Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGALAMAN KOMUNIKASI PELANGGAN PABERIK UPNORMAL COFFEE ROASTERY BANDUNG Desy Rahmawaty; Evi Novianti; Yustikasari Yustikasari
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of modern technology that is growing rapidly, it influences the formation of new innovations that attract the attention of young people. Like the innovation of processed coffee in a coffee shop that provides a variety of modern facilities, a varied menu and free internet network. Coffee shops can also be categorized as tourist attractions because they are visited by visitors during leisure time. Competition for coffee shops in the city of Bandung continues to increase, but Paberik Kopi Upnormal Coffee Roasters is an option for tourists, especially those who have an interest in coffee, this is because it provides an experience and a distinctive taste of coffee that has not been found in other coffee shops. The research method used is a phenomenological approach by Alfred Schutz and social construction theory by Peter L. Berger and Thomas Luckmann with a qualitative basis, and data collection techniques through interviews. The result of this research is that from a series of customer communication experiences, it is revealed that many types of communication experiences are felt by consumers, such as caring, openness, friendliness, indifference, and trust, but the communication experience that stands out the most and makes customers feel very comfortable is spending hours at Paberik Upnormal Coffee Roasters Bandung is an experience of open interpersonal communication between customers, and between customers and the manager of the Upnormal Coffee Roasters Bandung   Keywords: Coffee Shop; Communication Experience; Customer Communication
Pemberdayaan Perangkat Desa Terampil Bermedia dalam Membangun Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat terhadap Lingkungan di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Feliza Zubair; Iriana Bakti; Yustikasari Yustikasari
Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/abdihaz.v1i2.955

Abstract

The Empowerment of Skilled-Media Village Officials in Building Public Awareness and Concern for the Environment in Cikeruh Village, Jatinangor District, Sumedang Regency The village government staff is the spearhead of the village government duty whose job is to deliver and process various information relating to government programs, both central and regional government. In this digital era, almost all information flow is carried out through social media. For this reason, a skilled and capable village government staff is needed, especially in using and utilizing social media devices. Through social media, the village government able to socialize the government's relay program and other information to residents. The village service of Cikeruh village through media social has not run optimally. Therefore, training in managing social media, especially in the socialization of environmental hygiene issues, must be held. Universitas Padjadjaran is one of the higher education institutions holding the mandate of community service through education and research activities. This community service integrated with student work college was held in Cikeruh village, Jatinangor District, Sumedang Regency. The training method was lecture and discussion methods, as well as hands-on practice. Participants gained various knowledge related to message management and the use of social media, especially Facebook and Instagram. The results of the activity were the increasing of the knowing, attitudes, and behavior of participants in using Instagram and Facebook to increase effort in improving and restructuring the environment in Cikeruh Village.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @INFOBDGCOM DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI FOLLOWERS Difla Difla Firdaus; Yustikasari Yustikasari Yustikasari; FX Ari Agung Prastowo
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 2, Oktober 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.396 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i2.11360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial Instagram @infobdgcom dengan pemuasan kebutuhan informasi followers. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications dengan metode korelasional serta teknik analisis data deskriptif dan inferensial. Jumlah sampel sebanyak 100 orang. Responden di tentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket, observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara akun Instagram @infobdgcom dinilai dari penggunaan, isi pesan media dan hubungan individu dengan isi media dengan pemenuhan kebutuhan kognitif, afektif, integrasi personal, integrasi sosial dan pelepasan ketegangan dari followers-nya.Kata kunci: Kebutuhan informasi, Media Sosial Instagram, Pemuasan Kebutuhan Informasi, Uses and Gratifications Theory
HUBUNGAN ANTARA SAJIAN INFORMASI PENYULUHAN CITARUM BESTARI DENGAN SIKAP PESERTA TERHADAP GERAKAN “LIMA TIDAK” Ryan Ramadhan; Suwandi Sumartias; Yustikasari Yustikasari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 2 Issue 1, April 2020
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.895 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v2i1.8033

Abstract

Abstract This research uses quantitative method of correlational research type. The theory used is Martin Fishbein's Information Integration Theory. The analytical technique used is descriptive analysis by calculating frequency, categorization, and rating scale, as well as inferential analysis using rank spearman formula. The sample of this research is 62 people from 794 participants of activity taken by way of proportional strata sampling technique. The results of this study indicate that the significant relationship between Citarum Bestari and the participants' attitude to the five movements is not. Based on the result of the research, the researcher suggested that the information about the achievement of programs that have been done by government for normalization of Citarum River must be proven through photo, video or coverage of Citarum River improvement so that the participants believe any information submitted, then information in Citarum Program Bestari uses a pyramidal system, where information provides the best arugemtation at the beginning and end of the sentence, so that the participants give attention to the extension material from beginning to end, as well as the information in the Citarum Bestari Program also presents two-sided arguments, namely the government's shortcomings and government strength in the realization of the Citarum River normalization project, in order for the participants to trust the information conveyed as a truth  AbstrakPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian korelasional. Teori yang digunakan adalah Teori Integrasi Informasi dari Martin Fishbein. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menghitung frekuensi, kategorisasi, dan rating scale, serta analisi inferensial dengan menggunakan rumus rank spearman. Sampel dari penelitian ini adalah 62 orang dari 794 peserta kegiatan yang diambil dengan cara teknik sampling strata proporsional. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terhadap hubungan yang cukup berarti antara kegiatan Citarum Bestari dengann sikap peserta terhadap gerakan lima tidak. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar informasi mengenai pencapaian program-program yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk normalisasi Sungai Citarum harus dibuktikan melalui foto, video, atau liputan dari perbaikan Sungai Citarum tersebut agar para peserta meyakini setiap informasi yang disampaikan, kemudian informasi dalam Program Citarum Bestari menggunakan sistem piramidal, yaitu dimana informasi menyajikan arugemtasi paling baik di awal dan akhir kalimat, agar para peserta memberikan perhatian pada materi penyuluhan dari awal hingga akhir, serta informasi dalam Program Citarum Bestari juga menyajikan argumentasi dua-sisi, yaitu kekurangan pemerintah serta kekuatan pemerintah dalam realisasi proyek normalisasi Sungai Citarum, agar para peserta mempercayai informasi yang disampaikan sebagai suatu kebenaran. Keywords: Teori Integrasi Informasi, Sungai Citarum, Pemprov Jabar, Gerakan Lima Tidak
STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG ADAT CIREUNDEU SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KOTA CIMAHI Aryobimo Pratama; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Yustikasari Yustikasari
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 10 No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v10i1.672

Abstract

Kampung Adat Cireundeu menjadi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) dalam aspek budaya dan menjadi satu-satunya kampung adat yang menerapkan konsep desa wisata di Kota Cimahi. Kampung Adat Cireundeu memiliki beragam potensi, namun belum dikelola dan dikembangkan dengan baik sehingga belum menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, tulisan ini akan menganalisis beragam potensi serta kekurangan dan kelemahan Kampung Adat Cireundeu, sehingga strategi pengembangan desa wisata ini dapat diketahui. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara. Hal tersebut kemudian digali menggunakan analisis SWOT yakni Strength Opportunities (SO), Strength Treats (ST), Weakness Opportunities (WO) dan Weakness Threats (WT). Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan desa wisata tergantung pada strategi pengelolaannya, khususnya pada tingkat penerimaan dan dukungan masyarakat lokal yang berperan sebagai tuan rumah sekaligus menjadi pelaku penting dalam pengembangan desa wisata dalam keseluruhan tahapan, mulai dari perencanaan, pengawasan, dan implementasi.
HUBUNGAN ANTARA KREDIBILITAS PEMBICARA KEGIATAN SOSIALISASI KEPEMILUAN OLEH KPU KOTA BANDUNG DENGAN SIKAP PEMILIH DISABILITAS TERHADAP PILKADA SERENTAK 2018 Pandu Dwita Purnama; Iriana Bakti; Yustikasari Yustikasari
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.557 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i2.2335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara kredibilitas pembicara kegiatan sosialisasi kepemiluan dengan sikap pemilih disabilitas terhadap pilkada serentak 2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teori yang digunakan adalah Source Credibility Theory yang dikemukakan oleh Hovland. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Sementara itu, untuk mengumpulkan data, penulis melakukan penyebaran angket, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti antara kredibilitas pembicara kegiatan sosialisasi kepemiluan dengan sikap pemilih disabilitas terhadap pilkada serentak 2018.
Pola Komunikasi Insan Berkemampuan Khusus: Studi Etnografi Komunikasi pada Interaksi Sosial Insan Berkemampuan Khusus di Rumah Autis Cabang Depok Fitria Ayuningtyas; Anter Venus; Asep Suryana; Yustikasari Yustikasari
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 3, No 2 (2020): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v3i2.1785

Abstract

Komunikasi merupakan sesuatu hal yang fundamental dalam kehidupan sehari-hari. Peran dasar komunikasi adalah jembatan untuk membangun interaksi sosial. Komunikasi digunakan setiap manusia sebagai sarana dalam berinteraksi sosial, namun beberapa orang terkadang mengalami gangguan dalam berkomunikasi dengan faktor gangguan yang tentunya berbeda-beda. Salah satu orang yang mengalami gangguan komunikasi dalam berinteraksi yaitu anak berkemampuan khusus. Insan Berkemampuan Khusus (atau biasa dikenal oleh masyarakat umum sebagai manusia berkebutuhan khusus) telah resmi dicanangkan pada tanggal 3 Desember 2019, momentum hari Disabilitas Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember juga oleh Rumah Autis dianggap tepat untuk dijadikan hari Insan Berkemampuan Khusus atau IBK’s day. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian etnografi komunikasi.Hasil pengamatan dan wawancara yang didapat kemudian dianalisis menggunakan elemen yang terdapat pada etnografi komunikasi yang lebih dikenal dengan kata SPEAKING yang terdiri dari setting/scene, participants, ends, act sequence, keys, instrumentalities, norms of interaction, genre. Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa masalah utama dari insan berkemampuan khusus terutama anak autis adalah masalah komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Komunikasi yang digunakan oleh anak autis sangat unik dan menarik serta karakteristik dari autisme ini sangatlah beragam.
PEMAKNAAN PROFESI BEAUTY VLOGGER MELALUI PENGALAMAN KOMUNIKASI Filza Intan Mariezka; Hanny Hafiar; Yustikasari Yustikasari
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 2 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.132 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i2.920

Abstract

Di Indonesia, jumlah beauty vlogger terus mengalami peningkatan yang pesat semenjak 2015. Bahkan, sebagian besar dari mereka menjadikan kegiatan beauty vlogging sebagai pekerjaan tetap. Kemunculan dan perkembangan profesi ini juga menjadi sebuah bukti dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terbentuk dalam diri para pegiat beauty vlogger yang diarahkan melalui teori fenomenologi Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi kepustakaan. Sementara teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty vlogger memaknai profesi mereka menjadi tiga makna, yaitu upaya aktualisasi diri, sebagai mata pencaharian, dan sebagai panutan.Kata Kunci: Makna, profesi, beauty vlogger, pengalaman komunikasi In Indonesia, the number of beauty vloggers continues to increase rapidly since 2015. In fact, most of them make beauty vlogging activities as a permanent job. The emergence and development of this profession is also a proof of the development of information and communication technology. This study aims to determine the meaning that formed in the beauty vlogger through Schutz's phenomenological approach. This study uses a qualitative approach with phenomenology as the type of study. Data collection techniques used in-depth interviews, participatory observation, and literature studies. While the data validity technique uses source triangulation. The results of this study showed that the beauty vlogger interpreted their profession into three meanings: self-actualization efforts, livelihood, and role models.Keywords: Meaning, profession, beauty vlogger,communication experiences
MEDIA SUARA POLITIK MILLENNIAL INDONESIA Inayah Zahra Zahirah; Suwandi Sumartias; Yustikasari
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 5: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.188 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana brand strategy yang dibentuk oleh Pinter Politik sebagai Media Suara Politik Millenial Indonesia serta alasan millenial pengguna instagram tertarik dengan brand Pinter Politik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand strategy yang dilakukan Pinter Politik sebagai Media Suara Politik Millenial Indonesia berakar dari idealisme yang dituangkan kedalam brand identity, pemilihan channel, targeting dan strategi pemilihan konten. Dalam pembentukan brand identity diselaraskan dengan konsep visi misi dan memiliki nilai diferensiasi dibandingkan dengan media mainstream lainnya. Selanjutnya, pemilihan channel menggunakan strategi cross-media dimana berbagai kanal media sosialdigunakan agar dapat menjangkau target sasaran seluas-luasnya. Diawali dari penggunakan strategi cross-media ditemukan bahwa Instagram merupakan kanal paling aktif dibandingkan kanal lainnya.
IMPLEMENTASI CYBER PUBLIC RELATIONS PEMERINTAH KOTA CIMAHI SEBAGAI MEDIA INFORMASI PUBLIK MENGENAI PANDEMI COVID-19 DALAM MENDUKUNG E-GOVERNMENT Aditya Ilham Gunawan; Yustikasari; Aat Ruchiat Nugraha
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 6: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.098 KB)

Abstract

Agar terciptanya good govermance pemerintah kota cimahi menyediakan media informasi publik mengenai pandemi covid 19 yang ada di wilayah kota cimahi berupa website PICC sebagai bentuk implementasikan cyber public relation untuk mendukung e governance pemerintah kota cimahi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Cyber Public Relations yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Cimahi, yaitu untuk mengetahui Transparansi, Internet Porosity, The Internet As An Agent, Richness In Content, dan bagaimana cara meraih Reach dalam penyampaian informasi kepada publik untuk menjadi Good Governance (Pemerintah yang baik). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Adapun pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi (non partisipan), dan dokumentasi. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan reduksi data, penyajian data, dan juga penarikan kesimpulan atau verifikasi, untuk melakukan validasi data peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian yang diperoleh adalah pemerintah kota cimahi dalam mendukung e governance agar terciptanya good governance sudah mengimplementasikan cyber public relation dalam memberikan informasi yang transparan, kemudahan akses informasi, mengurangi penyampaian informasi menggunakan media cetak, membuatkonten yang baik, dan website kotacimahimulaidikenal dan mudah ditemukan dengan menerapkan search engine optimation (SEO) dan juga menggunakan hyperlink yang saling terintegrasi pada semua website maupun media sosial Instagram.