Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pemodelan Generalized Poisson Regression (GPR) terhadap Jumlah Kasus Penyakit Tuberculosis di Provinsi Nusa Tenggara Timur Berek, Joseph F Seran; Guntur, Robertus Dole
Jurnal Sains Matematika dan Statistika Vol 11, No 1 (2025): JSMS Januari 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jsms.v11i1.30743

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu provinsi dengan jumlah kasus tuberculosis cukup tinggi di tahun 2022. Jumlah kasus TBC merupakan salah satu contoh variable diskrit yang biasa dianalisis dengan menggunakan regresi poisson. Dalam regresi poisson diasumsikan mean dan variansi dari variable respon harus sama. Akan tetapi kondisi ini sering dilanggar yang mana  variansi variable respon lebih besar dari mean (overdispersi). Untuk mengatasi hal ini digunakan  model Generalized Poisson Regression (GPR). Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan jumlah kasus tuberculosis di NTT dan menyelidiki variabel-variabel yang mempengaruhinya dengan metode GPR.  Variabel dependen adalah  jumlah kasus tuberculosis paru, dengan variable independen adalah jumlah penduduk miskin, persentase perokok aktif, jumlah balita kurang gizi, jumlah puskesmas, persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak, Persentase penggunaan air bersih dan jumlah kasus HIV AIDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data penyebaran jumlah kasus tuberculosis di Provinsi NTT mengalami overdispersi. Hasil analisis menggunakan model GPR menunjukkan bahwa  terdapat 31 model yang mungkin terbentuk dan pemodelan yang melibatkan 5 variabel prediktor menghasilkan model GPR yang optimimal dengan nilai Kriteria Informasi Akaike = 1413.285. Kelima variable bebas yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus tuberculosis di Provinsi NTT pada tahun 2023 adalah  jumlah penduduk miskin, jumlah puskesmas, persentase rumah tangga dengan akses sanitasi yang layak, persentase air bersih dan jumlah penderita  HIV dan AIDS.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI: DI PART GMIT BUKIT ZAITUN SIKUMANA Koehuan, Shingly Mariana; Dole Guntur , Robertus; Nitte, Yulsy Marselina; Palapessy, Lionny Gabriela Alesandra; Bere Mau, Patricia Ivonia; Bija Dauki, Marlina Selimanda Rambu; Yolanda, Katarina; Klau, Yohana Danawinda; Fek, Faldarika; Jaiman, Maria Fatima; Sira, Rendi Arwadi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 03 (2025): MEI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang memiliki peran penting sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penanaman nilai-nilai Pancasila sejak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan semangat kebangsaan dan keberagaman. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak Sekolah Minggu di PART GMIT Bukit Zaitun Sikumana. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab interaktif yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak-anak terhadap makna setiap sila dalam Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak mampu menyebutkan contoh konkret perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti berbagi, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa gereja sebagai komunitas keagamaan memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter dan pembentukan sikap kebangsaan sejak usia dini.
Penerapan Konsep Matematika dalam Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga di Desa Penfui Timur Pahnael, Jusrry Rosalina; Guntur, Robertus Dole; Lobo, Maria; Kleden, Maria Agustina; Atti, Astri; Wadu, Mira; Septory, Brian Juned; Nafi, Sulche Ifone
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 19 No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v19i1.18757

Abstract

Abstract Women in Penfui Timur Village as household financial managers mostly only depend on their husband's income which has been used or deducted by the Bank or cooperative because it is used to build a house or other business. However, some of them lack creativity in increasing other income or investing their husband's money in the form of small businesses or investments. Therefore, mathematics lecturers in collaboration with economics lecturers will provide enlightenment in the form of delivering materials and exercises and sharing experiences in terms of managing household finances fairly, wisely, and creatively innovatively. Our hope is that after receiving learning and sharing experiences from competent lecturers in mathematics and economics, women in Penfui Timur Village will be strengthened and have ideas in managing household finances efficiently and fairly and be creative in building alternative household businesses that of course see the market share to improve the economy in the home. With the aim that no family is lacking in material so that the next generation of the nation can go to school and have creativity with good nutritional value in order to achieve intelligence for all Indonesian people because they have parents who are diligent, creative, fair and wise in managing finances as a whole. Keywords: Mathematical concepts, Finance, Household, Creative, Entrepreneurship
PEMODELAN REGRESI DATA PANEL UNTUK JUMLAH KASUS PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Berek, Joseph
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menular melalui percikan air liur dari penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran TBC serta mengidentifikasi model regresi data panel yang paling sesuai dan faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama periode 2020–2023. Variabel yang dianalisis mencakup jumlah penduduk miskin, perokok aktif, bayi kurang gizi, penduduk usia produktif, akses sanitasi layak, akses air bersih, dan kasus AIDS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kasus TBC pada 2022–2023. Model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM) dengan efek individu dan waktu. Faktor yang paling berpengaruh terhadap jumlah kasus TBC adalah akses sanitasi layak dan jumlah kasus AIDS, dengan adjusted R² sebesar 85,04%. Persamaan regresi data panelnya adalah sebagai berikut:
Model Generalized Poisson Regression (GPR) Pada Kasus Stunting Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Lais, Maria Febriana; Atti, Astri; Pangaribuan, Rapmaida M; Guntur, Robertus Dole
JURNAL DIFERENSIAL Vol 5 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jd.v5i2.11562

Abstract

Stunting is a child development disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections characterized by a height below average. The purpose of this study was to determine the Generalized Poisson Regression (GPR) model in stunting cases in East Nusa Tenggara Province and the factors that influence the incidence these events in 2022. The Generalized Poisson Regression method has been implemented to analyse the problem of overdispersion in the data. Data from the Central Bureau of Statistics (BPS) of East Nusa Tenggara Province is used. The data consits of the number of stunting cases in toddlers (Y), Percentage of Low Weight Infants (BBLR) (X1), Percentage of Toddlers Immunized with Complete Basis (X2), Percentage of Infants Exclusively Breastfed (X3), Number of Undernourished Toddlers (X4), Percentage of Poor People (X5) and Percentage of Access to Proper Sanitation (X6). Results showed that the Generalized Poisson Regression model is µ = exp(5.044 + 0.0005604X4 − 0.01173X6) with two predictor variables that significantly affectstunting cases, namely the number of under-five malnourished children (X4) and the percentage ofaccess to proper sanitation (X6).
PENGGUNAAN PERMAINAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 17 KUPANG Putra, Ganesha Lapenangga; Ginting, Keristina Br; Pasangka, Irvandi Gorby; Guntur, Robertus Dole
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 16 No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v16i2.9543

Abstract

Tahun 2020 merupakan tahun yang mengguncang Negara Indonesia. Kemunculan pandemi ini membuat sektor pendidikan perlu bekerja keras dalam mengusahakan terjadinya kegiatan belajar dan mengajar. Adapun metode yang digunakan untuk menanggulangi masalah ini, yakni pembelajaran secara daring. Namun, akibat dari pembelajaran secara daring terhadap penurunan kemampuan siswa juga cukup besar. Akibatnya, guru perlu mencari cara dalam menanggulangi masalah ini. Saat ini, kegiatan belajar dan mengajar dapat dilakukan secara tatap muka. Namun, pihak sekolah perlu bekerja keras karena minimnya pemahaman siswa ketika belajar secara daring. Matematika merupakan salah satu pelajaran yang paling berdampak. Pemahaman siswa terhadap materi matematika di kelas semakin menurun. Hal ini dilihat melalui evaluasi belajar oleh guru. Oleh karena itu, perlu diberikan pendekatan lain kepada siswa guna meningkatkan kemampuan siswa. Berdasarkan hipotesis ini, pelajaran matematika dikemas ke dalam bentuk permainan guna membantu siswa dalam memahami materi matematika. Selain itu, permainan matematika juga membantu siswa untuk melihat kegunaan matematika yang luas. Berdasarkan hasil pengabdian, terlihat bahwa antusias siswa akan pelajaran matematika meningkat. Ini terlihat ketika siswa berbincang dengan guru matematika untuk menanyakan materi yang diterima. Kemudian, siswa juga aktif untuk menjawab selama kegiatan berlangsung.
ANALISIS REGRESI DATA PANEL TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UMUR HARAPAN HIDUP DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Guntur, Robertus Dole; Lobo, Maria; Atti, Astri; Cindy Andini, Priscilia; Kusumaningrum, Damai
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i6.11720

Abstract

Umur harapan hidup (UHH) adalah rata-rata lamanya hidup yang dapat ditempuh seseorang sejak lahir. UHH di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya sekitar 68 tahun yang lebih rendah dari rata-rata nasional yaitu 72 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi umur harapan hidup di Provinsi NTT dengan menggunakan analisis regresi data panel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data umur yang harapan hidup serta faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi NTT dari tahun 2018 sampai tahun 2022. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah umur harapan hidup (Y), sedangkan variabel independen yang digunakan adalah pengeluaran perkapita , rata-rata lama sekolah ), akses air minum layak , akses sanitasi layak dan penduduk miskin . Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa fixed effect model variasi antar individu dan waktu menjadi model terbaik dalam memodelkan faktor-faktor yang mempengaruhi umur harapan hidup di Provinsi NTT. Faktor persentasi akses sanitasi layak ( menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap umur harapan hidup di Provinsi NTT dengan nilai koefisien determinasi ( sebesar 99,76%. Diharapkan pemerintah Provinsi NTT meningkatan cakupan akses sanitasi layak di masyarakat agar mendukung peningkatan UHH di provinsi kepulauan ini.
Analisis model generalized poisson regression pada kasus jumlah kematian bayi di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2023: Analisis model generalized poisson regression pada kasus jumlah kematian bayi di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2023 da Rato, Maria Ririanti da Rato
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p289-298

Abstract

Kematian bayi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kematian bayi sebelum berusia satu tahun. Menurut Sustainable Development Goals (SDGs), pada tahun 2030 Indonesia diharapkan dapat mencapai target AKB 12/1.000 kelahiran hidup. AKB di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi jumlah kematian bayi di Provinsi NTT pada tahun 2023 dengan menggunakan metode Generalized Poisson Regression (GPR). Metode GPR digunakan untuk mengatasi kasus overdispersi pada data count dimana nilai varians dari variabel jumlah kematian bayi lebih besar dibandingkan nilai rata-ratanya. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil data secara sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT dimana terdapat sepuluh faktor yang diduga dapat memengaruhi jumlah kematian bayi di Provinsi NTT pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukan terdapat tujuh faktor yang mempengaruhi jumlah kematian bayi di Provinsi NTT tahun 2023. Faktor yang berpengaruh yaitu persentase penduduk miskin , persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak , persentase perempuan hamil dibawah 19 tahun , persentase balita usia 0-23 bulan yang pernah diberikan ASI , persentase sumber air minum yang tak terlindungi , persentase rata-rata lama sekolah perempuan , dan persentase persalinan dibantu pihak di luar tenaga medis .
MODEL REGRESI POISSON UNTUK MENGANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP JUMLAH PENGANGGURAN DI NUSA TENGGARA TIMUR selviana, maria; Astri Atti; Jusrry Rosalina Pahnael; Robertus Dole Guntur
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p156-164

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu permasalahan sosial dan ekonomi yang kompleks di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah pengangguran merupakan data hitungan (count) yang dapat dimodelkan menggunakan analisis regresi poisson. Namun, pada data jumlah pengangguran di Provinsi NTT, asumsi equidispersi tidak terpenuhi karena varians data lebih besar daripada nilai rata-ratanya. Oleh karena itu, digunakan pendekatan regresi binomial negatif untuk mengatasi permasalahan overdispersi pada model poisson. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan jumlah pengangguran di Provinsi NTT dengan menggunakan model regresi poisson dan regresi binomial negatif serta menentukan faktor-faktor signifikan yang memengaruhinya. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jumlah pengangguran sebagai variabel terikat (Y) serta angka melek huruf (X_1), tingkat partisipasi angkatan kerja (X_2), indeks pembangunan manusia (X_3), jumlah penduduk miskin (X_4), rasio jenis kelamin (X_5) dan rata-rata lama sekolah (X_6) sebagai variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi poisson mengalami overdispersi sehingga tidak sesuai digunakan. Model yang sesuai untuk jumlah pengangguran di Provinsi NTT adalah regresi binomial negatif. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh model regresi binomial negatif: μ_i=exp⁡(9,733-0,057X_2+0,085X_3+0,012X_4 ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran di NTT adalah tingkat partisipasi angkatan kerja (X_2), indeks pembangunan manusia (X_3), dan jumlah penduduk miskin (X_4).
PERBANDINGAN MODEL GENERALIZED POISSON REGRESSION DAN NEGATIVE BINOMIAL REGRESSION DALAM MENGATASI OVERDISPERSI PADA KASUS PNEUMONIA DI PROVINSI NTT TAHUN 2023 Njudang, Cindy Claudia Indiriani Ananda
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p88-96

Abstract

Pneumonia saat ini masih menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian balita di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur, penemuan kasus pneumonia balita sebesar 27,67% pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah menentukan serta membandingkan model terbaik jumlah kasus pneumonia menggunakan model GPR dan NBR dan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruh Pneumonia saat ini masih menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian balita di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur, penemuan kasus pneumonia balita sebesar 27,67% pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah menentukan serta membandingkan model terbaik jumlah kasus pneumonia menggunakan model GPR dan NBR dan menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data yang digunakan adalah data jumlah kasus pneumonia , jumlah balita gizi buruk , persentase penduduk usia 0-59 bulan menurut pemberian imunisasi lengkap , persentase balita wasting , persentase Penduduk umur 0-23 bulan (baduta) yang pernah diberi ASI , persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun , jumlah balita yang pernah imunisasi lengkap , dan kepadatan penduduk . Hasil analisis menunjukkan bahwa data jumlah kasus pneumonia di Provinsi NTT mengalami overdispersi. Dari hasil perbandingan model yang terpilih adalah model GPR yang melibatkan variabel persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun sebagai model terbaik dengan nilai AIC dan BIC terkecil sebesar 266,8565 dan 269,9901. inya. Data yang digunakan adalah data jumlah kasus pneumonia , jumlah balita gizi buruk , persentase penduduk usia 0-59 bulan menurut pemberian imunisasi lengkap , persentase balita wasting , persentase Penduduk umur 0-23 bulan (baduta) yang pernah diberi ASI , persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun , jumlah balita yang pernah imunisasi lengkap , dan kepadatan penduduk . Hasil analisis menunjukkan bahwa data jumlah kasus pneumonia di Provinsi NTT mengalami overdispersi. Dari hasil perbandingan model yang terpilih adalah model GPR yang melibatkan variabel persentase Perempuan dengan usia perkawinan pertama kurang dari 19 tahun sebagai model terbaik dengan nilai AIC dan BIC terkecil sebesar 266,8565 dan 269,9901.