Claim Missing Document
Check
Articles

Kapabilitas Masyarakat dalam Mengelola Kampoeng Heritage Kajoetangan Kota Malang Mufida Rahmawati; Agus Purnomo; Idris Idris
Media Komunikasi Geografi Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v22i1.30254

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu alternatif dalam memeratakan pembangunan wilayah. Kampoeng Heritage Kajoetangan baru dikembangkan sejak tahun 2018 telah menjadi salah satu prioritas pengembangan wisata budaya di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kapabilitas masyarakat dalam mengelolanya. Hasil penelitian ini mengisi kekosongan dalam kajian kapabilitas masyarakat dalam mengelola daerah tujuan wisata. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara pada pengurus Kelompok Sadar Wisata dan warga setempat. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan model interaktif dengan mengacu pada teori Inskeep tentang kapabilitas masyarakat. Hasil dari penelitian tentang kapabilitas digambarkan dalam bentuk kemampuan pengelolaan dan penyediaan fasilitas pariwisata. Namun temuan lapangan menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas mereka masih relatif rendah karena belum seluruh masyarakat mau terlibat secara aktif. Oleh karena itu riset berikutnya disarankan untuk mengkaji terkait dampak sosial-ekonomi masyarakat dalam kegiatan pariwisata.
DAMPAK EKONOMI PENUTUPAN LOKALISASI BAGI MASYARAKAT SEMAMPIR KOTA KEDIRI Dyah Arum Ambarwati; I Dewa Putu Eskasasnanda; Agus Purnomo
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.17537

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak ekonomi penutupan lokalisasi Semampir di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah secara ekonomi penutupan lokalisasi berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Penutupan lokalisasi membuat pendapatan sebagian masyarakat Semampir menurun. Penurunan pendapatan hanya dirasakan oleh orang-orang yang bergantung hidup pada lokalisasi.
DINAMIKA PENGELOLAAN KAMPUNG INGGRIS OLEH MASYARAKAT DI DESA TULUNGREJO KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Nur Afni Lathifah; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.17645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Kampung Inggris oleh masyarakat di Desa Tulungrejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi Simpulan penelitian ini adalah pengelolaan Kampung Inggris ini dibagi menjadi 3 proses yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses perencanaan pengelolaan Kampung Inggris yaitu perumusan kebijakan yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintahan desa, paguyuban masyarakat, lembaga kursus, aparatur keamanan dan Forum Kampung Bahasa. Pada proses pelaksanaan, pihak-pihak terkait berkoordinasi menyebarkan kebijakan dengan berpartisipasi sesuai bidang pekerjaannya. Pada proses evaluasi, pihak-pihak terkait kembali berkoordinasi melalui musyawarah.
PERUBAHAN SOSIAL PETANI PENERIMA PROGRAM BUMDES AGENG DI DESA NGROTO KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Kiki Meylavinasari; Agus Purnomo; I Nyoman Ruja
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.17778

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan sosial pada petani penerima program BUMDes Ageng Desa Ngroto Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah BUMDes memberikan perubahan pada kondisi sosial masyarakat Desa Ngroto khususnya para petani. Perubahan sosial mempengaruhi mata pencaharian, interaksi, pendapatan, pendidikan. Petani di Desa Ngroto memilih menggunakan pinjaman usaha bibit di BUMDes Ageng karena lebih menguntungkan bagi kondisi sosial petani.Program yang diberikan BUMDes Ageng juga berhasil mengentaskan sebagian Rumah Tangga Hampir Miskin di Desa Ngroto dari 477 KK menjadi 27 KK.
INTERAKSI ANGGOTA KARANG TARUNA BHAKTI PERTIWI DALAM PENGEMBANGAN WISATA ANDEMAN BOONPRING DI DESA SANANKERTO KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG Siti Nur Azizah; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.18006

Abstract

Karang taruna Bhakti Pertiwi memiliki kegiatan utama mengelola wisata desa dalam bentuk eko wisata. Oleh karena itu tujuan artikel ini untuk menganalisis peran anggota karang taruna Bhakti Pertiwi dalam pengembangan wisata Andeman Boonpring di desa Sanankerto kecamatan Turen kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah dalam mengembangkan potensi wisata diperlukan kerjasama yang baik. Interaksi sangat penting untuk menjalin komunikasi yang dilakukan oleh orang perorangan untuk membangun suatu kerjasama. Karang taruna Bhakti Pertiwi dalam mengembangkan wisata Andeman Boonpring bekerjasama dengan BUMdes, Poktan, Pokdarwis dan masyarakat desa Sanankerto. Program kerja karang taruna Bhakti Pertiwi dalam pengembangan wisata antara lain spot foto, pembuatan galeri, bank sampah, penyewaan dekor, penyewaan sound system, pembuatan warung untuk relokasi pedagang. Semua itu bertujuan untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Andeman Boonpring.
DINAMIKA PENGEMUDI ANGKOT KOTA MALANG DALAM ERA TRANSPORTASI BERBASIS ONLINE Andhika Pratama; Agus Purnomo
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v9i2.18908

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah dinamika pengemudi angkot di Kota Malang dan mengetahui adaptasi mereka dalam menghadapi perkembangan transportasi online. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi data kuantitatif dan wawancara secara snowball. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif yaitu Pengumpulan, Reduksi, Penyajian, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika pengemudi angkot dipengaruhi oleh penurunan penghasilan yang signifikan. Terutama angkot yang melewati rute perbelanjaan modern dan kampus, sedangkan untuk angkot rute pasar tradisional dan area kota lama masih relatif stabil. Penurunan ini disebabkan angkot terdisrupsi oleh transportasi berbasis online. Pengemudi angkot memiliki dua strategi untuk menghadapi dinamika tersebut. Pertama, pengemudi angkot melakukan adaptasi dengan cara perbaikan fasilitas serta pelayanan. Kedua, tidak melakukan apapun dan menggantungkan pada takdir. Berbagai adaptasi perlu dilakukan agar angkot menjadi pilihan utama kembali. Peningkatan layanan dari pengemudi angkot menjadi penting untuk menjaga eksistensi moda transportasi ini. Oleh karena itu dukungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi dan pinjaman dana lunak diperlukan sebagai katalisator program.
DAMPAK KEGIATAN PRODUKTIF DI TAMBANG PASIR TERHADAP PUTUS SEKOLAH PADA JENJANG SMP Dimas Sulistyo Sunarto; Agus Purnomo; Siti Malikhah Towaf
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 30, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL
Publisher : Department of Accounting Education, Faculty of Teacher Training and Education Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpis.v30i1.9170

Abstract

One type of instant economic activity includes being sand miner and sand transporter in the sand mining area. The purpose of this study is to describe the impact of children's productive activities in the sand mine on dropout rates at the junior high school level in Keduwang Village, Blitar Regency. Respondents of the research data amounted to 38 children who carried out productive activities of sand mining. This study used cross-sectional survey research method with a quantitative approach that were supplemented with qualitative data. The collection technique used questionnaire, observation, and interviews. Data analysis techniques used descriptive data analysis techniques with the odds ratio method. The results indicate that the impact of children's productive activities in sand mining on dropout rates at junior high school level with decrease of children’s interest attending school. The results of odd ratio analysis indicate that the riskiest factor causing children to choose school dropout is productive activities in sand mining do not require special skills. The factor of not requiring special skills is proven to be six times the risk of causing children school dropout. The results provide description of how easy economic access and does not require skills has an impact on children's perceptions of going to school or working. Implications for the results of this research are expected to be a reference for government to pay attention to dropout rates that occur due to the productive activities of children in sand mining.
Meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi perdagangan internasional melalui model Make A Match di kelas IX C SMP Lab UM Yudha Intan Kartika Buana; Agus Purnomo
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 4, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.439 KB)

Abstract

Motivation is identified as one of the important factors in constructing knowledge. This process is a vital part of constructivism learning. The purpose of this article is to examine the motivational strength of its application in Classroom Action Research (CAR). The results show that there is very little attention in motivation. In fact, if educators can increase motivation it will have an impact on the construction stage of knowledge in students. Therefore there are at least 3 components that need to be considered related to motivation in constructivism learning, namely: (1) learning challenges, (2) dual goals, and (3) class climate.DOI: 10.17977/um022v4i12019p001
Pengembangan pembelajaran blended learning pada generasi Z Agus Purnomo; Nurul Ratnawati; Nevy Farista Aristin
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 1, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.72 KB)

Abstract

Every generation has beliefs, values, cultures, perspectives, interests, and different skills for life and work. The generation born in the early 2000s when the rapid development of such technology referred to as generation-z or net generation. Characters of this generation is very sensitive to technology and communication, meaning they have an advantage in the field of information and knowledge development. While the educators who were born in an earlier era are still not familiar with it so that educators often claimed to be "clueless" (stuttering technology). To address this need no new innovations in the learning process so that it complies with these characters. Combines conventional learning with communication media such as whatsapp and google drive is one easy solution social studies lesson on the generation-z. Learners who are accustomed to communicate using social networks can access the material and lesson plans that have been prepared with structured each meeting. So that they can read or prepare questions before the learning begins. The proportion of the use of e-learning in this study reached 35% so that it can be summed up as learning blended learning. This learning to stand on its information technology infrastructure and can be done anytime and anywhere. So learning blended learning has characteristics that are open, flexible, and can occur anywhere.Keywords: Generation Z and blended learning http://dx.doi.org/10.17977/um022v1i12016p070
Social construction on cultural multiculturalism Sukamto Sukamto; I Nyoman Ruja; Agus Purnomo
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 1
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.667 KB)

Abstract

This paper aims to disseminate the results of the study and get feedback about the "Social construction on Multiculturalism". Five years ago Ahimsa Putra states that the face of Indonesia as pluralism without multiculturalism. Until now the problem of multiculturalism has become something that must be kept alive in an attempt to minimize the incidence of national disintegration. Winter tried to rethink multiculturalism by taking a lesson from Canada, that Canada has experienced setbacks in implementing the work program of multiculturalism. While Pakulski looks at the implementation of multiculturalism policy program in Australia as a blur. Scuzzarello, with optimism, invites to care about multiculturalism and share power on different communities. Gozdecka (et al), in recent years after the multicultural declared, stated that it is a failure both in Europe and in Anglophone West. This study was conducted in Blitar, using a qualitative approach to data collection methods and also interviews with ten informants. As a result, the construction of the community regarding multiculturalism: they consider themselves as the brother. In addition they also describe that: (a) assert one's cultural identity, study and assess the cultural heritage of a person; (b) respect and desire to understand and to learn about (and from) cultures besides their culture; (c) assessing and were delighted with the difference in the culture itself, which saw that the presence of groups from different cultures in the community as a positive thing to be respected and maintained. The harmony was found both in everyday lives, especially in the Religious and National holidays, for example, Eid Al-Fitr, Vesak, Christmas, and others religious holiday. Other examples, it also happens during the commemoration of National Holiday such as the Independence Day, the Youth Pledge Day, and the others.DOI: 10.17977/um022v3i12018p059