Claim Missing Document
Check
Articles

Kelimpahan dan pola pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) di hutan mangrove Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Provinsi Sumatera Utara Siringoringo, Yenni Ningsih; Desrita, Desrita; Yunasfi, Yunasfi
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.320

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem mangrove yang memegang peranan yang sangat penting. Hutan mangrove yang ada di Kelurahan Belawan Sicanang sudah banyak mengalami konversi lahan seperti tambak dan pemukiman. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penurunan kualitas habitat dan penurunan populasi untuk sumberdaya kepiting bakau akibat terjadinya kerusakan daerah asuhan dan mencari makan biota ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi mangrove, untuk mengetahui kelimpahan kepiting bakau (Scylla serrata), untuk mengetahui pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) di Hutan Mangrove Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian berlangsung pada Mei - Juni 2016. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi adalah purposive sampling dan dibagi menjadi 3 stasiun berdasarkan aktivitas yang berbeda. Struktur populasi kepiting bakau (Scylla serrata) ditinjau dari kelimpahan kepiting bakau (Scylla serrata), hubungan lebar karapas dengan bobot tubuh, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi. Kualitas habitat kepiting bakau (Scylla serrata) dilihat dari kualitas air, tekstur substrat, C-organik, dan pasang surut. Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan kepiting bakau (Scylla serrata) 16300 - 17000 ind/ha, dengan pola pertumbuhan allometrik negatif (b<3), faktor kondisi berkisar antara 0 - 1 yang tergolong ke dalam pipih atau tidak gemuk. Kualitas air dan substrat yang dikaji termasuk ke dalam kualitas air yang menunjang kehidupan kepiting bakau (Scylla serrata), tekstur substrat yaitu lempung berpasir dan lempung liat berpasir, serta C-organik < 1% tergolong sangat rendah, dimana tipe pasang surutnya adalah mixed prevailing semidiurnal.Mangrove crab (Scylla serrata) is one of the keystone species in the mangrove ecosystem, which had a very important role. Mangrove forests existed in Village Belawan Sicanang have been many experienced land conversion as embankment and settlements. These conditions led to degradation in habitat quality and population decline for mangrove crab due to the occurrence of the damage to the nursery ground and the feeding ground. The research aimed to determine abundance mangrove crabs and to determine the growth of mangrove crab. The research took place in May - June 2016. The method used in the determination of the location is purposive sampling and divided into 3 stations based on different activities. The mangrove crab population structure in terms of the abundance of mangrove crab, carapace width relation with body weight, growth pattern, and factor condition. The quality habitat mangrove crab viewed the water quality, the substrate texture, C-organic, and tides. The results showed that the growth pattern was negative allometric (b < 3), factor condition ranges between 0 - 1 which classified into flat or not fat. The water quality and substrate were assessed included in the water quality that supported life mangrove crab, the substrate texture was sandy loam and sandy clay loam, C-organic classified < 1% was very low, the type of tides was mixed semidiurnal prevailing.
Identifikasi dan sebaran ukuran Ikan Bunga Air (Clupeichthys goniognathus, Bleeker 1855) di inlet Waduk Koto Panjang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Desrita, Desrita; Affandi, Ridwan; Kamal, Muhammad Mukhlis
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v3i1.330

Abstract

Waduk Koto Panjang dibangun dengan membendung Sungai Batang Mahat dan Sungai Kampar Kanan. Waduk ini selesai dibangun pada tahun 1996 dan terdapat di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Banyak biodiversitas jenis nekton ditemui baik di perairan mengalir yang menjadi inlet maupun waduknya sendiri. Salah satu nekton yang ditemui di Perairan Inlet Waduk Koto Panjang adalah Ikan Bunga Air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetaui sebaran ukuran Ikan Bunga Air. Pengambilan sampel ikan dilakukan selama empat bulan yaitu dari April - Juli 2010 dengan mengambil 5 lokasi penelitian. Stasiun I Muara Takus, Stasiun II Gunung Bungsu I, Stasiun III Gunung Bungsu II, Stasiun IV Tanjung I dan Stasiun V Tanjung II. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Ikan Bunga Air kedalam Kelas Actinopterygii Ordo Clupeiformes Famili Clupeidae Genus Clupeichtyhs dan Spesies Clupeichthys goniognathus Bleeker, 1855. Sedangkan distribusi ukuran yang dominan secara keseluruhan, ikan jantan dan betina adalah 30 - 47 mm dan 30 - 48 mm.Koto Panjang reservoir built with dam of Batang Mahat and Kampar Kanan river. This reservoir finishing built at 1996 and location in Kampar regency province Riau. Many biodiversity species of necton that finded in this aquatic, in river stream and in reservoir. One of necton that finded in Inlet Koto Panjang reservoir is Sumatran River Sprat. This research aims are for identified and to know distributed size of Bunga Air fish. Take the fish sample during 4 months, from April until July 2010 with five location research, namely Muara Takus, Gunung Bungsu I, Gunung Bungsu II, Tanjung I and the Tanjung II. The result research show Bunga Air fish include Class Actinopterigii Order Clupeiformes Family Clupeidae Genus Clupeichthys and Species Clupeichthys goniognathus Bleeker, 1855. While for the size distributed that dominant for all of it, male fish and female fish are 30 - 47 mm and 30 - 48 mm.
Isolasi dan karakterisasi bakteri potensial probiotik pada saluran pencernaan ikan bandeng (Chanos chanos) Ginting, Sara Silva Beru; Suryanto, Dwi; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v5i1.390

Abstract

Bandeng (Chanos chanos) adalah ikan ekonomi penting yang dibudidayakan di tambak air payau. Bandeng relatif tahan terhadap penyakit yang mungkin disebabkan oleh bakteri usus terkait untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit. Di usus bandeng dilakukan pengamatan untuk mendapatkan bakteri probiotik potensial untuk dikembangkan sebagai probiotik. Beberapa pengamatan morfologi seperti bentuk dan warna sel dan uji biokimia seperti pati, hidrolisis kasein dilakukan. Uji antagonistik dari isolat bakteri potensial dilakukan pada Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni hingga September 2017 di Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Medan, Kuala Namu. Hasilnya menunjukkan bahwa bakteri probiotik potensial dalam saluran pencernaan ikan bandeng adalah Staphylococcus spp. (UIM01), Micrococcus sadentarius (UIM02), Lactobacillus acidophillus (LIM01) dan Micrococcus lylae (LIM02). Bakteri ini menunjukkan aktivitas menghambat pertumbuhan Aeromonas hydrophila hingga rendah meluas.Milkfish (Chanos chanos) is an important economic fish that is cultured in brackish water ponds. Milkfish is relatively resistant to diseases that may be caused by associated gut bacteria to improve health and prevent from disease. In the gut of milkfish was screened to obtain potential probiotic bacteria to be developed as probiotic. Some morphological observation such as shape and color of cell and biochemical test such as starch, casein hidrolysis were conducted. Antagonistic test of the potential bacteria isolate was done to Aeromonas hydrophila. This study was conducted from June to September 2017 in Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Medan, Kuala Namu. The result indicated that potential probiotic bacteria in the digestive tract of milkfish were Staphylococcus spp. (UIM01), Micrococcus sadentarius (UIM02), Lactobacillus acidophillus (LIM01) and Micrococcus lylae (LIM02). These bacteria showed to inhibiting growth of Aeromonas hydrophila for low extend.
RETRACTED: Pengaruh metode perebusan terhadap uji fitokimia daun mangrove Excoecaria agallocha Puspitasari, Dian; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 1 (April, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i1.1046

Abstract

AbstrakFollowing a rigorous and careful concerns and consideration in the review of the article published in JActa Aquatica entitled Pengaruh metode perebusan terhadap uji fitokimia daun mangrove Excoecaria agallocha Vol 6, No 1, pp. 28-31, April 2019, DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v6i1.1046This paper has been found to violate the  principles of Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal publication and has been retracted. The article has been drawn by the Author. The document and its content have been removed from Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.   
The influence of the mangrove leaves infusion Excoecaria agallocha against Aeromonas hydrophila bacterial infection in tilapia Puspitasari, Dian; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 1 (April, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i1.1064

Abstract

AbstractTilapia is fish consumption with some excess, that is has a high protein, non-cholesterol, the taste is delicious, affordable and easily cultivated. One of the problems in cultivating them is a disease because it can cause the death of the fish. Disease-causing factors can be derived from the bacterium Aeromonas hydrophila. The bacteria A. hydrophila can cause the death of fish until 80%-100% within 1-2 week and even many that are already resistant to several types of commercial antibiotics, so that the need to look for a new antibiotics source. The source of these antibiotics can be derived from nature because it is cheaper, safer and environmentally friendly. Mangrove Excoecaria agallocha has been known to have potential as an antibacterial, larvacide, and antifungal. This can be used as a source of antibiotics. The purpose of this research is to analyze the potential of the mangrove leaves infusion E. agallocha in preventing the spread of disease in tilapia infected the bacteria and identify the compounds of secondary metabolite. This research was carried out from March-August 2018 and use approach posttest-only control group design (by comparing the treatment with the control group). The amount of treatment is five with three replicates. The dose used, namely 0%, 2.5%, 5%, 7.5% and 10%. The results showed that there was no difference in the influence of the mangrove leaves infusion E. agallocha against weight gain and survival rate of tilapia juveniles. The result of phytochemical screening indicates that E. agallocha leaves infusion contains tannins and flavonoids.Keywords: Excoecaria agallocha; phytochemical; tilapiaAbstrakIkan nila merupakan ikan konsumsi dengan beberapa kelebihan yaitu memiliki kandungan protein yang tinggi, non-kolesterol, rasa enak, harga terjangkau dan mudah dibudidayakan. Salah satu masalah yang dihadapi dalam membudidayakannya adalah penyakit, karena dapat menyebabkan kematian pada ikan. Faktor penyebab penyakit dapat berasal dari golongan bakteri yaitu Aeromonas hydrophila. Bakteri A. hydrophila dapat menyebabkan kematian ikan dengan kisaran 80%-100% dalam jangka waktu 1-2 minggu dan bahkan banyak yang sudah resisten terhadap beberapa jenis antibiotik komersil sehingga perlu dicari sumber antibiotik baru. Sumber antibiotik tersebut dapat berasal dari alam karena lebih murah, aman dan ramah lingkungan. Mangrove jenis Excoecaria agallocha telah diketahui memiliki potensi sebagai antibakteri. Hal ini dapat dijadikan referensi sebagai bahan antibiotik baru. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa potensi infusa daun mangrove jenis E. agallocha dalam mencegah penyebaran penyakit pada Ikan Nila yang terinfeksi bakteri dan mengidentifikasi kandungan golongan senyawa metabolit sekundernya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret - Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan posttest only control group design (dengan membandingkan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol). Jumlah perlakuan adalah 5 dengan 3 kali ulangan. Dosis yang digunakan yaitu 0%, 2,5 %, 5 %, 7,5 % dan 10 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh infusa daun mangrove jenis E. agallocha terhadap bobot tubuh dan kelangsungan hidup dari benih Ikan Nila. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada infusa daun E. agallocha mengandung senyawa tanin dan flavonoid.Kata kunci: Excoecaria agallocha; fitokimia; ikan nila
Effectiveness of fermented cabbage to increase storage time of Indian mackerel (Rastrelliger sp.) at room temperature Puspitasari, Dian; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 8: No. 1 (April 2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v8i1.3830

Abstract

Makarel India adalah ikan air laut yang umum dikonsumsi. Keunggulan ikan tenggiri adalah memiliki cita rasa yang enak, harga yang terjangkau, dan dapat diolah menjadi berbagai macam masakan. Kelemahan dari ikan kembung India adalah mudah untuk mengalami penurunan kualitas. Salah satu cara untuk memperpendek umur simpan adalah dengan penambahan es. Cara pengawetan lainnya adalah dengan memanfaatkan bakteri asam laktat hasil fermentasi kubis. Kubis digunakan sebagai bahan starter fermentasi karena memiliki harga yang terjangkau dan mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan ikan tenggiri yang direndam menggunakan larutan fermentasi kubis dengan lama waktu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Sampel ikan kembung India berasal dari pasar ikan. Ikan dicuci menggunakan air bersih, kemudian direndam menggunakan larutan fermentasi kubis dengan lama waktu perendaman 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Parameter yang diamati adalah kenampakan mata, insang, lendir pada permukaan tubuh, daging, bau, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan umur simpan ikan tenggiri pada suhu ruang adalah 11 jam (untuk kontrol), sedangkan umur simpan ikan tenggiri direndam selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam adalah 14 jam. Pengujian menggunakan Anova menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,351. Artinya lama perendaman menggunakan larutan fermentasi kubis tidak mempengaruhi umur simpan ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan umur simpan ikan tenggiri pada suhu ruang adalah 11 jam (untuk kontrol), sedangkan umur simpan ikan tenggiri direndam selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam adalah 14 jam. Pengujian menggunakan Anova menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,351. Artinya lama perendaman menggunakan larutan fermentasi kubis tidak mempengaruhi umur simpan ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan umur simpan ikan tenggiri pada suhu ruang adalah 11 jam (untuk kontrol), sedangkan umur simpan ikan tenggiri direndam selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam adalah 14 jam. Pengujian menggunakan Anova menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,351. Artinya lama perendaman menggunakan larutan fermentasi kubis tidak mempengaruhi umur simpan ikan tenggiri.
Co-Authors Abdillah Parinduri Adriana Tarigan Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi Ainul Mardiah Amanda Paramitha Anggi Abdur Rohim Anita Rahman Ayu Syahfitri Daulae Bill Maulana Bidawi Bill Maulana Bidawi BUDI UTOMO Camelina Simbolon Charo Lina Kaban Darma Bakti Darma Bakti Darma Bakti Darma Bakti David Putra P Situmorang Dean Amunike Dewi Roma Widya Dewinta, Astrid Fauzia Dian Puspitasari Dian Puspitasari Dian Puspitasari Dian Puspitasari DWI SURYANTO Eka Tri Rahayu Eryana Dhalia Drajad Ginting Eryana Dhalia Drajad Ginting, Eryana Dhalia Drajad Eunike Saron Meliala Fadhilah, Amanatul Fatimah Murni Febrina Rahmadanti Putri Fina Fitriyani Ginting, Sara Silva Beru Hasan Sitorus Hesti Wahyuningsih Huria Marnis Indah L. M Tambunan Intan Iksaura Ginting Ipanna Enggar Susetya Ipanna Enggar Susetya Ipanna Enggar Susetya, Ipanna Enggar Isten Sweno Tamba Jeni Ariyanti Julia Syahriani Hasibuan Kartika Dewi Khairunnisa M Mahrozi Sagala Mars Sella Sinurat Mikha Febryana Samosir Miswar Budi Mulya Mohammad Basyuni Muammar Muammar Muhammad Mukhlis Kamal Muhammad Mukhlis Kamal, Muhammad Mukhlis Mujtahidah, Tholibah Nanda Mutia Hardianti Orbita R. Dhuha Pindi Patana Putri Permata Sari Sirait Putri Widyawati RIDWAN AFFANDI Rina D’Rita Sibagariang Rina Sari Lubis Rusdi Leidonald Ruth Aprilyanti Napitupulu Sara Silva Beru Ginting Sari Marina Saragi Sinaga, Jessica Siregar, Rizky Febriansyah Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Sudoyo Lumban Tobing Syammaun Usman Tarigan, Adriana Ternala Alexander Barus Toibullah Siregar Vinces Agriani Lase Vindy Rilani Manurung Yenni Ningsih Siringoringo Yenni Ningsih Siringoringo Yenni Ningsih Siringoringo, Yenni Ningsih Yessy Christanty Yuli Wulandari Yunasfi Yunasfi Djayus yunasfi yunasfi Yunasfi Yunasfi Yunasfi, Yunasfi Yunus Afifuddin Zulham Apandy Harahap