Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Potensi Pengembangan Utilitas Wilayah Kumuh Di Kelurahan Muara Fajar Kota Pekanbaru Lusi Dwi Putri
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v4i1.28

Abstract

Muara Fajar Urban Village is the location of Final Disposal (TPA) for garbage in Pekanbaru City, which if not get special attention can be turned into a very dangerous slum area. This research aims to produce a direction of arrangement of settlement infrastructure of Muara Fajar Urban Village as one of reference for related parties either Local Government or another private party in trying Pekanbaru free of the slum. The method used in determining the potential of utility development in Muara Fajar Village is by analyzing secondary data and primary data through the use of questionnaires and interviews and field observation. The result of requirement analysis of public service means that the potential of settlement utility development which becomes a priority in Muara Fajar Urban Village is drinking water service, wastewater management, environmental drainage and waste management.
Evaluasi Kinerja Jaringan Saluran Irigasi Marhayu Saadatun Nubuwah; Virgo Trisep Haris; Lusi Dwi Putri
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v7i1.1423

Abstract

Irrigation is the provision, regulation and disposal of water for agriculture and fisheries needs. In the artificial lake area located in Lembah Sari Village, the main source of water for the community's fishery needs comes from the Danau Buatan irrigation channel network that drains water to the community's fishing ponds. In the use of irrigation channels that have been going on for a long time, it is believed that there are channel damage and lack of water, especially in the fishing pond section at 285 meters.  The purpose of this study was to determine the causes of water shortages for fishing ponds and to evaluate the performance of the Danau Buatan irrigation canal network.  The analytical method used in this study is to find the value of the effectiveness and efficiency of the irrigation canal network, the comparison of the planned discharge with the water discharge in the channel. The results of the research that have been done with the efficiency value obtained are 50%, the results of the study are different from the plan efficiency value, namely 65%  and the effectiveness of the channel that drains water to fishery ponds, namely 41.8%, the effectiveness value of the irrigation channel is low. The use of irrigation water networks is not optimal and there is an overflow of the intake or water catchment structures and some channel points that cause water shortages to be channeled into fishery ponds.
The Study Trees Potential for Forest in Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Marta Dinata; Fitridawati Fitridawati; Lusi Dwi Putri
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 20 No. 1 (2019): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.555 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol20-iss1/176

Abstract

The location of the study of Potential tree species for Peripheral Forest Development is determined by Lancang Kuning University, which is on Yos Sudarso road KM 8 Rumbai Pekanbaru, which is a fragmented habitat. The method used is census through measurement of area, structure observation, population enumeration, measurement of three dimensions. Calculating tree species diversity (H '), Assessing the suitability criteria of a type of tree for each type of green edge path area refers to the method of analyzing an integrated research plan, the important value index for the highest vegetation is acacia (Acacia auriculiformis) with a value amounting to 73.11. Acacia (Acacia auriculiformis) type of tree is less suitable. This is because the population is too high, where the debris that falls hard to decompose causes a thick pile when trampled slipperily and endangers safety, which eventually leaves litter accumulation causing soil conditions on the slopes to become soft because it is moist and has the potential to become landslides.
PELATIHAN PERENCANAAN PARTISIPATIF DALAM PENATAAN KAWASAN KUMUH MERANTI KOTA PEKANBARU Lusi Dwi Putri
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2017): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5974.041 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v1i1.427

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan membantu mitra dalam menyusun perencanaan secara partisipatif yaitu dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman/RPLP yang berisikan informasi perencanaan penataan kawasan kumuh permukiman dari tingkat basis (RT/RW) dan dihimpun di tingkat kelurahan mencakup profil permukiman, pemetaan swadaya, rencana aksi tingkat basis dan indikasi program. Rumusan penanganan kawasan kumuh prioritas skala kota tahun 2017 harus mengacu pada dokumen RPLP ini. Target dan luaran yang ingin dicapai adalah penerapan jasa pembelajaran masyarakat dengan cara meningkatkan pemahaman mitra dalam memetakan potensi dan permasalahan di lingkungan mereka sendiri secara partisipatif. Metode yang digunakan adalah pembelajaran di kelas dan di lapangan/praktik. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi dan tanya jawab serta On The Job Training/OJT. Hasil yang diperoleh adalah mitra memahami tentang dokumen RPLP, dari 24 (dua puluh empat) orang peserta dengan nilai ‘Sangat Baik’ sebesar 45,8%, nilai ‘Baik’ sebesar 37,8% nilai ‘Sedang’ 16,8% dan nilai ‘Tidak Tampil’ sebesar 0%. Mitra juga mampu membuat rumusan rencana aksi tingkat basis. Kesimpulan yang diperoleh adalah meningkatnya kapasitas mitra dalam perencanaan penataan lingkungan secara partisipatif melalui peran strategis Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP).
PEMBERDAYAAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK DENGAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA (PKM) Lusi Dwi Putri; Repi; Fitridawati Soehardi
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.813 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v2i2.1184

Abstract

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) ini belum efektif menjadi budaya tahunan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Unilak di setiap tahunnya. Tahun 2016 ada 15 (lima belas) usulan, namun belum ada yang lolos serta di tahun 2017 belum ada usulan. Tahapan pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi program, studi ekskursi dan pendampingan. Target yang ingin dicapai adalah mahasiswa memahami apa itu program PKM dan luaran yang ingin dicapai adalah jasa pemberdayaan mahasiswa, laporan dan artikel ilmiah serta output kegiatan sebagai outcome program yaitu proposal PKM.Hasil yang diperoleh adalah mahasiswa memahami apa itu program PKM sehingga mampu menghasilkan 14 proposal PKM yang diusung oleh 41 nama mahasiswa FT, dan semuanya sudah mendaftar pada program PKM tahun 2017 pendanaan tahun 2018. Tanggal 3 April 2018, Unilak lolos 3 proposal PKM dan salah satunya dari FT-Unilak. Minat mahasiswa FT masih dominan skim PKM-P yaitu sebesar 64,29%, skim PKM-K yang diajukan sebesar 28,57%, skim PKM-M hanya 7,14%. Kesimpulan yang diperoleh adalah meningkatnya kapasitas mahasiswa FT dalam memahami program PKM dan mampu menyusun proposal yang diajukan ke Dirjen Belmawa Kemenristekdikti.
Pelatihan Pengujian In-Situ Tanah bagi laboran Muda Mekanika Tanah Susy Srihandayani; Fitridawati Soehardi; Lusi Dwi Putri; Winayati Winayati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i6.8669

Abstract

In-situ test adalah salah satu metode pengujian geomekanika yang pelaksanaannya dilakukan langsung di lapangan, tanpa pengambilan percontoh untuk laboratorium. Rendahnya minat laboran dalam mendalami bidang mekanika tanah khususnya pengujian tanah baik di lapangan maupun di laboratorium. Hal ini di sebabkan oleh para laboran menganggab bahwa pengembangan keahlian dalam menggunakan peralatan pengujian dan pengolahan data mekanika tanah cukup sulit dan mahal. HIMATESI merupakan sebuah himpunan mahasiswa yang beranggotakan para peneliti muda, laboran muda atau mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian dan pengujian mekanika tanah. Mitra menyadari perlu peningkatan pemahaman tentang pengujian In-Situ tanah. Namun disisi lain menjadi ketakutan tersendiri bagi mitra tentang penyelsaiaan permasalahan yang timbul dalam pengujian In-Situ tanah pada saat pelaksanaan dilapangan. Perguruan tinggi menjawab persoalan mitra dengan memberikan pengetahuan tentang pengujian In-Situ tanah dan pelatihan penggunaan peralatan pengujian In-Situ tanah serta trik-trik menhadapi permasalahan dalam pengujian In-Situ tanah pengujian In-Situ tanah secara gratis. Kegiatan Pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan pengujian In-Situ Tanah bagi laboran mekanika tanah yang diadakan bertujuan untuk memberikan bekal informasi tentang tentang pengenalan dan penggunaan alat pengujian In-Situ seperti Dynamic Cone Penetrometer, alat Handbore dan alat Sandcone. Hasil pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta terhadap penggunaan alat pengujian In-situ tanah dan trik-trik dalam mengatasi permasalahan dilapangan terhadap penggunaan alat Insitu sehingga diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang di dapat dalam pelaksanaan dilapangan nantinya.
Training on Submitting Articles Through the Open Journal System (OJS) for the Pekanbaru Young Literacy Community: Pelatihan Submit Artikel Melalui Open Journal Sytem (OJS) Bagi Komunitas Literasi Muda Pekanbaru Fitridawati Soehardi; Lusi Dwi Putri; Winayati Winayati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.125 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang829

Abstract

The Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Directorate General of Higher Education issued regulation no.44 of 2015 concerning national standards of higher education and a circular letter of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Directorate General of Learning and Student Affairs no.B 323/B.B1/SE /2019 regarding the publication of scientific works for Undergraduate Programs, Masters Programs and Doctoral Programs. This explains that academic researchers are required to disseminate it by means of seminars, publications, patents or other means so that research results can be known by the general public. In general, the dissemination of scientific works is done online through the Open Journal System. However, with the increase in information technology so that scientific works produced are prone to plagiarism because of the ease of accessing information. The Young Literacy Community is a community consisting of young researchers or final year students who are conducting research and making scientific papers. Partners have a lack of knowledge about how to submit articles through the Open Journal System (OJS). Universities answer partner problems by providing knowledge about the Open Journal System (OJS). The method used is learning in class lectures, discussions and questions and answers as well as practice/simulation applications. The results obtained by participants were able to increase participants' knowledge of the stages of the process of submitting scientific articles through the Open Journal System (OJS) and tricks in overcoming problems when submitting so that participants are expected to be able to implement the knowledge gained in the implementation of publishing results. participant's research work. Abstrak Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bagian Direktorat Jendral mengeluarkan peraturan no.44 Tahun 2015 tentang standar nasional pendidikan tinggi dan surat edaran Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bagian Direktorat Jendral pembelajaran dan Kemahasiswaan no.B 323/B.B1/SE/2019 tentang publikasi Karya ilmiah Program Sarjana, Program Magister dan Program Doktor. Hal ini menjelaskan bahwa para peneliti akademisi diwajibkan untuk menyebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dipatenkan atau dengan cara lain sehingga hasil penelitian dapat diketahui oleh masyarakat umum. Pada umumnya penyebaran karya ilmiah dilakukan secara online melalui sistem Open Jurnal Sistem. Namun dengan meningkatnya teknologi informasi sehingga karya ilmiah yang dihasilkan rawan terjadinya plagiarisme Karena kemudahan dalam mengakses informasi. Komunitas Literasi Muda merupakan sebuah komunitas yang beranggotakan para peneliti muda atau mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian dan membuat karya ilmiah. Mitra memiliki kedala kurangnya pengetahuan tentang cara mensubmite artikel melalui sistem Open Journal Sytem (OJS). Perguruan tinggi menjawab persoalan mitra dengan memberikan pengetahuan tentang sistem Open Journal Sytem (OJS). Metode yang digunakan adalah pembelajaran di kelas ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktik/simulasi aplikasi. Hasil yang diperoleh peserta mampu meningkatkan pengetahuan peserta terhadap tahapan proses mensubmit artikel hasil karya ilmiah melalui Open Journal Sytem (OJS) dan trik-trik dalam mengatasi permasalahan pada saat melakukan submit sehingga diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang di dapat dalam pelaksanaan hal melakukan publikasi hasil karya ilmiah penelitian peserta .
Peningkatan Kualitas Air Danau Sukaramai Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar dengan Metode Filtrasi Lusi Dwi Putri
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 8, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v8i2.3090

Abstract

Sukaramai village is very difficult to get clean water. The surrounding community uses the lake water for their daily needs but not for consumption. Physically, the water quality of Lake Sukaramai is cloudy and contains TDS. One alternative that can be applied so that lake water can be consumed is the filtration method. The purpose of this study was to determine the decrease in turbidity, total dissolved solids (TDS) and increase in pH in Lake Sukaramai water produced using an activated carbon-silica sand filter with a diameter of 0,1-0,5 with a media thickness of 30 cm and residence time. for 6 hours. The test will be carried out at the Fluid Mechanics and Hydraulics Laboratory of Lancang University. Based on the results of laboratory tests, it shows that the size of the decrease produced by activated carbon-silica sand filter media is 0,1-0,5 mm in diameter with turbidity parameters 93,94%, TDS 89,26% and pH 5,52%. This shows that activated carbon-silica sand filter media with a diameter of 0,1-0,5 mm is effective in reducing turbidity, TDS (total dissolved solids), and pH in Sukaramai Lake water
Pengenalan dan Pemanfaatan Limbah Kaca Menjadi Produk Bernilai Rahmawati Cut; Amri Amin; Putri Dini Meutia; Meliyana Meliyana; Muhammad Zardi; Ichsan Syahputra; Tety Sriana; Lusi Dwi Putri; Muhammad Khalis
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i5.11256

Abstract

Glass waste is harmful if it is disposed of and mixed with other waste. A special disposal site is needed to avoid injuring the hands and feet of the garbage collectors, especially at the Final Disposal Site (TPA). Glass waste highly consists of silica (SiO2), which is needed in cement. Glass waste is crushed by a mechanical method using a crusher, creating glass powder with an average size of 54 µm. Cement is mixed with glass powder in a ratio of 4:1. Water cement factor (FAS) is used at 0.3. The partners in this community service activity are primary school-age children in Ateuk Lam Ura Village, Simpang Tiga District, and Aceh Besar District. The success of the resulting product is indicated by its compressive strength, the hardening of cement and glass powder, and the product's visual appearance without any visible pores. The product has good strength and looks neat with a solid surface. The compressive strength of the product obtained is 3.21. Partners are interested and can apply glass waste to flower pots properly.
Identifikasi Material Sisa dan Penanganan Pada Pekerjaan Kontruksi Jalan Lusi Dwi Putri; Fitridawati Soehardi; Marta Dinata
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan infrastuktur transportasi khususnya jalan raya memainkan peranan penting dalam menghasilkan material sisa baik itu material sisa kontruksi maupun akibat pembongkaran, terutama pada pekerjaan tanah, pondasi base, aspal dan rigid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya material sisa pada pekerjaan kontruksi jalan. Metode penelitian ini dilakukan melalui studi literature dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan faktor yang menyebabkan terjadinya material sisa antar lain Proses pengiriman material, adanya perubahan desain (redesign), adanya perubahan pekerjaan oleh owner (change order), adanya pekerjaan yang diulang (rework), kualitas material, keahlian/keterampilan SDM (skill), cara penyimpanan material di lokasi proyek, pengawasan, metode kerja, miskomunikasi (salah pengertian), informasi kurang jelas, kondisi lapangan. Pengelolaan Material sisa kontruksi dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah reduce, reuse, recycle, maupun salvage terhadap material sisa itu sendiri.