Claim Missing Document
Check
Articles

CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI KADEK EWIK ERAYATI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) DAPAT MEMPERCEPAT PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN ., Ib Dimas Mahendra Wijaya; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pemberian ekstrak daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus) (2) mengetahui konsentrasi yang paling efektif menyembuhkan luka bakar pada mencit (Mus musculus) jantan. Penelitian ini berupa true experiment dengan rancangan randomized post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini berupa 6 ekor mencit. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etanol daun ceremai berturut-turut 1%, 3%, 5%, dan 7%. Data dianalisis dengan uji statistik, Kruskal Wallis dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjut Mann – Whitney. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun ceremai mengakibatkan perbedaan kecepatan penyembuhan luka bakar setelah diberikan variasi konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 7%. Konsentrasi yang paling efektif dalam penyembuhan luka bakar adalah 1% karena merupakan konsentrasi paling kecil yang memiliki nilai berbeda nyata dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun ceremai dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar.Kata Kunci : Daun Ceremai, Luka Bakar, Penyembuhan Luka The aim of this research is (1) to know the giving of etahnol otaheitei gooseberry leaf extract (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) differences in healing rates time of burn on male mice (2) to know the most effective concentration in curing burn on male mice. This research is a true experiment with randomized post test only control group design. The sample of this research are 6 mice. The samples were divided into 5 groups: 1 control group and 4 treatment group with concentration of ceremai leaves were 1%, 3%, 5%, and 7%, respectively. The data were analyzed by statistic test, Kruskal Wallis with significance level of 5% and followed by Mann - Whitney test. The results showed that ethanol leaf extract of otaheitei gooseberry differences in healing rates of burns after given variations in concentrations of 1%, 3%, 5%, and 7%. The most effective concentration in burn wound healing is 1% because it is the smallest concentration that has significantly different values with the control group. Thus it can be concluded that giving ceremai leaf extraction can accelerate the healing process of burns.keyword : Otaheitei gooseberry leaves, Burn injury, Healing process
VARIASI KOMPOSISI MEDIA TANAM ARANG SEKAM, TANAH KOMPOS DAN PASIR TERHADAP BERAT KERING TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) ., NI MADE DWI RIANI SARASWATI; ., Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) dengan pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir., (2) Komposisi media tanam yang paling efektif terhadap berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Penelitian ini menggunkan eksperimen sungguhan (true experimental). Variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol (tanah) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) dengan 3 ulangan. Rancangan dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman kangkung darat yang sudah tumbuh pada saat disemai yang berasal dari satu indukan biji kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Sampel yang digunakan adalah tanaman kangkung darat yang telah berumur 7 hari sebanyak 24 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan berat kering tanaman kangkung darat setelah diberikan variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir dengan komposisi yang berbeda., 2) Pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir pada perlakuan M6 yang paling efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman kangkung darat. Kata Kunci : arang sekam, tanah kompos, pasir, kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok), berat kering. This study aims to find out: (1) differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok by giving variations in the composition of husk charcoal, compost and sand planting media, (2) the most effective planting media composition for dry weight Ipomoea reptans Poir var. bangkok plant. This research used true experimental. The variations in the composition of the husk charcoal, compost and sand planting media used in this study were control (soil) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) with 3 replication. The basic design used in this study was Complete Random Design (CRD). The sampling technique used in this study was simple random sampling. The population in this study were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants that had been grown at the time of sowing which came from one parent of Ipomoea reptans Poir var. bangkok seeds. The samples used were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants which were 7 days old as many as 24 samples. Data were analyzed using one-way ANOVA and the smallest significant difference (LSD) further test with a significance level of 5%. The results of this study were: (1) there were differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok after a variety of compositions of husk charcoal, compost and sand with different compositions are given., 2) giving variations in the composition of the husk charcoal, compost soil and sand planting media in the M6 treatment with the ratio of composition 2: 2: 1 is the most effective for increase the dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok.keyword : husk charcoal, compost soil, sand, Ipomoea reptans Poir var. bangkok, dry weight.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., NI KD MIRAH ASTUTI; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari variabel context; input; process; dan product; (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter di tinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model CIPP. Adapun subyek evaluasi adalah kepala sekolah, guru pembina, siswa, dan dokumen yang akan memberikan informasi. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan program pendidikan karakter yang terdiri dari variabel (context, input, process, dan product). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, wawancara, checklist dan dokumentasi. Data dianalisis dengan deskriftif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini secara umum pelaksanaan program pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Singaraja termasuk dalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menujukkan bahwa variabel context termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel process termasuk kategori sangat efektif dan produk termasuk kategori sangat efektif dengan nilai berturut-turut (98,21%, 90,00%, 92,05%, dan 90,00%), sehingga efektivitas pelaksanaan program pendidikan karakter yang ditinjau dari model CIIP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil positip (+ + + +) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Evaluasi, Metode CIPP, Pendidikan karakter The aimed of this study are to (1) find out the effectiveness of implementation of character education programs in the review of the context variables; input; process; and product; (2) to know the effectiveness of character education program implementation in review of CIPP evaluation model. This research is an evaluation research (evaluation reseach) by using CIPP model. The subjects of the evaluation are the principals, the guidance teachers, students, and documents that will provide information. Object of the evaluation is the implementation of character education program consisting of variables (context, input, process, and product). Data collecting technique which used in this research are observation, questionnaire, interview, checklist and documentation. The data are analyzed by quantitative descriptive. The result of this research is general implementation of program character education in SMP Negeri 1 Singaraja included in the category very effective. The four variables studied showed that the context variables are very effective category, process variables are very effective and product category is very effective with successive value, (98,21%, 90,00%, 92,05%, and 90,00%), so the effectiveness of the character education program in terms of the CIIP model and referring to the Glickman quadrant included in quadrant (+ + + +) is effective.keyword : : Evaluation, CIPP method, character education,
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI DAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ., Iftitah Hanim; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA MAN Negara yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah siswa 162 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling terhadap kelas. Keterampilan proses sains siswa diukur dengan menggunakan tes essay. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan statistik Anacova. Uji Anacova menggunakan program SPSS-PC 16.0 for Windows. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (p < 0,05 atau p = 0,001) keterampilan proses sains antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada siswa kelas X IPA MAN Negara. Nilai rata-rata keterampilan proses sains yang diperoleh kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih tinggi daripada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih baik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.Kata Kunci : keterampilan proses sains, kooperatif tipe GI, kooperatif tipe TGT The goals of this research were to analyze the differences of science process skills between using cooperative type GI learning model and cooperative type TGT learning model. The kind of this study was quasi experimental research by using Non Equivalent Control Group Design. The population of this study was the students of class X IPA at MAN Negara which consisting of 5 classes with the number of students 162 people. The sampling technique using simple random sampling to the class. The students’s science process skills measured using an essay test. Data analysis technique using descriptive and statistical analysis of Anacova. Anacova tests used the SPSS-PC 16.0 for Windows program. Hypothesis testing was performed at a significance level of 5%. The result of data analysis showed that there are significant differences (p
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI KADEK EWIK ERAYATI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ., SUSAN SIDABUTAR; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian (1) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari dimensi konteks, input, proses dan produk dan (2) mengetahui efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha ditinjau dari model evaluasi CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi (evaluation reseach) dengan menggunakan model evaluasi CIPP (contex, input, process, product). Data variabel konteks, input, proses dan produk dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi, studi dokumentasi dan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian secara umum pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha termasuk kedalam kategori sangat efektif. Dari keempat variabel yang diteliti menunjukkan bahwa variabel konteks termasuk kategori sangat efektif, variabel input termasuk kategori sangat efektif, variabel proses termasuk kategori sangat efektif dan variabel produk termasuk kategori efektif dengan nilai berturut-turut (98,93%, 88,73%, 83,53% dan 93,33%), sehingga efektivitas pelaksanaan program Trias UKS di SMP Laboratorium Undiksha di tinjau dari model evaluasi CIPP dan mengacu pada kuadran Glickman termasuk dalam kuadran I yang diperoleh hasil (++++) yang berarti sangat efektif.Kata Kunci : Kata Kunci: Evaluasi, Program Trias UKS, Model Evaluasi CIPP. The purpose of this research were to know (1) the effectiveness of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School in terms of context, input, process and product and (2) to know the effectiveness of the implementation of Trias UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School reviewed from CIPP evaluation model. This research is an evaluational research using CIPP evaluation model (contex, input, process, product). Data on context variables, inputs, processes and products were conducted by using instruments in the form of observation sheets, documentation studies and interview guide. Data were analyzed using quantitative descriptive. The result of the research shows that implementation of TRIAS UKS program implementation at Laboratorium Undiksha Junior High School is very effective. Of the four variables studied, it shows that context variables are very effective, input variables are very effective, process variables are very effective and product variables are effective with successive values (98.93%, 88.73%, 83 , 53% and 93.33%), so the effectiveness of the UKS Triass program implementation at SMP Undiksha Laboratory is reviewed from the CIPP evaluation model and refers to the quadrant of Glickman included in quadrant I obtained result (++++) which means very effective.keyword : Keywords: Evaluation , Trias UKS Program, CIPP Evaluation Model.
CARA ANGKAT DAN ANGKUT YANG TIDAK FISIOLOGIS MENINGKATKAN KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI KADEK EWIK ERAYATI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan pematung; dan (b) mengetahui cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan keluhan muskuloskeletal pematung. Melalui penelitian ekperimental lapangan dengan rancangan randomized pre and posttest group design dinilai: (a) kelelahan pematung dengan kuesioner 30 item of rating scale of general fatique yang sudah valid dan reliabel; dan (b) keluhan muskuloskeletal dengan kuesioner Nordic Body Map yang sudah valid dan reliabel. Pendataan dilakukan sebelum dan sesudah kerja terhadap 22 sampel yang dipilih secara multistage random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan sebesar 47,10 % dan keluhan muskuloskeletal sebesar 38,74 % antara sebelum dan sesudah kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cara angkat dan angkut yang tidak fisiologis dapat meningkatkan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal pematung.Kata Kunci : cara angkat dan angkut, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal This research aims to: (a) know non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue of sculptor; and (b) know non-physiological lifting and transporting methods can increase musculoskeletal complaints of sculptor. Through a field experimental research with randomized pre and posttest group design assessed: (a) fatigue of sculptor with questionnaire 30 items of rating of scale of general fatigue which have been valid and reliable; and (b) musculoskeletal complaints with a valid and reliable Nordic Body Map questionnaire. Data collection was done before and after working on 22 samples hosen by multistage random sampling. The data obtained were analyzed by paired t test at 5 % significance level. The results showed: an increase in fatigue of 47.10 % and musculoskeletal complaints of 38.74 % between before and after working. Thus it can be concluded that non-physiological lifting and transporting methods can increase fatigue and musculoskeletal complaints of sculptor.keyword : lifting and transporting methods, fatigue, and musculoskeletal complaints
Pemberian Aromaterapi Lavender Berpengaruh terhadap Tingkat Stres dan Motivasi Belajar Peserta Didik Adiwibawa, Marcel; Citrawathi, Desak Made; Dewi, Ni Putu Sri Ratna
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan tingkat stres belajar dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian eksperimental semu (quasi experimental) ini menggunakan rancangan nonequivalent randomized pre and post test kontrol group design. Populasi pada penelitian ini terdiri dari dua, yaitu populasi target adalah seluruh peserta didik di SMA Negeri 4 Singaraja Tahun Ajaran 2019/2020 dan populasi terjangkau adalah peserta didik kelas XI MIPA, dengan sampel penelitian yang berada pada kelas XI MIPA 2 sebagai kelompok kontrol dan XI MIPA 3 sebagai kelompok eksperimen yang telah memenuhi kriteria inklusi,eksklusi dan drop out dengan jumlah sebanyak 60 orang. Variabel terikat yang diteliti pada penelitian ini adalah tingkat stres belajar dan motivasi belajar pada peserta didik yang didata dengan menggunakan Kuesioner stres belajar dengan skala likert yang sudah valid dan reliabel, diambil dari penelitian (Dwipayana, 2018) dan Kuesioner motivasi belajar dengan skala likert yang sudah valid dan reliabel, diambil dari penelitian (Mahayana, 2016). Pendataan dilakukan sebelum dan sudah perlakuan selama 3 (tiga) kali pengulangan pada kelompok kontrol dan eksperimen. Pada kelompok kontrol tidak diberikan aromaterapi lavender dan pada kelompok kontrol diberikan aromaterapi lavender yang diberikan pada jam ke-7 pembelajaran (12.00 WITA) hingga akhir jam ke-8 pembelajaran (13.30 WITA). Data yang diperoleh dianalis dengan uji t-group (independent sample t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat stres belajar sebesar 18,54% dan peningkatan motivasi belajar sebesar 6,73% (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan stres belajar dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 4 Singaraja.
HUBUNGAN MASA PENANGKARAN DENGAN POWER STROKE TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) SAAT PELEPASAN DI SITUS KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN SINGARAJA ., Ni Luh Gita Cahyani; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penangkaran di Situs Konservasi Penyu Pantai Penimbangan Singaraja dan untuk mengetahui hubungan masa penangkaran dengan power stroke tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 6 ekor tukik untuk setiap waktu pengamatan dari seluruh populasi tukik yang menetas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan yang dilakukan melalui pengamatan dan penghitungan secara langsung terhadap power stroke tukik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menghitung rata-rata power stroke per 30 detik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rerata power stroke tukik pada minggu I dan minggu II selama masa penangkaran. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 14 di minggu I dan minggu II mencapai 26,59%. Rerata power stroke menurun dari 178 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Beda frekuensi power stroke untuk sarang nomor 15 di minggu pertama dan minggu kedua mencapai 26,31%. Rerata power stroke menurun dari 177 kali di minggu pertama menjadi 131 kali di minggu kedua. Penurunan power stroke selama masa penangkaran dikarenakan kandungan yolk pada tukik berkurang di setiap minggunya. Sementara pada pengamatan tingkah laku (pergerakan flipper depan), selama bergerak tukik cenderung menggunakan flipper depan karena flipper depan memang difungsikan untuk membantu pergerakan tukik. Sementara flipper belakang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan atau sebagai kendali.Kata Kunci : masa penangkaran, power stroke, penyu lekang, Pantai Penimbangan. The aims of this research are to determine the condition of turtle conservation site at Penimbangan beach Singaraja and to know the correlation of captive period with power stroke turtles (Lepidochelys olivacea). Sample in this research is taken as many as 6 turtles for every time observation from all population of hatchling turtle. The method used in this study is observation and direct counting of power stroke. Data collection techniques performed by calculating the average power stroke per 30 seconds. The data of the research were analyzed using descriptive analysis. The results showed that there was an average difference between power stroke in one week and two weeks during captive period. The power stroke frequency difference for nest number 14 in one week and two weeks reaches 26.59%. The average power stroke decreased from 178 times in the first week to 131 times in the second week. Different frequency of power stroke for nest number 15 in first week and second week reached 26.31%. The average power stroke decreased from 177 times in the first week to 131 times in the second week. Decreased power stroke during the captivity due to the yolk content in the hatchling is reduced in every week. While in the observation of behavior (movement of the front flipper), during the move the hatchling tend to use the front flipper because the front flipper is enabled to help the movement of hatchling. While the rear flipper serves as a balance regulator or as a control.keyword : captive period, power stroke, olive ridley turtle, Penimbangan beach.
Co-Authors ., Ib Dimas Mahendra Wijaya ., Iftitah Hanim ., NI KADEK EWIK ERAYATI ., NI KD MIRAH ASTUTI ., Ni Luh Gita Cahyani ., NI MADE DWI RIANI SARASWATI ., P. Krisna Widyantara Sujana ., SUSAN SIDABUTAR A.A Istri Mirah Dharmadewi Abdul Gofur Adiwibawa, Marcel Adnyani, I Gusti Ketut Ajeng Purnama Heny Andi, I Nengah Ardanantya, I Gusti Ayu Mira Desak Made Citrawathi Desak Made Echa Herawati Dewi, Ni Kadek Siwi Cipta Gede serfi Giada Giada, Gede serfi Herawati, Desak Made Echa Hidayatullah, Noval Tauhid I G A N Setiawan I Gede Sudirgayasa I Gusti Ayu Mira Ardanantya I Gusti Ayu Rai I Gusti Ketut Adnyani I Kadek Yudha Pranata I Kadek Yudha Pranata I Ketut Artawan I Ketut Artawan I Ketut Sudarsana I Made Citra Wibawa I Made Sudiana I Made Sutajaya I Nyoman Wijana I Putu Darma Yuda I PUTU PASEK SURYAWAN I Wayan Sukra Warpala I Wayan Sumandya Ib Dimas Mahendra Wijaya . Ida Ayu Purnama Bestari Ida Bagus Putu Arnyana Iftitah Hanim . Ketut Sedana Arta Ketut Srie Marhaeni Julyasih Leonita, A Tiurma Silvia Made Agus Wijaya Made Juniantari Made Juniantari, Made Marcel Adiwibawa Mira Dharma Susilawaty NI KADEK EWIK ERAYATI . NI KD MIRAH ASTUTI . Ni Luh Gita Cahyani . Ni Luh Pande Latria Devi Ni Luh Putu Julia Purnama Dewi NI LUH PUTU MANIK WIDIYANTI NI MADE DWI RIANI SARASWATI . Ni Made Pebriani Santika Dewi Ni Putu Apriantini Ni Putu Ristiati Ni Wayan Gunia Prastuti Ningrum, Putu Adis Dena P. Krisna Widyantara Sujana . Pingky Fitria Syahrani Pipit Rubi Agustia Sari . Pratiwi Kubayan, Dian Purwanti, Ni Kadek Lovita Putu Budi Adnyana Ratnani, Dewa Ayu Sri Sanusi Mulyadiharja Savitri, Ni Putu Wahyunita Setiawan, I G A N Sri Widayanti Sulisetijono SUSAN SIDABUTAR . Susila, Gusti Kade Dwi Dharma Susriyati Mahanal Tiurma Silvia Leonita Widinni, Trijanti A. Yuda, I Putu Darma Yuliandari, Sri Ayu