Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA RUMAH MAKAN X Muhammad Fahmi Alfaridzi; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41667

Abstract

HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PEGAWAI BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TRENGGALEK Anisah Siwi Anggreni; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41685

Abstract

Abstrak Bank merupakan salah satu pelaku perekonomian dimana bank memiliki tujuan untuk menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat dan jasa jasa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan komitmen organisasi pada pegawai BRI Cabang Trenggalek. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif serta metode korelasi untuk melihat adanya hubungan antara variabel X yaitu work-life balance dengan variabel Y yaitu komitmen organisasi. Subjek pada penelitian ini merupakan pegawai BRI cabang Trenggalek dengan populasi sebanyak 62 orang. Penentuan sampel dilaksanakan dengan menggunakan sampling total. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu skala work-life balance menurut McDonald dan Bradley (2005) dan skala komitmen organisasi menurut Meyer dan Allen (1997). Berdasarkan dengan hasil uji dengan korelasi product moment, didapatkan nilai koefisien korelasi antara work-life balance dengan komitmen organisasi sebesar 0,537 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa hubungan dari kedua variabel berbentuk positif dengan tingkat korelasi sedang. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi angka work-life balance, maka semakin tinggi pula angka komitmen organisasi yang dimiliki oleh pegawai. Kata Kunci: Work-life balance, Komitmen Organisasi, Bank Rakyat Indonesia Abstract Bank is one of the economic actors where the bank has a goal to collect and distribute funds to the public and other services. This study aims to determine the relationship between work-life balance and organizational commitment to employees of BRI Trenggalek Branch. This research uses quantitative research methods and correlation methods to see the relationship between variable X, namely work-life balance, with variable Y, namely organizational commitment. The subjects in this study were employees of the Trenggalek branch of BRI with a population of 62 people. Determination of the sample is carried out using total sampling. Data collection techniques using a questionnaire. The research instrument used is the work-life balance scale according to McDonald and Bradley (2005) and the organizational commitment scale according to Meyer and Allen (1997). Based on the test results with the product moment correlation, the correlation coefficient between work-life balance and organizational commitment is 0.537 with a significance value of 0.002 (p<0.05). It can be concluded that the relationship between the two variables is positive with a moderate level of correlation. This relationship shows that the higher the work-life balance, the higher the organizational commitment of employees. Keywords: Work-Life Balance, Organizational Commitment, Bank Rakyat Indonesia
LITERATURE REVIEW: STRES KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI Widya Priatna; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41753

Abstract

Abstrak Komitmen organisasi adalah kontribusi yang diberikan oleh karyawan atas kepercayaan dirinya mengenai kesesuaian nilai-nilai organisasi dengan dirinya serta keinginan untuk tetap menjadi anggota dalam organisasi tersebut. Sedangkan stres kerja adalah tekanan yang diterima karyawan atas pekerjaannya baik secara psikologis maupun fisik. Tujuan dari kajian literatur ini untuk mengkaji bagaimana variabel stres kerja dengan variabel komitmen organisasipada sampel umum. Sampel penelitian ini merupakan sampel umum. Metode yang digunakan dalam melakukan pengumpulan data adalah studi pustaka. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil dari mengkaji studi pustaka didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel stres kerja dengan variabel komitmen organisasi. Kata Kunci: komitmen organisasi, stres kerja. Abstract Organizational commitment is the contribution made by employees for their confidence regarding the suitability of the organization's values with themselves and the desire to remain a member of the organization. While work stress is the pressure that employees receive for their work, both psychologically and physically. The purpose of this literature review is to examine how the work stress variable is with the organizational commitment variable in the general sample. The sample of this research is a general sample. The method used in collecting data is literature study. This research was reviewed using the literature study method. The results of reviewing the literature study found that there was no relationship between the work stress variable and the organizational commitment variable. Keywords: organizational commitment, work stress
HUBUNGAN PERILAKU KONSUMEN DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN MAHASISWA FIP UNESA PADA MINIMARKET X DI SURABAYA Muhammad Haikal Ferdiansyah; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.42792

Abstract

Abstrak Minimarket merupakan toko yang menyediakan berbagai barang kebutuhan sehari-hari, baik kebutuhan primer maupun sekunder. Kebutuhan konsumen merupakan hal yang dapat memengaruhi suatu pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku konsumen dengan keputusan pembelian mahasiswa FIP Unesa pada minimarket x di Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik sampling yaitu incidental sampling. Populasi yang digunakan merupakan mahasiswa FIP Unesa yang merupakan konsumen dari minimarket x di Surabaya. Sampel yang didapatkan berjumlah 115 yang dibagi menjadi 36 subjek untuk mengikuti tryout dan 79 sisanya dijadikan subjek penelitian dengan pengukuran skala yang digunakan adalah skala likert. Hasil dari uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS 27.0 for windows menunjukkan taraf signifikasi dari koefisien korelasi sebesar > 0,05 (r=0,542). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hipotesis hubungan perilaku konsumen dengan keputusan pembelian pada minimarket x dapat diterima secara valid, yang dapat diartikan sebagai nilai yang positif karena adanya koefisien korelasi yang positif. Kata kunci : minimarket, perilaku konsumen, keputusan pembelian. Abstract Minimarket is a store that provides a variety of daily necessities, both primary, and secondary needs. Consumer needs can influence a purchasing decision. This study aimed to determine the relationship between consumer behavior and consumer purchasing decisions of FIP Unesa students at minimarket x in Surabaya. The method used is a quantitative method with a sampling technique, namely incidental sampling. The intended population of this study is FIP Unesa students who are consumers of minimarket x in Surabaya. The samples obtained amount to 115, divided into 36 subjects who took part in the tryout and the remaining 79 subjects who became research subjects. The likert scale is used in the data measurement. The results of the product-moment correlation test with the help of SPSS27.0 for windows show the significance level of the correlation coefficient was >0.05 (r=0.542). The results obtained indicate that the hypothesis of the relationship between concumer behavior and consumer purchasing decisions at minimarket x can be validly accepted which can be interpreted as a positive value due to a positive correlation coefficient. Keywords : minimarket, consumer behavior, consumer purchasing decisions.
HUBUNGAN KONTROL DIRI DAN FINANCIAL LITERACY DENGAN COMPULSIVE BUYING PADA PENGGUNA APLIKASI BELANJA ONLINE Mohammad Yoga Ardiansyah; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.43269

Abstract

Surface acting dan deep acting ditinjau dari Resilience Pada Perawat Ruang Rawat Inap Umum Bagas Badarul Ulla; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45845

Abstract

Abstrak Pada masa Pandemic COVID-19 ini diketahui bahwa peningkatan jumlah pasien yang ada dirumah sakit menimbulkan munculnya problem seperti kelelahan pada perawat, stress dan ketidakpuasan kerja yang diakibatkkan oleh beban kerja yang meningkat. Problem ini muncul dikarenakan kurang pemahanmannya dan ketahanan perawat dalam melakukan pengaturan emosi melalui ekspresi dan perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi antara resiliensi dengan surface acting dan deep acting pada perawat pada masa pandemic COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 125. Penelitian ini menggunakan total sampling yang didefinisikan sebagai jumlah dari populasi keseluruan akan digunakan sebagai subjek penelitian. Intrumen yang digunakan pada skala resilience disusun berdasarkan aspek dari Maddi (2013)., berjumlah 32 aitem. Sedangkan apda skala surface acting dan deep acting disusun berdasarkan aspek dari Robbins & Judge (2019) berjumlah 29 aitem. Untuk analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi pearson product moment yang digunakan sebagai uji statistik kedua variabel dengan maksud untuk mengetahui hubungan antara surface acting dengan resilience dan deep acting dengan resilience. Hasil dari uji statistik product moment menunjukkan korelasi signifikansi sebesar 0,003 (0,05). Hasil dari uji statistik product moment diketahui bahwa surface acting memiliki hubungan dengan risilience pada diri perawat, sedangkan pada deep acting juga memiliki keterkaitan dengan risilience pada diri perawat. Hal ini berarti bahwa perawat dengan tingkat ketahanan psikologis yang baik akan mampu melakukan kontrol yang baik pada dirinya, terkait dengan tekanan yang dimunculkan pada tempat kerja melakui tuntutan emosi dan ekspresi saat melakukan pekerjaannya. Kata Kunci: Surface acting, deep acting, Ketahanan Psikologi, Perawat Abstract During the COVID-19 pandemic, it was known that the increase in the number of patients in hospitals caused problems such as fatigue for nurses, stress and job dissatisfaction caused by an increased workload. This problem arises due to the lack of understanding and resilience of nurses in managing emotions through expressions and feelings. This study aims to determine the relevance of resilience with surface acting and deep acting on nurses during the COVID-19 pandemic. This study uses a quantitative method with a total population of 125. This study uses a total sampling which is defined as the number of the entire population will be used as research subjects. The instruments used on the resilience scale are arranged based on aspects from Maddi (2013), totaling 32 items. Meanwhile, the surface acting and deep acting scales are arranged based on the aspects of Robbins & Judge (2019) totaling 29 items. The analysis used in this research is the Pearson product moment correlation which is used as a statistical test for the two variables with the aim of knowing the relationship between surface acting and resilience and deep acting and resilience. The results of the product moment statistical test showed a significant correlation of 0.003 (0.05). The results of the product moment statistical test show that surface acting has a relationship with nurses' self-resilience, while deep acting also has a relationship with nurses' self-resilience. This means that nurses with a good level of psychological resilience will be able to exercise good control over themselves, related to the pressure that arises in the workplace through emotional demands and expressions when doing their work. Keywords: Surface acting, deep acting, Resilience, Perawat
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN Niken Sukma Ningrum; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.46132

Abstract

Abstrak Kepuasan konsumen merupakan hal yang penting bagi sebuah perusahaan. Salah satu layanan yang mengalami peningkatan pada konsumennya adalah layanan telemedicine terutama sejak masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen telemedicine. Pengumpulan data penelitian dilakukan kepada 100 konsumen telemedicine yang telah menggunakan aplikasi minimal 2 kali. Alat ukur yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah skala kualitas pelayanan dengan skor reliabilitas sebesar 0,901 dan skala kepuasan konsumen dengan skor reliabilitas sebesar 0,891. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen yang didapatkan dari proses analisis korelasi Pearson product moment dengan nilai korelasinya yaitu 0,871. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas pelayanan, maka semakin tinggi pula kepuasan konsumen. Sebaliknya, semakin rendah kualitas pelayanan, maka semakin rendah pula kepuasan konsumen. Kata Kunci: kepuasan konsumen, kualitas pelayanan, telemedicine. Abstract Consumer satisfaction is an important thing for a company. One of the services that has experienced an increase in consumers is telemedicine services, especially since the pandemic started. This study aims to determine whether there is a relationship between service quality and telemedicine consumer satisfaction. Research data collection was carried out on 100 telemedicine consumers who had used the application at least 2 times. The measuring instrument used in the data collection process is a service quality scale with a reliability score of 0.901 and a customer satisfaction scale with a reliability score of 0.891. The results of this study indicate that there is a significant relationship between service quality and customer satisfaction obtained from the Pearson product moment correlation analysis process with a correlation value of 0.871. The results of this study indicate that the higher the service quality, the higher the customer satisfaction. On the other hand, the lower the service quality, the lower the customer satisfaction. Keywords: consumer satisfaction, service quality, telemedicine.
E-WOM Terhadap Keputusan Pembelian Pengguna Produk Kecantikan Auliyaa Nurul Aziizah; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.46596

Abstract

Abstrak Sejak Covid-19 merebak di Indonesia masyarakat lebih banyak memiliki waktu dirumah untuk merawat dirinya hal ini menyebabkan meningkatnya pembelian produk kecantikan kulit dan wajah. Keputusan pembelian memiliki lima aspek, pada proses pencarian informasi ditemukan ewom adalah informasi yang dinilai memiliki sifat mandiri dan informasi yang relevan bagi calon konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh dari ewom terhadap keputusan pembelian pada produk kecantikan. Menggunakan teknik penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling dalam pengambilan 100 partisipan. Data dianalisi menggunakan analisis regesi sederhana dengan bantuan SPSS 25.00 dan menggunakan skala likert. Ditemukan nilai signifikasi sebesar 0,00 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa e-Wom bepengaruh terhadap Keputusan Pembelian pada pengguna produk kecantikan . Kata Kunci: electronic word of mouth, keputusan pembelian, produk kecantikan.
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE DENGAN MOTIVASI KERJA PADA PEGAWAI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN SIDOARJO . Anamedina; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46602

Abstract

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT. MITRA MEGAH BANGUNAN ABADI Riza Dyah Puspitasari; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.46999

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetauhi hubungan antara budaya organisasi dengan work engagement pada karyawan PT. Mitra Megah Bangunan Abadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner secara langsung berdasarkan dengan skala budaya organisasi dan skala work engagement. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh sejumlah 85 karyawan tetap dengan minimal masa kerja dua tahun, dimana 30 karyawan dijadikan tryout dan 55 lainnya dijadikan sebagai subjek dari penelitian. Metode pengumpulan data pada peneltian ini meggunakan analisis korelasi pearson product moment dibantu dengan IBM SPSS 25 for windows. Hasil dari uji hipotesis penelitian ini, menunjukkan hasil nilai korelasi koefisien sebesar 0,595 dengan nilai p= 0,000 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dengan work engagement pada karyawan PT. Mitra Megah Bangunan Abadi. Hasil positif menunjukkan bahwa semakin tinggi budaya organisasi maka semakin tinggi pula work engagement pada karyawan PT. Mitra Megah Bangunan Abadi.Kata Kunci: budaya organiasi, work engagement, karyawanAbstractThis study aims to determine the relationship between organizational culture and work engagement on employees of PT. Mitra Megah Bangunan Abadi. This study uses a quantitative method by distributing questionnaires directly based on the organizational culture scale and work engagement scale. The sample in this study used a saturated sampling of 85 permanent employees with a minimum of two years of service, of which 30 employees will be used as tryout and 55 others were used as subjects of the study. The data collection method in this research uses pearson product moment correlation analysis assisted by IBM SPSS 25 for windows. The results of the hypothesis test of this study, showed the results of the correlation coefficient value of 0,595 with p= 0,000 (p>0,05). Based on the results of this study, there is a positive and significant relationship between organizational culture and work engagement on employees of PT. Mitra Megah Bangunan Abadi. Positive results indicate that the higher the organizational culture, the higher the work engagement of the employees PT. Mitra Megah Bangunan Abadi.Keywords: organizational culture, work engagement, employeesPENDAHULUANSebuah organisasi didalamnya harus memiliki SDM, dimana