Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdimas Dewantara

OPTIMALISASI PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH PADA GURU SD NEGERI JETIS 2 YOGYAKARTA Trisniawati - Trisniawati; Kristi Wardani; Dinar Martia Azizah
ABDIMAS DEWANTARA Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.244 KB) | DOI: 10.30738/ad.v1i1.2086

Abstract

The optimization scientific paper writing activities for the teachers of Jetis 2 Public Elementary School Yogyakarta is aimed to optimize the paper writing skills of the Jetis 2 Public Elementary School Yogyakarta teachers on the elementary scientific journal. This activity was held in November. The first activity is the introduction of the scientific papers types and how to write a scientific paper properly and correctly. The second activity is the writing of the scientific paper on the Taman Cendekia journal. The third activity is the guidance of the articles written by the teachers. The fourth activity is Scientific Paper Writing Workshop of the Jetis 2 Public Elementary School Yogyakarta teachers. Those activities run well and gain its success, which is attended by 9 teachers of Jetis 2 Public Elementary School Yogyakarta. The result of this activity is in the form of scientific articles, which are made by Jetis 2 Public Elementary School Yogyakarta which is reaching 2 numbers of articles subsequently published on the Taman Cendekia journal.Keywords: optimization, scientific paper, journal.
Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Pembelajaran Matematika – Cakimukapati (Cara Kilat Temukan Akar Pangkat Tiga) Akbar Al Masjid; Kristi Wardani; Endah Marwanti
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.114 KB) | DOI: 10.30738/ad.v2i2.3106

Abstract

Kegiatan Abdimas ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada guru dan siswa tentang pembuatan media pembelajaran dengan memanfaatkan barang bekas atau barang barang yang sudah tidak terpakai. Sehingga barang-barang yang sudah tidak terpakai seperti kardus bekas dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran yang dapat membantu siswa maupun guru untuk kegiatan belajar mengajar. Metode yang digunakan pelaksaan kegiatan abdimas ini dengan ceramah, demonstrasi dan praktik. Produk dari kegiatan pelatihan pembuatan media ini dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga kegiatan belajar lebih menyenangkan dan siswa mudah menerima dan memahami pelajaran. Kegiatan Abdimas ini dilaksanakan di SD Negeri Somokaton 1 dengan partisipan/sasaran guru kelas V dan siswa-siswanya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2018. Pelaksanaan ini diawali dengan sosialisasi kepada guru dan kepala sekolah pada tanggal 20 Agustus 2018 kemudian dilanjutkan kegiatan pelatihan pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2018. Hasilnya siswa bersama dengan guru dapat membuat produk media pembelajaran CAKIMUKAPATI (Cara Kilat Temukan Akar Pangkat Tiga). CAKIMUKAPATI adalah media pembelajaran yang dapat membatu belajar siswa kelas V dalam menghitung akar pangkat tiga denga cara yang mudah.Kata kunci: Barang bekas, media pembelajaran, matematika
Pemanfaatan limbah kulit buah durian menjadi biobriket sebagai bahan bakar alternatif terbarukan Marwanti, Endah; Ardhian, Trio; Megawati, Ida; Wardani, Kristi; Al Masjid, Akbar; Amanati, Ifitiah Ari; Nisaa’, Mutiara An; Murniati, Ira
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.17693

Abstract

Limbah menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia.  Salah satu limbah yang berdampak bagi lingkungan adalah limbah organik. Limbah organik yang sering ditemukan adalah buah-buahan seperti limbah kulit durian. Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo merupakan sentra penghasil buah Durian di Yogyakarta. Banyaknya penjualan buah durian, mengakibatkan menumpuknya limbah kulit buah Durian. Menumpuknya limbah kulit buah Durian berdampak pada lingkungan yang kotor dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan limbah kulit durian yang menumpuk di Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo sebagai sentra penghasil buah durian di Yogyakarta salah satunya dengan melakukan pelatihan BRIKURAN (Briket Kulit Durian) yang bertujuan untuk mendukung dalam memberdayakan perempuan dan menambah nilai jual limbah kulit durian menjadi briket. Metode kegiatan yang akan dilakukan berupa pelatihan dan sosialisasi pembuatan bahan bakar alternatif biobriket dari limbah kulit buah durian. Hasil pelatihan ini yaitu dapat meningkatkan nilai jual limbah kulit durian sebagai alternatif bahan bakar dan memberdayakan perempuan di Dusun Pantog Wetan, Kulonprogo.   Utilization of durian fruit peel waste into biobriquettes as a renewable alternative fuel   Abstract: Waste is an environmental problem in Indonesia.  One of the wastes that has an impact on the environment is organic waste. Organic waste that is often found is fruit, such as durian skin waste. Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo is a Durian fruit producing center in Yogyakarta. The large number of durian fruit sales has resulted in the accumulation of Durian fruit skin waste. The accumulation of Durian peel waste results in a dirty environment and emits an unpleasant odor. Therefore, to overcome the problem of durian skin waste accumulating in Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, as a durian fruit producing center in Yogyakarta, one of the ways is by conducting BRIKURAN (Durian Skin Briquettes) training, which aims to support empowering women and adding value. selling durian skin waste into briquettes. The activity method that will be carried out is in the form of training and socialization on making alternative biobriquette fuel from durian fruit peel waste. The results of the training can increase the selling value of durian kulit waste as an alternative fuel and empower women in Pantog Wetan Hamlet, Kulonprogo.