Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemanfaatan Daging dan Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis) sebagai Bahan Olahan Pangan Tinggi Kalsium Fitriah, Eka; Maryuningsih, Yuyun; Roviati, Evi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang Hijau (Perna viridis) memiliki kandungan gizi yang baik.Daging Kerang hijau kaya asam amino esensial arginin, leusin, lisin,kalsium, fosfat, yodium, tembaga sedangkan cangkang kerang hijautersusun atas kalsium karbonat, kalsium fosfat, Ca(HCO3)2, Ca3S,dan kalsium non-organik calcite dan aragonite. Tujuan penelitianadalah untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia dan mikrobiologidari daging dan tepung cangkang kerang hijau dan produk olahanpangan yang disubtitusi, mencari komposisi yang pas dari subtitusitepung cangkang dalam produk olahan pangan, untuk mengetahuitingkat kesukaan terhadap produk. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode eksperimental laborator, desain penelitianRancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal.Analisis karakteristikfisika dengan parameter warna, rasa, bau, dan uji kekerasanproduk. Analisis kimiawi, meliputi kadar abu, protein, lemak dankarbohidrat serta kalsium (Ca). Analisis mikrobiologi dilakukandengan metode TPC dan MPN. Uji organoleptik dengan preferencetest kemudian diuji statistik dengan ANOVA. Hasil penelitianmenunjukan bahwa secara fisik daging kerang hijau yang segartampak berwarna orange kehijauan, beraroma bau amis yang khas,basah dan kenyal seedangkan tepung cangkang memiliki warnakuning kecoklatan, lembut dan agak mengkilat. Hasil Uji kimiawikomposisi gizi yang terdapat pada daging kerang hijau, terdiri dari40,8 % air, 21,9 % protein, 14,5 % lemak, 18,5 % karbohidrat dan4,3 % abu serta kandungan Calsium pada cangkang sebesar 0.1-1.0%. Uji mikrobiologi pada daging diperoleh jumlah total kolonibakteri sebanyak 10 koloni/100ml dan tepung cangkang kerang hijausebanyak 3 koloni/100ml sedangkan pada produk olahan pangantidak ditemukan bakteri. Hasil pengembangan produk mpek-mpek,nuget, baso, krupuk, cookies dan es krim terdapat komposisi yangpas sebanyak 5% - 10 % subtitusi dari total bahan resep setiapproduk. Hasil uji organoleptik dari seluruh produk disubtitusi tepungcangkang, tingkat kesukaan baik terdapat pada produk kerupuk,cookies dan es krim. Berdasarkan hasil penelitian maka produkolahan pangan yang disubstitusi tepung kerang hijau layak untukdikonsumsi.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN PROBLEM BASE LEARNING (PBL) DAPAT MENUMBUHKAN KEMAMPUAN KERJA ILMIAH PADA SISWA SEKOLAH ADIWIYATA Yuyun Maryuningsih
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i1.466

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung pada siswa. Oleh karena itu siswa perlu dibantu untuk menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah dan memecahkan masalah lingkungan agar mereka memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pengembangan perangkat pembelajaran PLH dengan model Problem Base Learning (PBL) dapat menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah pada siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran PLH dengan PBL dan menyelidiki keefektifannya dalam menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah pada siswa SMA Negeri 1 Mandirancan sebagai sekolah peraih Adiwiyata.   Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R & D). Penelitian didahului dengan pengembangan perangkat pembelajaran PLH dengan PBL dan diujicobakan pada kelas kontrol dan eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Mandirancan Kuningan. Variabel yang diteliti adalah kemampuan kerja ilmiah. Data diambil dengan observasi, angket dan tes. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase skor untuk kemampuan kerja ilmiah kemudian dianalisis secara parametrik dengan menggunakan uji t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PLH dengan PBL dapat menumbuhkan kemampuan kerja ilmiah. PBL sangat tepat diterapkan pada pembelajaran PLH, mengingat pembelajaran PLH mencakup beberapa domain pembelajaran dalam bentuk pengetahuan/ pengertian dan kesadaran, sikap/ nilai, keterampilan serta aksi/ partisipasi. Untuk itu disarankan agar model PBL diterapkan dalam pembelajaran PLH. Kata kunci: Pendidikan Lingkungan Hidup, PBL, kemampuan kerja ilmiah
Design Development Research Approach in Developing Gel Electrophoresis Virtual Laboratory to substitute Real Practicum Yuyun Maryuningsih; Budi Manfaat; Riandi Riandi; Nuryani Rustaman
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 8 No. 1 (2019): June 2019
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v8i1.3961

Abstract

One of the purposes of Genetic practicum is that students can understand DNA separation techniques, by conducting gel electrophoresis practicum. Some Institutions of Teacher Training (LPTK) have problems in gel electrophoresis practicum due to unavailability of the lab. For this reason, it is necessary to try a replacement practicum in the form of a virtual laboratory to meet practicum objectives. This research uses a design development research (DDR) approach, through six stages, namely 1) identifying problems by determining indicators of learning and supporting literature studies, 2) determining the purpose, 3) designing and developing devices by designing virtual laboratories, determining the software that will be used, compiling a virtual laboratory storyboard and expert validation, 4) testing, 5) evaluating the results of the trial, and 6) communicating the results of the trial. The validated device was tested on a limited basis on 38 student participants who took genetic practicum. Data on laboratory reports on virtual laboratory gel electrophoresis were analyzed descriptively based on the students' ability to understand gel electrophoresis. 95.89% of students have the ability to understand gel electrophoresis.
Developing Performance Assessment Instruments to Measure 4C Skills in Online Discussion Activities of Science Learning Yuyun Maryuningsih; Topik Hidayat; Riandi Riandi; Nuryani Rustaman
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 9 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v9i1.7500

Abstract

The 21st century learning utilizes information technology for various activities, including online discussion forums, to increase students’ learning activities and learning interaction. The 4C’s performance assessment instrument in the online discussion forum is not yet available, thus, a 4C’s assessment, including communication, collaboration, critical thinking, and innovative creative thinking skills, is necessary to assess students’ performance in the process of online discussion activities. This research aims to develop 4C’s performance assessment instruments in the online discussion process using the ADDIE model. Meanwhile, instrument development included analysis, design, development, implementation, and evaluation. The instruments were in the form of observation sheets and assessment rubrics. This study tested 4C’s observation instruments in 104 students in online discussion activities during four online discussion activities. Data analysis included construct validity and reliability of each instrument indicator. The data analysis reveals that the 4C’s performance instruments are useable to measure students’ 4C’s skills in online discussion forums.
Levels of Anxiety of High School Students when Learning Biology during the Covid-19 Pandemic Tita Azizah Ghasani; Anda Juanda; Yuyun Maryuningsih
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 10 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v10i2.9167

Abstract

Distance learning is a new learning model for students and teachers. Therefore, it requires a long time to adapt. This study aimed to describe students' attitudes towards anxiety. The research population was SMA NU Juntinyuat, and the research sample was 80 students of class ten. The data were collected using the questionnaires of student anxiety levels and student strategies. This study revealed that 44 students had a very anxious category while 36 students had an anxious type. The high school students' strategy to deal with anxiety showed that 50 students were in the anxiety category while 30 students were in the moderate coping category. These findings concluded that most students had a high anxiety level in learning biology. Meanwhile, students' strategies to solve anxiety were classified as a moderate-coping strategy in anxiety.
BioMagz with an Approach to Socio-Scientific Issues as a Learning Resource to Learn Environmental Change Materials to Improve Scientific Literacy Aditya Kusuma Dewi; Yuyun Maryuningsih; Mujib Ubaidillah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 11 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v11i2.11891

Abstract

Students’ limited learning resources result in low scientific literacy ability. Therefore, additional interesting learning resources are needed to improve the students’ scientific literacy skills. One of the appropriate learning resources is BioMagz with an approach to socio-scientific issues. This research focuses on the material of environmental changes. This study aims to: (1) develop BioMagz with an approach to socio-scientific issues to improve the scientific literacy of environmental changes and (2) apply BioMagz with an approach to socio-scientific issues to increase the scientific literacy of environmental change materials. This development research employed the ADDIE model (analysis, design, development, Implementation, and evaluation) and was conducted at SMAN 1 Kadipaten. The experts’ validation and students’ responses show that the BioMagz with an approach to socio-scientific issues has a score of more than 86%. It concludes that BioMagz with an approach to socio-scientific issues is very feasibly implemented in learning. The hypothesis test on the scientific literacy ability variable has obtained a significant value of less than 0.005. This score indicates that H0 is rejected and the use of BioMagz with an approach to socio-scientific issues in learning can increase students' scientific literacy skills.