Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED RISK DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PENGGUNA PRODUK NATURAL SKINCARE X Aprilia Brilianti Putri; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47309

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perceived risk dan keputusan pembelian pengguna produk natural skincare X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain analisis korelasional. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 90 subjek berdasarkan teknik purposive-sampling dengan kriteria subjek yakni mahasiswa Universitas Negeri Surabaya pengguna produk natural skincare X dan pernah melakukan pembelian produk minimal 1 kali. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisikan skala perceived risk dan skala keputusan pembelian. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS 26 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived risk dengan keputusan pembelian pada pengguna natural skincare X dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisien korelasi sebesar -0.562. Nilai tersebut menunjukkan bahwa dua variabel memiliki arah hubungan yang negatif sehingga semakin tinggi perceived risk yang dirasakan konsumen maka semakin rendah keputusan pembelian pada produk natural skincare X.Kata Kunci: perceived risk, keputusan pembelian, natural skincare.AbstractThis research aims to determine the relationship between perceived risk and consumers purchasing decision of natural skincare x product. This research method is quantitative with correlational design. The research sample used was 90 subjects based on the purposive-sampling technique with subject criteria, namely Surabaya State University students who used natural skincare X products and had purchased the product at least 1 time. Data collection using a perceived risk scale and the purchased decision scale. The data analysis technique used product moment correlational test method with the help of SPSS 26 for windows. The result of this study indicates that there is a significant relationship between perceived risk and purchasing decision on natural skincare users with a significant score of 0.000 and correlation score of -0.562. The results of data correlation analysis showed a negative correlation between the two variables, the higher the perceived risk perceived by consumers, the lower the purchase decision on the product natural skincare X.Keywords: perceived risk, purchasing decision, natural skincare.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI HARGA DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PENGGUNA MARKETPLACE SHOPEE DI DAERAH SURABAYA Tarisna Aditya Wijaya; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47350

Abstract

Abstrak Tujuanndalam penelitiannini ialah mengetahui hubungan kedua variable yakni persepsi harga dengan keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan sampel penelitian terdiri dari 110 pengguna e-commerce Shopee yang dilakukan pada masyarakat Surabaya. Pengambilan data subjek dilakukan dengan menggunakan skala likert mengenai variabel X yakni Persepsi Harga (Kotler, & keller., 2012) dan Variabel Y berupa Keputusan pembelian (Kotler, P., & Amstrong, 2010). Selanjutnya analisis data penelitian menggunakan rumus Product Moment Correlation dengan hasil uji korelasi menggunakan SPSS 26.0nfor windowsnyangndiperolehnhasil taraf sig.>0.05 dengan perolehan korelasi r=0.879 yang dapat diartikan bahwa adanya hubungan positif yang sangat kuat antara Persepsi Harga dengan Keputusan Pembelian, serta dapat juga ditafsirkan bahwa semakin tinggi Persepsi harga pada konsumen mengenai e-commerce Shopee semakinntinggi pula Keputusannpembeliannyang dilakukan oleh konsumen. Kata Kunci: Psikologi Konsumen , PersepsinHarga, KeputusannPembelian, Abstract The purpose of this study is to determine the relationship between the two variables, namely price perception and purchasing decisions. This study uses descriptive quantitative research with a sample consisting of 110 Shopee e-commerce users conducted in the Surabaya community. Subject data collection was carried out using a Likert scale regarding the X variable, namely Price Perception (Kotler, & Keller., 2012) and Variable Y in the form of Purchase Decision (Kotler, P., & Armstrong, 2010). Furthermore, the analysis of research data using the Product Moment Correlation formula with the results of the correlation test using SPSS 26.0 for windows which obtained the results of sig.> 0.05 level with the acquisition of a correlation r = 0.879 which means that there is a very strong positive relationship between Price Perception and Purchase Decision, and can also be interpreted that the higher the price perception of consumers regarding Shopee's e-commerce, the higher the purchasing decisions made by consumers. Keywords: Price perception, Purchasendecision, ConsumernPsychology
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA TOSERBA X Ardeva Govinaza; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47677

Abstract

Abstrak Kepuasan konsumen merupakan respon senang maupun kecewa dari konsumen sesudah membandingkan performance sebuah produk yang dipikirkan dengan hasil produk yang dirasakan. Kualitas pelayanan ialah keadaan dinamis yang berkaitan terhadap jasa, produk, SDM, beserta lingkungan yang memenuhi ataupun melebihi harapan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat hubungan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada toserba X. Metode penelitian pada penelitian ini memakai metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah konsumen toserba X yang berjumlah 130 orang yang dibagi menjadi subjek tryout berjumlah 30 orang dan sisanya adalah subjek penelitian sebanyak 100 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan modifikasi skala likert, instrumen ini didasarkan pada skala kualitas pelayanan dan skala kepuasan konsumen. Teknik analisis data penelitian kali ini memakai metode korelasi Product Moment dengan bantuan aplikasi SPSS 24.00 for windows. Hasil penelitian ini menghasilkan nilai signifikansi sebanyak 0,00 (Sig<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara variabel kualitas pelayanan dengan variabel kepuasan konsumen pada toserba X. Selain itu ditemukan nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,523, hal ini memperlihatkan jika ada hubungan yang cukup kuat antara variabel kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan,Kepuasan Konsumen,Toserba Abstract Consumer satisfaction is a happy or disappointed response from consumers after comparing the performance of a product that is thought to the perceived results. Service quality is a dynamic condition related to services, products, human resources, and the environment that meet or exceed expectations. This study aims to determine the relationship between service quality and customer satisfaction at X department store. The research method used in this study was quantitative methods. The subjects of this research were the consumers of X department store, which amounted to 130 people, which were divided into 30 tryout subjects and the rest were 100 research subjects. This research instrument uses a modified Likert scale, this instrument is based on the service quality scale and customer satisfaction scale. The data analysis technique of this research uses the Product Moment correlation method with the help of the SPSS 24.00 application for windows. The results of this study produce a significance value of 0.00 (Sig <0.05), which means that there is a relationship between the service quality variable and the customer satisfaction variable at X department store. In addition, a correlation coefficient value of 0.523 is found, this indicates that there is a significant relationship. There is a strong relationship between the variables of service quality and customer satisfaction Keywords : Service Quality,Customer Satisfaction,Department Store
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Nur Eka Rahmawati; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47818

Abstract

Abstrak Mahasiswa semester akhir umumnya memiliki kegamangan atas masa depan yang akan mereka lalui setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Di masa pandemi covid-19, banyak perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dan menuntut masyarakat untuk siap atas perubahan itu, tidak terkecuali bagi mahasiswa. Dalam bidang pendidikan, sistem pembelajaran bergeser dari pembelajaran secara tatap muka menjadi pembelajaran online, hal ini tentu dapat berpengaruh pada kesempatan pembelajaran yang harusnya bisa di dapatkan mahasiswa ketika pembelajaran dilakukan secara tatap muka, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan yang perlu melakukan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Selain itu juga banyak perusahaan yang gulung tikar dan melakukan PHK sehingga secara tidak langsung memicu kecemasan bagi mahasiswa untuk dapat lebih ketat dalam bersaing di duna kerja. Fenomena yang terjadi selama pandemi covid-19 seperti yang dijelaskan diatas secara tidak langsung memicu adanya kecemasan pada mahasiswa semester akhir, sehingga perlu adanya sarana reduksi kecemasan dengan melakukan penilaian dan perubahan perilaku yang disebut regulasi diri. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui lebih lanjut hubungan atara regulasi diri dengan kecemasan pada mahasiswa akhir Fakultas Ilmu Pendidikan dalam masa pandemi yang di analisis menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya yang memasuki semester delapan ke atas. Hasil berdasarkan perhitungan analisis pearson product moment memeperoleh nilai analisis korelasi sebesar -0, 634 dengan nilai signifikansi 0,000. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa apabila individu memiliki skor regulasi diri yang tinggi maka semakin rendah kecemasan yang di alami mahasiswa semester akhir di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sebaliknya, apabila skor regulasi diri individu rendah maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dimiliki. Kata kunci: Regulasi diri, kecemasan, mahasiswa Abstract Final semester students generally have uncertainty about the future they will go through after completing their education in college. During the COVID-19 pandemic, many changes occurred suddenly and required the public to be ready for these changes, including students. In the field of education, the learning system is shifting from face-to-face learning to online learning, of course, can affect the learning opportunities that students should be able to get when learning is done face-to-face, especially for students of the Faculty of Education who need to do an Introduction to the School Field. PLP). In addition, many companies have gone out of business and laid-off workers, thus indirectly triggering anxiety for students to be more competitive in the world of work. The phenomenon that occurred during the COVID-19 pandemic, as described above, indirectly triggers anxiety in final semester students, so it is necessary to have a means of reducing stress by conducting assessments and behavioral changes called self-regulation. Therefore, this study was conducted to learn more about the relationship between self-regulation and anxiety in final students of the Faculty of Education during a pandemic which was analyzed using quantitative correlational methods. The research subjects are students of the Faculty of Education, State University of Surabaya, who is entering the eighth semester and above. The results based on the Pearson product-moment analysis calculation obtained a correlation analysis value of -0.634 with a significance value of 0.000. Therefore, it can be concluded that if the individual has a high self-regulation score, the lower the anxiety experienced by final semester students in the midst of the Covid-19 pandemic. Conversely, if the individual's self-regulation score is low, the higher the level of anxiety he has. Keyword: Self-regulation, anxiety, students
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN DISIPLIN KERJA PADA PEGAWAI E-WARUNG KOTA MOJOKERTO Alief Jawara Cakti; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i8.48389

Abstract

Abstrak Disiplin kerja menjadi salah satu perhatian penting dalam penerapannya pada E-Warung Kota Mojokerto. Hal tersebut dikarenakan E-Warung merupakan sebuah organisasi yang memiliki sistem kerja dan peraturan kerja yang jelas dan menerapkan prinsip kerja dalam organisasinya. Dalam rangka untuk meningkatkan disiplin kerja dari para pegawai E-Warung tersebut maka diperlukan motivasi kerja yang dapat mendorong disiplin kerjanya. Maka dari itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat keterkaitan antara motivasi kerja dengan disiplin kerja pada pegawai E-Warung Kota Mojokerto. Metode dari penelitian ini menggunakan penghitungan kuantitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 60 orang yang dibagi menjadi 30 orang subjek try out dan 30 orang subjek untuk pengambilan data penelitian. Instrumen pada penelitian ini menggunakan modifikasi skala likert yang terdiri dari 4 pilihan jawaban. Instrumen tersebut didasarkan pada skala motivasi kerja dan skala disiplin kerja. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode penghitungan korelasi pearson product moment dan menggunakan aplikasi SPSS 24.0. Hasil dari penelitian ini ialah didapatkan dari nilai signifikansi sebesar 0,045 (Sig <0,05) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara variabel motivasi kerja dengan disiplin kerja. Kemudian nilai koefisien korelasi didapatkan sebesar 0,243. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi yang dihasilkan antara motivasi kerja dan disiplin kerja dikategorikan lemah. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Pegawai, E-Warung. Abstract Work discipline is one of the important concerns in its application to the Mojokerto City E-Warung. This is because E-Warung is an organization that has a clear work system and work regulations and applies working principles within its organization. In order to improve the work discipline of the E-Warung employees, work motivation is needed that can encourage work discipline. Therefore, this study aims to see the relationship between work motivation and work discipline in E-Warung employees, Mojokerto City. The method of this study uses quantitative calculations. The subjects of this study were 60 people who were divided into 30 subjects to try out and 30 subjects to collect research data. The instrument in this study uses a modified Likert scale consisting of 4 answer choices. The instrument is based on the work motivation scale and work discipline scale. The data analysis technique in this study uses the Pearson product moment correlation method and uses the SPSS 24.0 application. The results of this study are obtained from a significance value of 0.045 (Sig <0.05), which means that there is a relationship between work motivation and work discipline. Then the correlation coefficient value obtained is 0.243. This shows that the resulting correlation between work motivation and work discipline is categorized as weak. Keywords : Work Motivation, Work Discipline, Employee, E-Warung.
HUBUNGAN ANTARA DINING EXPERIENCE DENGAN KEPUASAN KONSUMEN KAFE TERASOMAH Nalendra Agung Binathara; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i8.48511

Abstract

Abstrak Pada saat ini konsumen semakin cerdas untuk menentukan kualitas produk dan kualitas layanan dari sebuah kafe dengan lingkungan fisik yang bagus untuk terciptanya kepuasan. Bergesernya perilaku konsumen yang awalnya hanya konsumsi produk, sekarang mulai berubah mencari pengalaman yang menyenangkan yaitu didapat dari dining experience. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaiatan antara dining experience dan kepuasan konsumen Kafe Terasomah. Kualitas makanan, kualitas pelayanan dan lingkungan fisik dari kafe merupakan aspek-aspek dari dining experience. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Responden yang didapat sebanyak 75 orang, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Karakteristik pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Probolinggo, wanita atau pria dengan umur 18-26 tahun dan pelanggan yang sudah mengunjungi Kafe Terasomah sebanyak 2 kali. Instrumen pada skala kepuasan konsumen disusun berdasarkan aspek dari Kotler & Keller (2016)., berjumlah 23 aitem. Sedangkan pada skala dining experience disusun berdasarkan aspek dari Canny (2014)., berjumlah 48 aitem. Teknik analisis product moment digunakan untuk mengukur korelasi kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara dining experience dan kepuasan konsumen pada konsumen Kafe Terasomah. Kata Kunci: dining experience, kepuasan pelanggan, kafe Abstract Consumer nowadyas are getting smarter to determine product quality and service quality from a cafe with a good physical environment to create satisfaction. The shift in consumer behavior that initially only consumed products, is now starting to change to looking for a pleasant experience that is obtained from the dining experience. The purpose of this study was to determine the relationship between dining experience and consumer satisfaction at Terasomah Cafe. Food quality, service quality and the physical environment of the cafe are aspects of the dining experience. The method used in this research is quantitative. Research subject obtained as many as 75 respondents, using purposive sampling technique. The characteristics of this study are the people of Probolinggo City, women or men aged 18-26 years and customers who have visited the Terasomah Cafe 2 times. Instruments on the consumer satisfaction scale are arranged based on aspects of Kotler & Keller (2016), totaling 23 items. Meanwhile, the dining experience is based on aspects from Canny (2014), totaling 48 items. Product moment analysis technique is used to measure the correlation of the two variables. The results of this study indicate a significant correlation of 0.000 (<0.05). It means that it can be concluded that there is a relationship between dining experience and consumer satisfaction at the Terasomah Cafe consumers. Keywords: dining experience, costumer satisfaction, cafe
Hubungan Antara Job Insecurity Dengan Keterikatan Kerja Pada PPPK Lembaga Penyiaran Publik RRI Sumenep Elsya Rohainy Sakinah Putri; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara job insecurity dan keterikatan kerja. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan penentuan jumlah sampel menggunakan teknik sampel jenuh sejumlah 68 pegawai PPPK Lembaga Penyiaran Publik RRI Sumenep. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala psikologi dengan berisikan skala keterikatan kerja dan skala job insecurity. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Product Moment Pearson dengan dukungan IBM SPSS 26.0 for Windows. Hasil penelitian yang dilakukan pada Lembaga Penyiaran Publik RRI Sumenep menunjukkan adanya hubungan antara keterikatan kerja dengan job insecurity. Hasil dari uji hipotesis penelitian ini, menunjukkan hasil nilai korelasi koefisien sebesar -,0,902 dengan nilai p= 0,000 (p<0,05). Dari hasil data tersebut maka variabel job insecurity dan keterikatan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan arah negatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi job insecurity akan berbanding terbalik dengan rendahnya keterikatan kerja. Serta berlaku pula sebaliknya, apabila job insecurity rendah maka keterikatan kerja tinggi. Kata kunci : Job insecurity, Keterikatan kerja, PPPK
Hubungan Workplace Spirituality dengan Komitmen Organisasi pada Guru Yayasan X Naura Fatin Nuha; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.53699

Abstract

Workplace spirituality merupakan salah satu topik psikologi yang saat ini menjadi salah satu alternatif bahan pertimbangan dalam pengelolaan bidang sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait hubungan workplace spirituality dengan komitmen organisasi pada guru Yayasan X. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria subjek adalah guru yang memiliki masa kerja lebih dari sama dengan lima tahun. Total sampel penelitian ini melibatkan 92 guru, terdiri dari 30 guru sebagai subjek uji coba (tryout) kemudian 60 guru sebagai subjek penelitian. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner yang tersusun dari dimensi komitmen organisasi dan dimensi workplace spirituality. Analisis data menggunakan korelasi product moment dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara workplace spirituality dengan komitmen organisasi yang memperihatkan nilai korelasi sebesar 0,650 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Angka korelasi tersebut memiliki arti mempunyai hubungan yang positif bahwa semakin tinggi tingkat workplace spirituality maka semakin tinggi pula komitmen organisasi. Kata kunci : Workplace spirituality, komitmen organisasi, guru
Hubungan antara Work Meaningfulness dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan PT. X Kota Gresik Nada Kinanti; Meita Santi Budiani
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2274

Abstract

Employees as the key holders of organizational success are expected to be able to play an active role in achieving organizational goals. This study aims to obtain information about the relationship between work meaningfulness and organizational citizenship behavior (OCB). The approach used is quantitative correlation with collection through a Google Form-based questionnaire. The psychological scale of this study is based on the theory of work meaningfulness by Andrea Veltman (2016) and OCB by Dennis W. Organ (2006). The method used is simple random sampling on 149 permanent employees with a minimum working period of 2 years and still actively working at PT. X Gresik City. A total of 30 employees were used to test the validity and reliability of the measuring instrument. Data analysis was carried out by Pearson Product Moment correlation test using IBM SPSS version 25.0. The results showed a significance value of 0.000 (p<0.05) which means that there is a positive and significant relationship between variables with a correlation coefficient of 0.782 (r=0.782). This study shows the results that the higher the work meaningfulness, the organizational citizenship behavior shown by employees will be higher, and vice versa. This research is expected to show the importance of work meaningfulness to increase employee engagement in the organization. This involvement can be realized through training, forming a positive work environment and meeting employee needs.