Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan belodok (Famili: Gobiidae) pada ekosistem mangrove di Desa Pulau Sembilan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Bill Maulana Bidawi; Desrita Desrita; Yunasfi Yunasfi
Depik Vol 6, No 3 (2017): December 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.3.7029

Abstract

The aims of the research was to examine the lenght weight relationships, growth pattern and condition factor of mudskipper (Family: Gobiidae) at the mangrove ecosystem. The research was conducted for two months from March to April 2016 at the mangrove ecosystem in the Sembilan Island village. The result showed that there are three species of mudskipper found in study area, namely Periophthalmus chrysospilos, Periophthalmus gracilis, and Boleophthalmus boddarti.  The growth pattern of mudskipper with a value b 3,  indicate a allometrik negative growth pattern and the condition factor was between 1-2.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang bobot, pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan belodok (Famili: Gobiidae) pada ekosistem mangrove di di desa Pulau Sembilan Langkat. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan yaitu Maret sampai April 2016. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling. Hasil penelitian ditemukan 3 spesies ikan belodok di lokasi penelitian yaitu Periophthalmus chrysospilos, Periophthalmu sgracilis, dan Boleophthalmus boddarti. Pola pertumbuhan ikan belodok dengan nilai b 3, mengindikasikan pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi dari Ikan Belodok berkisar 1 – 2.
Studi Pengamatan Pemijahan Metode Semi Alami Parameter Fekunditas, Pembuahan, Daya Tetas Telur dan Sintasan Larva Ikan Koi (Cyprinus carpio) di Desa Perbarakan, Deli Serdang: Studi Pengamatan Pemijahan Metode Semi Alami Manurung, Vindy Rilani; Desrita; Siregar, Rizky Febriansyah; Hasibuan, Julia Syahriani; Khairunnisa; Mujtahidah, Tholibah
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v1i1.8610

Abstract

Saat ini kelompok budidaya ikan koi di Desa Perbarakan masih terfokus pada proses pemijahan alami sehingga perlu penerapan teknologi pemijahan semi alami yang dinilai dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ikan koi. Metode eksperimen lapangan yang dilakukan dengan melakukan perbandingan pemijahan alami dengan pemijahan semi alami menggunakan induk ikan koi yang siap dipijahkan dengan perbandingan 2 : 1 yaitu 2 ekor jantan (Kohaku dan Shiro) dan 1 betina (Tancho sanke doitsu) dengan melalui parameter pengamatan fekunditas, derajat pembuahan, daya tetas telur dan sitasan larva. Hasil variasi nilai fekunditas pemijahan alami adalah 7000 butir dan pemijahan semi alami adalah 14.000 butir, derajat pembuhan telur (FR) pemijahan alami adalah 71,42% dan pemijahan semi alami sebesar 85,71%, selanjutnya persentase daya tetas telur ikan koi pada pemijahan alami adalah 90% dan pemijahan semi alami sebesar 95% , sintasan larva tertinggi pada pemijahan semi alami 78,26% sedangkan pada pemijahan alami 44,44%. Sehingga penggunaan bantuan hormon ovaprim dinilai dapat menghemat waktu proses pemijahan dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan teknik pemijahan alami
Biologi Reproduksi Ikan Gulamah (Johnius trachycephalus, Bleeker 1851) Yang Didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara: Biologi Reproduksi Ikan Gulamah (Johnius trachycephalus, Bleeker 1851) Desrita; Hasibuan, Julia Syahriani; Manurung, Vindy Rilani; Sinaga, Jessica
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v2i1.10275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan gulamah (Johnius trachycephalus) meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, ukuran pertama kali ikan tertangkap, fekunditas dan diameter telur yang didaratkan di TPI Tanjung Beringin Serdang Bedagai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2022. Sampel ikan gulamah selama penelitian sebanyak 137 ekor yang terdiri dari 65 ekor ikan jantan dan 72 ekor ikan betina. Hasil reproduksi menunjukkan rasio kelamin dalam keadaan seimbang dilihat dari perbandingan ikan jantan dan betina 1:1,09. Ikan gulamah ditemukan pada TKG I-TKG IV. Indeks kematangan gonad jantan 1,109-2,383 dan betina 4,672-7,234. Ukuran pertama kali matang gonad ikan gulamah jantan berukuran 127,596 mm dan betina berukuran 122,727 mm. ukuran pertama kali ikan gulamah jantan tertangkap berukuran 146,690 mm dan betina berukuran 149,720 mm. Fekunditas telur berkisar antara 19.726-110.343 butir, diameter telur berukuran 0,123-0,710 mm. Berdasarkan data diketahui biologi reproduksi ikan gulamah di TPI Tanjung Beringin Serdang Bedagai masih dalam keadaan baik
Studi Pengamatan Pemijahan Metode Semi Alami Parameter Fekunditas, Pembuahan, Daya Tetas Telur dan Sintasan Larva Ikan Koi (Cyprinus carpio) di Desa Perbarakan, Deli Serdang: Studi Pengamatan Pemijahan Metode Semi Alami Manurung, Vindy Rilani; Desrita; Siregar, Rizky Febriansyah; Hasibuan, Julia Syahriani; Khairunnisa; Mujtahidah, Tholibah
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v1i1.8610

Abstract

Saat ini kelompok budidaya ikan koi di Desa Perbarakan masih terfokus pada proses pemijahan alami sehingga perlu penerapan teknologi pemijahan semi alami yang dinilai dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ikan koi. Metode eksperimen lapangan yang dilakukan dengan melakukan perbandingan pemijahan alami dengan pemijahan semi alami menggunakan induk ikan koi yang siap dipijahkan dengan perbandingan 2 : 1 yaitu 2 ekor jantan (Kohaku dan Shiro) dan 1 betina (Tancho sanke doitsu) dengan melalui parameter pengamatan fekunditas, derajat pembuahan, daya tetas telur dan sitasan larva. Hasil variasi nilai fekunditas pemijahan alami adalah 7000 butir dan pemijahan semi alami adalah 14.000 butir, derajat pembuhan telur (FR) pemijahan alami adalah 71,42% dan pemijahan semi alami sebesar 85,71%, selanjutnya persentase daya tetas telur ikan koi pada pemijahan alami adalah 90% dan pemijahan semi alami sebesar 95% , sintasan larva tertinggi pada pemijahan semi alami 78,26% sedangkan pada pemijahan alami 44,44%. Sehingga penggunaan bantuan hormon ovaprim dinilai dapat menghemat waktu proses pemijahan dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan teknik pemijahan alami
Biologi Reproduksi Ikan Gulamah (Johnius trachycephalus, Bleeker 1851) Yang Didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara: Biologi Reproduksi Ikan Gulamah (Johnius trachycephalus, Bleeker 1851) Desrita; Hasibuan, Julia Syahriani; Manurung, Vindy Rilani; Sinaga, Jessica
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v2i1.10275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan gulamah (Johnius trachycephalus) meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, ukuran pertama kali ikan tertangkap, fekunditas dan diameter telur yang didaratkan di TPI Tanjung Beringin Serdang Bedagai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2022. Sampel ikan gulamah selama penelitian sebanyak 137 ekor yang terdiri dari 65 ekor ikan jantan dan 72 ekor ikan betina. Hasil reproduksi menunjukkan rasio kelamin dalam keadaan seimbang dilihat dari perbandingan ikan jantan dan betina 1:1,09. Ikan gulamah ditemukan pada TKG I-TKG IV. Indeks kematangan gonad jantan 1,109-2,383 dan betina 4,672-7,234. Ukuran pertama kali matang gonad ikan gulamah jantan berukuran 127,596 mm dan betina berukuran 122,727 mm. ukuran pertama kali ikan gulamah jantan tertangkap berukuran 146,690 mm dan betina berukuran 149,720 mm. Fekunditas telur berkisar antara 19.726-110.343 butir, diameter telur berukuran 0,123-0,710 mm. Berdasarkan data diketahui biologi reproduksi ikan gulamah di TPI Tanjung Beringin Serdang Bedagai masih dalam keadaan baik
APPLICATION OF CORAL TRANSPLANTATION TECHNOLOGY FOR CORAL REEF ECOSYSTEM PROBLEMS IN SALAH NAMA ISLAND, BATUBARA REGENCY Ipanna Enggar Susetya; Desrita; Zulham Apandy Harahap
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.021 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i1.2325

Abstract

Coral reefs are one of the typical ecosystems in coastal areas that have ecological and economicvalue. There are many cases of coral reef damage in Salah Nama Island caused by natural andhuman factors. Coral reefs damage is mostly caused by human activities such as water pollution,destructive fishing and using of ship anchors. Activity of devotion society aims to provideinformation and skills to fishermen groups in Salah Nama Island about coral transplantationtechniques, as well as conducting coral transplantation activities as one of the efforts to preservethe ecosystem of coral reefs. Based on the description of the problems and objectives of devotionsociety, the activities that have been done are counseling to the partner fishermen abouttransplantation and coral benefits in ecosystem, transplantation practice and coral transplantationmonitoring.
The The spawning aplication of Koi (Cyprinus carpio) using semi-natural method in Desa Perbarakan, Deli Serdang Regency Desrita; Manurung, Vindy Rilani; Siregar, Rizky Febriansyah; Leidonald, Rusdi; Fadhilah, Amanatul; Dewinta, Astrid Fauzia
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020): ABDIMAS TALENTA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.609 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v5i2.4922

Abstract

Based on statistical analysis from Dinas Kelautan Perikanan, Deli Serdang Regency in 2018, The capacity for freshwater aquaculture output was recorded at 1328.9 tons / year with a land area of 65.9 ha , which is a problem for the aquaculture community with the decreasing quantity of seed production, limited infrastructure and development management which is still conventional in Desa Perbarakan, Deli Serdang Regency, therefore it is important to implement the required application of science and technology, namely the implementation of semi-natural methods of spawning techniques of koi fish (Cyprinus carpio). Counseling, seminars and practices are the methods of tasks carried out. Extension activities were carried out by illustrating the conceptual awareness of the development of koi fish spawning strategies, the distribution of leaflets, the application of recognition technology, as well as tools and resources, including the dose of gonadotropin hormone (GnH) in broodfish and fish anaesthetic techniques. For female fish, the injected hormone level is 0.5 ml / kg and 0.1 ml / kg for male fish. The weight of the female fish is 1 kg tancho sanke doitsu, 0.5 ml/gr, and the weight of the male fish is 1 kg. At a dose of 0.1 ml / gr and 900 g of shiro, kohaku at a level of 0.09 ml / gr. The result is that the number of eggs is estimated at 10,000, and then the eggs hatch within 2-4 days. Boiled egg yolks are fed to the eggs which hatch into the larvae, then the larvae are transferred to the nursery pon after 10 days of age.
Tangkapan dan tingkat kematangan gonad Ikan selar kuning (Selariodes leptolepis) di Perairan Selat Malaka Tarigan, Adriana; Bakti, Darma; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i2.300

Abstract

Biologi reproduksi meliputi distribusi frekuensi panjang, hubungan berat-panjang tubuh, rasio jenis kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks somatic gonad (IKG), diameter telur. Data primer yang digunakan adalah panjang dan berat tubuh, bobot dan gonad Ikan yang diperoleh dari 360 ekor sampel. Data sekunder dikumpulkan dari Laporan Statistik Perikanan PPS Belawan berupa jumlah produksi, dan jumlah tangkapan ikan tahun 2011-2016. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi panjang ikan berkisar antara 110 mm - 163 mm. pola pertumbuhan ikan adalah alometrik negatif dengan koefisien korelasi jantan dan betina mendekati 1 yaitu 0,812 dan 0,733. Indeks kematangan gonad untuk ikan betina adalah lebih besar dibanding ikan jantan. Tingkat kematangan gonad diperoleh dari tingkat I, II, III, dan IV.Reproductive biology including length frequency distribution, long weight relationship, sex ratio, gonadal maturity level, gonadal somatic index and egg diameters. Primary data used is lenght and body weight. Weighting obtained as many as 360 samples. Secondary data was collected from Fishing Statistical Report of PPS Belawan, which were the amount of production, and fishing effort of the year 2011-2016. The results showed the frequency distribution of fish length of 110 mm - 163 mm. Character growth negative allometric with a correlation coefficient males and females approximate to 1 whereas 0.812 and 0.733. Gonadal maturity index for females fish than large from males fish. Gonadal maturity index obtained by the I, II, III, and IV.
Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) di Sungai Belumai Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Aisyah, Siti; Bakti, Darma; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.317

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Belumai Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada Bulan Mei dan juni 2014 di empat lokasi yang berbeda dengan menggunakan metode sensus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aspek pertumbuhan (sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang bobot, faktor kondisi dan koefisien pertumbuhan). Jumlah ikan lemeduk yang tertangkap adalah 55 ekor. Hasil penelitian menggambarkan bahwa populasi ikan didominasi oleh sebaran ukuran kelas panjang 174-194 mm. Hasil hubungan panjang berat menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik negatif (b=2,565) dimana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Nilai faktor kondisi ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) berkisar 0,946-1,059.This research was done in Belumai River Deli Serdang District North Sumatera Province. This research was conducted in May until June 2014 in four different locations by using census method. The purpose of this research is to know the aspect of growt (length frequency distribution, length-weight relationship, condition factor and growth coefficient). The number of lemeduk fish which caught were 55 fish. Result shown that the population is dominate by length frequency distribution 174-194 mm. Result length-weight relationship shown that growth pattern was allometric negative (b=2,565) where the length is faster growth than the weight. The condition factor of lemeduk fish was around 0,946-1,059.
Identifikasi jenis-jenis bivalvia di Perairan Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara Ginting, Eryana Dhalia Drajad; Susetya, Ipanna Enggar; Patana, Pindi; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.318

Abstract

Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober hingga November 2016. Sampel diambil dari 3 stasiun dengan ulangan sebanyak 3 kali di kawasan perairan Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 2393 individu yang terdiri dari 6 keluarga dan 14 spesies. Jenis hasil bivalvia adalah Anadara granosa, Anadara gubernaculum, Anadara inaequivalvis, Donax faba, Mactra grandis, Modiolus micropterus, Atrina pectinata, Calista erycina, Calista lilacina, Dosinia dilecta, Mertrix meretrix, Paphia gallus, Paphia undulata, Tapes sulcarius.This research was conducted from October to November 2016. The samples was taken from 3 stations with repeating 3 times in Tanjungbalai Waters of North Sumatra Province. The results of the research was found as many as 2393 individuals consisting of 6 families and 14 species. The type of bivalves results are Anadara granosa, Anadara gubernaculum, Anadara inaequivalvis, Donax faba, Mactra grandis, Modiolus micropterus, Atrina pectinata, Calista erycina, Calista lilacina, Dosinia dilecta, Mertrix meretrix, Paphia gallus, Paphia undulata, Tapes sulcarius.
Co-Authors Abdillah Parinduri Adriana Tarigan Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi Ainul Mardiah Amanda Paramitha Anggi Abdur Rohim Anita Rahman Ayu Syahfitri Daulae Bill Maulana Bidawi Bill Maulana Bidawi BUDI UTOMO Camelina Simbolon Charo Lina Kaban Darma Bakti Darma Bakti Darma Bakti Darma Bakti David Putra P Situmorang Dean Amunike Dewi Roma Widya Dewinta, Astrid Fauzia Dian Puspitasari Dian Puspitasari Dian Puspitasari Dian Puspitasari DWI SURYANTO Eka Tri Rahayu Eryana Dhalia Drajad Ginting Eryana Dhalia Drajad Ginting, Eryana Dhalia Drajad Eunike Saron Meliala Fadhilah, Amanatul Fatimah Murni Febrina Rahmadanti Putri Fina Fitriyani Ginting, Sara Silva Beru Hasan Sitorus Hesti Wahyuningsih Huria Marnis Indah L. M Tambunan Intan Iksaura Ginting Ipanna Enggar Susetya Ipanna Enggar Susetya Ipanna Enggar Susetya, Ipanna Enggar Isten Sweno Tamba Jeni Ariyanti Julia Syahriani Hasibuan Kartika Dewi Khairunnisa M Mahrozi Sagala Mars Sella Sinurat Mikha Febryana Samosir Miswar Budi Mulya Mohammad Basyuni Muammar Muammar Muhammad Mukhlis Kamal Muhammad Mukhlis Kamal, Muhammad Mukhlis Mujtahidah, Tholibah Nanda Mutia Hardianti Orbita R. Dhuha Pindi Patana Putri Permata Sari Sirait Putri Widyawati RIDWAN AFFANDI Rina D’Rita Sibagariang Rina Sari Lubis Rusdi Leidonald Ruth Aprilyanti Napitupulu Sara Silva Beru Ginting Sari Marina Saragi Sinaga, Jessica Siregar, Rizky Febriansyah Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Sudoyo Lumban Tobing Syammaun Usman Tarigan, Adriana Ternala Alexander Barus Toibullah Siregar Vinces Agriani Lase Vindy Rilani Manurung Yenni Ningsih Siringoringo Yenni Ningsih Siringoringo Yenni Ningsih Siringoringo, Yenni Ningsih Yessy Christanty Yuli Wulandari Yunasfi Yunasfi Djayus Yunasfi Yunasfi yunasfi yunasfi Yunasfi, Yunasfi Yunus Afifuddin Zulham Apandy Harahap