Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Human Error pada Proses Produksi Keramik dengan Menggunakan Metode HEART dan SHERPA As Shiddiq Putra Utama; Willy Tambunan; Lina Dianati Fathimahhayati
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.492 KB) | DOI: 10.30656/intech.v6i1.2114

Abstract

Unit Pelaksana Teknis Dinas Pusat Pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Samarinda melakukan proses produksi untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan produk tanpa harus memesan keluar pulau. UPTD P2KUKM mempunyai empat workshop, salah satunya workshop keramik, Workshop keramik memproduksi dua jenis yaitu earthenware dan stoneware. Proses produksi keramik dilakukan dengan mengandalkan tenaga manusia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi human error yang terjadi pada proses produksi dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimalkan human error yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode SHERPA dan HEART dalam menganalisis human error yang terjadi. Metode kualitatif menggunakan SHERPA untuk mengidentifikasi human error. Metode kuantitatif dengan metode HEART untuk mengetahui nilai probabilitas terjadinya human error. Berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan HTA, pada proses produksi keramik mempunyai 6 tahapan yang terbagi dalam 18 sub-pekerjaan. Analisis secara kualitatif menggunakan metode SHERPA memperoleh 18 kemungkinan error yang dapat dilakukan oleh pekerja. Berdasarkan analisis secara kuantitatif didapatkan nilai Human Error Probability (HEP) tertinggi yaitu pada sub-pekerjaan membersihkan tanah dari kotoran dengan nilai HEP sebesar 0.99. Rekomendasi perbaikan untuk mengurangi terjadinya kesalahan manusia (human error) yaitu briefing sebelum melakukan pekerjaan, membuat display, membuat form checklist, melakukan pengawasan dan training. Meminimalkan human error pada suatu proses produksi secara tidak langsung mampu meningkatkan tingkat produktivitas pekerja.
Analisis Postur Kerja Menggunakan Metode Postural Ergonomic Risk Asessment (PERA) dan Key Indicator Method (KIM) Citra Bulo; Lina Dianati Fathimahhayati; Suwardi Gunawan
Dinamika Rekayasa Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2022
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2022.18.2.508

Abstract

Moulding Najwan Jaya merupakan UKM yang bergerak di bidang moulding kayu dengan hasil produk yaitu daun pintu. Berdasarkan observasi awal proses produksi pintu, terdapat risiko kelainan otot-rangka (MSDs) akibat postur yang membungkuk dalam waktu yang cukup lama. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian untuk menganalisis postur kerja menggunakan metode Postural Ergonomic Risk Assessment (PERA) dan metode Key Indicator Method (KIM). Berdasarkan metode PERA, diperoleh hasil klasifikasi tingkat risiko tertinggi yaitu pada sub-kegiatan pembuatan motif papan panel sebesar 18,3 atau masuk ke dalam kategori high risk. Sedangkan berdasarkan metode KIM, diperoleh hasil klasifikasi tingkat risiko berdasarkan hasil skor tertinggi adalah pada pembuatan motif papan panel sebesar 248 atau masuk ke dalam kategori high. Setelah dilakukan rekomendasi perbaikan yaitu perancangan fasilitas meja kerja yang disesuaikan pada antropometri karyawan menggunakan software CATIA V5. Berdasarkan metode PERA, skor klasifikasi tingkat risiko turun menjadi 6,33 atau sebesar 67% dan masuk ke dalam kategori possible risk, dan berdasarkan metode KIM skor klasifikasi tingkat risiko turun menjadi 200 atau sebesar 19,35% dan masih masuk dalam kategori high
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Job Safety Analysis (JSA) (Studi Kasus: Arjuna Interior) Muhammad Fakhriansyah; Lina Dianati Fathimahhayati; Suwardi Gunawan
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 6 No 2 (2022): G-Tech, Vol. 6 No. 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.718 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v6i2.1706

Abstract

Arjuna Interior adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang desain interior, desain eksterior, dan pembuatan furniture. Pekerjaan yang dilakukan di workshop berupa pembentukan kayu, perakitan kayu, pengamplasan kayu, dan finishing. Perusahaan ini sudah berjalan sejak tahun 2004 tetapi masih belum menerapkan sistem K3 yang baik dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan maksimal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan memberikan usulan pengendalian risiko dengan menggunakan metode HIRA (Hazard Identification, and Risk Assessment) dan JSA (Job Safety Analysis). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, hasil ang didapatkan yaitu 41 potensi bahaya dengan 23 level risiko rendah (56%), 14 level risiko sedang (34%), 3 level risiko tinggi (7%), dan 1 level risiko ekstrim (2%). Saran yang diberikan kepada perusahaan adalah melakukan sosialisasi safety talk, menerapkan K3 dan penggunaan APD, pemeriksaan alat dan mesin secara berkala, dan diharapkan rekomendasi pengendalian dapat diterapkan di perusahaan.
Ergonomic Assessment pada Aktivitas Petani Perkebunan Karet Menggunakan OWAS (Ovako Work Posture Analysis System) (Studi Kasus CV. Eja Nursery, Kalimantan Timur) Tri Budi Purnomo; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra; Jenny Noviani
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4837

Abstract

CV. Eja Nursery merupakan salah satu industri pembibitan dan perkebunan karet yang terdapat di Kutai Kartanegara, tepatnya di Jalan Poros Samarinda – Bontang Km 71. Berdasarkan hasil observasi awal didapatkan bahwa terdapat beberapa postur kerja yang tidak ergonomis pada saat petani karet melakukan pekerjaannya yaitu membungkuk pada saat proses penyadapan dan proses pengangkutan getah karet. Postur kerja yang tidak ergonomis ini dapat menyebabkan petani karet mengalami keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) yang tinggi. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian ergonomic assessment untuk menilai postur kerja pada aktivitas-aktivitas kerja petani karet khususnya di CV Eja Nursery, sehingga nantinya para petani dapat mengetahui tingkat risiko dari postur kerja yang dilakukannya tersebut sehingga dapat diberikan rekomendasi perbaikan sehingga risiko cedera dapat diminimalkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah OWAS. Dari perhitungan menggunakan OWAS dapat disimpulkan bahwa, sebanyak 71% postur kerja berada pada kategori 2 yaitu postur kerja berbahaya bagi sistem muskuloskeletal dan diperlukan perbaikan di masa yang akan datang, 21% postur kerja berada pada kategori 3 yaitu postur kerja berbahaya bagi sistem muskuloskeletal dan diperlukan perbaikan segera mungkin dan 7% postur kerja berada pada kategori 1 yang berarti tidak ada masalah pada sistem muskuloskeletal. Hal ini berarti  postur kerja petani karet di CV. Eja Nursery dari tahap persiapan, pemanenan, pengangkutan hingga pemanenan masih kurang ergonomis. Perbaikan diperlukan adalah menyediakan alat bantu seperti meja dan kursi, perancangan alat bantu sadap, dan kereta dorong. 
ANALISIS POSTUR KERJA PADA SECTION MAINTENANCE TIRE DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORKPLACE ERGONOMIC RISK ASSESSMENT (WERA) (STUDI KASUS: PT. RIUNG MITRA LESTARI SITE EMBALUT) Samli Andy Akbar; Lina Dianati Fathimahhayati; Suwardi Gunawan
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 16, No 2 (2022): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.098 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2022.v16i2.010

Abstract

PT. Riung Mitra Lestari Site Embalut merupakan perusahaan kontraktor pertambangan batubara sebagai penunjang ketersediaan dan pemeliharaan alat berat. Salah satu aktivitas pemeliharaan alat berat yaitu section maintenance tire. Berdasarkan observasi, pada aktivitas section maintenance postur kerja dilakukan secara membungkuk dan berjongkok mengakibatkan keluhan MSDs pada pinggang dan punggung. Berdasarkan permasalahan, dilakukan analisis postur kerja menggunakan metode WERA. Dari 20 aktivitas terdapat 4 aktivitas mendapatkan action high yaitu pelepasan dan pemasangan nut tire dengan score 50 (92,60%), pemasangan tire dengan score 48 (88,90%), dan pemasangan bead seat band, o-ring, dan lockring dengan score 49 (90,70%). Diberikan usulan perbaikan yaitu alat fasilitas kerja dan postur kerja menggunakan simulasi software CATIA V5. Pada pelepasan dan pemasangan nut tire, diperoleh hasil 26 (48,15%) dengan action low. Pada pemasangan tire, diperoleh hasil 25 (46,29%) dengan action low. Dan pada pemasangan bead seat band, o-ring, dan lockring diperoleh hasil dari 31 (57,40%) dengan action medium.
Kajian Penerapan GMP dan WISE Guna Peningkatan Higienitas Produk dan Produktivitas Pada UKM Amplang Samarinda Theresia Amelia Pawitra; Farida Djumiati Sitania; Lina Dianati Fathimahhayati; Iklil Hilal; Rina Aivendar
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol. 14, No. 3, (2022): OE NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2022.v14.i3.062

Abstract

Hygiene and product safety were the main issue that need to be assured by food industries, including amplang industries in Samarinda. Furthermore, workers safety was also important for improving small industries’ productivity. This paper aimed to evaluate application of Good Manufacturing Practise (GMP) and Work Improvements in Small Medium Entreprise (WISE) in two small industries that produce amplang. GMP is a system that ensures products are consistently produced and controlled according to set quality standards. (i.e., BPOM standard). WISE is a programme to assist micro, small and medium-sized enterprises improve working conditions and productivity using simple, effective and affordable techniques. The GMP study showed that SME Y had GMP value higher than SME X (i68% and 55%). These two SMEs have used clean water to produce amplang and store raw materials, end products and hazardous materials properly. The drawbacks of these two SMEs are the need to improve recording and documentation as well as make SOPs for product withdrawals from the market. UKM X needs to make SOPs for the cleanliness of the production area and improve product labels. The results of the WISE study of these two SMEs have not provided appropriate PPE for workers and have not promoted occupational health. Procedure for mitigating fire hazard had not developed although fire was one of the risk factors in these two SMEs. Evacuation path had not been provided and even, SME X had not provided the fire extinguishers. Furthermore, ergonomic work station obliged to design especially for workers who sit cross-legged, designing cross-legged chair with back rest.
Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum: Studi Kasus SPBU 64.752.02 Yolla Depriany Rimba Panggalo; La Ode Ahmad Safar Tosungku; Lina Dianati Fathimahhayati
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol. 14, No. 2, (2022): OE JULY 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.2021.v13.i2.055

Abstract

One of the public fuel filling stations that is still operating in Samarinda City, East Kalimantan is SPBU 64,752.02 which is located on Jalan Bung Tomo, Sungai Keledang Village, Samarinda Seberang District, Samarinda City, East Kalimantan Province. The road is the main road between cities. The gas station located on the road is classified as crowded, therefore there are many repeated complaints against the services provided, such as the availability of running out of fuel, the cleanliness of the available facilities, to the operator's actions in serving customers. The purpose of this study is to provide results of service quality analysis and proposed improvements to service quality where there are still negative gaps. The method used in determining service quality is the Fuzzy Servqual method based on the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. From the results of this study, the quality of service at the gas station 64,752.02 based on the Fuzzy Servqual method, it was found that the overall attribute statements used in the study had a negative value. Complaints submitted by customers are an important attribute that needs to be improved because the gap between expectations and reality received by customers has not been met by the gas station. The improvement proposal given in this research is expected to increase customer satisfaction if it is implemented with an effective strategy.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Menggunakan Metode Hazop pada Bengkel Tejo Steel Muhammad Devan Deandra Putra; Dharma Widada; Lina Dianati Fathimahhayati
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 6 No. 2 (2022): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i2.7570

Abstract

Bengkel Tejo Steel merupakan sebuah usaha jasa pembuatan teralis, canopy, pagar,  hingga aksesoris bangunan yang didirikan pada tahun 2014. Bengkel Tejo Steel terletak di Jalan Wiraguna, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Proses pembuatan pagar pada bengkel sering kali tidak menggunkan alat pelindung diri yang disebabkan rendahnya kesadaran karyawan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hal ini dapat menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kerja pada saat bekerja. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dengan mengindentifikasi risiko, memberikan peniliaian risiko terhadap K3 dan memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil identifikasi risiko bahaya kerja yang dapat terjadi pada bengkel las Tejo Steel terdapat 6 temuan potensi bahaya atau hazard di setiap pekerjaan pembuatan pagar. Berdasarkan penilaian pada Risk Matrix, terdapat 3 (tiga) tingkatan level risiko yang berpotensi menimbulkan bahaya kerja. Tingkat risiko tersebut terdiri dari 2 risiko rendah dengan persentase 17%, 1 risiko sedang dengan persentase 8%  dan 9 risiko tinggi dengan persentase 75%. Dari penelitian ini tidak terdapat sumber hazard yang bernilai ekstrem. Berdasarkan potensi bahaya yang ditemukan maka diberikan usulan perbaikan terhadap faktor-faktor K3 pada proses pengerjaan pembuatan pagar di Bengkel Las Tejo Steel yaitu penataan ulang area penyimpanan material dan alat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti safety helmet, pakaian lengan panjang, ear plug, apron las, helm las dan sepatu safety.  
Penyediaan dan Edukasi Fasilitas Protokol Kesehatan sebagai Upaya Penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan pada Anak di TPA Langgar As Syifa Samarinda Ika Meicahayanti; Lina Dianati Fathimahhayati; Suwardi Gunawan
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): JIPPM - Juni 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.104

Abstract

Budaya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan (K3L) penting untuk dilakukan. Gaya hidup baru sebagai dampak dari pandemi COVID-19 memberikan perubahan pada penerapan K3L, dengan selalu menjaga protokol kesehatan pada era kebiasaan baru. Anak-anak diharapkan dapat menerapkan protokol kesehatan untuk dapat meminimalisir adanya risiko terinfeksi virus, yaitu dengan menggunaan hand sanitizer dan mencuci tangan secara rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan pada anak-anak agar dapat melakukan protokol kesehatan dengan baik dan benar, sebagai upaya memupuk budaya K3L. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di TPA Langgar Asy Syura Gunung Lingai, Samarinda, dimana lokasi ini belum tersedia fasilitas protokol kesehatan. Kegiatan diawali dengan pemberian sambutan, pembagian pamflet dan hand sanitizer pocket, sosialisasi materi edukasi, penyerahan dan pemasangan fasilitas protokol kesehatan, serta penutupan. Materi sosialisasi berupa poster dan pamflet tentang penggunaan hand sanitizer dan mencuci tangan yang baik dan benar. Fasilitas protokol kesehatan diletakkan di beberapa titik dengan disertai petunjuk penggunaan berupa poster. Kegiatan berjalan dengan baik dan memperoleh antusias dari anak-anak peserta didik. Hasil pengamatan menunjukkan sebanyak ±95% dari 50 anak-anak total peserta dapat memahami dan mempraktekkan cara mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer dengan baik dan benar. Selain itu, anak-anak juga telah memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan agar terhindar dari kuman penyebab penyakit.
Risk Analysis of Occupational Health and Safety Using Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) Method (Case Study in PT Barokah Galangan Perkasa) Andi Giovanni; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 4, No 2: June 2023
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijiem.v4i2.20398

Abstract

PT Barokah Galangan Perkasa is a company located in East Kalimantan that is engaged in the manufacturing, repair, and maintenance of ships. The welding activity is the most dominant in shipbuilding, but the implementation of the occupational health and safety (OHS) system is not optimal. There have been several work accidents in the upper accommodation and cargo oil tank areas, such as falling from a height, being hit by welding sparks, and an electrical short circuit. The working conditions in this area are quite risky. Therefore, research on risk analysis is needed. HIRARC is a method for identifying a problem that is assessed at risk based on the likelihood and severity where the results of the assessment can determine the level of risk and give risk control for each work activity. Research results show that there were 40 potential hazards in the upper accommodation area with 77% low risk level, 12% moderate risk level, 8% high risk level, and 3% very high risk level. While in the cargo oil tank area there was 37 potentials hazard with 84% low risk level, 13% moderate risk level, and 3% high risk level. By knowing the risk level, companies can identify work activities that require prioritized improvement. They can also determine appropriate control to prevent the occurrence of such risks. Risk control in the upper accommodation area can be achieved through the implementation of administrative controls, utilization of PPE, and technical engineering controls.