Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Persentase Tutupan Terumbu Karang di Perairan Pulo Kayee Bakongan Timur, Aceh Selatan Ifvana Ira Yunilda; Mohamad Gazali; Mai Suriani; Hayatun Nufus
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v4i1.4623

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang rentan dengan faktor-faktor antropogenik. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting dilakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang. Tujuan penelitian ini untuk menentukan persentase tutupan terumbu karang di perairan Pulo Kayee Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8 November 2021 di perairan Pulau Kayee Gampong Ujong Pulo Rayeuk Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Point Intercept Transect (PIT) dengan garis transek sepanjang 100 meter sejajar dengan garis pantai. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa substrat dasar pada stasiun 1 adalah Hard coral dengan persentase tutupan sebesar 58,75%, Dead coral with algae sebesar 28,75%, Rubble 7,50%, Rock 4,38%, Sand 0,63%. Pada Stasiun 2 tutupan substrat Hard coral sebesar 51,88%, Dead coral with algae sebesar 24,38%, Rubble 15,63%, Rock 4,38%, Sand 3,75%. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di perairan Pulo Kayee masih berada dalam kategori baik.Kata kunci :  Persentase tutupan, Pulau Kayee, Terumbu Karang,
Metode Geomembran Sebagai Alternatif Produksi Garam Trasdisional di Gampong Kuala Ba’u Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan Anggun Muliana; Hayatun Nufus; Asri Mursawal; Agusriati Muliyana; Mohamad Gazali
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v4i1.4882

Abstract

Gampong Kuala Ba’u Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan telah memproduksi garam menggunakan metode tradisional secara turun-temurun untuk dikonsumsi maupun penunjang kebutuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi garam melalui pemberdayaan teknik modern (geomembran), metode yang digunakan adalah observasi produksi dan operasi dilapangan (survei). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produksi garam tradisional oleh Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) ‘Usaha Geutanyo’ yang telah dibina oleh Penyuluh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Selatan selama tiga tahun terakhir sebanyak 7.393 ton, total petani garam berjumlah 16 orang dan memiliki luas lahan selebar 64 meter. Garam tradisional memiliki kualitas garam yang bagus dan dipengaruhi oleh garam induk/bantu, dikarenakan salinitas 70% mengakibatkan produksi yang sedikit dan banyak memakan biaya tambahan. Terdapat 13 tunel geomembran dilahan seluas 50x20 m pada tahap awal produksi gagal disebabkan oleh beberapa faktor seperti musim penghujan yang mempengaruhi lambatnya proses kristalisasi garam dan letak tunel terlalu dekat dengan laut sehingga membuat kerusakan kecil-besar pada tunel garam akibat kencangnya angin laut (angin barat).
Hubungan Kedalaman Sarang Semi Alami Terhadap Persentase Penetasan Telur Penyu di Daerah Pesisir Pantai Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Hayatun Nufus; Darmawati Darmawati; Mai Suriani; Asri Mursawal; Nabil Zurba; Mohamad Gazali; Samsul Bahri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v3i2.4916

Abstract

Pantai Lampuuk adalah salah satu tempat konservasi yang terdapat di kecamatan Lhoknga kabupaten Aceh Besar, dengan luas wilayah pantai lampuuk lebih kurang  3 km yang merupakan salah satu  lokasi pendaratan penyu untuk bertelur pada setiap musim timur yaitu mulai dari bulan November-Maret disetiap tahunnya. Adapun tujuan dari penelitian ini dapat mengetahui langsung hubungan kedalaman sarang semi alami terhadap persentase penetasan telur penyu. Dilakukan di tempat konservasi penyu Babah Dua Lampuuk Aceh Besar, Penelitian ini mulai dari 01 Desember 2020 sampai 18 Febuari 2021. Kedalaman sarang sesuai dengan jumlah telur yang didapatkan. Didapatkan 3 sarang penyu alami dari dua spesies, sarang pertama penyu belimbing, sarang kedua penyu  lekang, dan sarang ketiga penyu belimbing. Pada sarang pertama kedalaman 50-60 cm berjumlah 70 butir presentase penetasannya sebesar 60%, sedangkan pada sarang kedua dengan kedalaman 50-58 cm berjumlah 50 butir presentase penetasannya sebesar 88%.
POTENSI DAUN MANGROVE Sonneratia alba Sm SEBAGAI ANTIBAKTERI ASAL PESISIR KUALA BUBON ACEH BARAT Mohamad Gazali; Hayatun Nufus
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v1i2.2321

Abstract

Salah satu manfaat tumbuhan mangrove sonneratia alba adalah sebagai sumber bahan antibakteri pathogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan daya hambat mikroba Eschericia coli dari ekstrak daun mangrove S. alba. Koleksi sampel dilakukan di pesisir Kuala Bubon Aceh Barat. selanjutnya, sampel tersebut diuji antibakteri di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana memiliki daya hambat bakteri gram negatif (E. coli) sebesar 3,2 mm. sementara ekstrak metanol dan etil asetat sebesar 1,8 dan 0,5 mm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana memiliki aktivitas antibakteri patogen lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak metanol dan ekstrak etil asetat.
PEMANFAATAN Caulerpa spp. SEBAGAI BAHAN MINUMAN DIVERSIFIKASI BOBA DI GAMPONG COT KECAMATAN SAMATIGA KABUPATEN ACEH BARAT Hayatun Nufus; M. Ali Sarong; Alaudin Alaudin; Sri Wahyuni; Eka Lisdayanti; Asri Mursawal; M. Agam Thahir; Zulfadhli Zulfadhli
Marine Kreatif Vol 6, No 2 (2022): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v6i2.6548

Abstract

This socialization to the community will be carried out in September 2022 in Gampong Cot, Samatiga District, West Aceh Regency. Boba making practice aims to train people in making boba drinks using Caulerpa spp. efforts to improve the regional economy. Implementation of socialization using theory and training with the lecture method. The results of the service can be practiced well, smoothly, structured and successfully involve the Gampong Cot community, the implementation process consists of 4 stages. At the stage of training and mentoring in making ice boba Caulerpa spp. consists of two sessions, namely a theory session and a training session. The theory session contains the presentation of Caulerpa spp. in general and its contents, while the training session contained 1) selection of mature Caulerpa spp to be harvested or collected from the site, 2) milling of Caulerpa spp. become smooth using a blender, 3) mixing Caulerpa spp. with other ingredients, 4) print boba using a printing machine, 5) boil boba, and 6) make boba ice as desired.
STRATEGI PENANGKARAN PENYU DI UPTD (KPSDKP) KONSERVASI PENGAWASAN SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SUMATERA BARAT Neneng Marlian; Hayatun Nufus; Nabil Zurba; Yuni Sarah
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v9i2.3951

Abstract

The study was carried out at the Regional Technical Implementation Unit (RTIU) Conservation Monitoring of Marine and Fishery Resources  (CMOMFS) of West Sumatera Province. The observation was conducted from January 1st to January 30th 2020. Measurements of sand samples in semi-natural nets and water samples in rearing ponds were conducted ex-situ. The research consisted of several parameters such as humidiy, temperature, depth and diameters of semi-natural nets as well as salinity, pH and water temperature of the rearing pond. Based on the observations, it was found that turtle breeding technique consisted of several stages including, monitoring of the coast, ensuring the depth and diameters of nets, incubation of eggs, hatching eggs, taking the hatchlings from semi-natural nets, nursery hatchlings, feeding hatchlings, rearing hatchlings and turtles and realesing hatchlings. The results showed that the value of humadity, temperature, dept and diameter of semi-natural nets respectively ranged between 4% - 6%, 28 - 35 0C, 40-60 cm and 20 cm. Meanwhile, the value of salinity, temperature and pH of rearing pond water ranged between 13 - 14 ppm, 27 - 28 0C and 7-8. The turtle breeding tecniques were in accordance with the guidelines for turtle conservation and had been generally established. The result of turtle rearing pond water quality measurements were in accordance with the water quality standards according to KepMenLH No. 51 in 2004 concerning Seawater Quality Standards, especially for the categoy of Marine Biota.Keywords: Strategy, Conservation, Turtle, CMOMFS
Senyawa Bioaktif dan Antioksidan Buah Mangrove Sonneratia alba J.E. Smith dari Desa Lhok Bubon Kecamatan Samatoga Kabupaten Aceh Barat Hayatun Nufus; Mohamad Gazali; Alaudin Alaudin; Asri Mursawal; Sri Wahyuni; Cut M.N. ‘Akla; Syahrial Syahrial; Neneng Marlian
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 1 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i1.16211

Abstract

The mangrove species Sonneratia alba is one of the plants that has good bioactive compounds and very easy to find. However, the content of bioactive compounds and nutrients from a plant is strongly influenced by internal and external factors. The study was conducted with the aim to know the proximate content, yield and antioxidant activity of S. alba fruit from Lhok Bubon Village, Samatoga District, West Aceh Regency. The extraction method used methanol, ethyl acetate and n-hexane as solvent with antioxidant test using DPPH solution (2,2-Diphenil-2-picryl hydrazil). The results of the study showed the proximate content consisted of water 30.71%, ash 5.06%, fat 8.59%, protein 3.48% and carbohydrate 52.16%. Meanwhile, the yield showed ethyl acetate solvent had the highest yield (69.11 ± 13.27%), then followed by n-hexane (68.38 ± 13.21%) and methanol (64.44 ± 14.78%). Furthermore, for the antioxidant activity of S. alba fruit from Lhok Bubon Village, Samatoga District, West Aceh Regency, overall it was classified as very strong IC50 < 50 ppm).   Spesies mangrove Sonneratia alba merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa bioaktif yang baik dan sangat mudah ditemukan. Namun kandungan senyawa bioaktif dan nutrisi dari suatu tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalnya. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kandungan proksimat, rendemen dan aktivitas antioksidan buah S. alba dari Desa Lhok Bubon Kecamatan Samatoga Kabupaten Aceh Barat. Metode ekstraksinya menggunakan pelarut methanol, etil asetat dan n-heksana dengan uji antioksidannya menggunakan larutan DPPH (2,2-Diphenil-2-picryl hydrazil). Hasil penelitian mendapatkan bahwa kandungan proksimatnya terdiri dari kadar air 30.71%, kadar abu 5.06%, kadar lemak 8.59%, kadar protein 3.48% dan kadar karbohidrat 52.16%. Sementara untuk rendemen menunjukkan bahwa pelarut etil asetat memiliki rendemen tertingginya (69.11 ± 13.27%), kemudian diikuti oleh n-heksana (68.38 ± 13.21%) dan methanol (64.44 ± 14.78%). Selanjutnya untuk aktivitas antioksidan buah S. alba dari Desa Lhok Bubon Kecamatan Samatoga Kabupaten Aceh Barat secara keseluruhannya tergolong sangat kuat (IC50 < 50 ppm).
Evaluasi penangkapan radikal bebas DPPH ekstrak daun Ipomoea pes-caprae Linn asal Pantai Labuhan Haji, Aceh Selatan: The evaluation of DPPH free radical scavenging of Ipomoea pes-caprae leaf from the Beach of Labuhan Haji, South Aceh Mohamad Gazali; Hayatun Nufus; Rina Syafitri; Muhammad Ali Sarong; Shafira Ananda Widya Fadly
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i2.43795

Abstract

Tumbuhan Ipomoea pes-caprae merupakan tumbuhan herba yang tumbuh pada substrat berpasir di mana sudah dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas penangkapan radikal bebas pada ekstrak daun I. pes-caprae yang berasal dari Pantai Labuhan Haji, Aceh Selatan. Penelitian meliputi ekstraksi menggunakan pelarut metanol, etil asetat dan n-heksana, uji fitokimia, aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH, dan kandungan total fenolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun I. pes-caprae memiliki rendemen tertinggi pada ekstrak metanol 6,5% yang diikuti dengan ekstrak n-heksana 3,5% dan ekstrak etil asetat 1,6%. Ekstrak daun tumbuhan I. pes-caprae mengandung senyawa alkaloid, fenolik, saponin, flavonoid, dan tanin. Hasil aktivitas penangkapan radikal bebas menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki nilai IC50 sebesar 13,83±5,85 mg/L sedangkan ekstrak etil asetat nilai IC50 sebesar 7,36±1,91 mg/L dan ekstrak n-heksana memiliki nilai IC50 16,01±3,89 mg/L, asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 3,5±1,74 mg/L sebagai kontrol positif. Kandungan total fenolik daun I. pes-caprae ekstrak etil asetat sebesar 22,9±0,64 mg GAE/g sedangkan ekstrak metanol sebesar 9,89±2,62 mg GAE/g dan kadar total fenolik paling rendah terdapat pada ekstrak n-heksana dengan nilai sebesar 5,90±2,67 mg GAE/g. Kadar fenolik memiliki korelasi positif dengan aktivitas antioksidan yang diindikasikan bahwa aktivitas antioksidan dari ekstrak daun I. pes-caprae didonorkan oleh senyawa fenolik sedangkan sisanya dipengaruhi oleh senyawa lain yang terkandung dalam ekstrak daun I. pes-caprae.
MANAJEMEN PRODUKSI PERIKANAN TUNA, CAKALANG DAN TONGKOL, DI UPTD PPS KUTARAJA BANDA ACEH Cut Sari Nurmala Putri; Edwarsyah Edwarsyah; Nabil Zurba; Muhammad Arif Nasution; Hayatun Nufus
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 5, No 1 (2021): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v5i1.3928

Abstract

Fishery production management is a management that regulates the utilization of fishery resources. The management can be described as a series of processes from data collection to implementation of management policies and actions to achieve the stated goals. Large pelagic fishery is one of the fishery commodities that has a relatively high economic value, so that the development of large pelagic fisheries can improve the economy of the community and the region. The purpose of this study was to determine the management system and production level of Tuna, Skipjack and Tongkol fisheries at the Kutaraja Ocean Fisheries Port, Banda Aceh, Aceh Province. The method used in this study is a survey method, with quantitative descriptive data analysis. The result of this research is that the production management system has several stages starting from incoming vessels, incoming vessel reporting, unloading stages, sorting fish, fish auctions, and fish distribution which will be distributed to UPI, Regional and Local.