Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMODELAN KEJADIAN STUNTING MENGGUNAKAN METODE LOGISTIK BINER (Studi Kasus : Wilayah Kerja Puskesmas Sonraen) Baok, Philipy Morgan
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p402-410

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang saat ini menjadi perhatian utama pemerintah karena bisa memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Kondisi ini dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan, pendidikan, serta produktivitas individu, sehingga upaya penanganannya menjadi prioritas dalam program kesehatan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk membentuk model analisis regresi logistik biner guna mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi stunting di Puskesmas Sonraen serta mengidentifikasi faktor penyebab kejadian stunting pada balita di wilayah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 100 balita. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi logistik biner, di mana variabel dependen dikategorikan dibagi ke dalam dua kategori, yakni anak stunting dan anak yang tidak stunting. Hasil penelitian menunjukan bahwa model regresi logistik layak digunakan dan variabel-variabel yang berpengaruh adalah Balita yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg memiliki peluang 4,803 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan yang lahir dengan berat > 2,5 kg. Selain itu, anak dari keluarga dengan pendapatan di bawah 500.000 memiliki risiko stunting 60,550 kali lebih tinggi dibandingkan anak dari keluarga berpenghasilan 500.000–1.000.000. Faktor lingkungan juga berperan signifikan, di mana balita dari keluarga dengan akses air minum tidak layak berpeluang 7,257 kali lebih tinggi mengalami stunting dibanding balita yang memiliki akses air layak, dan balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang layak memiliki kemungkinan 4,543 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan balita di lingkungan dengan sanitasi layak. Kata Kunci: Stunting, Regresi Logistik Biner, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
PEMODELAN PENGARUH AKSES KE FASILISTAS KESEHATAN TERHADAP PERILAKU MENCARI PENGOBATAN MALARIA YANG BENAR PADA MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH MALARIA ENDEMIS TINGGI Guntur, Robertus Dole; Lobo, Maria; Septory, Brian Juned; Pasangka, Irvandi Gorby; Ndun, Helga J; Kusumaningrum, Damai
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p619-627

Abstract

Perilaku mencari pengobatan malaria (PMPM) yang tepat merupakan salah satu faktor kunci dalam upaya pengendalian dan eliminasi malaria, khususnya di wilayah pedesaan termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh akses ke fasilitas kesehatan terhadap PMPM yang tepat pada masyarakat pedesaan. Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 894 rumah tangga yang dipilih secara cluster random sampling di daerah malaria endemis tinggi NTT. Variabel terikat penelitian adalah PMPM yang benar, sedangkan variabel bebas meliputi jenis kelamin, kelompok umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, kepemilikan rumah modern, akses ke listrik, TV, dan handphone, kondisi geografis, dan jarak ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemodelan dilakukan dengan model regresi logistic biner. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pendidikan responden merupakan variable yang sangat berhubungan dengan PMPM yang benar pada kedua kelompok masyarakat ini. Dalam kelompok yang mempunyai akses yang mudah ke fasilitas kesehatan, perilaku mencari pengobatan malaria yang benar bagi mereka yang berpendidikan minimal diploma adalah 8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak pernah sekolah (Odd Ratio (OR): 8.64, 95% konfidence interval (KI) : 1.41 – 53.05). Pada kelompok dengan akses yang susah ke fasilitas kesehatan, mereka yang berpendidikan SMA berpeluang 3 kali lebih besar untuk berprilaku mencari pengobatan malaria yang benar jika dibandingkan dengan mereka yang tidak sekolah. (OR: 3.53, dengan 95% KI: 1.86- 6.75). Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya intervensi kesehatan peningkatan kesadaran malaria untuk mempercepat pencapaian eliminasi malaria di Provinsi NTT
Model Generalized Poisson Regression (GPR) pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Stunting di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jeharu, Bernadinus; Guntur, Robertus Dole; Ginting, Keristina Br.; Pahnael, Jusrry Rosalina
ESTIMASI: Journal of Statistics and Its Application Vol. 7, No. 1, Januari, 2026 : Estimasi
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ejsa.v7i1.44106

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive due to chronic malnutrition, recurrent infections, and poor sanitation. East Nusa Tenggara (NTT) Province is the highest contributor of stunting cases in Indonesia and Kupang Regency is also the third highest contributor of stunting cases in NTT Province. This study aims to identify factors that influence the number of stunting cases using the Generalized Poisson Regression (GPR) model which is able to overcome overdispersion in count data. Secondary data for 2023 was obtained from the Kupang District Health Office and BPS. Independent variables included LBW, complete basic immunization (IDL), exclusive breastfeeding, nutritional status of children under five, access to sanitation and safe drinking water, vitamin A administration, number of health centers, and health workers. The results of the analysis show that the percentage of IDL toddlers, the percentage of neighborhoods with access to safe drinking water, the number of infants receiving Vitamin A, exclusive breastfeeding, the number of health centers, and the number of community health workers have a significant effect on the number of stunting cases in Kupang district. These findings can inform the formulation of more effective health intervention policies in the region.