Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Eksistensi Baznas Kecamatan Pasca Tidak Diberlakukannya Dalam UU No 23/ 2011 Tentang Pengelolaan Zakat Di Indonesia: (Analisis Kebutuhan Membangun Gerakan Zakat Di Kota Medan Perspektif Maqashid Al-Syariah) Nispul Khoiri
Mediation : Journal Of Law Volume 1, Nomor 3, September 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/mjol.v1i3.984

Abstract

Penelitian ini kolaborasi penelitian pustaka dan lapangan dengan metode kualitatif deskriptif. Kepentingan kolaborasi (pustaka – lapangan) guna mendalami data lebih mendalam terhadap topik penelitian. Pendekatan digunakan adalah penelitian hukum normatif (Usul fikih dan Undang – Undang), filsafat hukum Islam juga sosiologi hukum. Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, kedudukan Maqashid al-Syariah terhadap regulasi perzakatan Indonesia menjadi salah satu metodologi hukum, memberikan penguatan regulasi seperti UU zakat No 23/2011. Maqashid al- Syariah menjadi metodologi dari dasar pembentukan hukum berbasis kemaslahatan. Maqashid al-Syariah, menurut al-Syatibi diartikan : Allah menurunkan syariat sebagai aturan hukum tujuannya tiada lain untuk memberikan kemaslahatan dan menghindari kemudratan (Jalbul mashalih wa dar’ul mafasid). Maqashid al-Syariah dibagi kepada tiga tingkatan kebutuhan manusia yakni : Kebutuhan dharuriyah (primer), kebutuhan hajjiyat (sekunder) dan kebutuhan tahsiniyat (tersier). Kebutuhan dharuriyah ada lima yaitu: Kebutuhan memelihara agama (hifz al-din), memelihara jiwa (hifz al-nafs), memelihara keturunan (hifz al-nasl), memelihara harta (hifz al-mal) dan kebutuhan memelihara akal (hifz al – Aql). Kedua, urgensi BAZNAS Kecamatan dalam regulasi perzakatan di Indonesia guna membangun gerakan zakat di Kota Medan perspektif Maqashid al-Syariah, menjadi kebutuhan dharuriyah atas perlu dan pentingnya ditetapkan BAZNAS Kecamatan sebagai lembaga pengelola zakat tingkat kecamatan, berimplikasi kepada terwujudnya nilai-nilai kemaslahatan. Bagi Muzakki harta zakat membentuk dirinya menjadi orang bersyukur atas nikmat berharta, maka psikologisnya memberikan ketenangan jiwa. Jiwa tenang membentuk pikiran tenang kemudian membentuk pula pemeliharaan akal sehat. Sedangkan bagi mustahik, dana zakat yang diterima membantu banyak terhadap problem ekonominya, hal ini berimplikasi kepada penenangan jiwa dan pikiran mustahik.
Problematika dalam Meningkatkan Partisipasi Anggota Majelis Taklim Nur Hasanah Hilir Desa Marindal I, Patumbak, Deli Serdang Putri Dewi Utami; Nispul Khoiri; Erwan Efendi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2022): Oktober 2022-Januari 2023
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v2i3.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika yang terjadi di dalam meningkatkan partisipasi anggota majelis taklim Nur Hasanah Hilir Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang dan mengetahui upaya apa saja dalam mengatasi problematika yang ada di dalam majelis taklim Nur Hasanah Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan memperoleh data dari lapangan dan dianalisis menggunakan fakta dan keadaan di lapangan kemudian dibentuk menjadi teori atau kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini adalah problematika dalam bidang kehadiran, problematika dalam bidang materi pembelajaraan, problematika dalam bidang media pembelajaran, problematika dalam bidang pembayaran iuran/arisan. Adapun upaya dalam mengatasi problematika-problematika tersebut yaitu: memberikan pemahaman kepada anggota majelis taklim agar lebih giat menghadiri kegiatan pelaksanaan majelis taklim sebagai wadah silaturahmi, memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, melengkapi media di majelis taklim, memberikan pemahaman untuk rajin membayar iuran/arisan.
Strategi Bimbingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam Mensosialisasikan Sertifikat Halal pada Produk Makanan dan Minuman di Kota Medan Salman Salman; Nispul Khoiri; Erwan Efendi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2022): Oktober 2022-Januari 2023
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v2i3.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi bimbingan majelis ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam mensosialisasikan sertifikat halal pada produk makanan dan minuman di Kota Medan dan untuk mengetahui bagaimana hambatan serta tantangan majelis ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara dalam mensosialisasikan sertifikat halal pada produk makanan dan minuman di Kota Medan. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Adapun informan penelitian terdiri dari wakil Direktur LPPOM MUI SU sekaligus Ketua Bidang Fatwa MUI dan Sekretaris LPPOM MUI SU. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua strategi bimbingan yang digunakan LPPOM MUI yang terdapat dalam program-programnya, yaitu Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) dan Pelatihan CEROL SS23000. Kedua strategi melalui proses sosialisasi yang dikelompokkan sesuai target sasarannya yaitu strategi kepada produsen berupa seminar/talkshow halal. Strategi kepada konsumen melalui: berita dan informasi halal, silaturahmi, dan olimpiade halal. Adapun hambatannya adalah masih minimnya pelaku usaha yang melakukan sertifikasi halal dan belum adanya peraturan yang rinci dari pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Sedangkan tantangannya adalah masih terjadi pelanggaran berupa pemalsuan label halal oleh produsen atau perusahaan yang tidak bertanggung jawab dan kurangnya kesadaran hukum masyarakat secara umum.
Pelaksanaan Tradisi Endeng-endeng pada Acara Walimatul ‘Urs di Kabupaten Padang Lawas Prespektif Maqashid Syariah Marhawati Dongoran; Dhiauddin Tanjung; Nispul Khoiri
Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Vol 10, No 02 (2022): Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/am.v10i02.2805

Abstract

Pelaksanaan pesta pernikahan di Kabupaten Padang Lawas Utara Kecamatan Dolok, Dolok Singompulon, Halongonan, Halongonan Timur, Simangambat  dilaksanakan dengan tradisi Endeng-Endeng, kegiatan adat ini merupakan tarian untuk menghibur para tamu undangan yang telah di undang dan sebagai penghormatan kepada seluruh tamu undangan yang telah berhadir. Permasalahan pelaksanaan pesta pernikahan di Kecamatan Dolok, Dolok Singompulon, Halongonan, Halongonan Timur, Simangambat telah menyimpang dari ketentuan yang diajarkan oleh agama Islam dalam melaksanakan walimatul ‘urs.  Jenis penelitian adalah penelitian empiris dengan pendekatan kultural (budaya). Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang menjadi informan penelitian ini adalah tokoh adat Kabupaten Padang Lawas Utara, Ketua KUA Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Ketua MUI Kabupaten Padang Lawas Utara. Teknik Analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau proses pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan tradisi Endeng-Endeng dalam acara walimatul ‘urs hukumnya boleh, karena merupakan acara untuk menghibur para tamu undangan yang telah diundang. Sedangkan menurut MUI Kabupaten Padang Lawas Utara tentang hukum melaksanakan Endeng-Endeng dalam tradisi walimatul ‘urs adalah haram. Karena banyak mengandung kemaksiatan didalamnya serta sudah tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan ajaran agama Islam
Gaya Komunikasi Da’i dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Membayar Zakat di Dusun Emplasmen Perkebunan Julok Rayeuk Utara Kecamatan Indra Makmu Saidatul Akida; Nispul Khoiri
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 7 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i7.2339

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode komunikasi yang digunakan para da'i di Dusun Emplasmen Perkebunan Julok Rayeuk Utara untuk meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif karena mengumpulkan informasi dari informan penelitian untuk menggambarkan kejadian yang terjadi di lapangan. Metode yang digunakan adalah studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk menyelidiki situasi dunia nyata dan contoh yang berbeda melalui pengumpulan data yang menyeluruh dan mendalam serta pemanfaatan berbagai sumber, termasuk observasi, wawancara, dan laporan. Studi semacam ini mencoba untuk memeriksa, menggambarkan, dan menjelaskan secara menyeluruh berbagai fitur individu, memberikan ringkasan data yang dikumpulkan, dan melaporkan hasil lapangan yang sebenarnya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam proses dakwah gaya komunikasi tiap da’i berbeda-beda, dan pengaruh dari gaya komunikasi yang diterapkan oleh kedua da’i ternyata membawakan dampak positif.
Manajemen Pelayanan Publik dalam Pelaksanaan Manasik Haji untuk Calon Jamaah Umroh di KBIHU Armina Kota Medan Saidi Saidi; Nispul Khoiri
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 6 No 1 (2024): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i1.5142

Abstract

After the creed, prayer, zakat, and fasting, the fifth pillar of Islam is haji. Every Muslim who meets the material, physical, and scientific requirements by visiting Baitullah and performing a number of activities related to Hajj, such as conditions, pillars, obligatory, and sunnah Hajj, is obligated to make the pilgrimage. because the pilgrimage is unlike other forms of worship, which must be carried out at a specific time and location. In order to avoid any issues, the Hajj services must be carried out flawlessly and professionally. This includes the crucial role played by the Hajj Guidance Group (KBIH). This article was written using a qualitative method. While field research is the method of choice, The study reveals that the program for carrying out the Hajj at KBIHU Armina, MedanCity, aims to increase pilgrimage knowledge, beginning with registration, providing guidance on the Hajj rituals, assisting with the carrying out of the pilgrimage in Saudi Arabia, returning, and ending with coaching and guidance following the carrying out of the Hajj. The utilization of strategies in Hajj and Umrah direction through Hajj ceremonies can be of more than one kind (changes) while executing the Hajj customs with an end goal to build information on the journey for planned travelers at KBIHU Armina, MedanCity. Forthcoming pioneers can be roused in different ways. A strategy's viability and pertinence to the boss' material should be considered while choosing and applying it. The talk technique, the reproduction strategy, and the Q & A strategy are undeniably used in the Hajj ceremonies.
A Study Of Maslahah Al - Mursalah On Efforts To Legalize Marijuana For Medical Needs In Indonesia In The Aspect Of Legal Exceptions Nispul Khoiri
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 4, No 2 (2022): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v4i2.18084

Abstract

In this descriptive qualitative study (library research), al-Maslahah Mursalah looks at legal methodology (usul fiqh) in the context of efforts to make medical marijuana legal in Indonesia. It is normative and looks at legal exceptions. The research findings conclude: First, al-Maslahah Mursalah is one of the Islamic legal methodologies appropriately used as an argument for the legalization of marijuana for medical needs in Indonesia, taking into account: (a). Al-Maslahah Mursalah is a real and general maslahah. (b). Judged by common sense as a true maslahah-really in line with the purpose of shara'. (c). Judged by common sense as the ultimate maslahah and having been in line with the objectives of shara' does not clash with the arguments of shara'. (d). Al-Maslahah Mursalah was practised with the narrow conditions of life. Second, the study of al-Maslahah Mursalah on the aspect of legal exceptions to the legalization of marijuana for medical needs in Indonesia is quite open through (a). The process of study and research by representative institutions to find the content of marijuana as an alternative medicine and therapy; if it becomes the only ingredient contained in cannabis content, then legalization can be categorized as an emergency or an exception to the law. The purpose of rukshah is to maintain benefits and reject kemafsadatan. Therefore, according to the scholars of ushul, the law of using rukhshah is permissible /ibahah. (b). Suppose the results of the study find the content of marijuana as an alternative medicine and therapy. In that case, it becomes the basis for disclosing the value of the legalization of marijuana for medical purposes. The values of benefit will create the fulfilment of basic human needs consisting of the maintenance of religion, the maintenance of reason, the maintenance of property, the maintenance of the soul, and the maintenance of offspring/honour.
The Maqashid Al-Sharia Ijtihad Approach and The Requirements for a Safe and Healthy Campus Free From Sexual Violence in Indonesian Universities. Nispul Khoiri
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 3, No 2 (2021): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v3i2.18215

Abstract

AbstrakThis study is a qualitative descriptive library study. The normative (usul fiqh) research method is used to examine the maqashid al-syariah ijtihad method in order to find the values that are helpful when putting together an independent and safe campus free from sexual violence in Indonesian universities. The results of this study found that an independent and healthy campus free from sexual violence is an alternative to the protection and prevention of sexual violence in the university environment in Indonesia. Strengthened through strengthening, including the commitment of the leadership, the formation of a sexual violence protection and prevention task force, conducting socialization and education on various categories of sexual violence crimes, conducting socialization and education on the importance of an independent and healthy campus from sexual violence, providing convenience and security in reporting cases, providing protection for reporters and survivors, and following up on each report. It is certain that the maslahat values found provide benefits (maintenance of religion, self, mind, property, and offspring) for the academic community. Researchers find these values through the ijtihad maqashid al-sharia method, employing istiqra' (inductive research or study) and al-ma'qul (logic) for determination.
Analisis Teori Hukum Maslahah Al - Mursalah Terhadap Urgensi Penyempurnaan Kategori Tindakan Kekerasan Perspektif Permendikbud No. 82/2015 Khoiri, Nispul
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v2i2.18802

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pustaka dalam pendekatan normatif (usul fikih) terfokus kepada teori hukum Maslahah al – Mursalah, guna mengurai, menganalisi dan menggungkapkan nilai – nilai kemaslahatan terhadap penyempurnaan Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang PPKSP terkait dengan kategori tindakan kekerasan di satuan pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan penyempurnaan Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang PPKSP perspektif Maslahah al – Mursalah, dipandang menjadi kebutuhan dan tuntutan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Penyempurnaan kategori tindakan kekerasan dengan mengakomodir faktor diskriminasi - intoleransi, faktor salah kebijakan, dan faktor kekerasan Informasi, teknologi dan komunikasi. Faktor – faktor ini juga dipandang pemicu tingginya kekerasan di sekolah. Dalam analisis Maslahah al – Mursalah, penyempurnaan Permendikbud masuk dalam kategori peringkat dharuriyah, jika tidak ada penyempurnaan Permendikbud akan dapat mengancam lima unsur pokok (agama, jiwa, akal, keturunan dan harta). Kemudian kemaslahatan ini adalah kemaslahatan benar – benar diyakini sebagai maslahat, tidak didasarkan kepada dugaan semata. Kemaslahatan penyempurnaan Permendikbud berlaku secara umum dan kolektif guna mencegah dan menanggulangi kekerasan pada satuan pendidikan di Indonesia.
Analisis Teori Hukum Maqashid Al - Syariah Al - Syatibi Terhadap Peran Perguruan Tinggi Dalam Penanggulangan Stunting Di Indonsesia Khoiri, Nispul
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v3i2.18803

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pustaka melalui pola deskriptif pendekatan kualitatif normatif (Usul fikih). Tujuan penelitian adalah Mendeskripsikan kedudukan Maqashid al - Syariah al - Syatibi sebagai dalil hukum Islam dan menganalisis nilai - nilai kemaslahatan melalui keterlibatan Perguruan Tinggi dalam penurunan stunting di Indonesia. Temuan penelitian menegaskan bahwa : (1). Maqashid al - Syariah al - Syatibi, dapat dijadikan sebagai dalil hukum Islam. Menurut al - Syatibi Maqashid al - Syariah adalah : Sesungguhnya syariat itu bertujuan mewujudkan kemaslahatan hamba. Makna lainnya : Hukum - hukum disyariatkan untuk kemaslahatan hamba. Dalam pandangan al - Syatibi tujuan hukum adalah kemaslahatan umat manusia. (2). Keterlibatan Perguruan Tinggi (PT) dalam penanganan stunting di Indonesia memberikan nilai - nilai kemaslahatan bagi generasi Indonesia ke depan, berupa terwujudnya generasi yang sehat, kuat dan berkualitas berimpolikasi kepada pemeliharaan agamanya, jiwa keturunan, akal dan hartanya.