Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Internalization of Islamic educational values on clean living as an effort for the formation of environmental care attitudes for elementary school students Sutarto Sutarto
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/181600

Abstract

This qualitative research with a phenomenological approach aims to explore the pattern of internalizing Islamic educational values about clean living to form an attitude of caring for the environment at the Khoiru Ummah Curup Integrated Islamic Elementary School (SDIT). There were 8 informants in this study, 1 principal, 1 curriculum representative, and 6 teachers. Data collection techniques used semi-structured interviews and non-participant observation, then analyzed through four stages: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions or data verification. Checking the validity of the data using extended observations, technique triangulation, and source triangulation. The study found that the internalization of educational values about clean living to form an attitude of caring for the environment was carried out in three patterns: introduction and understanding, curriculum intervention, and habituation. The application of this pattern is expected to have an impact on students in forming attitudes and behaviors that care for the environment.
IMPLEMENTASI PENILAIAN KETERAMPILAN DALAM PEMBELAJARAN PAI ASPEK FIQH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGAMALAN IBADAH PRAKTIS SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 REJANG LEBONG Henri Halomoan Siregar; Fakhruddin Fakhruddin; Sutarto Sutarto
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i2.478

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah siswa masih banyak yang belum tahu bagaimana tata cara sholat, selain itu di temukan kendala-kendala dalam implementasi penilaian keterampilan yang dialami adalah penilaian keterampilan masih belum berjalan secara maksimal karena waktu sosialisasi penilaian keterampilan belum lengkap, perangkat penilaian yang begitu rumit dan guru masih belum begitu paham dengan pola penilaian autentik, khususnya penilaian keterampilan. Salah satu aspek yang dijadikan perubahan dan penataan dalam kaitannya dengan kurikulum 2013 adalah penataan standar penilaian yang disesuaikan dengan pada standar isi, standar kompetensi lulusan dan standar proses. Penilaian keterampilan dianggap penting dalam rangka meningkatkan pengamalan ibadah praktis siswa. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pengetahuan yang sudah dikuasai peserta didik dapat digunakan untuk memahami, mengingat dan mempraktekkan pesan-pesan dalam materi aspek fiqh. seingga mereka dapat melaksanakan ibadah praktis Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pemahaman guru mengenai penilaian keterampilan dapat dikatakan baik karena sesuai dengan prosedur penilaian dalam Standar Penilaian Kurikulum 2013. Begitu juga dalam penerapannya didukung dengan instrument perencanaan dan pelaksanaan serta pelaporan. Implementasi penilaian keterampilan terutama pada materi aspek fiqh di SMP Negeri 4 Rejang Lebong, berimplikasi baik untuk meningkatkan ibadah praktis siswa menjadi lebih baik. Hal ini karena siswa dituntut mempraktekkan langsung konten ibadah yang muncul dari materi pembelajaran.
Pengembangan Pengelolaan Perangkat Pembelajaran Praktik Berbasis Lingkungan dalam Penunjang Pembelajaran Kimia Eristiana Eristiana; Jumira Warlizasusi; Sutarto Sutarto
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol 6 No 1 (2023): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v6i1.5244

Abstract

This study aims to develop practical learning tools based on the environment to support chemistry learning for students at MAN 2 Lahat. This research uses a 3-D model; define (defining) by analyzing the students, teachers and materials. Design (Planning) by making product designs and developing (development), namely conducting validation and particularity tests. Implementation of practicum at MAN 2 Lahat in class X MIA, X IIS and X IIK students used an environment-based practicum method with enthusiasm, enthusiasm and a sense of responsibility. The validation results of the experts reached a score of 3.87 which was categorized as very valid and the test of environment-based learning tools reached a very practical implementation percentage of 96.67%. In conclusion, the environment-based practical learning tools developed to support chemistry learning for students at MAN 2 Lahat are declared valid and feasible to be used to support learning. Keywords: Development, Management, Practical Learning Devices
Pola Internalisasi Nilai-nilai Moderasi Beragama untuk menangkal Paham Radikal di Kalangan Mahasiswa Sutarto Sutarto
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 01 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i01.2982

Abstract

This qualitative research with a phenomenological approach aims to explore the pattern of internalizing the values of religious moderation to prevent the development of radical understanding among students. The research informants comprised 10 academic leaders with strategic positions as policymakers and 13 lecturers who teach religious subjects at IAIN Curup. Data collection techniques used semi-structured interviews and the Miles and Huberman analysis model. Checking the validity of the data is done by extending the interview and triangulation of sources. The results of the study show that the internalization of religious moderation values to prevent the development of radical understanding among students is carried out by inserting religious moderation values into courses, internalizing religious moderation values through the learning process, integrating religious moderation values through various student activities, internalization of the values of religious moderation through field practice, community service and special programs.
Paradigma Pendidikan Islam Integrasi dalam Kerangka Pendidikan Transformatif Sutarto
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i1.485

Abstract

Pendidikan Islam integrasi menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang, urgensi dan model pendidikan Islam integratif dalam membangun pendidikan transformatif. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan atau atau library research dengan menggunakan pendekatan perenialisme. Yaitu suatu kajian yang membahas tema tertentu secara mandalam dan tuntas dengan tetap berpegang pada batasan-batasan relativisme. Hasil pembahasan menemukan bahw ada empat aspek penting dalam pendidikan Islam yang harus diintegrasikan dalam pendidikan transpormatif. Pertama pendidikan jasimani, kedua pendidikan spiritual, ketiga pendidikan akal dan keempat pendidikan sosial. Beberapa model yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dalam pendidikan transformative, yaitu medel IFIAS, model ASASI, model Islamic Worlview, model struktur pengetahuan Islam, model keilmuan berbasis filsafat klasik, model keilmuan berbasis tasawuf, model keilmuan berbasis fiqih, model kelompok ijmali dan model kelompok Aligargh.
IMPLEMENTASI METODE PEMBIASAAN BERBASIS TEORI BEHAVIORISTIK DALAM MEMBINA KEDISIPLINAN SISWA DI RA TUNAS LITERASI QUR’AN CURUP UTARA Oktia Anisa Putri; Sutarto Sutarto
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol 3 No 5 (2023): February 2023
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v3i5.522

Abstract

One of the methods applied to instill discipline in early childhood is the habituation method. This method is a method based on behavioristic theory. The importance of discipline is instilled in children from an early age because it will affect the character and personality of children when they grow up. So that discipline must be instilled from a young age to prevent the destruction of future generations. The purpose of this study was to determine the implementation of the Behavioristic Theory-based habituation method in fostering student discipline at RA Tunas Qur'ani Literacy Curup Utara. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This study aims to describe the implementation of rewards in shaping the disciplinary character of young children. The technique of collecting research notes is structured interviews, non-participant observation, and documentation. This research uses a type of field research, which is a type of research where data collection is carried out in the field. There are two kinds of data sources, namely primary and secondary data sources. There are three data collection techniques used, namely observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation and data verification. While the technique of testing the validity of the data using triangulation techniques. The results of the research on the application of behavioristic theory-based habituation methods at RA Tunas Literacy Quranic Curup Utara are seen as effective in instilling Islamic values. It has been proven not only in class, but has been done through habituation when students are about to take ablution getting used to queuing, when children come to school they also don't forget to shake hands and greet the teacher greeting each other, taking turns, getting used to queuing culture, and other habits.
THE UNDERSTANDING OF ISLAMIC EDUCATION TEACHERS TO THE PRINCIPLES AND FOUNDATIONS OF CURRICULUM DEVELOPMENT AT SMK NEGERI 1 REJANG LEBONG Oktia Anisa Putri; Sutarto Sutarto; Muhammad Idris
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol 3 No 6 (2023): April 2023
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v3i6.523

Abstract

The purpose of this study was to find out about how Islamic Religious Education teachers' understanding of the principles and foundations of curriculum development at SMK Negeri 1 Rejang Lebong. To find out this, the researcher used a descriptive qualitative research method, namely to clearly describe and describe things that happened in the field. Data collection techniques used include; first, Observation, namely the activities that the author does directly jump into the field and observe the variables to be studied. The data that has been collected is then analyzed using data reduction analysis techniques, data presentation and data verification. The results of the study reveal that an educator's understanding of the principles and foundations in curriculum development must be emphasized, because without a deep understanding it will be very impossible for curriculum development to be carried out and achieve learning objectives. With a broad and deep understanding, if there is something in the curriculum that is not in accordance with the times, it will be very easy for an educator to correct the discrepancy with what is happening in the field.
Analysis Of The Needs Of Iain Curup Lecturer And Educational Personnel To Create Happiness In The Workplace Dewi Purnama Sari; Sutarto Sutarto; Hamengkubuwono Hamengkubuwono
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5234

Abstract

This qualitative research with a phenomenological approach aims to analyze the needs of IAIN Curup lecturers and educational staff related to the hope of realizing happiness in the workplace. Research informants consisted of 149 lecturers and 59 educational staff. The data collection technique used semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis, then checking the validity of the data using source triangulation. Based on the research results, it is known that in order to create happiness in the workplace, lecturers and educational staff at IAIN Curup expect improvement, maintenance, and arrangement of workplace facilities and environment, attention and support from leadership, clear SOPs for work, provision of rewards and openness in work.
Strategi guru untuk meningkatkan keterampilan 4c’s (kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis dan kreatif) dalam pembelajaran pendidikan agama islam Sutarto Sutarto
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 3 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232187

Abstract

Keterampilan kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis dan kreatif sangat diperlukan indivisu agar mampu bersaing dan tidak tergilas oleh dasyatnya persaigan global. Penelitian kualitatif fenomenologi ini bertujuan untukmengungkapkan strategi guru dalam meningkatkan keterampilan collaboration, communication, critical thinkingdan creativitysiswa dalam pembelajaran PAI. Informan penelitian terdiri dari empat orang guru pendidikan agama Islam, kepala sekolah dan wakil kurikulum SMPN 5 Rejang Lebong. Data penelitian dikumpukan dengan wawancara semi terstruktur dan observasi non partisipan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, terdiri dari tiga tahap yaitureduksi data, display data dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, triangulasi teknik dan truangulasi sumber. Hasil penelitian menemukan bahwa penugasan individu berbasis kelompok, berdiskusi, praktek, menerapkan model pembelajaran koopreatif learning two stay two stray dan tipe jigsaw merupak stategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan ketarampilan collaborationsiswa. strategi pembelajaran dengan tanya jawab dan strategi think, talk and write dan model talking stick digunakan guru untuk meningkatkan kemampuancommunication. Sedangkan critical thinkingditingkat dengan menerapkan strategi stimulus berbasis masalah, menerapkan modelproblem based learning dan model project based learning.Sementara untuk meningkatkan creativitydilakuan dengan strategi penugasan, diskusi, pembuatan sebuah prodak dan menerapkan model projek based learning.
LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Sutarto Sutarto
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 02 (2019): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v8i2.464

Abstract

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak di samping faktor hereditas. Lingkungan yang baik akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Begitu juga sebaliknya, lingkungan kurang baik akan memberikan dampak negatif terhadap anak. Tulisan ini akan membahas tentang lingkungan pendidikan perspektif Alquran dan implikasinya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini termasuk penelitian library research dengan pendekatan reflektif thinking. Berdasarkan pembahasan, dapat dipahami bahwa dalam perspektif Alquran, lingkungan pendidikan mencakup tiga hal, yaitu lingkungan alam, lingkungan dalam, dan lingkungan sosial. Lingkungan alam merupakan segala sesuatu yang berada di luar diri individu selain manusia, seperti iklim, alam, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Lingkungan dalam adalah segala makanan yang dimakan oleh individu. Lingkungan sosial merupakan segala sesuatu yang yang berada di luar diri indivudu yang berupa manusia, atau interaksi individu dengan individu lainnya, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat. Ketiga bentuk lingkungan itu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan individu, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik dapat mempengaruhi pertumbuhan jasmani, pertumbuhan sel-sel saraf, dan sebagainya. Secara psikis berpengaruh terhadap perkembangan sosioemosional, bakat, minat, kognitif, kepribadian, dan sebagainya.