Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENANGGULANGI PERILAKU AGRESIF SISWA DI SMK NEGERI 1 TOMA TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Luahambowo, Baspuri; Luaha, Lusia RiangHati
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.7409

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perilaku agresif siswa yang belum optimalnya pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Toma khususnya belum terselenggaranya layanan konseling kelompok. Penelitian inibertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan perilaku agresif siswa sebelum diberikan layanan konseling kelompok. 2) Mendeskripsikan perilaku agresif siswa Sesudah diberikan layanan konseling kelompok 3) Menguji keefektifan layanan konseling kelompok efektif dalam menanggulangi perilaku agresif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment the one-group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu “angket model skala Likert tentang perilaku agresif siswa” sebanyak 20 item dengan reliabilitas 0,932. Hasil penelitian menunjukkan. 1) Tingkat perilaku agresif siswa sebelum diberikan layanan konseling kelompok berada pada kategori tinggi 69,05, di mana ada siswa yang beperilaku agresif seperti perilaku bentus perkelahian, tidak mengikuti aturan, tindakan yang merusak, dan menunjukkan permusuhan yang tampak dalam bentuk suka bertengkar dengan teman. 2) Tingkat perilaku agresif siswa setelah diberikan layanan konseling kelompok berada pada kategori rendah 45,80, di mana siswa mampu menahan diri untuk tidak melakukan perilaku agresif. 3) Layanan konseling kelompok efektif dalam menanggulangi perilaku agresif siswa diperoleh Zhitung 3.92 dengan N 20 dan a 0,05, hipotesis H. Kesimpulan penelitian, setelah pelaksanaan layanan konseling kelompok perilaku agresif yang berbentuk perkelahian berkurang, perilaku yang menunjukkan adanya keinginan tidak mengikuti aturan berkurang, tindakan-tindakan yang bertujuan merusak berkurang, dan tindakan yang menunjukkan permusuhan yang tampak dalam bentuk suka bertengkar dengan teman juga berkurang. Saran: Hendaknya bagi siswa yang memiliki perilaku agresif disarankan mengurangi perilaku agresif dengan memanfaatkan layanan Bimbingan dan Konseling melalui layanan konseling kelompok. Hendaknya guru Bimbingan dan Konseling melakukan kegiatan layanan konseling kelompok secara intensif dan berkelanjutan untuk menanggulangi perilaku agresif siswa dan memberikan arahan kepada siswa agar dapat melakukan kegiatan berkelompok yang positif di sekolah maupun di luar sekolah.
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM PERILAKU MENYIMPANG SISWA SMP DI DESA HILISATARO NANDISA KECAMATAN TOMA TAHUN 2024 Luahambowo, Baspuri
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : mendeskripsikan peran teman sebaya dalam perilaku menyimpang siswa SMP Negeri 1 Toma, mendeskripsikan perilaku menyimpang siswa SMP Negeri 1 Toma. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui teknik wawancara, observasi, kajian pustaka dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, data display, kesimpulan/verifikasi. Setelah itu, dilakukan pengecekan keabsahan data dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peran teman sebaya dalam perilaku menyimpang yaitu sebagai pemberi informasi yang menarik seperti informasi jenis minum-minuman keras, dan jenis-jenis rokok, mengajak merokok bersama, bermain game hingga larut malam. 2)Perilaku menyimpang siswa SMP SMP Negeri 1 Toma adalah siswa sering berbohong kepada orangtua dan guru di sekolah, membolos dari sekolah, berpesta pora semalaman untuk dengan teman-temannya, dan meminum minuman keras dan pernah terlibat perkelahian dengan temannya. Kesimpulan penelitian teman sebaya berperan dalam perilaku menyimpang siswa karena siswa lebih percaya kepada teman sebayanya untuk mencurakan isi hatinya atau permasalahan yang dihadapi. Namun dukungan dari teman sebaya tidak selalu memberikan solusi yang baik, bahkan memperburuk keadaan, karena dukungan dari teman sebaya ada yang berdampak negatif yaitu mengajak merokok bersama, memboles dari sekolah, dan meminum minuman keras.
ANALISIS HUBUNGN SOSIAL SISWA DALAM KEGIATAN BELAJAR MELALUI TEKNIK SOSIOMETRI Baspuri Luahambowo
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.8395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola hubungan sosial, menentukan posisi sosial siswa, serta menganalisis keterkaitan antara posisi sosial dengan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan teknik sosiometri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Toma yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar angket sosiometri, pengamatan, dan wawancara tidak terstruktur. Data diolah melalui pembuatan matriks sosiometri, tabel rekapitulasi, dan divisualisasikan dalam bentuk sosiogram untuk memudahkan analisis mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 siswa, sebanyak 1 siswa (3,3%) berada pada kategori sangat populer, 5 siswa (16,7%) pada kategori populer, 12 siswa (40,0%) pada kategori rata-rata, 7 siswa (23,3%) pada kategori terabaikan, serta 5 siswa (16,7%) pada kategori ditolak. Sosiogram memperlihatkan struktur hubungan yang terpusat pada siswa ZFA sebagai siswa paling populer, sedangkan siswa yang ditolak menempati posisi pinggiran paling luar tanpa menerima pilihan sama sekali dari teman sekelasnya. Kesimpulan penelitian ini adalah teknik sosiometri efektif mengungkap struktur hubungan sosial yang tersembunyi di kelas, dan posisi sosial siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kenyamanan, keberanian berpendapat, serta partisipasi dalam proses belajar. Sebagai implikasi, disarankan bagi guru dan konselor sekolah untuk menyusun program layanan yang mendukung peningkatan hubungan sosial, terutama bagi siswa yang kurang diterima agar dapat berkembang secara optimal baik dari segi sosial maupun akademik.