Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pendampingan Gerakan Wanita Sejahtera Taat Pajak dan Upaya Peningkatan Usaha Berbasis Ekowisata I Gusti Agung Prama Yoga; I Wayan Chandra Adyatma; I Putu Gede Satria Wiraharja
Postgraduated Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.5.1.2024.1-8

Abstract

Indonesia has 3 tax systems, including the Self Assessment System, the Official Assessment System and the Withholding Assessment System. Self assessment is a tax collection system that gives trust and responsibility to taxpayers to take the initiative in registering themselves to obtain a Taxpayer Identification Number (NPWP) and take care of all their tax affairs independently. Starting from calculating, paying and reporting the annual tax return (SPT) itself. Annual personal income tax return (PPh OP) reporting must be carried out every year by taxpayers who have met the objective and subjective requirements no later than (report the OP tax return) at the end of March. Tax Return reporting has been mandated in the Law on General Provisions and Tax Procedures (KUP) article 3, where every taxpayer is required to fill out the tax return correctly, clearly and completely, and for the annual Income Tax Return OP must be submitted no later than 3 months after the tax year ends (WP OP) or no later than 4 months after the tax year ends (Corporate WP). The Prosperous Women's Movement is one of the non-political women's organizations that has a vision of improving women's empowerment. Taxes are mandatory contributions by taxpayers for state development. Women must now be sensitive to the times, educated and willing to learn. The theme of this PkM is smart women who obey taxes. The method used is to socialize taxation and ecotourism business opportunities, discussions, and mentoring. The assistance provided includes the preparation of NIK and NPWP as well as personal tax reporting. Women must have intelligence, because the world is too harsh if it is only devoted to beauty. Our taxes, for us. Wisely fulfilling tax obligations, then the development of the country will continue to develop. Warmadewa University advances the country from education and implements the tri dharma of higher education to prepare quality human resources, ecotourism insights, and global competitiveness.
Pendampingan Akuntansi Dalam Menentukan Harga dan Pengelolaan Persediaan Untuk Memajukan Usaha Masyarakat Desa Bangbang, Bangli Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; I Gusti Agung Prama Yoga; I Nyoman Angga Prabawa
Postgraduated Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.5.1.2024.40-49

Abstract

Financial statements play an important role in providing information for making business decisions or policies. Financial statements are the end result of the accounting process. However, there are still many stigmas in society that consider accounting to be difficult. In fact, if done consistently and orderly, the information obtained will greatly impact the sustainability of the business both as a source of information and a control tool. The most basic thing, in basic accounting that needs to be understood is the process of how financial statements are made. Starting from collecting transaction evidence, grouping, recording, analyzing and presenting accounting information. The first stage is collecting evidence. This initial stage is still widely ignored in recording. Even though transaction evidence is needed to prove the validity of transaction occurrences and measurements in transaction recognition. In collaboration with the Bangbang Village BUPDA, the service team conducted assistance involving the Tembuku Bangbang Bali Village community, namely traders, BUPDA (Baga Utsaha Padruwen Desa Adat) administrators and local LPD (Village Credit Institution) administrators in early June 2024 to get assistance and training on the role of accounting in advancing business, basic accounting, inventory methods, how to make transaction evidence by utilizing technology. The methods used were socialization and discussion groups. The obstacle so far that has been felt is the difficulty of compiling reports due to forgetting or not taking notes. Not everything is "well recorded" because they still use manual records. Shopkeepers do double duty serving customers, as well as cashiers and record keepers. So very often experience constraints lack of time to record, so there are some transactions that are missed recorded. This affects the relevance of transaction data. The service team helps provide assistance as well as tools and systems used to facilitate the creation of simple proof of transactions and cash flow using technology. So there is no need to write per-item transactions manually, but using software, inputting transactions, then printing notes automatically using a thermal printer. At the end of the period, you can draw a summary of transactions in the form of cash flow. It is hoped that this PKM can have a positive impact on the progress of the Village, especially the traders, the community and BUPDA. With the records of transactions, MSME players or organizations can get economic information related to business.
Pembinaan Aspek Perpajakan dan Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi UMKM di Kecamatan Mengwi Badung Ida I Dewa Ayu Manik Sastri; Luh Kade Datrini; I Gst Agung Prama Yoga; Ketut Sudarmini; Ni Nyoman Rusmiati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.3.2.2021.81-88

Abstract

Pengabdian masyarakat di Kecamatan Mengwi merupakan suatu bentuk kepedulian kita kepada masyarakat wajib pajak khususnya Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah serta anggota Profesi sebagai wajib pajak yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) namun mereka tidak tahu kewajiban yang harus dilakukan sehubungan kepemilikan NPWP tersebut. Kesadaran masyarakat untuk memiliki NPWP merupakan bentuk kepedulian terhadap pembiayaan pembangunan nasional melalui pembayaran pajak. Pajak adalah sumber terbesar penerimaan negara, mendatang pajak merupakan satu-satunya penerimaan negara untuk menyokong APBN. Pemerintah khususnya Dirjen Pajak selain mengharapkan dukungan masyarakat dalam bentuk pembayaran pajak, juga bentuk pertanggungjawaban masyarakat berupa pelaporan SPT Tahunan merupakan ukuran kepatuhan wajib pajak, semakin lengkap SPT terlapor, semakin baik tingkat kepatuhan wajib pajak, sehingga semakin mudah mengedukasi masyarakat dalam ikut membantu pembiayaan negara melalui pembayaran pajak. Bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Universitas Warmadewa ini dapat membantu kedua belah pihak yakni meringankan beban wajib pajak dan membantu DJP dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Pendampingan BUPDA Desa Bangbang Dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Desa Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; I Gusti Agung Prama Yoga; I Nyoman Angga Prabawa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.1-8

Abstract

BUPDA atau Baga Utsaha Padruwen Desa Adat adalah badan usaha milik desa adat, yang dikelola dan diperuntukkan untuk menyejahterakan masyarakat desa. Desa Bangbang terletak diwilayah Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali yang masih sangat menjunjung tinggi asas gotong royong dan kekeluargaan. BUPDA Bangbang memberi pelayanan jasa selip (penggilingan padi) dan grosir toko klontong. Masyarakat dapat menggunakan fasilitas selip (proses pelepasan kulit ari beras) dan tempat menjemur gabah (bulir padi yang terbungkus oleh sekam) hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari hasil panen untuk BUPDA, atau hanya mengganti biaya bahan bakar mesin tanpa dikenakan biaya tambahan lain. Hal ini sangat membantu warga dalam mengolah hasil panen. Selain itu BUPDA menjalankan usaha grosir berbagai keperluan pokok sehari-hari dan keperluan upacara adat secara grosir, yang nantinya akan dijual ecer oleh warga. Maka hal ini akan menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat yang membuka warung dan sejenisnya. Namun dalam BUPDA belum didukung oleh sistem pencatatan berbasis IT, sedangkan masih secara manual. PKM ini dilaksanakan dengan memberikan pendampingan penyusunan pencatatan akuntansi memanfaatkan IT (informasi dan teknologi), serta aspek perpajakan. Agar nantinya BUPDA dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK), memenuhi seluruh kewajiban terkait pajak, serta memanfaatkan IT untuk me-manage usaha dengan baik dan efisien. Pelaksanaan PkM melibatkan prebekel, prajuru adat, bagian administrasi, serta pembantu umum di BUPDA. Terdapat dua mitra yang terlibat, yaitu Prebekel Desa Bangbang dan Kantor Konsultan Pajak Rajawali Consulting. PkM dapat dijalankan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan.
Pendampingan Akuntansi dan Perpajakan Bumdes dan LPD Pada 9 Desa di Kintamani Barat Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Ida I Dewa Ayu Manik Sastri; I Ketut Selamet; I Wayan Sudemen; I Gusti Agung Prama Yoga; Desak Rurik Pradnya Paramita Nida
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.47-52

Abstract

Kintamani Barat (Kibar) adalah Desa Binaan Universitas yang menjadi tempat aplikasi ilmu dan teori yang ada di kampus untuk diejawantahlkan dalam dunia nyata dalam Upaya pembentukan Desa Wisata. Kintamani Barat memiliki 3 potensi besar yaitu: desa wisata, karena alamnya yang memukau, Mayoritas pertanian Kopi yang sudah memiliki penciri khas kopi Robusta dan arabica. Memiliki pernik-pernik budaya yang belum tergali sebagai daya dukung obyek wisata Batur dan Penulisan. Kintamani barat terdiri dari 9 Desa yaitu: Desa Mengani, Selulung, Belantih, Catur, Binyan, Belanga, Daup, Batukaang, dan desa Pengejaran. Melalui BUMDes dan LPD diharapkan antar Lembaga yang ada di masyarakat saling bersinergi untuk lebih maksimal menciptakan kesejahteraan masyarakat yang setara. Pendirian Bumdes dan LPD didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya meningkatkan kesejaheraan masyarakat. Oleh karena itu perlu upaya yang serius untuk menjadikan pengelolaan BUMDes dan LPD tersebut berjalan secara efektif, efisien, professional dan mandiri. Penyusunan laporan keuangan pada setiap entitas perlu dilaksanakan, tidak terkecuali pada BUMDesdan LPD. Laporan keuangan menjadi gambaran penting di dalam melihat posisi keuangan dan kinerja keuangan unit usaha. Laporan keuangan yang tersaji pada LPD masih menggunakan system manual dan belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan, hal ini dapat diatasi dengan mengajarkan pengelola menggunakan program akuntansi berbasis computer. Sedangkan Laporan keuangan BUMdes sudah terkomputerisasi, namun pengurus belum mengerti makna dan fungsi laporan keuangan dan cara menjelaskannya kepaada masyarakat. Pengelolaan manajemen usaha BUMDes dan LPD juga belum memadai, sehingga perlu pendampingan dengan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis sehingga dapat memanfaatkan potensi masyarakat secara optimal. Dengan adanya Pendampingan ini pengurus LPD dan BUMDes mampu menjelaskan kepada Masyarakat semua informasi yang tersaji dalam angka-angka laporan keuangan. Permasalahan kredit macet menjadi hal yang urgen untuk segera mendapatkan pemecahannya. Dalam PDB tersebut sudah diberikan Solusi dengan menyertakan peminjam pada Asuransi kredit dan bagi penabung agar terjaga keamanan dananya, maka disarankan masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan, sehingga baik penabung maupun LPD dan BUMDes aman dari masalah utang piutang dengan warga dan LPD serta BIMDes mendapatkan manfaat yang optimal.
Pendampingan Pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Pengurus BUMDES Se Kabupaten Bangli Ida I Dewa Ayu Manik Sastri; Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; I Gst Agung Prama Yoga
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.173-179

Abstract

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pendampingan bagi wajib pajak orang pribadi khususnya pengurus BUMDes se Kabupaten Bangli, dimana semua pengurus BUMDes diwajibkan memiliki NPWP namun mereka terkendala pada saat pelaporan SPT tahunan mereka. Wajib pajak yang telah memiliki NPWP banyak yang masih mengalami kesulitan saat pelaporan SPT Tahunan, dimana SPT harus diisi dengan benar, jelas dan lengkap melalui e -filling Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) juga membutuhkan pendampingan serta konsultasi, khsusnya bagi mereka yang memiliki penghasilan lebih dari satu pemberi kerja ataupun mereka selain sebagai pengurus BUMDes tetapi juga memiliki pekerjaan bebas. Peserta dalam kegiatan ini lebih banyak WPOP yang memiliki kesulitan pengisian SPT Tahunan karena mereka memiliki penghasilan lebih dari satu pemberi kerja, memiliki bukti potong tidak final lainnya serta pekerjaan bebas. Dengan dilaksanakannya pengabdian ini, pengurus BUMDes jadi memahami bahwa NPWP yang mereka miliki harus dipertanggungjawabkan memalui pelaporan SPT setiap tahun. Beberapa dari pengurus Bumdes terlayani dpelaporannya karena mereka memiliki semua peryaratan yang harus dibawa saat pelaporan dan Sebagian lagi belum bisa terlayani karena mereka belum mendapatkan bukti potong 1721 dari BUMDes, hal ini disebabkan karena BUMDes yang bersangkutan tidak mengetahui caranya membuat bukti potong 1721 melalui e SPT 1721. Pengabdian pada tahun berikutnya sebaiknya mengajarkan pengurus BUMDes membuat bukti potong 1721 melalui e SPT.
PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, SANKSI PERPAJAKAN, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK Marta Komang; I Gusti Agung Prama Yoga; LGP Sri Eka Jayanti Jayanti
Jurnal Riset Akuntansi Warmadewa Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Riset Akuntansi Warmadewa
Publisher : Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jraw.5.1.9980.1-6

Abstract

Pajak adalah pungutan terhadap masyarakat oleh negara berdasarkan undang-undang yang bersifat memaksa, dan terutang yang wajib dibayar dengan tidak mendapat imbalan secara langsung yang merupakan sumber utama bagi penerimaan negara khususnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, pemahaman peraturan perpajakan dan kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Penelitian ini dilakukan pada Kantor Samsat Bersama Gianyar dengan sampel penelitian yang berjumlah 100 responden yang diambil menggunakan teknik rumus slovin. Seluruh data yang diperoleh dari distribusi kuisoner layak digunakan, selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji hipotesis (uji t dan uji f). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, pemahaman peraturan perpajakan dan kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Bersama Gianyar. Hal ini menunjukkan semakin baik atau meningkat kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, pemahaman peraturan perpajakan dan kualitas pelayanan maka akan semakin meningkat pula kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat Bersama Gianyar.
Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Tanaman Herbal dalam Menanggulangi Rhinitis Alergi pada Siswa SMAN 1 Payangan, Gianyar Putu Rinawati Jayanti; Made Gita Ratnasari; I Gusti Agung Prama Yoga
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.118-124

Abstract

Latar belakang: Rhinitis alergi merupakan gangguan saluran napas atas yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu kualitas hidup serta prestasi belajar siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai pencegahan dan penanganan rhinitis alergi menyebabkan gejala sering diabaikan. Di sisi lain, potensi tanaman herbal lokal sebagai alternatif penanganan alami dan sumber pemberdayaan ekonomi belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai rhinitis alergi serta memberdayakan siswa melalui pelatihan pembuatan produk herbal berbasis tanaman lokal dan edukasi kewirausahaan. Metode: Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif di SMAN 1 Payangan, Gianyar, pada Oktober 2025. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan rhinitis alergi, pemeriksaan THT sederhana, pelatihan pembuatan produk herbal berbasis tanaman lokal, dan edukasi kewirausahaan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi siswa. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 40 siswa dan guru pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai gejala, faktor pencetus, pencegahan, dan penanganan rhinitis alergi. Nilai rata-rata post-test meningkat dibandingkan pre-test. Siswa juga mampu mempraktikkan pembuatan produk herbal sederhana berbahan sereh, daun mint, dan kenanga. Edukasi kewirausahaan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengemasan dan pemasaran produk berbasis tanaman lokal. Kesimpulan: Program edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berbasis tanaman herbal efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa terkait rhinitis alergi serta meningkatkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Program ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang berkelanjutan.
Akselerasi Literasi Perpajakan dan Pendampingan Teknis Coretax System untuk Penguatan Self-Assessment di RS Puri Raharja I Gusti Agung Prama Yoga; Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; Ida I Dewa Ayu Mas Manik Sastri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.123-137

Abstract

The implementation of the Coretax Administration System (CTAS) as part of Indonesia's digital tax transformation requires taxpayers' readiness to understand the technology-based tax administration system. However, low digital tax literacy and limited technical understanding of self-assessment mechanisms remain major obstacles, especially in institutions with high work mobility, such as hospitals. This community service activity aims to increase digital tax literacy and provide technical assistance with tax reporting using the Coretax System for Puri Raharja Hospital employees. The implementation method uses a participatory empowerment approach in three stages: seminars, assistance with filling out the Coretax for personal accounts, and follow-up consultation. The implementation will be carried out at Puri Raharja Hospital, Denpasar, in March 2026. Tax literacy seminars, technical workshops, and the opening of the "Tax Corner" were conducted to provide on-site assistance to medical personnel, administrative staff, and hospital management. The material provided includes the integration of NIK into NPWP, the operation of the Coretax portal, independent data validation, and simulation of reporting Annual Tax Returns forms 1770S and 1770. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the Coretax System, an increase in their ability to report taxes independently, and an increase in awareness of the importance of digital tax compliance. However, there are still obstacles, including application errors and a lack of readiness. This program is expected to foster a more adaptive, accurate, and timely tax compliance culture within Puri Raharja Hospital while advancing the transformation of national tax administration in the digital era.
A CRITICAL ANALYSIS OF THE IMPORTANCE OF RELIGIOUS INSTITUTION ACCOUNTABILITY FROM THE PERSPECTIVE OF PEMEDEK: BETWEEN SPIRITUALITY AND TRANSPARENCY I Gusti Agung Prama Yoga; Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; Ida I dewa Mas Manik Sastri
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 9 (2026): AUGUST
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21640128

Abstract

Accountability in religious organisations is commonly interpreted through financial reporting and governance mechanisms, overlooking the influence of indigenous cultural and spiritual values. This study explores how accountability is socially constructed from the perspective of worshippers (pemedek) at Pura Agung Besakih, Bali. Employing a qualitative ethnographic approach and Bourdieu's Theory of Practice, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that accountability extends beyond administrative transparency and is rooted in the religious values of dharma, bhakti, and yadnya, which cultivate religious habitus and spiritual trust. These values are institutionalised through Purana and awig-awig, generating symbolic capital that legitimises temple governance. Accountability is further reinforced by the principles of karmaphala and the relationship between sekala and niskala, functioning as internal spiritual control mechanisms that encourage ethical behaviour. Administrative accountability complements, rather than replaces, this moral foundation by strengthening public trust through transparent financial management. Based on these findings, this study proposes an Inculturated Accountability Model, demonstrating that accountability in religious organisations is a culturally embedded process integrating religious values, customary institutions, symbolic legitimacy, spiritual control, and administrative transparency to support sustainable temple governance.
Co-Authors Agung Adi Wiranata Arini, Ni Komang Cokorda Krisna Yudha Datrini, Luh Kade Desak Rurik Pradnya Paramita Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Dewi, A.A Sagung Laksmi Dewi, Putu Eka Dianita Marvilianti I Dewa Nyoman Badera I Gusti Ayu Intan Saputra Rini I Gusti Ayu Intan Saputra Rini I Gusti Ayu Made Asri Dwija Putri I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi I Kadek Agus Ardika I Ketut Selamet I Ketut Yadnyana I Made Chandra Mandira I Made Gandhi Adityawarman I Nyoman Angga Prabawa I Nyoman Angga Prabawa I Putu Gede Satria Wiraharja I Wayan Chandra Adyatma I Wayan Chandra Adyatma I Wayan Sudemen Ida I Dewa Ayu Manik Sastri Ida I Dewa Ayu Manik Sastri Ida I Dewa Ayu Manik Sastri Ida I Dewa Ayu Mas Manik Sastri Ida I dewa Mas Manik Sastri Kawisana, Putu Gede Wisnu Permana Ketut Sudarmini Komang Ayu Trisna Dayanti LEDA, Thereza Gradeno LGP Sri Eka Jayanti Jayanti Luh Kade Datrini Luh Kade Datrini Made Gita Ratnasari Manik Sastri, I. I. D. A. Marta Komang Ni Komang Arini Ni Luh Nyoman Sherina Devi Ni Nyoman Rusmiati Nida, Desak Rurik Pradnya Paramita Nida, Desak Rurik Pradnya Paramitha Prabawa, I Nyoman Angga Putu Gede Wisnu Permana Kawisana Putu Gede Wisnu Permana KAWISANA Putu rinawati Jayanti Rini, I Gusti Ayu Intan Saputra Sastri, Ida I Dewa Ayu Manik Sastri, Ida I Dewa Ayu Mas Manik Selamet, I Ketut Sudemen, I Wayan Tjokorda Istri Agung Lita Apriliana DEWI Tjokorda Istri Agung Lita Apriliana Dewi Ujianti, Ni Made Puspasutari Wiranata, Agung Adi Yuliana, Ni Made Mita