grafik visual sangat diperlukan salam teknik analisis data. Persentase overlap diperoleh pada kondisi A1-B yaitu 0% sedangkan persentase overlap yang diperoleh pada kondisi A2-B yaitu 50%. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dalam meningkatkan keterampilan untuk membedakan toilet laki-laki dan toilet perempuan efektif menggunakan media kartu gambar. This study aims to improve children's skills in distinguishing male toilets and female toilets which are carried out through self-drawing cards. This research was conducted 13 times observation. This research method uses a Single Subject Research (SSR) type of study with A-B-A design. Baseline condition (A1) is the initial capability before it is given as many as four observations. The intervention condition (B) is a condition given after six examinations have been carried out. While the baseline condition (A2) is a dismissal carried out three times. Data analysis techniques using visual graph analysis. The percentage of overlap obtained at condition A1 / B is 0% while the percentage of overlap obtained at condition A2 / B is 50%. Based on the results of this study, the image card media is effective in improving the skills of calculating male and female toilets
Efektivitas Metode Proyek Dalam Meningktakan Keterampilan Vokasional Membuat Kopi Dari Biji Pepaya Bagi Anak Tunarungu Kelas X Di SLB YPPLB Padang siti fahirah; Kasiyati Kasiyati
Tarbawi Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/tarbawi.v5i1.271

Abstract

This research is motivated by the problem of skills that exist in the YPPLB Extraordinary School Padang. Learning there only teaches sewing skills with the help of teachers and make a variety of skills from used goods and there is no emergence of student motivation because of the way to teach assignments and lecture methods. There are also culinary skills or cooking skills that only teach how to make cakes while making coffee from papaya seeds has never been applied. Based on the researchers' observations there were five deaf students in one class, including four girls and one class X male at the high school level. This research aims to improve vocational skills in making coffee from papaya seeds through the project method. The research method used is pre-experimental design with the type of one group pretest-posttest design. That the research was carried out in several stages namely, the first step of giving initial tests to determine the ability of children. Then given the intervention through the project method. After that it is tested again to see the child's ability after the intervention. Processed data obtained an average of 30.60 in the pre-test and post-test 82.80 using the Wilcoxon sign rank test. The rank test between the pre-test and post-test is 20.23 with Asymp. Sig (2-tailed). Probability that has been set is α = 0.05. Ha is accepted because the probability <of what has been set is 0.043 <0.05. this proves that the use of project methods is effective in the vocational skills of making coffee from papaya seeds. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan keterampilan yang ada di Sekolah Luar Biasa YPPLB Padang. Pembelajaran di sana hanya mengajarkan keterampilan menjahit dengan bantuan guru dan membuat berbagai keterampilan dari barang bekas serta tidak munculnya motivasi siswa karena cara mengajar yang pemberian tugas dan metode ceramah. Selain itu terdapat juga keterampilan tata boga atau keahlian memasak yang cuman mengajarkan cara membuat kue sedangkan pembuatan kopi dari biji pepaya belum pernah diterapkan. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti menemukan lima orang siswa tunarungu dalam satu kelas, diantaranya empat anak perempuan dan satu laki-laki kelas X ditingkat SMA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan vokasional membuat kopi dari biji pepaya melalui metode proyek. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental design dengan jenis one group pretest-postest design. Bahwasanya penelitian dilakukan dengan beberapa tahap yakni, langkah pertama pemberian tes awal untuk mengetahui kemampuan anak. Kemudian diberikan intervensi melalui metode proyek. Setelah itu dites kembaliuntuk melihat kemampuan anak setelah adanya intervensi. Data yang diolah mendapatkan hasil rata-rata 30.60 pada pre-test dan post-test 82.80 dengan menggunakan uji wilcoxon sign rank. Nilai rank test antara pre-test dan post-test 20.23 dengan Asymp. Sig (2-tailed). Probabilitas yang telah ditetapkanyaitu α = 0,05. Ha diterima karena probabilitas < dari yang telah ditetapkan yakni 0.043 < 0.05.Hal ini membuktikan bahwa penggunaan metode proyek efektif dalam keterampilan vokasional membuat kopi dari biji pepaya
Therapy Training for Special Teacher; Applied Behavior Analysis for Students with Autistik Megaiswari Biran; Nurhastuti Nurhastuti; Kasiyati Kasiyati; Zulmiyatri Zulmiyatri; Damri Damri
Lentera Negeri Vol 2, No 1 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.52 KB) | DOI: 10.29210/99250

Abstract

Tujuan dari Program  Kemitraan Masyarakat pelatihan terapi ini sengaja dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melatih anak autis agar mampu mengikuti pembelajaran di Sekolah luar Biasa maupun sekolah yang menyelenggarakan Pendidikan Inklusi. Metode dalam penyelenggaran PKM ini menggunakan multi metode yaitu metode ceramah, demonstrasi, praktek dan tanya jawab untuk menyajikan materi berkaitan dengan pelatihan terapi ini pada anak autis. Selanjutnya menggunakan metode demonstrasi, metoda latihan  dan praktek berkaitan dengan materi tentang cara melakukan terapi ABA dengan memberikan tahapan berupa attending skills, keterampilan imitasi, keterampilan bahasa reseptif, keterampilan bahasa ekspresif, keterampilan pra akademik, dan keterampilan bantu diri.. Diharapkan guru-guru peserta pelatihan terapi dapat mendesiminasikan pengalamannya kepada guru lain di sekolah masing masing, serta mampu bekerja sama dengan guru SLB dan orang tua dalam pembelajaran pada anak autis di sekolah. Untuk mengetahui pencapaian sasaran dilakukan evaluasi dan monitoring pada tahap proses dan tahap evaluasi akhir yang berupa : (1) Kompetensi Guru-guru  dalam Melaksanakan Terapi pada anak autis telah berhasil dengan baik. (2) guru mampu malatih kontak mata dengan anak autis dan, mampu melatih ketahanan duduknya.  Melalui keterampilan imitasi, anak autis mampu mengenal berbagai macam benda, buah, sayuran, anggota tubuh, keluarga melalui media gambar. sedangkan keterampilan bahasa reseptif dan ekspresif anak mampu dan mengerti ketika guru memberikan perintah. (3) Semoga guru mampu mengembangkan potensi anak autis sesuai kemampuannya untuk hidup mandiri.