Djoko Budi Santoso
Universitas Negeri Malang

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tingkat Self Awareness Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Angkatan 2017 Universitas Negeri Malang Sebagai Kesiapan Menjadi Konselor Sekolah Aulia Fiki Aprina; Irene Maya Simon; Aulia Fiki Aprina; Irene Maya Simon; Djoko Budi Santoso
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.621 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i42021p328-335

Abstract

Abstract: Self awareness is an individual's ability to recognize themselves and potential. Self awareness is important for guidance and counseling students to identify their own weaknesses and strengths, attitudes toward others, and manage emotions as readiness becomes school counselors. This research aims to describe the level of self-awareness of guidance and counseling students of 2017 class State University of Malang for readiness to become school counselors. The research used a quantitative approach with a survey as a data collection method. Survey research is used to gather information about self-awareness through statements. 30 percent of the population is used for trials and 70 percent is used for samples. The sampling technique is probability sampling. Data collection using a questionnaire using percentage analysis techniques. The results showed that the overall level of self-awareness was in high (81 percent), medium (19 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the attention aspect is in high (99 percent), medium (1 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the wakefulness aspect is in the high (66 percent), medium (34 percent), low (0 percent) category. The level of self-awareness in the architecture aspect is in high (73 percent), medium (27 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the aspect of recall of knowledge is in high (84 percent), medium (16 percent), low (0 percent) categories. The level of self-awareness on the emotive aspect is in the high (93 percent), medium (7 percent), low (0 percent) category. Based on these data, it concluded that the level of self-awareness of guidance and counseling students of 2017 class State University of Malang tends to be high. Abstrak: Self awareness adalah kemampuan individu untuk mengenali diri dan potensi. Self awarenes penting bagi mahasiswa bimbingan dan konseling untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri, sikap diri terhadap orang lain, dan kelola emosi sebagai kesiapan menjadi konselor sekolah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat self awareness mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2017 Universitas Negeri Malang sebagai kesiapan menjadi konselor sekolah. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei sebagai metode pengumpulan data. Penelitian survei digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait self awareness mahasiswa melalui daftar pernyataan. 30% dari populasi digunakan untuk uji coba dan 70 persen digunakan untuk sampel. Teknik pengambilan sampel ialah probability sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan pengolahan data menggunakan teknik analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self awareness secara keseluruhan dalam kategori tinggi (81 persen), sedang (19 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek attention dalam kategori tinggi (99 persen), sedang (1 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek wakefulness dalam kategori tinggi (66 persen), sedang (34 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek architecture dalam kategori tinggi (73 persen), sedang (27 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek recall of knowledge dalam kategori tinggi (84 persen), sedang (16 persen), rendah (0 persen). Tingkat self awareness pada aspek emotive dalam kategori tinggi (93 persen), sedang (7 persen), rendah (0 persen). Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa tingkat self awareness mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2017 Universitas Negeri Malang cenderung tinggi.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Resiliensi Pada Peserta Didik Kelas XI di SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi Fajriyatus Syifa; Djoko Budi Santoso; Fajriyatus Syifa; Djoko Budi Santoso; IM Hambali
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.484 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i52021p346-355

Abstract

Abstract: This study aims to find out the correlation between peer social support and resilience in studens of class XI SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi. The research design uses descriptive correlational methods. The population of the study is students of class XI SMK Negeri 1 Glagah as many as 711 people. Then obtained a sample of 102 people using random sampling techniques. Data collection techniques use peer social support scale and resilience scale. Data analysis techniques using descriptive analysis and correlational analysis using the Pearson Product Moment Correlation test with SPSS 20 for Windows. The results of the correlational analysis showed that peer social support was positively and significantly related to resilience with a correlation coefficient value of 0.725 or the rate of correlation of both variables was strong. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi pada peserta didik kelas XI di SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Glagah sejumlah 711 orang. Selanjutnya sampel penelitian sebanyak 102 responden dipilih menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya dan skala resiliensi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional menggunakan uji Pearson Product Moment Correlation dengan bantuan SPSS 20 for Windows. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berhubungan secara positif dan signifikan dengan resiliensi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,725 atau tingkat korelasi kedua variabel adalah kuat.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Resiliensi Pada Peserta Didik Kelas XI di SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi Fajriyatus Syifa; Djoko Budi Santoso; Fajriyatus Syifa; Djoko Budi Santoso; IM Hambali
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.484 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i52021p346-355

Abstract

Abstract: This study aims to find out the correlation between peer social support and resilience in studens of class XI SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi. The research design uses descriptive correlational methods. The population of the study is students of class XI SMK Negeri 1 Glagah as many as 711 people. Then obtained a sample of 102 people using random sampling techniques. Data collection techniques use peer social support scale and resilience scale. Data analysis techniques using descriptive analysis and correlational analysis using the Pearson Product Moment Correlation test with SPSS 20 for Windows. The results of the correlational analysis showed that peer social support was positively and significantly related to resilience with a correlation coefficient value of 0.725 or the rate of correlation of both variables was strong. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi pada peserta didik kelas XI di SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Glagah sejumlah 711 orang. Selanjutnya sampel penelitian sebanyak 102 responden dipilih menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya dan skala resiliensi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional menggunakan uji Pearson Product Moment Correlation dengan bantuan SPSS 20 for Windows. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya berhubungan secara positif dan signifikan dengan resiliensi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,725 atau tingkat korelasi kedua variabel adalah kuat.
Komunikasi Interpersonal bagi Siswa SMK untuk Meningkatkan Kesiapan Kegiatan Praktik Kerja Industri Sebagai Program Layanan Bimbingan dan Konseling Elia Flurentin; Djoko Budi Santoso; Nugraheni Warih Utami; Riskiyana Prihatiningsih
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v5i12022p10-14

Abstract

Kegiatan pelatihan komunikasi interpersonal pada siswa SMK, bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan siswa untuk pelaksanaan pelatihan komunikasi interpersonal. Keterampilan komunikasi dibutuhkan dalam pelaksanaan Praktek kerja industri (prakerin), hal tersebut akan memberikan pengaruh terkait kemampuan sosial siswa dalam pelaksanaan prakerin. Interaksi siswa pada saat pelaksanaan Prakerin memberikan pengaruh keberhasilan pelaksanaan prakerin, keberhasilan dalam pelaksanaa prakerin ialah penguasaan keterampilan dan networking. Pelaksanan pelatihan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan oleh siswa SMK sebagai persiapan pelaksanaan prakerin, efektif dilaksanaan dengan durasi waktu yang lama dan proses pelatihan yang terstruktur. Sehingga, pelatihan keterampilan komunikasi interpersonal direkomenasikan untuk menjadi salah satu program layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan pelatihan diharapkan akan lebih terstruktur dan terencana, sehingga siswa menguasi keterampilan ini lebih matang sebagai salah satu keterampilan dalam melaksanaan Prakerin.