Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN KANTOR TELKOM REGIONAL VI KALIMANTAN Nadhira Hafiza Virgianty; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41141

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kesiapan untuk berubah pada karyawan Kantor Telkom Regional VI Kalimantan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasi. Jumlah responden pada penelitian ini sejumlah 98 karyawan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala kepemimpinan transformasional dan skala kesiapan untuk berubah yang disajikan dalam bentuk skala likert. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan kesiapan untuk berubah dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi dari hasil analisis data diketahui sebesar 0,803 (r = 0,803) yang berarti merupakan kategori korelasi sangat kuat dan memiliki arah hubungan yang positif. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi pula kesiapan untuk berubah yang dimiliki karyawan. Sebaliknya, jika kepemimpinan transformasional rendah maka kesiapan untuk berubah akan semakin rendah pula. Kata Kunci: Kesiapan untuk berubah, kepemimpinan transformasional, karyawan. Abstract This study aims to determine the relationship between transformational leadership and readiness to change in the employees of Telkom Regional VI Kalimantan Office. This study uses quantitative methods with correlation techniques. The number of respondents in this study were 98 employees. The instrument used in this research is the transformational leadership scale and readiness to change scale which is presented in the form of a Likert scale. Data analysis in this study used the Pearson product moment correlation test. The results of data analysis show that there is a relationship between transformational leadership and readiness to change with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and the correlation coefficient value from the results of data analysis is known to be 0.803 (r = 0.803) which means it is a very strong correlation category and has positive direction of the relationship. This can be interpreted that the more positive the transformational leadership, the more positive the readiness for change of the employees. Otherwise, if the transformational leadership is low, the readiness to change will also be lower. Keywords: Readiness for change, transformational leadership, employee.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DAN SISTEM PENGHARGAAN DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT X Wiwik Wijayanti; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41168

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dan sistem penghargaan dengan work engagement pada karyawan PT X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 65 karyawan dengan rincian 30 karyawan digunakan untuk tryout dan sebanyak 35 karyawan digunakan untuk pengambilan data. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala iklim organisasi, sistem penghargaan, dan work engagement berupa skala likert yang dibuat oleh peneliti berdasarkan indikator dari definisi variabel, yang kemudian dilakukan tryout terlebih dahulu sebelum pengambilan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi ganda untuk mengetahui hubungan antara dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Analisis data dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS versi 24 for windows. Berdasarkan data analisis data didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel iklim organisasi dan sistem penghargaan dengan work engagement pada katyawan PT X. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin positif iklim organisasi dan sistem penghargaan di perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat work engagement karyawan. Kata Kunci: iklim organisasi, sistem penghargaan,work engagement. Abstract This study aimed to determine the correlation between organizational climate and reward system with work engagement on employees of PT X. This study used a quantitative research method. It involved 65 employees with details of 30 employees used for the tryout and as many as 35 employees used for data collection. The instruments used in this study are scales of organizational climate, reward system, and work engagement in the form of a Likert scale made by researchers based on indicators from variable definitions, which is then carried out a tryout before collecting the data. The data analysis technique used in this study is multiple correlations to determine the correlation between two independent variables and one dependent variable. Data analysis was carried out with the help of IBM SPSS version 24 for windows. Based on the data analysis, it can be concluded that there is a strong correlation between organizational climate variables and the reward system with work engagement at PT X employees. These results indicate that the more positive the organizational climate and reward system in a company, the higher the work engagement level's of employees. Keyword: organizational climate, reward systems, work engagement
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN SEMANGAT KERJA PADA KARYAWAN PT.X Miftahul Fitri Ramadhani; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41171

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Semangat kerja ialah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebagai bentuk upaya agar produktivitas kerja meningkat sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Kualitas kehidupan kerja yang ada di perusahaan memiliki keterkaitan sebagai pendorong semangat kerja yang dimiliki para karyawan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan semangat kerja pada karyawan di PT. X. Metode penelitian kuantitatif pada rancangan penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner sebagai alat ukurnya. Penelitian ini menggunakan skala kualitas kehidupan kerja dan skala semangat kerja yang disusun berdasarkan teori dari masing-masing variabel dengan model skala Likert. Teknik pengambilan data pada penelitian ini yaitu teknik sampling total dimana subjek yang dilibatkan ialah seluruh karyawan tetap yang bekerja di PT. X dengan rincian 30 karyawan untuk try out dan 48 karyawan untuk penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji korelasi product moment pearson. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,778 (r = 0,778) dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas kehidupan kerja dengan semangat kerja pada karyawan PT. X. Kata Kunci: Semangat Kerja, Kualitas Kehidupan Kerja, Karyawan Abstract Human resources are a golden asset that must be maintained in a company. Morale is one of the important things that need to be considered as a form of effort to increase work productivity so that organizational goals can be achieved. The quality of work life in the company has a relationship as a driver of employee morale. This study aims to see the relationship between quality of work life and morale of employees at PT. X. The quantitative research method in the research design uses a research instrument in the form of a questionnaire as a measuring tool. This study uses a quality of work life scale and a morale scale which is arranged based on the theory of each variable with a Likert scale model. The data collection technique in this study was a total sampling technique where the subjects involved all permanent employees who worked at PT. X with details of 30 employees for try out and 48 employees for research. The data analysis technique used in this study was the pearson product moment. The results obtained in this study indicate the value obtained is 0.778 (= 0.778) with a significance level of 0.000 (p <0.05), which means that there is a significant relationship between the quality of work life and morale of the employees of PT. X. Keywords: Morale, Quality of Work Life, Employee
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN WORK-LIFE BALANCE PADA KARYAWAN STAF GUDANG PT. X Tasya Rabani; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41184

Abstract

HUBUNGAN ANTARA WORKPLACE WELLBEING DENGAN INTENSI TURNOVER KARYAWAN PT XY SURABAYA Alfi Rizqa Choirina; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41186

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara workplace wellbeing dengan intensi turnover karyawan PT XY Surabaya Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif. Instrumen penelitian ini menggunakkan kuesioner dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini 470 karyawan. Sampel penelitian ini melibatkan 146 orang dengan rincian 46 karyawan digunakan untuk tryout dan 100 karyawan digunakan untuk penelitian dengan beberapa kriteria. Penelitian ini dilakukan kepada lima divisi yaitu divisi produksi, obras, desain, quality control dan staff HR.Teknik penelitian yang digunakan yaitu purposive sampling dengan melibatkan karyawan yang secara langsung. Teknik analisa data penelitian ini menggunakan Pearson Product Momen Correlation. Berdasarkan uji korelasi yang dilakukan menunjukkan nilai koefisien korelasi -0,437(r = -0,437) hasil signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 (P<0,05) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel workplace wellbeing dengan intensi turnover. hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang cukup kuat antara variabel workplace wellbeing dengan intensi turnover , Berdasarkan nilai yang muncul terdapat tanda negatif yang menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat memiliki hubungan yang searah. Kata Kunci : intensi turnover, workplace wellbeing, karyawan Abstract The purpose of this study was to determine the relationship between worplace wellbeing and the turnover intentionof employee PT XY Surabaya. The research method used was quantitative methods. The instrument use a questionnaire with a Likert scale. The research technique used is purposive sampling by involving employees who work in the company. The population in this study was 470 employees. The sample in this study involved 146 people with details of 46 employees used for tryouts and 100 employees used to experience with the characteristic. This research was conducted in five divisions, namely the production division, sales design, quality control and HR Staff. This research data analysis technique using Pearson Product Moment Correlation. Based on the correlation test conducted, it shows the significan -0,437 (r= -0.437) the significance result obtained is 0.000(P<0,05), so it can be concluded that there is a significant relationship between the workplace wellbeing variable and turnover intention. Based on the correlation test conducted, it shows the significan -0,437 (r= -0.437). Based on the value that appears, there is a negative sign indicating the direction of the relationship between the independent variable and the dependent variable has a unidirectional relationship. Keywords : turnover intention, workplace wellbeing, employe
Hubungan antara Workplace Well-Being dengan Kinerja Karyawan pada PT. X di Sidoarjo Akhmad Mitakhul Hudin; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41192

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia merupakan aset yang penting bagi perusahaan dalam mencapai tujuan dan kesuksesan perusahaan. Untuk mendapatkan karyawan dengan kinerja yang baik maka perusahaan perlu memperhatikan kesejahteaan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara workplace well-being dengan kinerja karyawan pada PT X di Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu karyawan departemen produksi unit 2 pada PT X di Sidoarjo, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 141 karyawan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang berasal dari skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan bantuan software IBM SPSS 24,0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara workplace well-being dengan kinerja karyawan pada PT. X di Sidoarjo dibuktikan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,818, yang memiliki hubungan yang searah. Kata Kunci: workplace well-being, kinerja, karyawan Abstract Human resources are an important asset for the company in achieving the company's goals and success. To get employees with good performance, companies need to pay attention to welfare employees. This study aims to determine the relationship between workplace well-being and employee performance at PT X in Sidoarjo. The method used in this research is quantitative research. The population in this study were employees of the production department unit 2 at PT X in Sidoarjo, sampling using purposive sampling technique with a total of 141 employees. This study uses a data collection technique in the form of a questionnaire derived from ascale Likert. The data analysis technique used in this research is using the software IBM SPSS 24.0. The results of this study indicate that there is a positive and significant relationship between workplace well-being and employee performance at PT. X in Sidoarjo proved a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.818, which has a unidirectional relationship. Keywords: workplace well-being, performance, employees
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN AUTONOMY SUPPORT DENGAN JOB CRAFTING PADA GURU SMAN 2 BLITAR Erlina Yupra Handayani; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41204

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia pada lembaga pendidikan di Indonesia masih dibutuhkan perhatian khususnya dalam meningkatkan rasa inisiatif pada para guru dalam melakukan pekerjaanya yang dalam hal ini dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan pemberian sistem autonomy support dari kepala sekolah yang memberikan kebebasan bagi para guru dalam mengerjakan tugas-tugasnya secara kreatif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan autonomy support terhadap job crafting pada guru di SMAN 2 Blitar, Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda dimana peneliti mengambil partisipan sebanyak 75 guru di SMAN 2 Blitar dengan rincian 30 guru sebagai sebagai pengambilan data tryout dan 45 guru yang terpilih akan dilakukan sebagai pengambilan data. Skala yang dibuat disusun berdasarkan teori masing-masing variabel yang menggunakan uji analisis regresi berganda dengan bantuan IBM SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dan autonomy support dengan job crafting pada guru di SMAN 2 Blitar. Hubungan kedua variabel dapat diartikan searah dikarenakan semakin tinggi kepemimpinan transformasional dan autonomy support maka semakin tinggi pula hasil yang didapatkan pada job crafting. Kata Kunci: job crafting, kepemimpinan transformasional, autonomy support Abstract Human resources in educational institutions in Indonesia still need attention, especially in increasing the sense of initiative for teacher in doing their work, which in this case influenced by the transformational leadership style of the principal and the provision of an autonomy support system from the principal which provides freedom for teachers to carry out their duties. This study aims to determine the relationship between the principal's transformational leadership and autonomy support on job crafting for teachers at SMAN 2 Blitar. This research method uses quantitative methods with research instruments using a questionnaire with a Likert scale. The sampling technique in this study used a multiple regression analysis technique where the researcher took 75 employees at SMAN 2 Blitar with the details of 30 employees being used as tryouts and 45 employees being used as data retrieval. The scale made is compiled based on the theory of each variable using the multiple regression analysis test with the help of IBM SPSS 25.0 for windows. The results showed that there was a positive and significant relationship between transformational leadership and autonomy support with job crafting for teachers at SMAN 2 Blitar. Relationship between the two variables can be interpretation as unidirectional because the higher transformational leadership and autonomy support, the higher the results obtained on job crafting. Keywords: job crafting, transformational leadership, autonomy support
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN OPERASIONAL DIVISI PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN PT PAL INDONESIA (PERSERO) Atik Yuniar Rachmawati; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41292

Abstract

Abstrak Kepuasan kerja menjadi hal yang ingin dicapai oleh karyawan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan operasional Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero). Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah karyawan operasional Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) yang berjumlah 68 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala persepsi terhadap lingkungan kerja dan skala kepuasan kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah Korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS 24 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga terhadapat hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan operasional Divisi Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero). Kata Kunci: kepuasan kerja, lingkungan kerja, karyawan operasional Abstract Job satisfaction is an aspect that all employees want to achieve in the workplace. This study aims to determine the correlation between perseption of work environment and job satisfaction in operational employees of improvement and maintenance divition of PT PAL Indonesia (Persero). The research method used is quantitative. Subject in this study is 68 peoples of an operational employees in improvement and maintenance divition of PT PAL Indonesia (Persero). Sampling technique used in this study is saturated sampling. Measurement instrument used in this research were perception of work environment scale and job satisfaction scale. The data analysis performed by Pearson Product Moment technique with software SPSS 24 for windows.The result of this study that have been done show that H0 was rejected and H1 was accepted, that can be concluded there is a positive relationship between perception of work environment and job satisfaction in operational employees of improvement and maintenance divition of PT PAL Indonesia (Persero). Keywords: job satisfaction, work environment, operational employees
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN LAKSMI MUSLIMAH Ryan Alviandi Akbar; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41429

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia dapat berperan penting dan sekaligus menjadi keunggulan bagi suatu perusahaan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dengan employee engagement pada karyawan Laksmi Muslimah. Metode pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan skala budaya organisasi dengan employee engagement. Populasi dari penelitian ini adalah semua karyawan aktif Laksmi Muslimah sebanyak 62 karyawan, sedangkan untuk teknik sampling yang digunakan merupakan teknik sampling total dimana sebanyak 30 karyawan dikenakan tryout dan 32 sisanya dijadikan sebagai subjek dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi pearson product moment sebagai analisis data dibantu dengan software IBM SPSS 25 for windows. Hasil dari uji hipotesis menghasilkan nilai koefisien (R) sebesar 0.837 dengan nilai p=0.000 (p>0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sifatnya positif dan signifikan antara budaya organisasi dengan employee engagement pada karyawan Laksmi Muslimah. Pada nilai koefisien (R) juga menunjukkan hubungan yang bersifat positif sehingga diartikan bahwa, semakin tinggi budaya organisasi maka akan semakin tinggi pula employee engagement pada karyawan Laksmi Muslimah. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Employee Engagement, Karyawan. Abstract Human resources can play an important role and at the same time become an advantage for a company. The purpose of this study was to determine the relationship between organizational culture and employee engagement of Laksmi Muslimah employees. The data collection method used in this research is a quantitative approach by spreading the scale of organizational culture with employee engagement. The population of this research is all active employees of Laksmi Muslimah as many as 62 employees, while for the sampling technique used is a total sampling technique where as many as 30 employees are subject to tryout and the remaining 32 are used as subjects of this study. This research usescorrelation analysis pearson product moment as data analysis assisted by software IBM SPSS 25 for windows. The results of the hypothesis test resulted in a coefficient value (R) of 0.837 with a value of p = 0.000 (p>0.05). The results showed that there was a positive and significant relationship between organizational culture and employee engagement of Laksmi Muslimah employees. The coefficient value (R) also shows a positive relationship, meaning that the higher the organizational culture, the higher the employee engagement of Laksmi Muslimah Keywords: Organizational culture, employee engagement, employees.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Akbar Habibie; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41523

Abstract

Abstrak Sulitnya mencari lapangan pekerjaan merupakan masalah yang dihadapi oleh orang orang yang sedang mencari lowongan pekerjaan. Baik itu yang baru lulus sekolah atau kuliah, atau mereka yang masih berkuliah namun ingin memiliki usaha sendiri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen berupa kuesioner. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan yang terdiri dari angkatan tahun 2017 hingga angkatan tahun 2020. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan stratified random sampling pada masing-masing jurusan di Fakultas Ilmu pendidikan sehingga diperoleh jumlah sampel yang digunakan yaitu 160 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teknik analisa data yaitu korelasi product moment pearson dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan intensi berwirausaha. Nilai koefisien dari penelitian ini masuk kadalam tingkat hubungan yang kuat dengan nilai signifikan 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,665. Hubungan antara efikasi diri dengan intensi berwirausaha pada penelitian ini mempunyai nilai positif dan searah yang berarti efikasi diri berbanding lurus dengan intensi berwirausaha. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula intensi berwirausaha pada mahasiswa. Sumbangan efektif yang dapat diberikan efikasi diri yaitu sebesar 44,2% terhadap keragaman intensi berwirausaha pada mahasiswa. Kata Kunci : Intensi berwirausaha, efikasi diri, mahasiswa Abstract The difficulty of finding a job is a problem faced by people who are looking for job vacancies. Be it those who have just graduated from school or college, or those who are still in college but want to have their own business. This study was conducted with the aim of knowing the relationship between self-efficacy and entrepreneurial intentions in students of the Faculty of Education, State University of Surabaya. This research method uses quantitative methods with the instrument in the form of a questionnaire. The population in this study were students of the Faculty of Education, consisting of the 2017 to 2020 batch. The sampling in this study used stratified random sampling in each department at the Faculty of Education so that the number of samples used was 160 students. This study uses data analysis techniques, namely Pearson product moment correlation with the help of SPSS 25.0 software for windows. The results showed that there was a significant relationship between self-efficacy and entrepreneurial intentions. The coefficient value of this study is included in the level of a strong relationship with a significant value of 0.000 (p <0.05) and a correlation coefficient of 0.665. The relationship between self-efficacy and entrepreneurial intentions in this study has a positive and unidirectional value, which means that self-efficacy is directly proportional to entrepreneurial intentions. The higher the self-efficacy, the higher the entrepreneurial intention in students. The effective contribution that can be given to self-efficacy is 44.2% of the diversity of entrepreneurial intentions in students. Keyword : entrepreneurial intention, self efficacy, student