Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Role of Motivation and Spiritual Meaning in Predicting Bullying Behavior among Islamic Boarding School Students Khamida Khamida; Fifi Khoirul Fitriyah; Hafid Algristian; Nur Hidaayah; Andikawati Fitriasari; Chuma Mohamed Muhibu; Iskandar
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v9i2.153

Abstract

Islamic boarding schools, known as pesantren, offer a distinctive educational experience where learning is intertwined with religious growth and community life. This research aims to evaluate the impact of school well-being and social support on the tendency for bullying in Islamic boarding schools. Specifically, the study investigates how personal motives and the perceived religious importance inherent in the pedagogical practices of these campuses can predict bullying behavior within the unique social environment and disciplinary system of pesantren institutions. We conducted interviews with 300 students across various pesantren. The cross-sectional survey utilized structural equation modeling (SEM). The findings indicate that personal qualities significantly predict an individual's spiritual meaning (β = 0.21, T = 3.18, p < 0.01) but do not directly relate to motivation or interest experience. In the context of pesantren, spiritual meaning is positively associated with these factors (β = 0.19, T = 2.87, p < 0.01). Spiritual factors significantly enhance motivation (β = 0.34, T = 5.62, p < 0.001) and spiritual meaning (β = 0.41, T = 6.48, p < 0.001). Social support emerges as the most reliable predictor of motivation (β = 0.38, T = 6.11, p < 0.001), interest experience (β = 0.29, T = 4.57, p < 0.001), and spiritual meaning (β = 0.26, T = 4.02, p < 0.001). Notably, interest experience negatively predicts bullying behavior (β = −0.31, T = 4.89, p < 0.001). These results underscore the crucial role of community and spiritual support in enhancing students' well-being and reducing harmful activities in pesantren.
INISIASI PROGRAM REHABILITASI PSIKOSOSIAL BERBASIS RUMAH SAKIT UNTUK ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SURABAYA Hafid Algristian; Lini Delina; Fifi Khoirul Fitriyah; Khamida Khamida; Nur Azizah A. S; Diyani Shafira Brylyani; Zafira Aliya Shafwa Putri Chambali; Khuzaimah Nur Juhanifah Rihhadatulays; Khadijah Khairul Bariyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38790

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa dan anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan perhatian khusus dalam penanganan psikososial. Keterbatasan fasilitas dan layanan khusus di rumah sakit mendorong perlunya inisiasi program rehabilitasi berbasis rumah sakit khususnya di Surabaya. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan terapi perilaku sebagai bagian dari layanan untuk ABK dan gangguan jiwa di RSI Surabaya Jemursari—yang mana di tahun ini akan dimulai berfokus pada peyuluhan Terapi Perilaku untuk ABK. Program ini bertujuan untuk memulai kerjasama antara lembaga kesehatan dan komunitas dalam menyediakan layanan terapi perilaku bagi ABK, serta merekrut pasien melalui promosi sosial media dan webinar. Tahapan pelaksanaan dimulai dengan FGD antar tim pelaksana dan mitra seperti RSI Surabaya Jemursari. Dilanjutkan dengan penyuluhan terapi perilaku yang melibatkan masyarakat awam, guru, dan tenaga kesehatan. Seminar daring diadakan dengan Yayasan Peduli Kasih ABK dan AMSA UNAIR untuk audiensi masyarakat, dan seminar bagi tenaga kesehatan di RSI Jemursari untuk mengenalkan layanan terapi perilaku untuk ABK. Penyuluhan dan seminar berhasil diadakan, melibatkan berbagai pihak untuk mendukung program ini. Rekrutmen tenaga kesehatan seperti psikolog klinis dan terapis perilaku telah dimulai. Upaya untuk merekrut pasien dilakukan melalui promosi di media sosial dan webinar. Sehingga disimpulkan inisiasi program telah berjalan dengan baik. Keberlanjutan program inisiasi Terapi Perilaku untuk ABK akan difokuskan pada promosi di komunitas dan sekolah, serta standardisasi layanan melalui pembuatan SOP, pelatihan, dan sertifikasi terapis perilaku.