Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Keberhasilan Usaha Industri Kecil Sukses (Studi Kasus IKM Kulit di Perkampungan Industri Kecil/PIK Pulo Gadung Jakarta Timur) Aam Amaningsih Jumhur
Risenologi Vol. 8 No. 1 (2023): Risenologi
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/j.risenologi.2023.81.461

Abstract

Keberhasilan usaha yang ditunjukkan dari cash flow, omzet, profitabilitas, peran penting pemerintah selama ini belum membuka peluang bagi peningkatan kemampuan institusi industri kecil. Model pendekatan yang sentralistik sangat berpengaruh terhadap pola-pola intervensi yang cenderung birokratis dan tidak fleksibel. Ketidakberhasilan dari pembinaan industri kecil saat ini bisa juga disebabkan oleh ketidaktahuan pihak pembina (pemerintah) terhadap apa yang dibutuhkan oleh industri kecil. Sebagaimana kita ketahui bahwa kebutuhan dari industri kecil tidak semuanya sama, contohnya tidak hanya masalah permodalan yang merupakan penghambat utama pengembangan industri kecil, karena kesulitan industri bukan masalah permodalan saja. Dari permasalahan diatas, sebaiknya program pembinaan industri kecil diarahkan kepada bagaimana industri kecil tersebut mampu mencapai sukses. Pengumpulan data merupakan pencarian data-data perusahaan yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data yang diambil berasal dari Industri Kecil kulit 8 Industri Kecil Maju, 8 Industri Kecil Sedang dan 8 Industri Tidak Maju, semua responden berjumlah 24 buah dari Perkampungan Setelah data-data yang diperlukan dalam penelitian ini terkumpul maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pengolahan data. Dalam penelitian ini data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil bahwa score tertinggi adalah Bahan baku dengan skor 2.32. Diikuti oleh Tenaga kerja, modal (2.25), diikuti oleh Pengolahan SDM (1.54); diikuti Manajemen SDM, Organisasi (1.53) dan yang terakhir Jenis Produk; (0.93). Dengan demikian Bahan baku dinyatakan lolos untuk dipilih sebagai Faktor yang berpengaruh terhadap Industri kecil kulit.
Pengembangan Model Strategi Manufaktur Industri Kecil Batik Berbasis Community Learning Centre (Studi Kasus IKM Batik Trusmi Cirebon) Aam Amaningsih Jumhur
JIE Scientific Journal on Research and Application of Industrial System Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/jie.v8i1.4187

Abstract

Peningkatkan daya saing industry kecil batik Trusmi salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengembangkan kapabilitas ataupun kompetensi perusahaan didukung oleh keahlian mendisain batik dan memproduksi batik sehingga SDM batik harus dijamin ketersediaannya. Upaya untuk kesediaan SDM bidang batik melalui Community Learning Centre sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha batik. Community Learning Centre adalah Pusat Kelompok yang melaksanakan pembelajaran mandiri mengenai desain dan proses pembuatan batik Trusmi di Kawasan Klaster Industri Kecil Batik Trusmi Cirebon. Pemasaran menembus pasar internasional maka perlu  peningkatan kompetisi global bagi usaha batik, untuk menanggapi kondisi tersebut maka usaha batik harus memiliki daya saing. Perusahaan manufaktur harus mengadopsi dan mengimplementasikan strategi manufaktur jika ingin tetap memiliki keunggulan bersaing. Tujuan penelitian adalah mengetahui strategi manufaktur dan strategi bersaing berpengaruh terhadap community learning centre. Metode penelitian ini menggunakan metode Struktural Equation Modelling (SEM), dengan  indikator dari strategi manufaktur antara lain: biaya, fleksibilitas, inovasi, teknologi, pengetahuan, kemampuan, kualitas, suplayer dan delivery. Indikator dari strategi bersaing antara lain: diferensiasi murni, fokus, penetrasi pasar, pengembangan produk dan pengembangan pasar. Indikator dari kinerja perusahaan antara lain: keuntungan, perkembangan, efisiensi, produktifitas dan kepuasan konsumen.  Hasil penelitian menunjukkan strategi manufaktur berpengaruh terhadap strategi bersaing. Strategi bersaing juga berpengaruh terhadap community learning centre. Kemudian strategi manufaktur berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Sehingga Daya Saing industri kecil batik Trusmi dapat ditingkatkan dengan menerapkan strategi manufaktur yang tepat berdasarkan indikator-indikator yang telah diteliti.
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN LITERASI KELUARGA MELALUI CERITA GAMBAR CERITA RAKYAT DALAM DIGITAL POWTOON Nurita Bayu Kusmayati; Mohammad Maiwan; Aam Amaningsih Jumhur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21777

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat melalui peran orang tua dengan membaca cerita rakyat cerita gambar dalam digital powtoon bertujuan untuk meningkatkan literasi keluarga melalui keterampilan berpikir, membaca dan menulis, atau keterampilan lain yang dibutuhkan. Literasi keluarga penting dilakukan secara dini agar setiap anggota keluarga memiliki kemampuan literasi yang lebih tinggi untuk dapat memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupan nyata terutama dalam mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang diperolehnya. Pemilihan desa Tanimulya sebagai sasaran program mengacu pada potensi Sumber Daya Manusia di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat berjumlah 36.925 orang penduduk, dengan 1.176 Kepala Keluarga, dengan jumlah anak usia produktif sekolah di jenjang PAUD, Sekolah Dasar dan jenjang Pendidikan menengah cukup tinggi (usia 7-18 tahun yang sedang sekolah sebanyak 5.675 laki-laki dan 4.789 perempuan, data Profil Desa Tanimulya tahun 2022). Pelatihan literasi keluarga melibatkan sampel warga Desa Tanimulya dengan 50 orang peserta pelatihan. Kegiatan literasi keluarga dilakukan dengan mengoptimalkan peran orang tua dalam membaca cerita gambar cerita rakyat yang disajikan dengan memanfaatkan media digital powtoon. Cerita gambar cerita rakyat disajikan dalam media digital powtoon yang bisa diakses dengan android oleh orang tua untuk digunakan menceritakan cerita rakyat kepada anggota keluarga (anak). Cerita bergambar menyajikan cerita rakyat yang dapat diakses dalam media digital powtoon sebagai alternatif bahan bacaan yang mudah diakses secara ekonomis dan mudah dimanfaatkan oleh orang tua, dan anggotakeluarga. Strategi yang diterapkan dalam pelatihan ini 1) melakukan analisis kebutuhan2) menyusun rancangan program literasi keluarga, 3) implementasi program lietrasi keluarga,4) evaluasi program literasi keluarga.
PKW Program 2018-2020: The Transformation of Mutiara Waste Bank Jakamulya Village Bekasi to Implement 3R-based Technology Kholil, Ahmad; Budiaman; Jumhur, Aam Amaningsih; Mirtawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) (DOAJ & SINTA 3 Indexed)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPMM.005.2.04

Abstract

The impact of not optimal waste management in Jakamulya Urban Village, Bekasi City, which is always flooded by garbage and Situ Wo which cannot hold water. Efforts to manage waste from its source have been made with waste banks but have not been optimal. The objective of the Regional Partnership Program (PKW) with Bekasi City is to increase community participation in waste management with the 3R concept (reuse, recycle, reduce). Based on the results of implementing the PKW program, it can be concluded that the operation of the Mutiara Waste Bank in Pondok Suryamandala, Jakamulya Village, Bekasi City based on TPS 3R is the key to handling community-based (communal) waste which is very effective for waste management that is directly the community as a plus manager (home industry owner). Without this communal system, it is impossible for waste to be handled completely or sustainably. Cultivating good waste disposal methods starting from the household environment to submitting waste to the Waste Bank is an effective method at the community level that will ultimately be independent of the community in managing their own waste. Organizing TPS 3R into a center for the maximum utilization of organic and inorganic waste is a communal-based waste management program that will definitely cut the chain of waste distribution from TPS 3R to landfills.
PELATIHAN TECHNOPREUNER UNTUK MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA Prihantoro, C. Rudy; Avianti, Ratu Amilia; Jumhur, Aam Amaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The solution offered to solve partner problems is Technopreneurship Training to Develop an Entrepreneurial Spirit in Teachers as educators. After the community service program is implemented, it is hoped that teachers can develop entrepreneurs. In the learning process, they must have networks and collaboration with the business/industry world. The implementation of Technopreneurship Training seeks to foster the entrepreneurial spirit of teachers. Presentation of entrepreneurship material includes: (1) the Technopreuner concept, developing a strong Technopreuner spirit - Business Management Managing a business with correct management starting from product design, to financial management. The training went very well and smoothly. All the training participants seemed very enthusiastic and listened seriously to the explanations from the speakers. Their appreciation for this training was not only because of the theory presented, but also because it was accompanied by direct practical sessions guided by resource persons. This makes complex materials easier to understand and implement. During the discussion and question and answer sessions, participants were very active in asking relevant questions regarding the material that had been presented. The resource person patiently and earnestly explained each question in detail and gave concrete examples. His response to each question demonstrated his expertise and proficiency in understanding and communicating the material effectively to the participants. Abstrak Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah Pelatihan Technopreneurship untuk Menumbuhkan Jiwa Technopreuner pada Guru sebagai pendidik. Setelah program pengabdian masyarakat dilaksanakan diharapkan Guru dapat mengembangkan entrepreneur dalam proses pembelajaran harus memiliki jaringan dan kerjasama dengan dunia usaha/industri.. Pelaksanaan Pelatihan Technopreneurship diusahakan menumbuhkan Jiwa wirausaha Guru. Penyampaian pemaparan materi kewirausahaan diantaranya: (1) konsep Technopreuner, mengembangkan semangat Technopreuner yang tangguh - Manajemen Usaha Mengelola usaha dengan manajemen yang benar mulai dari desain produk, hingga manajemen keuangan. Pelatihan berjalan dengan sangat baik dan lancar. Semua peserta pelatihan tampak sangat antusias dan menyimak penjelasan dari narasumber dengan sungguh-sungguh. Apresiasi mereka terhadap pelatihan ini bukan hanya karena teori yang disampaikan, tetapi juga karena disertai dengan sesi praktek langsung yang dibimbing oleh narasumber. Hal ini membuat materi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan diimplementasikan. Selama sesi diskusi dan tanya jawab, peserta sangat aktif dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan seputar materi yang telah disampaikan. Narasumber dengan sabar dan penuh kesungguhan menjelaskan setiap pertanyaan dengan detail dan memberikan contoh yang konkret. Tanggapannya terhadap setiap pertanyaan menunjukkan keahlian dan kecakapannya dalam memahami dan mengkomunikasikan materi secara efektif kepada peserta.
PENINGKATAN KAPASITAS UMKM DALAM PENYUSUNAN RENCANA BISNIS jumhur, aam amaningsih; Rahmat Darmawan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the Educational Tourism Village of Cisaat Subang Village are able to create jobs and add value, success in increasing MSMEs means strengthening business in the community, the existence of MSMEs in the Village is community participation in the economic activity sector. Village MSMEs in BUMDES coordination need more optimal development in an effort to maintain the continuity of their business. The UNJ Community Service team is holding capacity building with the theme of preparing business plans by inviting experienced practitioners. The aim of increasing the capacity of Cisaat Village MSME actors is to instill an understanding of the purpose of increasing the potential of MSMEs by building a positive mindset of Cisaat Village MSME actors in planning their business. The method for increasing the capacity of MSME actors in Cisaat Village is carried out with assistance (a) Preparing a business plan; (b) Create a cash flow to obtain funding from Financial Institutions. In conclusion, increasing capacity in preparing business plans with the participation of Cisaat Village MSMEs can generally be implemented well and smoothly. It is hoped that the results of increasing capacity in preparing business plans can be followed up by applying for capital loans from financial institutions to expand Cisaat Village MSME businesses.Abstrak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Wisata Edukasi Desa Cisaat Subang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah, keberhasilan dalam meningkatkan UMKM berarti memperkokoh bisnis di masyarakat, keberadaan UMKM di Desa merupakan partisipasi masyarakat dalam sektor kegiatan perekonomian. UMKM Desa dalam koordinasi BUMDES perlu pembinaan lebih optimal dalam upaya mempertahankan keberlangsungan usahanya, team Pengabdian Pada Masyarakat UNJ menyelenggarakan peningkatan kapasitas dengan tema penyusunan rencana bisnis dengan mengundang para praktisi yang pengalaman. Tujuan peningkatan kapasitas pelaku UMKM Desa Cisaat adalah menanamkan pemahaman tujuan peningkatan potensi UMKM dengan membangun positive mindset pelaku UMKM Desa Cisaat dalam merencanakan usaha. Metode peningkatan kapasitas pelaku UMKM Desa Cisaat dilakukan dengan pendampingan (a) Penyusunan rencana bisnis; (b) Membuat chasflow untuk mendapatkan pendanaan dari Lembaga Keuangan. Kesimpulan, peningkatan kapasitas dalam penyusunan rencana bisnis dengan partisipasi pelaku UMKM Desa Cisaat yang secara umum dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Diharapkan hasil peningkatan kapasitas dalam penyusunan rencana bisnis bisa ditindaklanjuti dengan mengajukan pinjaman modal kepada pihak lembaga keuangan untuk memperbesar usaha UMKM Desa Cisaat.
Assessment Instruments for Critical Thinking Ability in Basic Work Lessons of Industrial Engineering Class Jumhur, Aam Amaningsih; Mahir, Imam; Avianti, Ratu Amilia; Susilawati, Risa
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 5 No 3 (2021): August
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.388 KB) | DOI: 10.23887/jere.v5i3.33861

Abstract

The quality of education for the improvement is inseparable from the application of appropriate assessments to measure the final result and a quality measuring instrument is needed so that the assessment instruments used by educational units must meet the requirements, one of which has evidence of empirical validation. This research was conducted to produce a valid and reliable assessment instrument for critical thinking skill. The research method used is Research and Development, using methods.4D development, namely 1) observation and study of literature, 2) expert validation test, 3) testing for students, 4) ready-to-use product. The results of this study obtained. the result of that type. research instrument. which is developed feasible. used with analysis indicators, interpretation, inference, evaluation, explanation, Induction, deduction. The assessment instrument developed was PG (Multiple Choice). The difficulty test shows that of the 40 questions made have a difficulty level of 0.27 to 0.44, which is in the difficult and moderate criteria, on the test results 5 questions are stated as good, 17 questions are stated as sufficient, and 18 questions are said to be bad. The instrument for assessing critical thinking skills in basic mechanical engineering subjects was declared valid for 30 out of the 40 questions made and the reliability value was 0.82, then it was declared as realistic. Conclusion, the instrument for assessing critical thinking skills in the basic engineering work course is feasible.
PKM RELAWAN PEDULI LINGKUNGAN DALAM MENUMBUHKAN SOCIALPRENEURSHIP BERBASIS BAHAN AJAR DIGITAL Budiaman; Kustandi, Cecep; Jumhur, Aam Amaningsih; Andaryati, Arenarita Peni; Susanti, Astri Febry
Bahasa Indonesia Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.201.2

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa socialpreneurship Relawan Peduli Lingkungan di SMPN 9 dan SMPN 21 Kota Bekasi. Jiwa socialpreneurship diharapkan dapat dipahami oleh siswa sekaligus diaplikasikan dalam pengelolaan sampah non organik sehari-hari, baik sampah rumah tangga, maupun sekolah. Prioritas permasalahan mitra yang akan ditangani dalam program ini adalah permasalahan dalam sistem pemilahan dan produksi sampah yang bernilai ekonomi tinggi, permasalahan dalam pemasaran ketika produksi bijih plastik dari berbagai jenis botol plastik sudah dikelompokan. Kegiatan ini dirancang dengan selalu memperhatikan keterlibatan mitra. Metode pelaksanaan berupa observasi dan FGD yang dilakukan di sekolah mitra yaituSMP Negeri 9 dan SMP Negeri 21 Kota Bekasi. Selain itu dilakukan simulasi pemilahan dan pencacahan botol plastik dengan menggunakan mesin insenerator. Solusi yang dapat diberikan dari setiap permasalahan adalah se agai berikut: (1) Memberikan pendampingan untuk pembina ekstrakulikuler lingkungan dalam menumbuhkan socialpreneurship siswa., (2) Memberdayakan relawan peduli lingkungan dalam memilah sampah non organik yang bernilai ekonomi tinggi, dan (3) Melakukan simulasi pengolahan sampah di Bank Sampah mitra dalam rangka menumbuhkan socialpreneurship.
HUBUNGAN HASIL BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DAN PENGALAMAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK KELAS XII KOMPETENSI KEAHLIAN OTOMOTIF Ilham Rizqi Aminudin; Jumhur, Aam Amaningsih; Avanti, Ratu Amalia
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.064 KB) | DOI: 10.21009/JPTV.4.1.23

Abstract

This study aims to determine the relationship between the learning outcomes of entrepreneurship and job training experience with a class XII student interest in entrepreneurship competence automotive expertise SMK X. This research method is correlation method. The population in this study is a class XII student competence automotive expertise SMK North Jakarta area as many as 4,461 students in 2019/2020, SMK 55, SMK 56, SMK 4, and SMK 36. The sampling technique used purposive sampling to determine the size of the sample using the formula Slovin and data analysis technique used is simple regression analysis and correlation. The results of this study were (1) the results of entrepreneurial learning has a positive and significant relationship to the interest in entrepreneurship class at SMK XII North Jakarta area with r1 values of 0.181 and a r2 by 3,2%. (2) Experience job training has a positive and significant relationship to the interest in entrepreneurship class XII at SMK Region North Jakarta with a value of r2 0,452 and a r2 by 20,3% (3) the results of study entrepreneurship and practical experience of field work jointly have a positive influence and significantly to class XII student interest in entrepreneurship at SMK North Jakarta area with values of 0.479 and r3 r2 result by 23%. Keywords: Quantitative Associative, Relationship Research, Interest In Entrepreneurship